Ch : 5 Tinggal Bersama Di Lembah Tak Bernama

Dewa gila tertawa terbahak bahak, dinding goa bergetar, akibat keras nya tawa yang mengandung tenaga dalam tinggi, dari Dewa gila.

Han ciu masih tergeletak dan tak sadarkan diri.

Dewa gila setelah tertawa, kemudian diam dan duduk di samping Han ciu, lalu Dewa gila bersemedi dan tak lama kemudian, goa yang gelap tampak perlahan mulai terang, akibat cahaya kuning ke emasan yang keluar dari tubuh Dewa gila.

Ilmu tenaga dalam Jubah emas yang ia miliki, berasal dari kalangan Budha, dan tenaga dalam jubah emas, sangat istimewa karna, jika tenaga dalam orang yang memiliki ilmu itu sudah tinggi, pukulan atau senjata, tak akan bisa melukai orang yang memiliki tenaga dalam jubah emas yang sedang di pakai oleh Dewa gila di dalam goa.

Dewa gila terus bersemedi dan keheningan malam membuat suasana di malam itu semakin tenang.

tapi jika ada orang yang melihat, pasti akan tertarik dan masuk kedalam gua, karna dari luar terlihat cahaya yang kuning ke emasan yang berasal dari dalam goa.

Dewa gila karna asik bersemedi tak ingat akan waktu, karna semedi dengan menambah tenaga dalam jubah emas membuat pikirannya menjadi tenang.

Ketika membuka mata selesai semedi, Dewa gila sangat terkejut, di depannya seorang bocah berusia 5 tahun tengah menatap dirinya yang sedang bersila.

"Lihat apa kau ?" Dewa gila bertanya kepada bocah itu, "lihat kakek," jawab bocah itu, Dewa gila kemudian menoleh ke kiri dan ke kanan, ternyata aku masih berada di dalam goa.

"Apa yang kau cari kek ?" bocah yang bernama Han ciu bertanya.

"Aku mencari bocah yang tidur di sini," jawab Dewa gila.

Dewa gila kemudian menatap bocah di depannya, ketika melihat di dadanya ada gambar sebuah rajah Naga hitam, Dewa gila tersenyum, "rupanya kau bocah itu," Dewa gila berkata.

"Tentu saja aku kek, di sini tidak ada orang lain selain aku dan kakek," bocah itu berkata.

"Darimana kau tau di sini tidak ada orang ?" Dewa gila berkata, sambil menatap ke arah Han ciu.

"Aku lama menunggu kakek bersemedi tidak bangun bangun, jadi aku keluar goa dan mencari makanan di luar goa," Han ciu berkata.

"Sudah berapa lama aku tidak bangun ?" Dewa gila berkata.

Hmm...!!

"Sudah satu hari kek," Han ciu berkata.

"Agaknya sudah dua hari aku bersemedi," Dewa gila berkata dalam hati.

"Apa yang kau makan selama satu hari ini ?" Dewa gila berkata sambil menatap bocah yang berada di depannya.

"Aku hanya menemukan 3 buah di dekat pohon besar, setelah makan buah itu, sampai sekarang aku tak merasa ĺapar lagi," Han ciu berkata.

"Buah..!!" Dewa gila berkata, dan tak lama kemudian tubuhnya langsung melesat ke arah sebuah pohon besar.

Dewa gila langsung duduk, sambil menatap sebuah pohon kecil yang sudah layu, wajah nya menunjukan gurat kekecewaan.

"Buah naga api yang aku temukan, dan taksiranku buah itu berusia diatas 500 tahun, ludes di makan bocah itu, dan satupun tak ada yang tersisa," Dewa gila berkata sambil tangannya menepak nepak kepala.

"Bocah itu main ambil saja tanpa permisi padaku," Dewa gila berkata, kemudian dengan cepat ia melesat kembali ke arah goa.

"Hai bocah, kenapa kau main ambil saja tanpa bilang padaku ?" Dewa gila berkata dengan nada gusar kepada Han ciu.

"Aku lapar sekali kek, sedangkan kakek tidak bangun bangun, aku tau kakek sedang bersemedi untuk menambah ilmu, seperti yang sering di lakukan ayah di malam hari," ketika tanpa sadar menyebut ayah, tiba tiba air mata Han ciu langsung keluar dan membasahi pipinya yang putih.

"Kenapa kau menangis ?" Dewa gila bertanya ketika ia melihat Han ciu menangis.

"Aku, aku teringat ayah dan ibu," air mata Han ciu semakin banyak keluar, setelah berkata.

"Siapa ayah mu ?" Dewa gila berkata, sambil menatap Han ciu.

"Ayah ku Han bu ci, ketua Naga hitam.," Han ciu berkata.

"Kenapa kau bisa ada di sinii ?" mendengar perkataan dari kakek yang berada di depanya,Han ciu lalu menceritakan, apa yang ia lihat, air matanya berlinang ketika menceritakan kejadian di kampung sekte Naga hitam kepada Dewa gila.

"Agaknya sekte Naga hitam telah hancur."

Organisasi yang setahu aku, oranisasi pembunuh dari sebuah keluarga yang mempunyai banyak anak buah dan bertempat tinggal di bawah tempat ini.

