Bab 18

Keesokan harinya

Ayunda saat ini sedang mendekati satria, "Satria apa aku bisa bicara sebentar sama kamu tapi gak disini" Tanya Ayunda

"Ada apa... tapi aku tidak kenal kamu" ujar satria

"Aku teman Rani" jawab Ayunda, satria yang mendengar itu pun memandang Ayunda lalu setuju mengikuti ajakan Ayunda.

Ayunda mengajak satria ke gudang sekolah, sesampainya di gudang Ayunda menutup pintunya dan menguncinya.

Hal itu membuat satria heran dengan apa yang di lakukan oleh Ayunda,

"Ada apa dan kenapa di kunci?" Tanya Satri

"Satria aku suka sama kamu, aku mau kamu jadi pacar aku, jika kamu menerima aku aku akan lakukan apapun untuk kamu. Aku juga bisa membantu kamu untuk mendapatkan Rani" ujar Ayunda sembari membelai tubuh satria.

Satria adalah pria normal dan sudah mengerti dengan hal hal tidak baik, pergaulan satria juga sudah di luar batas, jadi satria sangat tau apa maksud dari ayunda.

Melihat tingkah Ayunda membuat satria tersenyum miring lalu menarik pinggang Ayunda lebih mendekat padanya.

"Benarkah jika begitu buktikan dulu saat ini, apa yang bisa kau lakukan untuk menyenangkan ku" ujar satria

Ayunda yang mendengar itu pun tersenyum dan mulai melakukan hal di luar batas.

Ayunda sebenarnya bukanlah anak orang kaya apa lagi pintar, dia bisa sekolah di sini karena di masukan Soleh seseorang dengan jalur luar biasa dan itu hanya Ayunda yang tau.

Setelah kejadian itu Ayunda dan Satria memiliki hubungan spesial tanpa di ketahui orang lain. Yang orang lain tau satria mengejar Rani

Pagi itu Rani seperti biasa berangkat di antar Mila atau yang lainya karena kejadian awal sekolah yang Rani bawa motor sendiri di ketahui Daddy Daris dan itu membuat Daddy marah karena khawatir dengan Rani jadi Rani saat ini memiliki dua bodyguard lagi dua orang pria yang akan memantau Rani.

Bukan hanya sang Daddy yang marah mommy dan saudara lainya pun ikut marah karena khawatir. Bahkan Dendi sampai membuatkan alat pelacak yang di pasang di tas dan juga cincin serta anting milik Rani.

Saat Rani baru masuk gerbang terdengar suara panggilan dari seseorang saat Rani menoleh ternyata itu Manda.

"Rani baru datang?" tanya Manda

"Iya biasa Abang bikin ulah, masak aku di kasih alat pelacak kayak guguk deh" ujar Rani kesal pada sang Abang karena berlebihan.

"Hahaha... Itu karena mereka sayang kamu" ujar Manda

"Iya sih" jawab Rani

"Oh iya Rani ayo ikut aku, aku sudah janji bukan jika akan memperkenalkan kamu dengan seseorang, ayo ikut aku" ujar Rani sembari menarik pelan Rani menuju taman.

Sesampainya di taman Manda mendekati seorang pria yang sedang duduk membaca buku.

"Abang Manda datang dengan sahabat Manda, coba lihat dan kenalan dulu" ujar Manda

 Pria yang di panggil Abang pun mulai menoleh dan memandang adiknya tapi saat pandangannya tertuju pada gadis disebelah sang adik pria itu pun kaget lalu berdiri tiba tiba.

"Rani?" ujar pria itu sembari tersenyum senang

Rani yang di panggil pun tersenyum, "Kakak yang waktu itu ya, bagaimana keadaan kakak apa sudah baik baik saja?" tanya Rani

"Iya benar, kakak sudah lama ingin mencari kamu tapi belum bisa tapi ternyata kita bertemu sekarang. Kakak ucapkan terima kasih atas pertolongan kamu saat ini penyakit kakak sembuh total" jawab pria itu senang

"Tunggu dulu ini bagaimana? jadi kalian saling kenal?* tanya Manda

"Dek Rani ini adalah orang yang menolong Abang saat kecelakaan dan Rani juga yang sudah menyembuhkan penyakit Abang" jawab sang kakak dari Manda

"Apa... Jadi Rani orang yang kita cari bang, ya ampun dunia sempit sekali, terima kasih Rani sudah menolong Abang ku, Rani ini adalah Abang Malvin Abang kandungku yang kemarin ikut pertukaran murid" ujar Manda

"Oh begitu, salam kenal Abang kalau begitu, semua sudah menjadi takdir untuk kita bisa bertemu dan aku menoleh Abang Malvin" jawab Rani

"Tapi sekali lagi kami sangat berterima kasih, kau memang sahabatku yang paling istimewa" ujar Manda memeluk Rani

"Kau ini ada ada saja" ujar Rani

Malvin yang melihat itu sangat senang saat melihat adiknya memiliki sahabat terbaik seperti Rani yang sudah ia anggap adik.

