Kanaya membuka perlahan matanya, dan menggeliat menggerakkan tubuhnya. Ia menatap sekeliling dan dia merasa asing dengan ruangan ini. Kanaya hendak bangun tapi tubuhnya merasa berat, ia melihat ke arah perutnya, ada dua tangan mungil yang memeluk tubuhnya, ia tersenyum manis, ada air mata yang menetes di pelupuk matanya.
" Pasti nyenyak sekali tidur kalian, dulu tante juga ingin tidur memeluk ibu seperti ini, pasti nyaman sekali " gumam kanaya dengan mengusap airmatanya.
kanaya kecil dulu hanya bisa menatap sendu saat melihat kakaknya tidur di antara orangtuanya, bahkan ibunya menepok nepok pantat kakaknya dan menyanyikan lagu tidur, ada rasa iri dan cemburu melihat semua itu, kenapa mereka tidak melakukannya kepada dirinya.
kanaya bangun dan menyingkirkan tangan si kembar, ia berjalan menuju kamar mandi si kembar, ia membasuh mukanya dan setelah itu ia keluar, saat ia sudah membuka pintu si kembar ia terkejut saat melihat seorang pria berdiri di hadapannya dengan masih muka bantal dan rambut seperti singa.
Pria itupun sama terkejut nya " Kamu" ucap mereka bersamaan .
" Kenapa kamu ada di dalam kamar si kembar" kata pria itu.
kanaya mematung ia bingung harus jawab apa.
" Aku tidur sini sama twins, kenapa? apa kamu nggak terima....minggir aku mau turun "
" Eh...ini rumahku ..yang sopan kalau ngomong " .
" bodo amat , lap tuh iler dulu kalau bangun tidur, setidaknya cuci muka dulu, ganteng tapi jorok, mana pakai kolor pink juga, suka ya dengan karakter labubu " kata kanaya sambil menyingkirkan tubuh Aisar yang ada di depan pintu.
Twins saling berpandangan dan tersenyum tipis.
" Tutup matamu nin, kita pura-pura tidur lagi " bisik abi pada adiknya, anin langsung menutup matanya kembali.
Aisar yang mendengar itu langsung meraba mukanya, dan kemudian melihat penampilannya, sadar kalau ia masih memakai kolor Pink bergambar labubu hadiah dari anin saat dirinya ulang tahun tempo hari dan memakai kaos daleman tanpa lengan.
" Shit..." aisar segera berjalan cepat masuk ke dalam kamarnya.
Twins terkikik saat daddynya mengumpat Dan berlalu dari kamarnya, padahal kedatangan Aisar ke kamar putra putrinya untuk Meminta maaf, tapi ia lupa kalau gadis yang bersama twins kemarin menginap di sini, ia mengira kalau gadis itu akan tidur di ruang tamu.
Di meja makan suasana nampak canggung, kanaya nampak memotong daging kecil kecil untuk si kembar.
bu sarah memperhatikan setiap gerak gerik kanaya, ia tersenyum tipis lantas ia melihat putranya yang terlihat masam mukanya.
" Alhamdulilah, sudah selesai sarapanya sekarang waktunya berangkat sekolah " ucap naya,
" Aunty macakan Aunty enak cekali "
" benar kah?" si kembar mengangguk dan mengangkat jari jempolnya.
" Benar kata twins nak ,masakan mu enak sekali, seperti masakan restoran, platingnya juga menarik, membuat anak anak tertarik " sahut bu sarah.
" Terimakasih tante" ucap kanaya dengan senyum tipisnya, dan matanya melirik sebentar ke arah Aisar yang masih makan dengan lahap.
" Sekarang tante mau pamit pulang ya, kalian jadi anak yang pintar, jangan keluar rumah lagi tanpa di dampingi orang tua, di luar banyak orang jahat, mengerti " anin memandang kanaya yang sibuk memakaikan tas mereka.
" kenapa Aunty tidak tinggal di cini caja cama kita " kanaya tersenyum tipis.
" Aunty juga punya keluarga sayang, nanti kalau keluarga Aunty mencari aunty gimana " kata naya.
mata anin sudah berembun ingin menangis dan tangannya terus memegang baju kanaya.
" Sayang, biar Aunty pulang dulu, besok Aunty akan kesini lagi " kata bu sarah mendekati cucunya.
" benal Aunty.." kanaya tersenyum dan mengangguk pelan.
" sudah jangan banyak drama, cepat ke mobil nanti terlambat " kata aisar.
