Bab 2

"He Dila jaga bica kamu gak sopan... Apa salahnya jualan berati dia bisa cari uang sendiri gak kayak kamu yang bisanya minta orang tua" ujar Bila kesal

"Iya kamu ini sehari gak ganggu Rani gak bisa apa, semakin kamu ganggu Rani semakin nunjukin kalau kamu itu iri dengan Rani. Kamu itu masih kecil gak pantas begitu kita semua teman" ujar Egi

Mendengar ucapan Egi Dila melihat Rani dengan sinis dan berkata kasar.

"Iri... Sorry ya gak level apa lagi jadi temanya, dan kalian ngapain mau jadi teman anak miskin itu, nanti ketularan miskin lo, apa lagi dia gak punya orang tua ih ngeri" jawab Dila lalu pergi

"Sudah jangan ladeni Dila, biarkan saja dia mau bicara apa, ayo masuk bentar lagi bel sekolah berbunyi" ujar Rani

"Kamu kok diam saja si Rani di hina Dila, dia itu sudah kurang ajar" kesal Bila

"Biarkan saja jika di ladeni nanti gak selesai selesai, aku mau kesekolahan untuk belajar bukan berantem" jawab Rani

"Yaudah ayo kita masuk kekelas, Fajar sudah nunggu kita di kelas" ujar Egi

lalu mereka pun masuk kekelas.

*

*

*

Hari hari terus berlalu kegiatan Rani masih seperti biasa berjualan dan juga sekolah.

Karena hari ini hari Sabtu Rani tidak ada kegiatan sekolah, jadi setelah selesai jualan ia pun pergi menuju pasar untuk membeli bahan yang sudah habis.

Di sepanjang perjalanan ia banyak di sapa oleh orang orang yang mengenalnya.

Sesampainya di pasar Rani pun mulai berbelanja untuk bahan masakannya untuk selama seminggu.

Setelah selesai belaja Rani pulang menggunakan becak yang ia pesan untuk mengantar nya pulang.

Sesampainya dirumah Rani pun mulai menyusun semua belanjaannya.

Setelah itu Rani mulai membuat beberapa makanan untuk jualan esok paginya.

Karena terlalu sibuk sampai rani tidak sadar jika hari sudah semakin gelap.

"Eh sudah magrib aja, perasaan baru sebentar buat kuenya" ujar Rani sembari melihat kue yang ia buat saat ia melihat betapa kagetnya jika ia sudah menyelesaikan semua kue buatannya dan hanya tinggal di masak esok paginya.

"Alhamdulillah semua sudah selesai" ujar Rani senang lalu membereskan semuanya.

Setelah beres Rani pun membersikan tubuhnya lalu pergi istirahat.

Tapi baru saja ia akan tidur terdengar ketukan di pintu belakang rumahnya, tapi karena takut ia pun hanya mendiamkannya saja sampai ketukan itu berhenti.

Pagi harinya seperti biasa Rani bangun sangat pagi untuk memasak dagangannya, karena keasikan memasak Rani sampai tidak sadar jika hari sudah mulai terang walau masih remang remang.

"Eh sudah hampir terang, aku ambil daun dulu untuk alas" ujar Rani lalu membuka pintu belakang.

Saat pintu terbuka tiba tiba terlihat seseorang yang penuh luka terjatuh akibat pintu di buka.

"Ahhhhh..!" Seru Ranita terkejut.

"S... Sisss...siapa ini, kenapa tubuhnya penuh luka?" Bingung Rani melihat orang itu.

Karena khawatir dan kasihan Rani pun mendekati orang itu secara perlahan.

"Tuan... Tuan apa anda bisa mendengar ku, apa anda bisa bangun?" Tanya Rani

"To...long... To... Lo... Ng!" Seru pelan pria itu

"Iya tuan akan saya tolong tapi saya akan memanggil orang dulu untuk membantu tuan" jawab Rani pelan

"Ja... Ngan... Pa... Ng... Gil" ujar pria itu terbata

"kenapa tuan, saya tidak kuat membawa anda. Saya hanya tinggal sendirian" jawab Rani bingung

"Tapi coba ayo berdiri tuan saya bantu" ujar Rani lagi.

