"Selama ini neneknya merahasiakan semuanya tapi karena neneknya sudah sakit parah dan akan meninggal ia menceritakan semuanya pada gadis kecil itu dari situlah ia memilih hidup sendirian "
Mommy Danisa yang mendengar cerita itu sudah menangis sesegukan,
"Mas ayo kita bawa dia kemari, jadikan dia putri kita. Aku ingin menemuinya mas ayo kita kesana besok" ajak mommy Danisa
"Aku tidak peduli dia anak siapa, dan akan ku buat kedua orang tuanya menyesal sampai mati " ujar mommy Danisa
"Tenang sayang, mas sudah mencari tau siapa orang tua Rani yang sebenarnya" jawab Daddy Daris
"Siapa nama putri kita mas?" tanya mommy
"Namanya Maharani Qirani, di panggil Rani dan kamu tau sayang jika dia sangat pandai memasak masakannya sama seperti mu kalian pasti sangat cocok " jawab Daddy Daris
"Mas jangan buat aku gak sabar bertemu dengan Rani, ayo mas kita kesana ya besok tidak usah menunggu lama lama " ajak mommy Danisa
"Mas tau kan aku sangat ingin anak perempuan walau semua anak sama saja tapi aku juga ingin punya anak perempuan yang bisa di ajak shoping dan juga masak bersama, ya mas ya kita kesana" paksa mommy Danisa dengan memohon
Melihat keantusiasan sang istri Daddy Daris pun tersenyum hangat lalu memeluk mommy Danisa.
"Baiklah sayang apapun untuk kamu, bersiap siaplah kita akan kesana" jawab Daddy Daris
Brakkk... Suara pintu terbuka sangat keras
"Kami ikut Daddy, bagaimana pun dia adikku juga bukan" ujar Dean anak bungsu Daddy Daris dan mommy Danisa
"Dean kamu menguping pembicaraan kami?" tanya Daddy Daris dan mommy Danisa
"Hehehe.... Maaf Daddy mommy, gak sengaja tadi mau kesini dan mendengar semuanya. Jadi bolah kan kami ikut, kami libur sekolah hari ini karena ada rapat guru ya" jawab Dean antusias
"Baiklah baiklah kalian boleh ikut tapi Denis jangan pasang wajah garang mu pada Rani dia akan takut" jawab mommy Danisa
,
"Iya " jawab singkat Denis sang anak pertama
" Dan kamu Dendi Jagan usil " ujar Daddy
"Iya iya Daddy, Dendi mengerti" jawab si anak tengah
"Baiklah sana cepat bersiap" jawab Daddy
Setelah itu mereka pun pergi kekamar mereka masing masing.
"Mas aku mau hubungi Sita untuk menyiapkan kamar untuk putri kita, tapi apa dia suka kartun atau princess?" tanya mommy
"Jangan sayang karena terlihat dari kepribadiannya dia sangat dewasa jadi siapkan kamar gadis saja dia akan lebih suka. Jika tidak nanti setelah kita sampai disana kamu bisa menilai dia bagaimana?" jawab Daddy Daris
"Ide bagus Daddy, yaudah mommy mau siap siap" ujar mommy Danisa antusias.
Daddy pun istirahat sebentar selama mommy bersiap.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sedangkan Rani saat ini sudah bangun dan sedang memasak sarapan untuk dirinya dan juga Mila serta Lisa.
Dikamar Mila dan Lisa yang mencium bau harum masakan pun mulai terbangun.
Mereka heran dan saling pandang lalu turun dari tempat tidurnya dan menuju dapur.
Saat sampai di dapur mereka terkejut melihat sudah ada beberapa masakan yang sudah matang di atas meja.
Dan di sana juga terlihat Rani sedang menyeduh teh,
"Selamat pagi kak... Sudah bangun berisik ya karena Rani masak?" tanya Rani tidak enak
"Eh selamat pagi Rani, tidak tidak berisik kami bangun karena mencium bau harum masakan kamu, ini beneran kamu yang masak? Kok pinter banget jadi laper" jawab Lisa
"Hehehe jika laper ayo cuci muka dulu lalu sarapan, semoga kakak suka" jawab Rani
"Baiklah kami bersiap dulu" jawab keduanya lalu kekamar mandi
Tidak lama kemudian akhirnya keduanya pun selesai dan menuju meja makan.