"Yaitu Lembah hitam," dan orang yang ku temui di puncak hitam puluhan tahun lalu agaknya orang tua bocah ini," Dewa gila berkata dalam hati, mendengar cerita Han ciu, Dewa gila jadi lupa akan buah naga api yang telah dimakan oleh Han ciu.

"Hai bocah..!! di sini hanya ada kita berdua, dan kau akan menemani aku di sini, sampai aku meninggal dunia." Dewa gila berkata.

"Apa kita tak bisa ke atas kek. ?" aku sendiri bisa, sedangkan kau kan tidak," Dewa gila berkata.

Kemudian seorang bocah berusia 5 tahun tampak bercakap cakap, dengan seorang kakek yang semua rambut di kepalanya bewarna putih.

Sudah beberapa hari Han ciu berada bersama kakek yang mengaku bernama Kim tay han.

Dan setelah Han ciu amati, kakek Kim wataknya berubah ubah, ketika menjadi gila, Kakek kim melatih Han ciu dengan latihan keras, Ilmu tenaga dalam jubah emas, di berikan kepada Han ciu.

Dan jika Dewa gila sembuh dari penyakitnya, Dewa gila hanya mau bercakap cakap dengan Han ciu tanpa berbicara tentang ilmu silat.

Hari demi hari di lalui oleh Han ciu, dan dia di latih.dengan keras oleh Dewa gila, sambil melatih, Dewa gila selalu tertawa dan berkata,

"Pembunuh no 1, pembunuh no 1."

Han ciu tak mengerti apa maksud perkataan dari gurunya yang bernama Kim tay han itu.

Dewa gila pernah menghancurkan batu batu di sekitar goa, Han ciu sangat ketakutan melihat Kim tay han mengamuk.

Bocah itu sebenarnya sangat sayang kepada kim tay han, karna kakek inilah satu satunya keluarga yang sekarang ia miliki, tapi jika penyakit gila nya kambuh Han ciu terkadang terkena akibatnya.

Han ciu mengusap dan membersihkan wajah Kim tay han, setelah mengamuk dan menghantami batu batu yang berada di sekitar tempat itu, Kim tay han tertidur pulas karna merasa lelah.

"Kakek, kau adalah satu satunya keluargaku, jika ada obat yang bisa meneyembuhkanmu, kenapa kita tidak cari saja berdua obat itu," Han ciu berkata kepada Kim tay han sambil memandangi wajah kakek yang sedang tertidur pulas itu.

Tak terasa sudah beberapa, 5 tahun Han ciu berada di dalam lembah yang tak bernama, bersama dengan Kim tay han, perlahan tapi pasti, Han ciu mempelajari, ilmu ilmu dari Kim tay han atau Dewa gila, dan sekarang Han ciu juga mendapatkan bimbingan dari Kim tay han yang sadar.

Dulu ketika mengamuk memukuli

Batu batu yang terkena amukan Kim tay han, di leburkan oleh kakek itu menjadi pasir pasir halus, batu batu hitam yang keras itu menghasilkan pasir hitam bercampur dengan bubuk besi.

Ketika kumat gilanya, Kim tay han membakar pasir itu dan menyuruh Han ciu untuk, mencakar cakar pasir panas itu, tangan bocah yang waktu itu berusia 6 tahun sampai melepuh dan hitam, tapi Kim tay han tak peduli dan terus menyuruh Han ciu untuk melakukannya.

Dan ketika sadar dan sembuh dari lukanya, Kim tay han merawat tangan Han ciu dan meyembuhkannya.

Dan sekarang di usia 10 tahun, Han ciu masih tetap melakukan itu, tapi sekarang pasir pasir itu yang bercampur bubuk besi merah menyala, dan Han ciu mencakar dan membenamkan jari jari nya, kedalam pasir panas, dan sekarang Han ciu tahu bahwa perbuatan dari kakek Kim sewaktu penyakit gilanya kambuh, itu juga salah satu latihan keras yang baru sekarang terasa manfaatnya bagi bocah itu.

Ilmu cakar Naga hitam yang ia pelajari dari bimbingan Kakek kim ketika sadar, sangat hebat, batu cadas hitam yang keras, bisa bolong tercakar oleh Han ciu, karna tangannya sudah biasa berlatih dengan pasir panas.

Dan juga sewaktu ia di gantung terbalik di sebuah pohon, karna tak juga bisa mempelajari ilmu tenaga dalam jubah emas.

Satu hari satu malam tergantung, dan ketika malam, hawa di lembah sangat dingin, Han ciu berusaha untuk menenangkan diri dan mengusir hawa dingin dengan tenaga dalamnya.

Dan akhirnya ia berhasil mengalirkan tenaga dalamnya dengan susah payah dan dalam keadaan terbalik keseluruh tubuh.

Dan setelah kejadian itu Han ciu sudah mulai terbiasa bersemedi dengan ilmu tenaga dalam Jubah emas pemberian kakek Kim tay han.

Kim tay han tersenyum melihat bocah yang sudah beranjak remaja, tak terasa sudah 10 tahun, Han ciu berada di lembah itu bersama dengan kakek Kim.

