Kematian para pendekar dan terjatuhnya Wira kedalam kawah

Hari telah shubuh berarti pertarungan sudah berlangsung hampir setengah hari.Keadaan dipuncak gunung Ciremai masih diselimuti udara dingin dengan kabut tebal menggantung diseluruh kawasan puncak gunung

Secepat kilat Kala Demit melesat seperti terbang keluar dari dasar lubang lalu berdiri agak jauh dari lubang menganga tempatnya keluar tadi

Baru saja dia menapakkan kakinya,sudah ada kilatan putih menyambar ke arah lehernya.Kala Demit yang sudah tidak mau bertindak kepalang tanggung segera membabatkan pedang Samber Nyawa menangkis serangan itu

Kilatan putih tadi adalah sambaran serangan keris dari pendekar Keris Langlang Buana

Pendekar Langlang Buana sendiri tidak nampak karena dia menyerang sambil menerapkan aji Halimunan sehingga sosoknya tidak kelihatan

Tapi begitu serangannya dilabrak tangkisan Pedang Samber Nyawa yang menimbulkan suara dan getaran keras,juga keris yang tadi melesat menebas leher Kala Demit hancur menjadi debu berwarna merah darah

Terdengar pula jeritan setinggi langit dibarengi terlihatnya sosok tubuh terpental kemudian berubah menjadi debu berwarna merah darah.Yang ternyata sosok tubuh itu adalah pendekar Keris Langlang Buana

Pertapa dari gunung Slamet Sarwo Juwono yang melihat kejadian itu langsung menyerang Kala Demit dan setiap serangan mengandung tenaga dalam dari Kala Demit langsung diserap aji Bayu Kapas milik pertapa itu

Sarwo Juwono tidak memberikan kesempatan kepada Kala Demit untuk meningkatkan kekuatan dalam serangannya.Yang membuat Kala Demit berdecak kesal dan bersumpah serapah

Tubuh Kala Demit dan Sarwo Juwono berkelebatan seperti bayang bayang saling serang seperti tidak menyentuh tanah

Semua pendekar yang melihat Kala Demit dan Sarwo Juwono telah bertempur sengit,segera membantu Sarwo Juwono menempur Kala Demit.Sehingga pertempuran menjadi makin sengit satu melawan sebelas orang

Suara teriakan dan umpatan serta suara beradunya pukulan terdengar sambung menyambung dalam pertempuran itu

Tiba tiba tubuh Kala Demit melesat ke atas terus melesat ketempat yang agak jauh dari para penempurnya

Terlihat keringat mengucur deras diwajah Kala Demit,pakaiannya pun semakin tidak karuan bentuknya

Sekejapan dia mengatur nafasnya yang memburu

Semua lawannya segera melesat kearah Kala Demit dan mengambil sikap mengurung.Mereka tidak langsung menyerang karena mereka juga perlu mengambil nafas untuk memulihkan diri meskipun sekejap

Terlihat pedang Kala Demit melayang mengeluarkan cahaya merah darah pekat diseluruh bagiannya.Pedang itu berputar mengelilinginya dengan posisi tegak gagang disebelah atas dan ujung pedang mengarah ke bawah

Makin lama putaran pedang itu makin cepat cepat sehingga seluruh tubuh Kala Demit terbungkus cahaya itu

Aura membunuh dan hawa yang melebihi dinginnya es pun membersit dari arah Kala Demit disertai suara mengaung yang keluar dari putaran pedang Samber Nyawa

Semua orang menjadi lebih waspada dan didahului saling lirik dan anggukan,mereka sepakat untuk bersama sama menyerang

Heaaa...

Prang...

Tapi sebelum itu semua dilakukan,tiba tiba terdengar teriakan menggelegar dari arah Kala Demit.Disusul melesatnya cahaya merah darah yang mengelilinginya setelah terlebih dahulu terdengar suara seperti kaca yang pecah

Lesatan cahaya merah darah itu berubah menjadi ratusan cahaya pedang yang melesat ke arah semua orang yang hendak menyerangnya dengan kecepatan yang sulit diikuti

Sarwo Juwono yang berhasil menyerap sebagian kekuatan cahaya pedang yang mengarah kepadanya tetap terpental dengan luka hangus tapi berwarna biru didadanya dan membuatnya memuntahkan darah segar.Dia tidak bisa menguasai tubuhnya sehingga jatuh terhempas dengan punggung terlebih dahulu menghantam tanah

Waktu lesatan cahaya merah darah berbentuk pedang menyerang mengarah ke semua orang.Wira malah melesat memotong cahaya pedang yang mengarah ke gadis berpakaian putih dengan melepaskan pukulan pamungkasnya.Yaitu pukulan aji Surya Dewa

Cahaya ke emasan yang sangat terang keluar dari sepasang telapak tangan Wira melesat memapaki cahaya cahaya pedang yang datang

Buuummm...

