"Aku lupa namanya, saat itu usiaku baru empat tahun dan ingatanku belum setajam itu. Lagipula di keluargaku sudah tidak pernah menyebutkan namanya lagi, itu tidak penting,"
Selena memilih untuk berbohong, lagipula itu bukanlah hal penting untuk diceritakan.
"Finn, setelah makan, bolehkah aku main ke apartemenmu?" tanyanya.
"Untuk apa?" tanya Finn balik, dia terlihat tidak suka mendengar permintaan Selena, namun tak terlalu menunjukkannya didepan gadis itu.
"Sebentar lagi kita akan bertunangan, aku hanya ingin bisa lebih dekat denganmu. Mengenal kamu lebih jauh lagi, boleh ya?" pintanya, sedikit memaksa.
"Baiklah, kita akan ke apartemenku," Finn menyetujui, Selena tersenyum senang.
Keduanya melanjutkan makan mereka. Selesai makan Finn menepati janjinya dan membawa Selena ke apartemennya. Selena menatap sekeliling tempat itu, rasanya dia sudah tidak sabar untuk segera menikah dengan Finn dan bisa tinggal berdua disana.
"Duduklah dulu, aku mau ke kamar sebentar," Finn meninggalkan Selena di ruang tamu dan pergi ke kamarnya.
Finn melepaskan jasnya dan melemparkannya ke atas sofa, membuka dua kancing kemejanya lalu menggulung bagian tangannya sampai ke siku. Tanpa Finn sadari, Selena tengah memperhatikan, wanita itu berjalan mendekat dan memeluknya dari arah belakang.
"Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menunggu didepan, apa kamu tidak dengar?" Finn bertanya, suaranya terdengar tegas.
Selena menggeleng, enggan untuk melepaskan pelukannya. "Dengar, hanya saja aku ingin memiliki waktu berdua denganmu."
Finn melepaskan tangan Selena dari pinggangnya, dia berbalik dan menatap gadis itu.
"Keluarlah, aku ingin berganti baju dulu," pinta Finn masih dengan tenangnya.
Selena mengabaikan ucapan Finn, tangannya menyentuh dada Finn dan bermain disana. Finn menahan pergelangan tangan Selena dan mengangkatnya sedikit ke atas.
"Finn, aku hanya ingin mendengar kamu mengatakan jika kamu mencintai aku. Tolong katakan Finn, aku sangat ingin mendengarnya," Selena berkata, menatap Finn penuh harap.
🎶Du... Du... Du...🎶
Ponsel Finn berdering, dia menjauhkan tubuhnya dari Selena dan mengambil ponselnya dari saku celana. Riyan yang tengah menghubunginya. Finn menatap Selena sebentar sebelum menjawab, lalu dia berjalan ke arah jendela kamarnya.
"Ya , bagaimana? Apa kamu sudah menemukannya?"
"Aku tidak menemukan informasi tentang gadis itu, tapi aku berhasil menemukan supir taksi yang mengantarkan gadis itu pulang pagi itu. Supir itu bilang jika dia menurunkan gadis itu dipertigaan jalan, setelah turun dari taksi, gadis itu pergi berjalan kaki dengan terburu-buru,"
Finn menutup kedua matanya, menarik nafas dalam-dalam. "Kamu tahu tempat itu dimana?"
"Tentu saja, tidak ada informasi yang tidak aku ketahui," jawab Riyan sedikit menyombongkan diri.
"Aku akan menjemputmu, malam ini juga kita akan kesana!"
Finn mematikan sambungan telefonnya, dia menatap kearah jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Finn menghampiri Selena, gadis itu masih berdiri disana.
"Aku ada pekerjaan penting, aku antar kamu pulang sekarang ya?" Finn berjalan keluar dari kamarnya. Dengan wajah cemberut, Selena menyusul dibelakangnya.
💚
💚
💚
Tuan Andreas menceritakan tentang apa yang dialaminya tadi dikantor pada Tuan Hendra. Dia bahkan memberikan surat yang ada didalam bungkusan tadi pada sahabatnya itu.
"Bram sudah mati, bagaimana mungkin orang yang sudah mati bisa hidup lagi. Bukankah kita ikut menyaksikan proses pemakamannya waktu itu." ucap Tuan Hendra.
"Jika bukan Bram, lalu siapa menurutmu? Seseorang bahkan telah membakar kapalku dengan mengebomnya, ini pasti ulah orang yang sama. Siapa yang berani bermain-main denganku disini!!" Rahang Tuan Andreas mengeras, dia mengepalkan tangannya dan memukul meja dengan keras.
Tuan Hendra terdiam, kilatan masa lalu kembali terngiang di benaknya. "Waktu itu bukankah Bram memiliki seorang putra, kita kehilangan jejaknya saat mengejarnya. Mungkinkah putra Bram itu yang ingin membalas dendam pada kita karena kita sudah membunuh kedua orang tuanya?"
"Tapi kejadian itu sudah lama sekali, tidak mungkin bocah itu bisa mengenali wajah kita setelah dua puluh satu tahun berlalu. Daya ingatnya tidak mungkin setajam itu kan?" Tuan Andreas menyenderkan tubuhnya pada punggung kursi, mencoba menyangkal dugaan Tuan Hendra. Mereka bahkan tidak mengetahui siapa nama anak dari Bram.