"Nak, kau sangat tabah, aku tahu penyakit ku sering kambuh dan suka menyiksamu," Kim tay han alias Dewa gila berkata sambil mengusap usap kepala Han ciu yang sudah mulai tinggi, wajahnya yang putih dah tampan, dengan dada yang lumayan kekar karna selalu tak memakai baju, membuat tubuh Han ciu kuat terhadap cuaca panas ataupun dingin.

"Kakek, itu semua untuk kebaikan Han ciu juga, Han ciu tak merasa marah ataupun kesal kepada kakek Kim." Han ciu berkata sambil memeluk kakeknya.

Dulu memang Han ciu kecil ceria , tapi semenjak ia berada bersama Kakek kim, Han ciu menjadi pendiam dan jarang bicara, tabiatnya pun terkadang suka mengikuti Kakek kim tertawa, ketika kakek itu gila, dan pernah mereka bertarung karna Han ciu ikut tertawa.

Dan akhirnya Han ciu babak belur oleh Kim tay han yang mengamuk, karna ada orang yang berani melawannya.

"Aku pernah hampir mati sewaktu mempelajari tahap akhir dari ilmu jubah emas tahap ke 4 yang bernama

Jiwa emas, dan hampir jalan menuju ke neraka."

"Kau harus hati hati, jika salah jalan kau bisa gila seperti ku," Kim tay han berkata.

Han ciu langsung memeluk kakek angkatnya tanpa bicara, matanya berkaca kaca mendengar perkataan dari Kim tay han, ia juga merasa bersalah terhadap kakeknya, karna buah naga api yang ia makan, sebenarnya salah satu obat untuk menyembuhkan penyakit gila Kim tay han.

"Nak..!! tubuh ku semakin tua dan lemah, umurku sudah lebih dari 150 tahun."

"Mulai besok aku akan membingbingmu ilmu kitab dewa pedang, memperhalus dan memperbaiki kesalahan kesalahan yang kau buat ketika berlatih ilmu itu.

Ketiga tahap ilmu Dewa pedang sudah kau pelajari.

tapi masih banyak kesalahan yang bisa menjadi kelemahan mu jika kau salah dalam melakukannya.

ketiga tahapan dari kitab Dewa pedang.

jurus putaran Dewa pedang

Jurus selaksa pedang

jurus sepasang pedang Dewa.

"Kau harus mempelajarinya baik baik dengan mustika naga hitam yang kau miliki."

"Sedangkan ilmu pusaka perguruanmu jurus Kim na jiu atau jurus pukulan dan cengkraman, ilmu cakar Naga hitam dan ilmu meringankan tubuh dariku yang bernama ilmu raja angin, sudah kau pelajari, dan menurutku, kau hanya tinggal mematangkan saja."

Aku akan membimbingmu mempelajari kedua ilmuku

dan aku rasa dengan umur mu yang sekarang kau sudah mulai mampu menyerap apa yang akan ku katakan, karna jika salah memepelajari ilmu tenaga dalam Jubah emas, nasibmu akan sama seperti aku."

"Dua tahapan sudah kau pelajari, dan mulai besok kau mempelajari tahapan berikutnya beserta ilmu pukulan telapak Dewa miliku."

4 tahapan ilmu tenaga dalam Jubah emas terdiri dari

Hawa emas

Tameng emas

Tubuh emas

Jiwa emas.

Dan dua tahapan pukulan telapak Dewa adalah.

Pukulan telapak Dewa angin

pukulan telapak Dewa api.

"Kau bersiap lah, walaupun aku menjadi gila, aku akan pastikan dalam kegilaanku melatihmu dengan salah satu ilmu yang tadi aku sebutkan," Kim tay han berkata.

Han ciu tersenyum kepada kakek angkatnya Kim tay han, dan berkata.

Aku siap mendengarkan petunjuk kakek kim.

Terpopuler

Comments

TONO

TONO

Semangat berlatih Han ciu.. habisi semua orang yg telah membunuh orang tua dan kerabatmu