" Aisar..." tegur ibunya.
kanaya menatap tajam aisar " Apa lihat lihat, aku tahu aku ganteng, gak usah lihat kayak gitu nanti terpesona " kata aisar.
" Cih...najis "
" kamu..."
" Apa" sahut naya dengan berkacak pinggang.
" sudah.. kalian ini malah seperti si twins saja " ucap bu sarah.
" twins biar berangkat sama sopir dan baby sisternya, dan kamu aisar antarakan nak naya pulang "
" tidak mau " teriak keduanya bersamaan ,yang membuat bu sarah terkejut.
" kalian ini..., buat jantungku mau copot saja, sudah sana berangkat semuanya" kata bu sarah dengan nada tinggi.
Akhirnya di sinilah Aisar dan kanaya di dalam mobil, tak ada omongan dari keduanya, suasana di dalam mobil nampak menyeramkan ,muka Aisar yang terlihat kesal, begitu juga, dengan kanaya yang terlihat bete.
Kanaya nampak terkejut saat melihat jalan yang di lalui bukanlah jalan ke arah rumahnya.
" Eh ..tunggu ini mau kemana " tanya kanaya panik.
" mengantarmu pulang sesuai dengan perintah ibu suri " kata aisar santai.
" tapi ini bukan arah ke rumah ku "
" Mana ku tahu, kamu tidak memberitahu di mana alamatmu, ya aku jalan saja"
" kenapa kamu nggak tanya "
" kamu kan punya mulut, kamu bisa kasih tahu aku kan di mana alamat mu, aku bukan dukun yang bisa menerawang alamat mu di mana " sahut aisar.
" menyebalkan sekali, putar balik kita salah arah , seharusnya lampu merah tadi belok kiri " Sahut kanaya.
" Aku bukan sopirmu, seenaknya main perintah "
" kalau begitu berhenti, biar aku turun di sini " kata kanaya .
Sontak aisar menepikan mobilnya, dan langsung menghentikan mobilnya.
" sesuai keinginanmu " kata aisar, kanaya langsung membuka pintu mobil dengan kesal, dan menutupnya dengan keras.
" hei pelan pelan ini mobil mahal buka mobil umum " kata aisar tapi tak di hiraukan kanaya.
keduanya akhirnya pergi dari situ mereka berjalan berlawanan arah, aisar sempat melihat naya dari sepion, ia melihat punggung kanaya yang semakin menjauh.
" Apa aku harus pulang ke rumah, tapi aku tidak ingin bertemu dengan mereka, hatiku masih belum kuat untuk melihat penghianatan mereka" gumam kanaya , ia menghela nafasnya.
" ini sudah terjadi aku tak bisa menghindar terus, aku harus menghadapinya, baiklah ayo semangat naya, hidup tak berhenti sampai di sini, kamu pasti kuat, kamu sudah terbiasa sejak kecil diabaikan, ayo cari ke bahagianmu sendiri, ayo bangkit " ucap naya, untuk menyemangati dirinya sendiri.
Ia turun dari mobil onlinenya, ia menatap rumah yang sudah ia tinggali sejak kecil, ia menarik nafas berat dan kemudian melangkahkan kakinya.
saat sampai di pintu masuk, ia mendengar suara tawa kakak dan ibunya dan juga mendengar suara farel , hati kanaya merasa ngilu, ia meringis menahan tangisnya.
" Ternyata kalian memang benar-benar penghianat " batin naya, kemudian ia langsung masuk tanpa mengucapkan salam.
ke empat orang yang sedang berbicara di ruang tengah langsung menatap kedatangan naya.
" Dari mana saja kamu semalam gak pulang " tanya ayahnya naya.
tak ada sahutan dari naya ,naya terus berjalan melewati mereka.
" gak sopan sekali di tanya ayah itu nay" sahut kamila. Naya tetap diam dan terus berjalan ke kamarnya.
" naya berhenti " teriak ayahnya, naya tetap berjalan.
" Dasar anak tak tahu diri sudah semalam gak pulang,tidur di mana kamu nay" teriak ibunya juga, naya berhenti dan menatap mereka bergantian.
" kenapa mereka selalu memperlakukanku seperti ini ,apa mereka bukan orang tua kandunganku, kenapa mereka tak pernah melihat ku walaupun aku sudah berusaha yang terbaik buat mereka tapi tetap saja mereka tak pernah melihat dan menghargaiku" ucap naya dalam hati.
#####
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments
Naila Saputri
boleh up lagi x kak ,
2025-03-01
0
Ddek Aish
Aisar bakal jodohmu Nay
2025-03-01
0