"Hendra, aku serius dengan ucapanku waktu itu. Aku tidak mungkin menyembunyikan Giselle lebih lama lagi, dia sudah mulai membangkang dan mencoba untuk kabur dari rumah pengasingan." Tuan Andreas menoleh ke arah Tuan Hendra yang duduk di kursi sebelahnya. "Aku ingin putramu, Glenn, menikahi Giselle."
Meskipun sudah pernah mendengarnya, Tuan Hendra tetap merasa terkejut saat Tuan Andreas menyampaikan keinginannya itu kembali.
"Kamu belum melihatnya saja, putriku Giselle juga sangat cantik, aku yakin putramu pasti akan menyukainya," sambung Tuan Andreas.
"Apa rencanamu dengan kenikahkan Giselle dengan putraku? Bukankah itu akan membuat publik bertanya-tanya? Apa kamu ingin mengakui jika kamu sengaja mengasingkan gadis itu karena dosa yang telah dilakukan oleh ibunya dimasa lalu?"
Tuan Andreas terdiam, menatap Tuan Hendra lekat, "Aku ingin Giselle menikah tapi bukan sebagai putriku, anggap saja dia orang asing yang datang dalam hidup kalian. Setelah menikah dengan putramu, Giselle akan memiliki nama baru, yaitu Giselle Fernandez, bagaimana menurutmu?"
Tuan Hendra tersenyum kecut, "Picik sekali pikiranmu Andreas, jika keluarga Edison tau tentang pengasingan Giselle, mereka bisa saja membatalkan pertunangan putranya dengan Selena. Itulah sebabnya kamu ingin melemparkan anak haram itu padaku kan?"
Tuan Hendra menarik kursinya mundur, dia segera berdiri dan melangkah kakinya pergi, meninggalkan ruangan markas milik Tuan Andreas. Padahal dulu mereka sudah saling berjanji untuk menjodohkan Glenn dan Selena, tapi Tuan Andreas berubah pikiran setelah mendapatkan tawaran perjodohan dari Mark Edison. Siapa yang tidak mengenal Mark Edison, orang paling tersohor dan memiliki bisnis didalam dan luar negeri. Jelas saja Tuan Andreas lebih memilih berbesan dengan keluarga itu ketimbang dengannya yang kekayaannya tak seberapa.
💚
💚
💚
Finn dan Riyan telah sampai ditempat yang dituju, mereka segera turun dari dalam mobil dan melihat kesekiling. Tempat itu memang sangat sepi dan jarang dilalui oleh kendaraan, apalagi dalam keadaan gelap seperti sekarang ini, tidak ada satupun manusia yang lewat.
"Kamu yakin ini tempatnya?" tanya Finn memastikan.
"Yakin Finn, tapi..."
"Tapi kenapa?"
Riyan mengusap tengkuk lehernya, bulu kuduknya tiba-tiba meremang. "Gadis yang kamu bawa ke apartemen itu bukan hantu gentayangan kan? Jika kita belok ke kiri dari sini, kita akan menemui hutan. Tapi jika kita belok ke kanan, kita akan menemui jalan raya. Dan masalahnya supir taksi itu bilang jika gadis itu turun dari dalam taksinya dan berlari ke arah jalan yang menuju ke arah hutan,"
Finn menepuk pundak Riyan, "Kalau begitu kita kesana sekarang!"
"F-Finn... Aku tidak mau, bagaimana kalau kita menemui hantu di sana... Aku tidak mau mati dimakan hantu Finn... Aku bahkan belum pernah nyobain tidur dengan seorang wanita!"
Finn mengabaikan rengekan Riyan, dia masuk ke dalam mobil lebih dulu. Riyan pun akhirnya hanya bisa pasrah dan ikut naik. Sepanjang perjalanan, mereka menemui beberapa rumah, namun jarak dari rumah satu kerumah yang lainnya cukuplah jauh.
Finn menghentikan mobilnya saat mereka sudah masuk terlalu jauh, sepertinya akan sulit untuk menemukan keberadaan gadis yang bahkan tidak dia ketahui namanya itu.
Diseberang sana ada sebuah rumah yang menarik perhatian Finn, rumah itu dikelilingi tembok yang cukup tinggi. Beberapa orang berbadan tinggi besar juga tengah berjaga di pintu gerbang rumah itu.
"Kenapa rumah itu dijaga dengan begitu ketat? Memangnya ada apa didalam sana?"
...✨✨✨...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
F.T Zira
Finn sudah tersegel.. dirimu begitu yg ada buat finn ilfill..
kebelet ngadon atau gimana coba🤧🤧
2025-03-23
1
Mrs.Riozelino Fernandez
murahaan...
blom juga nikah udah berani berduaan ma laki laki dikamar...
udah biasa mungkin,jadi gak canggung lagi
2025-03-23
1
F.T Zira
mau menggunakn cara yg sma seperti giselle juga gak akan berhasil.. 😆
2025-03-23
1