2025-02-09

0

Junaid Himban

Junaid Himban

asyik

2024-12-05

0

Agunk Putra

Agunk Putra

okay 👍

2024-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 Ch : 1 Sekte Naga Hitam
2 Ch : 2 Hancurnya Sekte Naga Hitam
3 Ch : 3 Hancurnya Sekte Naga Hitam 2
4 Ch : 4 Sebuah Perjanjian Sesat
5 Ch : 5 Tinggal Bersama Di Lembah Tak Bernama
6 Ch : 6 Perpisahan
7 Ch : 7 Janji Di Depan makam Kedua Orang Tua
8 Ch : 8 Sekte Naga Hitam Palsu
9 Ch : 9 Keributan Di Kota Changsa
10 Ch : 10 Bertemu Musuh Pertama
11 Ch : 11 Bayaran Pertama Han ciu
12 Ch : 12 Sebuah Buku Catatan kecil
13 Ch : 13 Menuju Ke kota Nan
14 Ch : 14 Tiga Gadis Surga Malam
15 Ch : 15 Sampai di kota Nan
16 Ch : 16 Kejutan di rumah hiburan Surga Malam
17 Ch : 17 Bayaran ke dua
18 Ch : 18 Kesepakatan Dengan Nio Nio
19 Ch : 19 Bertemu murid Dewa tombak.
20 Ch : 20 Sampai Di Kota Nanyang
21 Ch : 21 Melawan Harimau Hitam
22 Ch : 22 Hari Perayaan Tiba
23 Ch : 23 Bertemu Dengan Cakar Setan
24 Ch : 24 Pibu Sampai Mati
25 Ch : 25 Tewasnya ketua perguruan Harimau besi
26 Ch : 26 Kejadian Memalukan
27 Ch : 27 Merasa Di Acuhkan
28 Ch : 28 Penghinaan Di Muka Umum
29 Ch : 29 Runtuh Nya Sebuah Kesombongan
30 Ch : 30 Mendapat Sebuah Nama.
31 Ch : 31 Penyergapan
32 Ch : 32 Penyergapan 2
33 Ch : 33 Keluarnya pukulan Dewa Api
34 Ch : 34 Terbukanya sebuah Rahasia
35 Ch : 35 Kabar Mengejutkan
36 Ch : 36 Berangkat Menuju Perguruan Api suci
37 Ch : 37 Kampung Selaksa Pedang
38 Ch : 38 Musuh Dalam Selimut
39 Ch : 39 Munculnya Pedang langit
40 Ch : 40 Janji Setia
41 Ch : 41 Walet Terbang .
42 Ch : 42 Walet Terbang 2
43 Ch : 43 Suara Hati Walet terbang
44 Ch : 44 Sampai Di Kota Hengshan
45 Ch : 45 Bertemu lagi dengan Kiam to
46 Ch : 46 Membalaskan Dendam Surga Malam.
47 Ch : 47 Kepastian Sikap Keluarga Lan
48 Ch : 48 Gadis lembah Seribu bunga
49 Ch : 49 Pertemuan Yang Tak Di Duga
50 Ch : 50 Pemilik Surga Malam
51 Ch : 51 Rencana Peresmian Bunga Naga
52 Ch : 52 Misi Lembah Seribu Bunga Terungkap
53 Ch : 53 Tugas Dari paman
54 Ch : 54 Selir ke 2
55 Ch : 55 Sampai Di Telaga Qianzhong
56 Ch : 56 Terjebak di Kota Qianzhong
57 Ch : 57 Pertempuran diatas kapal
58 Ch : 58 Pertempuran Di atas kapal 2
59 Ch : 59 Pertempuran yang melelahkan
60 Ch : 60 Gadis aneh
61 Ch : 61 Bidadari Gila
62 Ch : 62 Kisah di balik Bidadari Gila
63 Ch : 63 Berbagi rencana dengan Sin ko
64 Ch : 64 Sama sama ingin Ke kota Nan
65 Ch : 65 Sekutu baru dan Tambahan ilmu
66 Ch : 66 Sampai di penginapan Bunga Naga
67 Ch : 67 Penyusup Berdatangan
68 Ch : 68 Mengatasi Penyusup Yang Datang
69 Ch : 69 Persiapan Acara Peresmian Bunga Naga
70 Ch : 70 Hari Peresmian
71 Ch : 71 Rasa Malu Seorang Tokoh Tua
72 Ch : 72 Apa yang kau Tanam Itu Yang kau Tuai
73 Ch : 73 Menolak tawaran Dari seorang pembesar Negri
74 Ch : 74 Duka Seorang Gadis
75 Ch : 75 Gelap mata membutakan logika
76 Ch : 76 Kenyataan Yang Menyakitkan Hati
77 Ch : 77 Benang merah mulai terungkap dan mendapat tambahan ilmu
78 Ch : 78 Berlatih jurus baru
79 Ch : 79 Di kota Handan
80 Ch : 80 Si Tua Racun
81 Ch : 81 Cabang Bunga Naga
82 Ch : 82 Surat Dari Xiao er
83 Ch : 83 Bersedia Membantu Perkumpulan Pengemis Tongkat Hitam
84 Ch : 84 Gangguan di kota Henei
85 Ch : 85 Mendatangi Perguruan Beruang Hitam
86 Ch : 86 Pertarungan Zhain li er
87 Ch : 87 Pertempuran di dalam goa
88 Ch : 88 Rencana Pedang Langit
