Esok paginya pukul 3 : 15 menit Rani bangun dari tidurnya, ia kaget saat bangun tidur di sebelah andk laki laki tapi saat tau itu kakak barunya, ia pun menghangat.
Dia tidak menyangka jika dulu yang sendirian sekarang mendapatkan seorang kakak yang baik mau menerimanya, belum lagi ada mommy dan Daddynya.
Rani sangat bersyukur dengan hal yang sudah ia dapatkan. Setelah puas memandangi ketiga kakaknya Rani pun bangun dari tidurnya lalu menuju kamar mandi untuk bersih bersih dulu.
Setelah semua selesai Rani pun mulai memasak mengukus kembali kue dan mulai menggoreng.
Ia juga mulai memasak nasi kuningnya, untuk saja ia memiliki kompor 2 jadi bisa masak empat sekaligus.
Ia membeli kompor itu dari hasil uang jualan nya karena dulu ia hanya bisa memasak dengan kayu.
Setelah Rani pun menumis sambal, Rani mengerjakan semua pekerjaannya dengan cekatan.
Ia melangkah kesana kemari dengan ringan tanpa wajah kebingungan dengan pekerjaan yang banyak ini.
Sedangkan mommy Danisa yang terdengar seperti ada yang memasak pun heran, ia melihat ham dan ternyata masih setengah empat pagi.
"Kenapa my?" tanya Daddy Daris
"Itu suara orang masak" jawab mommy Danisa
"Mommy lupa ini di rumah Rani, jadi wajar dia sudah mulai masak dari jam tiga tadi untuk dagangannya" jelas Daddy Daris
mommy Danisa pun terkejut karena baru ingat, ia pun bergegas turun dari tempat tidurnya.
"Mau kemana?" tanya Daddy Daris
"Mau lihat putri mommy" jawab mommy
"Tunggu my ayo kita lihat sama sana" ujar Daddy lalu mengajak mommy melihat daging jauh dulu bagaimana cekatannya Rani.
Sesampainya di ujung dapur mommy terbelalak melihat Rani yang memasak dengan lincah, kesana kari tanpa beban.
"Daddy... Itu Rani?" ujar mommy
"Iya lihatlah Rani my, bukanya cara dia masam sangat mirip dengan mommy, kalian sangat cocok jadi ibu dan anak" ujar Daddy Daris
"Iya Daddy benar, ya Allah terima kasih engkau memberikan aku putri yang luar biasa seperti Rani" puji syukur mommy Danisa
Daddy Daris tersenyum haru, mereka tetap menyaksikan Rani bekerja terlihat sangat santai tapi selesai dan rapih.
Mereka sampai tidak sadar juga mereka sudah berdiri disana sampai azan subuh.
Rani yang mendengar itu pun menghentikan pekerjaannya untuk sholat.
"Lihat saja mi putri kita sangat lah Solehah" ujar Daddy
"Masyaallah mas, bagaimana ada orang tua yang tega membuang darah dagingnya, mommy yakin dari kecil Rani sudah sangat lucu dan cantik, lalu bagaimana bisa orang tuanya dengan lapang hati membuang nya. Untung ada bibi Rosmana jika tidak bagaimana nasib Rani" ujar mommy sedih
"Mas buat kedua orang tua bodoh dan kejam itu menyesal, mereka tidak pantas bahagia" ujar mommy sembari menangis sedih
"Tenang sayang juli sudah mendapatkan kabar dan nanti siang kita akan tau siapa orang tua laknat itu" jawab Daddy
tidak lama Rani sudah siap kembali bekerja, ia juga tidak lupa membuat kan Sarapan untuk keluarga barunya.
"Rani!" seru Mila dan Lisa
"Ya ampun Rani maaf kakak kesiangan, seharusnya kakak bantu kamu maaf ya" ujar Mila dan Lisa merasa bersalah
"Gak papa kak, Rani tau kakak lelah jadi tidak masalah Rani sudah terbiasa kok , ayo kakak mandi dulu nanti kita sarapan bersama" jawab Rani
"Rani sudah selesai dan akan panggil mommy dan Daddy serta kakak" ujar Rani
"Baiklah, sekali lagi maaf ya" ujar Mila dan Lisa
"Iya kakak cantik" jawab Rani
Daddy yang mendengar Rani akan kekamar pun dengan cepat membawa mommy kekamar.
Tidak lama terdengar suara ketukan,
Tok...