Suara dentuman akibat benturan cahaya pedang dan cahaya pukulan Surya Dewa terdengar sangat keras dan menimbulkan goncangan yang sangat keras

Para pendekar yang lain yang terkena dan yang menangkis sambaran kilatan cahaya pedang tidak ada yang selamat.Semuanya menemui kematian dengan tubuh hancur menjadi debu berwarna merah darah.Kecuali wanita pendekar bertopeng emas yang selamat berkat ilmu menyusup bumi yang dimilikinya

Disaat saat terakhir sebelum lesatan cahaya pedang mengenai tubuhnya,dia berhasil menembus bumi setelah sebelumnya merapal aji Menembus Bumi

*****

Sewaktu memapas dan menghantam lesatan cahaya cahaya pedang posisi gadis berpakaian putih dan Wira berada sekitar 7 tombak dari bibir kawah.Sehingga begitu tubuhnya terpental sekitar sepuluh tombak,tubuhnya langsung terjatuh kedalam kawah

Memang sangat dahsyat kekuatan pukulan aji Surya Dewa yang Wira lepaskan dengan pengerahan tenaga dalam penuh.Membuat pengaruh mematikan dari energi pedang Samber Nyawa tidak bisa menembus kekuatan aji Surya Dewa,meskipun tubuh Wira tetap terpental sangat jauh

Tidak hanya Wira yang terjatuh ke dalam kawah.Tetapi tubuh gadis berpakaian putih juga ikut terjatuh ke dalam kawah.Karena posisi si gadis yang berada dibelakang Wira,sehingga dia ikut terpental dan terdorong tubuh Wira

Aaaaaa....

Si gadis berteriak sangat kencang karena kaget takut dan ngeri membayangkan tubuhnya ***** masuk kedalam lahar kawah yang sangat panas

Wira yang terjatuh dengan posisi diatas si gadis dan jaraknya sangat dekat,dengan refleks meraih tangan si gadis.Kemudian dengan sekuat tenaga juga dengan mengerahkan tenaga dalam sebisanya,menarik dan melemparkannya ke atas.Sehingga tubuh si gadis meluncur dengan sangat cepat keatas sampai melewati bibir kawah

Si gadis yang belum habis rasa kaget ngeri dan takutnya karena terjatuh kedalam kawah,sekarang ditambah rasa kagetnya dengan tindakan Wira.Yang tiba tiba meraih tangannya dan melemparkan tubuhnya sehingga tubuhnya terlempar keluar kawah dan membuat dia selamat

Sementara tubuh Wira terus meluncur terjun ke dalam kawah

Terpopuler

Comments

🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️

🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️

oh biar kaya gatotkaca. masuk kawah candradimuka.. keluar2 tambah sakti nanti..😁

2021-02-15

1

Ayi Tea

Ayi Tea

Tamat...