89 Ch : 89 Hasrat terpendam
90 Ch : 90 Suruhan Xiao Ti
91 Ch : 91 Pertarungan Para Selir
92 Ch : 92 Bertemu dengan petinggi pengemis Tongkat Hitam.
93 Ch : 93 informasi Sam Ci
94 Ch : 94 Berbagi Tugas
95 Ch : 95 Membebaskan Ketua Xiao Cen
96 Ch : 96 Menggagalkan Rencana Xiao Ti
97 Ch : 97 Li Er mengenali Musuhnya
98 Ch : 98 Tertangkapnya Tongkat Setan
99 Ch : 99 Membersihkan Nama Sekte Naga Hitam
100 Ch : 100 Tawaran Ketua Xiao Cen
101 Ch : 101 Masalah Di Kota Air
102 Ch : 102 Sepasang Siluman Elang
103 Ch : 103 Perguruan Elang Putih
104 Ch : 104 Menuju Telaga Barat
105 Ch : 105 Jebakan Air Dewa Elang
106 Ch : 106 Hancurnya Perguruan Elang Putih
107 Ch : 107 Markas Untuk Selaksa Pedang
108 Ch : 108 Mengikat Hati dan Jiwa Para Gadis
109 Ch : 109 Hari Bahagia
110 Ch : 110 Membantu Gubernur Ziang
111 Ch : 111 Hari Naas Siluman Lembah Bunga
112 Ch : 112 Perampok Hutan Xue
113 Ch : 113 Bekerja Sama Dengan Xue Yang
114 Ch 114 Kelicikan Ta Tong
115 Ch : 115 Terkepung di Tengah Musuh
116 Ch : 116 Merebut Kembali Kota Xue
117 Ch : 117 Senjata Baru
118 Ch : 118 Cinta Tak Harus Memiliki
119 Ch : 119 Sampai Di Kota utara.
120 Ch : 120 Konflik Keluarga Hwang
121 Ch : 121 Utusan Resmi Xiang Yu
122 Ch: 122 Tugas Yang Aneh
123 Ch : 123 Bertemu Dengan Orang Gurun
124 Ch : 124 Perseteruan Antar Suku
125 Ch : 125 Candaan Zhain Li Er
126 Ch : 126 Bertemu Dengan Khan
127 Ch : 127 Hutan Hitam
128 Ch : 128 Fang Ji
129 Ch : 129 Anak buah Sekte Gagak hitam
130 Ch : 130 Sampai di Kota Liaoxi
131 Ch : 131 Bukit keramat
132 Ch : 132 Sergapan Diantara Dua Bukit
133 Ch : 133 Musuh Utama Menghadang.
134 Ch : 134 Pertempuran Di Bukit Serigala
135 Ch : 135 Harta Tahta Dan Pusaka Bukan Segalanya
136 Ch : 136 Rencana Masuk Ke Dalam Bukit Serigala.
137 Ch : 137 Pusaka Naga Es
138 Ch : 138 Aku bebaas
139 Ch : 139 Berangkat menuju telaga barat
140 Ch : 140 Hadangan Dari Perguruan Naga Api
141 Ch : 141 Niat Licik Seorang Sahabat
142 Ch : 142 Sampai di markas selaksa Pedang
143 Ch : 143 Berkumpul kembali
144 Ch : 144 Rencana untuk Bu Heng
145 Ch : 145 Niat Licik Bu Heng terbongkar.
146 Ch : 146 Rasa Benci Suma Han
147 Ch : 147 Acara peresmian
148 Ch : 148 Dendam Masa Lalu
149 Ch 149 Kebencian yang Mendalam
150 Ch : 150 Xiang Yu Tidak Berani Bertindak
151 Ch : 151 Kau Telah kembali
152 Ch : 152 Rencana Kedepan
153 Ch : 153 Memburu mata mata Naga Api
154 Ch : 154 Markas Cabang Yang Kosong
155 Ch : 155 Saling Sergap
156 Ch : 156 kualitas Tidak akan kalah oleh jumlah
157 Ch : 157 Menyelamatkan Rombongan Ahn Nio
158 Ch : 158 Diantara dua rencana
159 Ch : 159 Penyamaran yang gagal
160 Ch : 160 Sepasang Hantu Malam
161 Ch : 161 Akhirnya bertemu paman guru
162 Ch : 162 Bantuan dari sepasang hantu malam
163 Ch : 163 Bertemu Bu Ban Liong
164 Ch : 164 Tongki Vs Jagal Utara
165 Ch : 165 Mencoba Kerja Sama
166 Ch 166 Setuju bekerja sama
167 Ch : 167 Jebakan untuk Bu Ban Liong
168 Ch : 168 Kita bertaruh
169 Ch : 169 Tewasnya ketua perguruan Naga Api
170 Ch : 170 lnformasi Dewi Kipas
171 Ch : 171 Rencana menikah di Telaga Barat
172 Ch : 172 Rencana dan Persiapan
173 Ch : 173 persiapan untuk berangkat ke Hanzhong
174 Ch : 174 Bertemu Hek kay
175 Ch 175 Huang Zilin
176 Ch : 176 Sebuah Pertaruhan
177 Ch : 177 Han Ciu VS Huang Zilin
178 Ch : 178 Sebuah Ketetapan Hati
179 Ch : 179 Hadangan dari Bajak Sungai
