Bab 7

Sore harinya setelah pulang sekolah Rani pun mulai membuat kue dan menyiapkan pendamping nasi kuningnya.

Mila dan Lisa ikut membantu walau bingung apa yang harus di kerjakan karena tidak terbiasa.

Rani pun dengan sabar mengajari semua yang ia tau pada Mila dan Lisa, walau awalnya sangat sulit akhirnya jadi menyenangkan bagi Mila dan Lisa.

Mereka berdua sangat kagum dengan Rani yang sangat cekatan dalam bekerja, mereka sangat malu pada Rani yang kecil begitu terampil, sedang mereka yang sudah dewasa belum bisa melakukan pekerjaan rumah.

"Setelah ini diapain ini Rani?" tanya Lisa

"Di taruh disana saja kak, nanti akan di kukus biar gak basi pas pagi" jawab Rani

"Ok " ujar Lisa dan menaruh semua kuer yang akan di kukus.

Meraka bekerja sama sampai malam pun datang tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.

"Ya ampun Rani, hari Ini kita kerjakan bertiga saja sangat lelah bagaimana saat kamu kerjakan sendiri biasanya, kamu beneran luar biasa" ujar Lisa kagum

"Iya aku lebih baik di suruh lari keliling lapangan yang tau kapan selesainya dari pada pekerjaan rumah yang gak ada habis nya" tambah Mila yang sudah tergeletak di ruang tamu kecil milik Rani dengan beralaskan tikar.

"Ini minum dulu kakak biar hilang capeknya" ujar Rani memberi jamu buatanya.

"Apa ini Rani ?" tanya Mila

"Ini jamu kak cobain pasti seger" jawab Rani

"Pasti pahit" ujar Lisa takut

"Hehehe kak Lisa mirip Daddy yang takut pahit, jadi rindu Daddy yang selalu takut saat Rani kasih obat karena pahit. Tapi Kakak tenang saja ini gak pahit kok manis" jawab Rani lucu

Mendengar itu Mila dan Lisa pun mencicipinya sedikit demi sedikit, tapi saat sudah merasakannya mereka pun suka karena benar manis.

"Ini beneran enak manis seger, terima kasih Rani" ujar keduanya.

"Iya sama sama kak, yaudah ayo kita tidur biar besok gak kesiangan" jawab rani dan Mereka pun siap berdiri dan akan masuk kamar.

Tapi baru saja akan berjalan terdengar suara ketukan pintu dan itu membuat mereka saling pandang.

Rani pun di gandeng oleh Lisa sedangkan Mila mencoba membuka pintu.

Saat pintu terbuka Mila sangat terkeju dengan siapa tamunya,

"Tuan!" seru Mila

"Daddy katanya Rani berusia 8 tahun kok segedek ini, Daddy bohong ya ? Tanya seseorang

sedangkan Rani yang mendengar ribut ribut pun keluar dari rumah dan melihat ada apa bersama Lisa.

"Daddy... Kok disini bukanya pulang ?" tanya Rani yang kaget saat melihat Daddy Daris

"Nah mami ini dia yang namanya Rani, kalau kedua gadis ini adalah Mila dan Lisa, mereka orang orang papi yang di tugaskan untuk menjaga Rani selama papi pulang" jawab Daddy Daris

Tapi tidak ada jawaban dari mommy Danisa karena mommy Danisa sudah memeluk Rani dengan erat sembari menangis.

Dan itu membuat semua orang terbelalak kaget, Rani pun jadi ikut menangis.

Mereka jadi bingung juga saat melihat Rani yang ikut menangis.

"Mommy Rani kalian kenapa, ayo masuk dulu nanti di kira orang ada apa lagi" ujar Daddy

"Ih Daddy ganggu saja, mommy lagi peluk putri mommy ini" kesal mommy Danisa

"Lalu Rani kenapa menangis nak ?" tanya Daddy Daris heran

"Karena Rani baru tau jadi ini pelukan seorang ibu, Rani kira gak akan pernah mendapatkannya, terima kasih" jawab Rani sedih.

Semua yang mendengar itu terdiam terpaku, mereka sangat sedih mendengar itu semua.

"Sayang mulai sekarang kamu anak mommy jadi kapanpun kamu mau pelukan mommy datanglah pada mommy" jawab mommy Danisa dengan air mata yang mengalir.