"Ayo sudah pelukannya, ayo abang antar kalian ke kelas kalian sebentar lagi masuk" ujar Malvin

Setelah itu mereka pergi ke kelas, sesampainya di depan kelas Malvin pun pamit pada Rani dan Manda.

"sudah sampai sana masuk nanti istirahat Abang jemput kalian untuk ke kantin ya" ujar Malvin

"Traktir ya bang" ujar Manda

"Is kamu ini suka sekali gratisan, ia ia sana masuk belajar yang bener" ujar Malvin sembari mengusap kepala Manda dan Rani.

setelah itu Rani dan Manda masuk kelas, sedangkan Malvin pergi menuju kelasnya.

semua kejadian tadi di depan kelas Manda dan Rani di saksikan oleh Ayunda dan Satria

"Siapa pria tampan itu, kenapa bisa dekat dengan dua gadis bodoh itu, kenapa selalu Rani yang mendapatkan perhatian pria tampan, aku benci kamu Rani" marah Ayunda dalam hati

"Sialan siapa pria itu berani sekali menyentuh Rani ku, aku sepertinya harus cepat cepat mendapatkan Rani sebelum di ambil orang lain" ujar satria dalam hati

...****************...

Hari hari berlalu Rani dan Manda selalu bersama Malvin dan itu membuat satria semakin marah dan kesal pada Malvin.

"Kalian duduklah dulu Abang akan pesankan makanan untuk kalian, jangan kemana mana" ujar Malvin

"Iya Abang, tapi kemana sahabat Abang kok belum datang, biasanya selalu sama sama?" tanya Manda

"Mereka sedang ketoilet gak tau tu tumben barengan" jawab Malvin

"Oh gitu" jawab Manda sedangkan Rani hanya diam saja

"Ya sudah kalian tunggu disini ya Abang pergi dulu" ujar Malvin lalu pergi.

 Sedangkan di dekat toilet satria dan temannya Bayu sedang duduk di sana

"Satria bagaimana tantangan kita, besok adalah hari terakhir, tapi Lo belum juga mendapatkan Rani jadi siap siap kalah ya dan motor Lo buat gue, hahaha" ujar Bayu memanasi satria

"Masih ada satu hari dan itu bisa jadi adalah hari kemenangan gue " jawab satria

"Mana mungkin, dalam sebulan saja Lo gak bisa buat Rani suka sama Lo apa lagi satu hari, hahaha... Ternyata pesona satria gak mempan pada Rani gadis tercantik di sekolah ini" ujar Bayu mengejek satria dan itu membuat satria marah lalu pergi.

Tanpa mereka sadari sedari tadi pembicaraan mereka di dengar oleh sahabat Malvin, Bagas dan Dafa.

"Kurang ajar sok ganteng kali tu anak, Dafa coba Lo ikuti tu anak gue akan bilang ini semua pada Malvin dan Rani" ujar Bagas

"Ok... Gue akan kesana Lo tunggu kabar dari gue" ujar Dafa lalu pergi dari sana.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Mutiara Nisak

Mutiara Nisak

kyk nya yg namanya sahabat baik ,hanya cangkang nya aja,rani.....knp g d selidiki dulu siapa si ayu ...kan lbh baik sedia payung sblm hujan.....tp ada bauk nya jg klo daddy dm.kakak nya ngasih alat pelacak,andai si ayu mulai macem2 kan semua tau.....

2025-03-29

0

Noey Aprilia

Noey Aprilia

Yg ngakunya shbt,trnyta orng plng jht....d dpn sok baik,d blkng nyebarin ftnah....cckkk.....
ksh tau rani kl dia d jdiin truhan,trs ksh pljrn biar kapok....

2025-03-29

0

Maria Lina

Maria Lina

kan enak klo double up nya walau msh kurang lumayan lh ya thor wkwk

2025-03-28

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!