180 Ch : 180 Bajak Sungai yang salah sasaran
181 Ch : 181 Penyergapan kedua
182 Ch : 182 Membasmi Bajak siluman Air
183 Ch : 183 Acara penyambutan
184 Ch : 184 Rencana yang gagal
185 Ch : 185 Tewasnya Sang Kui
186 Ch : 186 Bantuan sementara untuk Kwe Hun Ti
187 Ch : 187 Bertemu 5 racun
188 Ch : 188 Melarikan Diri
189 Ch : 189 Perangkap Lembah Kabut
190 Ch : 190 Serangan lebah perut biru
191 Ch : 191 Jebakan 5 racun
192 Ch : 192 Terkepung di markas Selaksa Racun
193 Ch : 193 Dua Racun Melarikan Diri
194 Ch : 194 Kerinduan Xiao Er
195 Ch : 195 Xianyang Dalam Bahaya
196 Ch : 196 Menuju kota Xianyang
197 Ch : 197 Sepasang Siluman Hutan Hanzhong
198 Ch : 198 Akhir dari sebuah pertaruhan.
199 Ch : 199 Bantuan untuk kota Xianyang
200 Ch : 200 Perkampungan Tangan Baja
201 Ch : 201 ketetapan hati sepasang suami istri
202 Ch : 202 Hari untuk Zhain Li Er
203 Ch : 203 Kabar Mengejutkan
204 Ch : 204 kenyataan yang mengejutkan
205 Ch : 205 Menyerang tenda perbekalan
206 206 : Lolos dari Formasi Bintang
207 Ch : 207 Sebuah Harapan
208 Ch : 208 Nyonya Penakluk ular.
209 Ch : 209 Harapan yang Hilang dari seorang jendral.
210 Ch : 210 kecemasan Shen Long
211 Ch : 211 Merebut Perbekalan Musuh
212 Ch : 212 Perangkap untuk pasukan Shen Long
213 Ch : 213 Pengepungan
214 Ch : 214 Bujukan Shen Long
215 Ch : 215 Tongki vs Mi Chu
216 Ch : 216 Lembah Berdarah
217 Ch : 217 Resahnya penguasa bintang timur
218 Ch : 218 Percakapan antara Tongki dan Li Er
219 Ch : 219 Misi Zhain Li Er
220 Ch : 220 Menuju kampung Yangku
221 Ch : 221 Masalah di kampung Yangku
222 Ch : 222 Pedang Kiri dan Pedang Kanan
223 Ch : 223 Bergabungnya Kampung Yangku.
224 Ch : 224 Rencana Talaba.
225 Ch : 225 Menyerang Kota Hedong
226 Ch : 226 Persiapan kedua Penguasa
227 Ch : 227 Informasi dari prajurit Taiyuan
228 Ch 228 : Rencana penguasa hutan Hanzhong
229 Ch 229 : Mulai Menyergap
230 Ch 230 : Jebakan pertama
231 Ch 231 : Jebakan kedua
232 Ch 232 : Kemenangan yang sudah di ambang mata
233 Ch 233 : Pemimpin Kota Shang yang Licik
234 Ch 234 : Ambisi Han Ciu
235 Ch 235 : Siasat Li Cao Bu
236 Ch 236 : Kau pikir kami bodoh ?
237 Ch 237 : Runtuhnya penguasa timur di kota Shang
238 Ch 238 : Siasat Han Cikung
239 Ch 239 : Persiapan dan siasat Perang besar
240 Ch 240 : Menuju medan perang
241 Ch 241 : Aku tahu rencana kalian !
242 Ch 242 : Pertempuran di padang rumput Taiyuan
243 Ch 243 : Pertempuran di padang rumput Taiyuan 2
244 Ch 244 : Untuk hidup sudah susah untuk mati juga tidak mudah
245 Ch 245 Persiapan akhir penguasa barat
246 Ch 246 : Rasa rindu Sa Sie Hwa
247 Ch 247 : Keceriaan Sa Sie Hwa
248 Ch 248 : 500 tail emas dari Huang Zilin
249 Ch 249 : Cuma satu kata, "Perang"
250 Ch 250 : Serangan ke kota Henei
251 Ch 251 : Rencana Han Cikung
252 Ch 252 : Lebih baik mati daripada berkhianat
253 Ch 253 : Runtuhnya pertahanan kota Henei
254 Ch 254 : Kau datang pada saat yang tepat
255 Ch 255 : Bara Dendam
256 Ch 256 : Akhir dari sebuah keserakahan
257 Ch 257 : Rencana pulang ke telaga barat
258 Ch 258 : Permohonan sepasang kekasih
259 Ch 259 : Persiapan pernikahan Tongki
260 Ch 260 : Derita seorang pengantin
261 Ch 261 : Hancurnya markas Telaga barat.
262 Ch 262 : Kami datang
263 Ch 263 : Kemarahan yang terpendam
264 Ch 264 : Satu persatu musuh di habisi
265 Ch 265 : Pertarungan terakhir
Episodes