Tok...
Tok...
" Mommy... Daddy... Apa sudah bangun, Rani sudah buat sarapan ayo kita sarapan dulu" ujar Rani
"Iya sayang... mami sebentar lagi keluar terima kasih ya" jawab mommy Danisa
"Baik mommy Rani tunggu" jawab Rani lagi lalu menuju kamar kakaknya
"Kak... Abang ... Ayo bangun sudah pagi, Rani sudah buatkan sarapan, sudah di tunggu mommy dan Daddy" ujar Rani dan ketiganya bangun dengan serentak.
Setelah itu mereka pun bersiap mandi dan ganti baju.
Setelah itu mereka sarapan bersama, saat mulai mencicipi masakan Rani semua menjadi ketagihan.
Bahkan Denis makan sangat banyak, padahal ia tidak pernah mau sarapan pagi
"Dek ini beneran kamu yang masak, ini sangat enak dan akan jadi makanan favorit kakak" ujar Denis yang biasanya diam
mommy dan Daddy beserta kedua adik kembarnya pun melongo
"Fiks makanan ini ada obatnya, karena makan ini kek Denis punya expresi, ini luar biasa" ujar Dean takjub
Denis yang baru sadar pun malu, " Kak tidak perlu malu, Rani akan selalu buatkan kakak makanan setiap hari" ujar Rani
"Terima kasih dek" jawab Denis dengan senyumnya
"Abang juga... Kakak juga.... !" seru Dendi dan Dean
"Tentu saja" jawab Rani
Tidak lama terdengar ketukan pintu dan panggilan.
"Rani... jualan gak hari ini nak?" tanya seseorang
Rani Pun minta izin keluar melihat siapa yang datang, saat pintu terbuka terlihat ibu RT dan dua orang lainya
"Eh ibu, maaf Rani sedang sarapan" ujar Rani
"Kami yang minta maaf sudah ganggu kamu, jadi nak kamu jualan gak ?" tanya RT
"Jualan bu Rani keluar kan dulu ya" Jawab Rani lalu masuk.
Rani pun minta izin pada keluarganya untuk jualan karena sudah ada pembeli.
Mommy dengan cepat ikut membantu di susul Mila dan Lisa
Saat mommy keluar semua orang terkejut Karena ada orang lain di rumah Rani
"Rani ini siapa nak?" tanya ibu RT
mendengar ada yang bertanya pada Rani mommy pun mulai melihat siapa orangnya.
Saat mereka sudah berhadapan, mommy dan Bu RT pun berseru kencang.
"Danisa queen " ujar ibu RT
"Zaskia" ujar mommy bersamaan
"Kamu beneran Zaskia kan?" tanya mommy
"Iya ini aku Zaskia, Danisa aku rindu padamu" jawab Bu RT
"Iya aku juga, kamu kemana saja Zaskia, kok menghilang" tanya mommy
"Nanti aku ceritakan, tapi kok kamu ada di rumah Rani?" tanya ibu RT
"Ceritanya panjang, nanti aku ceritakan, yang penting intinya Rani sekarang adalah putriku, oh iya siapa RT disini aku mau minta izin membawa rani tinggal bersama ku" jawab mommy
mendengar itu semua kaget, " maksud bagaimana Danisa, dan soal RT suamiku adalah RT disini jadi setelah ini kita bisa bicara di rumahku" ujar ibu RT
"Baiklah aku dan suamiku akan datang bersama Rani setelah Rani selesai" jawab mommy
"Baiklah aku mengerti, aku tunggu kedatangan kalian dan juga penjelasannya" ujar ibu RT
"Iya aku mengerti" jawab mommy Danisa
"Ini Bu sudah" ujar Rani
"Baiklah nak ini uangnya terima kasih, dan Danisa aku tunggu di rumah' Jawab ibu RT
setelah itu Rani di bantu mommy dan juga Lisa serta Mila melayani pembeli, mommy terlihat sangat bahagia.
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
mecca
wah...tak d sangka mommy malah ketemu kawan lama hadeuhhhh dunia sungguh sempit ya thor semangatttt💪💪💪💪💪
2025-03-20
0
Kusii Yaati
awas Thor banyak typo bertebaran,aq sampai keseleo2 membacanya 🤭😁
2025-03-20
1
Noey Aprilia
Laahhh....
bu rt sm mommy'nya rani trnyta sling knal....shbt lma mngkn....
2025-03-19
1