Lalu Rani pun membantu pria itu secara perlahan, sedangkan pria itu yang masih memiliki tenaga sedikit juga berusaha bangun di bantu Rani.

Rani membawa pria itu kekamar almarhum sang nenek, sesampainya di kamar Rani membaringkan pria itu secara perlahan.

Dengan berani Rani membuka baju pakaian pria tu hingga tersisa celana pendek pria itu lalu Rani mengambilkan selimut untuk pria itu.

"Tuan anda tunggu di sini saya akan ambil air dan juga obat" ujar Rania lalu ia memasak air untuk membuat obat dan juga membersihkan tubuh pria itu.

Tidak lama Rani datang membawa baskom untuk membersihkan tubuh pria itu.

Dengan perlahan Rania membersihkan semua darah yang ada di tubuh pria itu.

Luka luka di tubuhnya di bersihkan oleh Rani dan memberikan air pembersih luka agar tidak infeksi.

Setelah semua bersih Rani memberikan obat antiseptik di setiap luka pria itu.

"Tuan anda tunggu sebentar ya saya buatkan obat dulu" ujar Rani lalu pergi kedapur

Rani membuat obat tradisional yang ia pelajari dari seseorang, setelah mengolah obat obatan itu Rani menyaringnya, setelah selesai Rania juga menyiapkan makanan untuk pria itu.

"Tuan apa anda bisa duduk sebentar saya bawakan obat dan juga makanan" tanya Rani Dan pria itu pun mengangguk lemah.

Rani pun membantu pria itu duduk dan memberikan air minum pada pria itu setelah nya menyuapi makanan pada pria itu.

Pria itu sepertinya sangat lapar karena makanan yang di berikan Rani habis tak bersisa membuat Rani tersenyum lucu.

"Tuan anda ternyata lemas karena lapar ya, Karena sepertinya anda sangat kuat menahan luka di tubuh anda, anda sangat hebat" ujar Rania sembari tersenyum, Pria itu pun tersenyum kecil.

"Sekarang tuan minum obat ini dulu ya, Rani gak punya obat lain di rumah sedangkan tuan gak mau kerumah sakit, jadi Rani hanya tau obat ini tapi insyaallah bisa membantu tuan " ujar Rani dengan sungguh sungguh.

Pria itu memandang Rani lalu obat hitam yang sepertinya sangat mengerikan itu.

Iya sangat ragu menelan obat itu tapi melihat kesungguhan dan kepedulian Rani pria itu puntidak tega menolak jadi dengan perlahan ia pun meminum obat itu sampai habis.

"Pahit" ujar pria itu pelan

"Hehehe tentu pahit tuan namanya juga obat, ini makan permen jahe ini agar tidak terasa pahit. Lebih baik tuan istirahat dulu ya Rani mau jualan dulu di depan rumah, pasti sudah banyak yang menunggu" ujar Rani

Mendengar itu... dalam hati pria itu sangat banyak yang ingin di tanyakan pada Rani tapi pria itu belum kuat karena menahan sakit semalaman.

Jadi pria itu hanya bisa mengangguk saja dengan setuju.

Rani pun pergi dengan senyumnya lalu menuju dapur dan mulai mengeluarkan semua dagangannya.

Baru saja Rani keluar sudah banyak orang yang datang, "Rani kok tumben jam segini baru keluar apa kamu sakit?" Tanya tetangganya

"Tidak bu Rani hanya kesiangan saja, jadi mau beli apa bu?" Ujar Rani ramah lalu mulai membuka semua yang ia jual pagi ini.

"Semuanya terlihat sangat enak Rani, aku sampai bingung mau beli yang Nana" ujar salah satu teman Rani

Bersambung

Terpopuler

Comments

mecca

mecca

semoga pria itu yg melindungi rani dan menjadikan rani anak yg luar biasa

2025-03-19

1

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

🍃🦂 Nurliana 🦂🍃

Msntul nih

2025-03-19

1

kaylla salsabella

kaylla salsabella

kira" siapa ya

2025-03-18

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!