Updated 265 Episodes

1
Ch : 1 Sekte Naga Hitam
2
Ch : 2 Hancurnya Sekte Naga Hitam
3
Ch : 3 Hancurnya Sekte Naga Hitam 2
4
Ch : 4 Sebuah Perjanjian Sesat
5
Ch : 5 Tinggal Bersama Di Lembah Tak Bernama
6
Ch : 6 Perpisahan
7
Ch : 7 Janji Di Depan makam Kedua Orang Tua
8
Ch : 8 Sekte Naga Hitam Palsu
9
Ch : 9 Keributan Di Kota Changsa
10
Ch : 10 Bertemu Musuh Pertama
11
Ch : 11 Bayaran Pertama Han ciu
12
Ch : 12 Sebuah Buku Catatan kecil
13
Ch : 13 Menuju Ke kota Nan
14
Ch : 14 Tiga Gadis Surga Malam
15
Ch : 15 Sampai di kota Nan
16
Ch : 16 Kejutan di rumah hiburan Surga Malam
17
Ch : 17 Bayaran ke dua
18
Ch : 18 Kesepakatan Dengan Nio Nio
19
Ch : 19 Bertemu murid Dewa tombak.
20
Ch : 20 Sampai Di Kota Nanyang
21
Ch : 21 Melawan Harimau Hitam
22
Ch : 22 Hari Perayaan Tiba
23
Ch : 23 Bertemu Dengan Cakar Setan
24
Ch : 24 Pibu Sampai Mati
25
Ch : 25 Tewasnya ketua perguruan Harimau besi
26
Ch : 26 Kejadian Memalukan
27
Ch : 27 Merasa Di Acuhkan
28
Ch : 28 Penghinaan Di Muka Umum
29
Ch : 29 Runtuh Nya Sebuah Kesombongan
30
Ch : 30 Mendapat Sebuah Nama.
31
Ch : 31 Penyergapan
32
Ch : 32 Penyergapan 2
33
Ch : 33 Keluarnya pukulan Dewa Api
34
Ch : 34 Terbukanya sebuah Rahasia
35
Ch : 35 Kabar Mengejutkan
36
Ch : 36 Berangkat Menuju Perguruan Api suci
37
Ch : 37 Kampung Selaksa Pedang
38
Ch : 38 Musuh Dalam Selimut
39
Ch : 39 Munculnya Pedang langit
40
Ch : 40 Janji Setia
41
Ch : 41 Walet Terbang .
42
Ch : 42 Walet Terbang 2
43
Ch : 43 Suara Hati Walet terbang
44
Ch : 44 Sampai Di Kota Hengshan
45
Ch : 45 Bertemu lagi dengan Kiam to
46
Ch : 46 Membalaskan Dendam Surga Malam.
47
Ch : 47 Kepastian Sikap Keluarga Lan
48
Ch : 48 Gadis lembah Seribu bunga
49
Ch : 49 Pertemuan Yang Tak Di Duga
50
Ch : 50 Pemilik Surga Malam
51
Ch : 51 Rencana Peresmian Bunga Naga
52
Ch : 52 Misi Lembah Seribu Bunga Terungkap
53
Ch : 53 Tugas Dari paman
54
Ch : 54 Selir ke 2
55
Ch : 55 Sampai Di Telaga Qianzhong
56
Ch : 56 Terjebak di Kota Qianzhong
57
Ch : 57 Pertempuran diatas kapal
58
Ch : 58 Pertempuran Di atas kapal 2
59
Ch : 59 Pertempuran yang melelahkan
60
Ch : 60 Gadis aneh
61
Ch : 61 Bidadari Gila
62
Ch : 62 Kisah di balik Bidadari Gila
63
Ch : 63 Berbagi rencana dengan Sin ko
64
Ch : 64 Sama sama ingin Ke kota Nan
65
Ch : 65 Sekutu baru dan Tambahan ilmu
66
Ch : 66 Sampai di penginapan Bunga Naga
67
Ch : 67 Penyusup Berdatangan
68
Ch : 68 Mengatasi Penyusup Yang Datang
69
Ch : 69 Persiapan Acara Peresmian Bunga Naga
70
Ch : 70 Hari Peresmian
71
Ch : 71 Rasa Malu Seorang Tokoh Tua
72
Ch : 72 Apa yang kau Tanam Itu Yang kau Tuai
73
Ch : 73 Menolak tawaran Dari seorang pembesar Negri
74
Ch : 74 Duka Seorang Gadis
75
Ch : 75 Gelap mata membutakan logika
76
Ch : 76 Kenyataan Yang Menyakitkan Hati
77
Ch : 77 Benang merah mulai terungkap dan mendapat tambahan ilmu
78
Ch : 78 Berlatih jurus baru
79
Ch : 79 Di kota Handan
80
Ch : 80 Si Tua Racun
81
Ch : 81 Cabang Bunga Naga
82
Ch : 82 Surat Dari Xiao er
83
Ch : 83 Bersedia Membantu Perkumpulan Pengemis Tongkat Hitam
84
Ch : 84 Gangguan di kota Henei
85
Ch : 85 Mendatangi Perguruan Beruang Hitam
86
Ch : 86 Pertarungan Zhain li er
87
Ch : 87 Pertempuran di dalam goa
88
Ch : 88 Rencana Pedang Langit
89
Ch : 89 Hasrat terpendam
90
Ch : 90 Suruhan Xiao Ti
91
Ch : 91 Pertarungan Para Selir
92
Ch : 92 Bertemu dengan petinggi pengemis Tongkat Hitam.
93
Ch : 93 informasi Sam Ci
94
Ch : 94 Berbagi Tugas
95
Ch : 95 Membebaskan Ketua Xiao Cen
96
Ch : 96 Menggagalkan Rencana Xiao Ti
97
Ch : 97 Li Er mengenali Musuhnya
98
Ch : 98 Tertangkapnya Tongkat Setan