"Terima kasih mommy" jawab Rani

"Maaf Rani jadi cengeng ayo masuk dulu di luar dingin, pasti lelah juga" ajar Rani yang mulai berubah jadi dewasa lagi.

Mereka pun akhirnya masuk rumah, tapi saat masuk Daddy Daris langsung memandang Rani.

"Rani Daddy sudah bilang tidak perlu jualan lagi kenapa masih mau jualan?" tanya Daddy

"Maaf Daddy hari ini Rani sudah gak jualan tapi para tetangga mencari Rani, Rani kasihan mereka kecewa jadi Rani minta izin kak Mila dan kak Lisa untuk jualan sehari saja besok, sekalian mau bilang pada para pelanggan jika Rani gak jualan lagi, agar mereka tidak datang dan kecewa" jawab Rani

Mommy yang mendengar itu sangat terharu dengan gadis kecil yang begitu baik dan dewasa, mommy bahkan sudah jatuh cinta pada Rani saat Rani keluar rumah.

"Sudahlah Daddy biarkan saja karena apa yang di katakan Rani benar tidak baik jika membuat kecewa orang yang datang" ujar mommy Danisa membela Rani.

"Baiklah Daddy mengerti, tapi lusa Rani ikut pindah keruamh Daddy dan mommy, soal rumah ini akan ada orang yang mengurus nya, et tidak ada penolakan" jawab Daddy

mommy memandang Rani dengan senyumnya dan mengangguk saat Rani menoleh kearah mommy.

"Baik Daddy Rani menurut" jawab Rani

Mendengar jawaban Rani mommy Danisa dan Daddy Daris pun sangat bahagia.

"Daddy mommy kalian melupakan kami" ujar Dean

"Ah maaf sayang, dan Rani ini adalah saudaramu mulai saat ini, ini adalah Denis kakak tertua mu dan ini Dendi kakak kedua mu dan ini Dean kakak ketigamu" ujar mommy Danisa

"Hai cantik, aku adalah kakak mu Dean mulai sekarang kalau ada yang jahati kamu cepat lapor ke kakak ya, akan Kakak sikat dia sampai habis" ujar dena sembari memeluk Rani dengan sayang

"Dan aku adalah Abang keduamu jika kamu butuh apapun atau mau minta belikan apapun bilang ke Abang, Abang akan belikan semau untuk kamu" ujar Dendi

"Aku kakak pertama mu, apapun untuk mu" ujar Denis.

"Terima kasih kakak dan Abang yang tampan, Rani ngak nyangka akan mendapatkan Kakak yang tampan tampan" ujar Rani dengan senyumnya yang sangat manis dan cantik

"Kami juga tidak menyangka akan mendapatkan adik yang sangat cantik" ujar Dean dan Dendi sedangkan Denis hanya tersenyum kecil

"Terima kasih kak, Abang" jawab Rani

"Oh iya Rani akan siapkan kamar dulu untuk mami dan papi" ujar Rani

" Rani kakak biar tidur sini saja dengan Lisa biar kamar itu untuk tuan muda" ujar Mila

"Tidak aku mau tidur bersama adikku saja Diaman dia tidur" tolak triple

"Jangan larang kami" ujar ketuanya lagi

"Baiklah terserah kalian saja" jawab mommy dan Daddy

Setelah itu Rani di bantu Mila dan Lisa membersihkan kamar untuk mommy dan Daddy.

Padahal mereka sudah melarangnya karna biarkan saja apa adanya tidak masalah, tapi Rani tidak mau itu tidak sopan.

Setelah semua beres Rani pun meminta Daddy dan mommy untuk istirahat karena asudah malam begitu juga dengan Mila dan Lisa

"Ayo kak kita tidur di kamar Rani tapi kecil kak kamarnya, apa tidak apa apa?" tanya Rani

"Tidak masalah" ujar Denis

Saat mereka masuk mereka melihat kamar kecil yang rapih dan harum serta sangat bersih.

Rani pun tidur di tengah di peluk Dean dan seperti Dean sangat menyukai adik barunya ini.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

aq jadi terhura Thor 🤧...ayo Thor bikin keluarga Rani menyesal karena telah membuang Rani, nggak sabar nunggu moment itu terjadi 😤

2025-03-20

2

mecca

mecca

tak tau harus komen apa aq mah sungguh hatiku terhura thor...

2025-03-20

0

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Maap othor ampe lupa baca cerita baru 😄

2025-03-26

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!