"Ayo kak duduk sarapan, ini minuman untuk kakak biar hangat disini sangat dingin" ujar Rani
"Terima kasih, seharusnya kami yang mengurus kami Lo Rani kok jadi kami yang kamu urus jadi gak enak" jawab Mila
"Gak papa kak, Rani sudah biasa mengerjakan semua sendiri jadi gak masalah" jawab Rani
akhirnya mereka pun mulai makan, Lisa dan Mila pun merasa sangat menikmati masakan Rani.
Saat mereka sedang makan terdengar suara ketukan pintu dan panggilan seseorang.
"Tunggu sebentar ya kak Rani lihat dulu" ujar Rani lalu ke depan.
Saat pintu terbuka ternyata para tetangga yang mau beli kue dan nasi kuning
"Rani kok belum keluar apa gak jualan?" tanya ibu RT
"Maaf ya ibu Rani hari ini gak jualan" jawab Rani
",Loh kenapa apa kamu sakit?" tanya ibu RT khawatir
"Tidak bu Rani baik baik saja, hanya ingin istirahat saja, maaf ya bu sudah buat kecewa" jawab Rani tidak enak
"Alhamdulillah ibu kita kamu sakit nak, yaudah gak papa istirahat dulu sesekali, yaudah ibu pamit dulu ya semoga cepat jualan lagi" ujar ibu RT dan pamit begitu yang lain.
Setelah semua pergi Rani menutup lagi pintunya dan masuk
"Ada apa Rani?" tanya Mila dan Lisa
"Itu tetangga dan ibu RT mau beli nasi kuning dan gorengan tapi gak ada Rani jadi gak enak. Kalau Rani besok jualan gak papa ya kak, nanti Rani bilang ke Daddy" ucap Rani.
"Tapi tuan tidak mengizinkan kamu Rani, tuan akan marah" jawab Mila tidak enak
"Bagaimana satu kali ini saja sebagai yang terakhir, biar mereka gak kecewa" pinta Rani memohon
Mila dan Lisa saling andang dan mengangguk,
"Baiklah tapi sekali saja ya, kami takut tuan marah jika tau kamu jualan lagi" jawab Lisa
"Baik kak Rani janji, terima kasih kak" Jawa. Rani lalu memeluk Mila dan Lisa dan itu membuat keduanya terharu melihat kemandirian Rani kecil
Mereka merasa malu, selama ini mereka sering mengeluh dengan keadaan hidup mereka tanpa mereka sadari di luar sana masih banyak yang kurang beruntung dari mereka.
Contohnya Rani yang hanya hidup sendiri tanpa orang tua, di usia seperti ini yang seharusnya bisa bersenang senang ini justru harus bekerja keras, untuk menghidupi dirinya sendiri tanpa mengeluh.
"Kamu adalah gadis kecil yang luar biasa, kakak iri dengan kamu yang memiliki hati yang begitu kuat' ujar Mila
Rani tersenyum mendengar ucapan Mila, "Rani gak sekuat itu kak, ada kalanya Rani sedih dan ingin memiliki keluarga yang lengkap, serta memiliki banyak teman tapi Rani langsung tersadar ini adalah cara Allah menyayangi Rani. Rani tau Allah sudah menyiapkan sesuatu yang terbaik untuk Rani tapi waktunya belum tepat" jawab Rani
"Jika sudah tepat waktunya akan berbuah manis, jika di ambil terburu buru itu akan mentah seperti kita sedang mengambil buah yang mengkal" jawab Rani dengan sangat dewasa.
Lisa dan Mila sampai terharu dan meneteskan air mata mereka.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
🍁𝓐𝓹❣️💋🄽🄸🄻🄰-🄰🅁🄰 👻ᴸᴷ
so sad
Rani sangat bijak and dewasa ya
padahal di usianya yang masih belia, seharusnya dia bermain
pasti orang tua nya bakal menyesal😤😤😤😤😤
dasar orang tua duralex😤😤😤😤😤😤
2025-03-18
4
Noey Aprilia
Mngkn keadaan yg bkin rani dwsa sblm wktunya,shrusnya kn usia sgtu lg mnja2nya sm orngtua....tp dia udh mndiri.....
2025-03-19
1
Raudah Anis
sedih nya aku tuh😭😭😭😭
banyak banget bawang nya 😭😭😭
2025-03-18
3