2020-10-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bocah penggembala
2 Wira
3 Ujian
4 Situasi dunia persilatan
5 Sengkala Jagat
6 Berkelana
7 Puncak gunung Ciremai
8 Puncak gunung Ciremai 2
9 Kematian Tungul Rana
10 Munculnya Pedang Samber Nyawa
11 Munculnya Kala Demit
12 Pemilik Pedang Samber Nyawa
13 Dikepungnya Kala Demit
14 Kala Demit VS para pendekar
15 Kala Demit VS para pendekar 2
16 Kematian para pendekar dan terjatuhnya Wira kedalam kawah
17 Mimpi buruk Singa Praja
18 Dewa Linglung
19 Naga Keling Sapu Jagat
20 Kujang Dewa
21 Kekalahan dan lolosnya Kala Demit
22 Ternyata gadis berbaju putih itu bernama...
23 Kembali ke alam manusia
24 Kerajaan Lingga Buana
25 Pertarungan Raden Cakra Ningrat
26 Dayeuh Puseur
27 Hukuman dan kematian Juragan Wiguna
28 Uji kanuragan
29 Putri Rara Murni
30 Pertemuan kembali dengan gadis berbaju putih
31 Lima serigala hutan muncang
32 Rahasia tunduknya berbagai aliran perguruan kepada perguruan Raga Abadi
33 Tembakkan Sekar Langit
34 Ketegangan menjelang Perang
35 Dimulainya peperangan
36 Situasi peperangan
37 Situasi peperangan 2
38 Situasi Peperangan 3
39 Pertempuran diluar keraton
40 Pertemuan kembali Wira dengan Singa Praja
41 Berita bobolnya tembok benteng sebelah utara
42 Kehebatan Manggar Saketi
43 Kematian Manggar Saketi
44 Pertemuan kembali antara Kala Demit dan Dewa Linglung
45 Pertarungan antara Wira dan Kala Demit
46 Tewasnya Kala Demit dan kemenangan pihak kerajaan Lingga Buana
47 Pertunangan antara pangeran Cakra Ningrat dan putri Rara Murni
48 Leluhur Dewa Linglung
49 Pusaka Cincin Badar Segara
50 Memulai lagi pengembaraan
51 Lembah Bidadari Siluman
52 Pertarungan dengan dua orang penyusup
53 Berada diujung tanduk
54 Pendekar Bidadari Siluman
55 Rencana penyelamatan
56 Prahara desa Cihuni
57 Tertangkapnya Wira oleh murid murid perguruan Bidadari
58 Dewa maut vs Siluman Iblis Api dan Siluman Iblis Kalabang
59 Dewa Maut itu adalah...
60 Pertarungan yang semakin sengit
61 Pertarungan yang semakin sengit 2
62 Pertarungan yang semakin sengit 3
63 Pertarungan yang semakin sengit 4
64 Penyelamatan " Bandara " pemuda murid perguruan Bambu Hijau
65 Musnahnya perguruan Bidadari
66 Kabar kehancuran dan musnahnya Perguruan Bidadari di dunia persilatan
67 Iblis Gila
68 Menuju kota Kadipaten Janur Emas
69 Lima Setan Karang Bolong
70 Kematian Garang Kawani
71 Hancurnya Lima Setan Karang Bolong
72 Dendam yang tidak pernah terbalaskan
73 Pemberitahuan
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Bocah penggembala
2
Wira
3
Ujian
4
Situasi dunia persilatan
5
Sengkala Jagat
6
Berkelana
7
Puncak gunung Ciremai
8
Puncak gunung Ciremai 2
9
Kematian Tungul Rana
10
Munculnya Pedang Samber Nyawa
11
Munculnya Kala Demit
12
Pemilik Pedang Samber Nyawa
13
Dikepungnya Kala Demit
14
Kala Demit VS para pendekar
15
Kala Demit VS para pendekar 2
16
Kematian para pendekar dan terjatuhnya Wira kedalam kawah
17
Mimpi buruk Singa Praja
18
Dewa Linglung
19
Naga Keling Sapu Jagat
20
Kujang Dewa
21
Kekalahan dan lolosnya Kala Demit
22
Ternyata gadis berbaju putih itu bernama...
23
Kembali ke alam manusia
24
Kerajaan Lingga Buana
25
Pertarungan Raden Cakra Ningrat
26
Dayeuh Puseur
27
Hukuman dan kematian Juragan Wiguna
28
Uji kanuragan
29
Putri Rara Murni
30
Pertemuan kembali dengan gadis berbaju putih
31
Lima serigala hutan muncang
32
Rahasia tunduknya berbagai aliran perguruan kepada perguruan Raga Abadi
33
Tembakkan Sekar Langit
34
Ketegangan menjelang Perang
35
Dimulainya peperangan
36
Situasi peperangan
37
Situasi peperangan 2
38
Situasi Peperangan 3
39
Pertempuran diluar keraton
40
Pertemuan kembali Wira dengan Singa Praja
41
Berita bobolnya tembok benteng sebelah utara
42
Kehebatan Manggar Saketi
43
Kematian Manggar Saketi
44
Pertemuan kembali antara Kala Demit dan Dewa Linglung
45
Pertarungan antara Wira dan Kala Demit
46
Tewasnya Kala Demit dan kemenangan pihak kerajaan Lingga Buana
47
Pertunangan antara pangeran Cakra Ningrat dan putri Rara Murni
48
Leluhur Dewa Linglung
49
Pusaka Cincin Badar Segara
50
Memulai lagi pengembaraan
51
Lembah Bidadari Siluman
52
Pertarungan dengan dua orang penyusup
53
Berada diujung tanduk
54
Pendekar Bidadari Siluman
55
Rencana penyelamatan
56
Prahara desa Cihuni
57
Tertangkapnya Wira oleh murid murid perguruan Bidadari
58
Dewa maut vs Siluman Iblis Api dan Siluman Iblis Kalabang
59
Dewa Maut itu adalah...
60
Pertarungan yang semakin sengit
61
Pertarungan yang semakin sengit 2
62
Pertarungan yang semakin sengit 3
63
Pertarungan yang semakin sengit 4
64
Penyelamatan " Bandara " pemuda murid perguruan Bambu Hijau
65
Musnahnya perguruan Bidadari
66
Kabar kehancuran dan musnahnya Perguruan Bidadari di dunia persilatan
67
Iblis Gila
68
Menuju kota Kadipaten Janur Emas
69
Lima Setan Karang Bolong
70
Kematian Garang Kawani
71
Hancurnya Lima Setan Karang Bolong
72
Dendam yang tidak pernah terbalaskan
73
Pemberitahuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!