99
Ch : 99 Membersihkan Nama Sekte Naga Hitam
100
Ch : 100 Tawaran Ketua Xiao Cen
101
Ch : 101 Masalah Di Kota Air
102
Ch : 102 Sepasang Siluman Elang
103
Ch : 103 Perguruan Elang Putih
104
Ch : 104 Menuju Telaga Barat
105
Ch : 105 Jebakan Air Dewa Elang
106
Ch : 106 Hancurnya Perguruan Elang Putih
107
Ch : 107 Markas Untuk Selaksa Pedang
108
Ch : 108 Mengikat Hati dan Jiwa Para Gadis
109
Ch : 109 Hari Bahagia
110
Ch : 110 Membantu Gubernur Ziang
111
Ch : 111 Hari Naas Siluman Lembah Bunga
112
Ch : 112 Perampok Hutan Xue
113
Ch : 113 Bekerja Sama Dengan Xue Yang
114
Ch 114 Kelicikan Ta Tong
115
Ch : 115 Terkepung di Tengah Musuh
116
Ch : 116 Merebut Kembali Kota Xue
117
Ch : 117 Senjata Baru
118
Ch : 118 Cinta Tak Harus Memiliki
119
Ch : 119 Sampai Di Kota utara.
120
Ch : 120 Konflik Keluarga Hwang
121
Ch : 121 Utusan Resmi Xiang Yu
122
Ch: 122 Tugas Yang Aneh
123
Ch : 123 Bertemu Dengan Orang Gurun
124
Ch : 124 Perseteruan Antar Suku
125
Ch : 125 Candaan Zhain Li Er
126
Ch : 126 Bertemu Dengan Khan
127
Ch : 127 Hutan Hitam
128
Ch : 128 Fang Ji
129
Ch : 129 Anak buah Sekte Gagak hitam
130
Ch : 130 Sampai di Kota Liaoxi
131
Ch : 131 Bukit keramat
132
Ch : 132 Sergapan Diantara Dua Bukit
133
Ch : 133 Musuh Utama Menghadang.
134
Ch : 134 Pertempuran Di Bukit Serigala
135
Ch : 135 Harta Tahta Dan Pusaka Bukan Segalanya
136
Ch : 136 Rencana Masuk Ke Dalam Bukit Serigala.
137
Ch : 137 Pusaka Naga Es
138
Ch : 138 Aku bebaas
139
Ch : 139 Berangkat menuju telaga barat
140
Ch : 140 Hadangan Dari Perguruan Naga Api
141
Ch : 141 Niat Licik Seorang Sahabat
142
Ch : 142 Sampai di markas selaksa Pedang
143
Ch : 143 Berkumpul kembali
144
Ch : 144 Rencana untuk Bu Heng
145
Ch : 145 Niat Licik Bu Heng terbongkar.
146
Ch : 146 Rasa Benci Suma Han
147
Ch : 147 Acara peresmian
148
Ch : 148 Dendam Masa Lalu
149
Ch 149 Kebencian yang Mendalam
150
Ch : 150 Xiang Yu Tidak Berani Bertindak
151
Ch : 151 Kau Telah kembali
152
Ch : 152 Rencana Kedepan
153
Ch : 153 Memburu mata mata Naga Api
154
Ch : 154 Markas Cabang Yang Kosong
155
Ch : 155 Saling Sergap
156
Ch : 156 kualitas Tidak akan kalah oleh jumlah
157
Ch : 157 Menyelamatkan Rombongan Ahn Nio
158
Ch : 158 Diantara dua rencana
159
Ch : 159 Penyamaran yang gagal
160
Ch : 160 Sepasang Hantu Malam
161
Ch : 161 Akhirnya bertemu paman guru
162
Ch : 162 Bantuan dari sepasang hantu malam
163
Ch : 163 Bertemu Bu Ban Liong
164
Ch : 164 Tongki Vs Jagal Utara
165
Ch : 165 Mencoba Kerja Sama
166
Ch 166 Setuju bekerja sama
167
Ch : 167 Jebakan untuk Bu Ban Liong
168
Ch : 168 Kita bertaruh
169
Ch : 169 Tewasnya ketua perguruan Naga Api
170
Ch : 170 lnformasi Dewi Kipas
171
Ch : 171 Rencana menikah di Telaga Barat
172
Ch : 172 Rencana dan Persiapan
173
Ch : 173 persiapan untuk berangkat ke Hanzhong
174
Ch : 174 Bertemu Hek kay
175
Ch 175 Huang Zilin
176
Ch : 176 Sebuah Pertaruhan
177
Ch : 177 Han Ciu VS Huang Zilin
178
Ch : 178 Sebuah Ketetapan Hati
179
Ch : 179 Hadangan dari Bajak Sungai
180
Ch : 180 Bajak Sungai yang salah sasaran
181
Ch : 181 Penyergapan kedua
182
Ch : 182 Membasmi Bajak siluman Air
183
Ch : 183 Acara penyambutan
184
Ch : 184 Rencana yang gagal
185
Ch : 185 Tewasnya Sang Kui
186
Ch : 186 Bantuan sementara untuk Kwe Hun Ti
187
Ch : 187 Bertemu 5 racun
188
Ch : 188 Melarikan Diri
189
Ch : 189 Perangkap Lembah Kabut
190
Ch : 190 Serangan lebah perut biru
191
Ch : 191 Jebakan 5 racun
192
Ch : 192 Terkepung di markas Selaksa Racun
193
Ch : 193 Dua Racun Melarikan Diri
194
Ch : 194 Kerinduan Xiao Er
195
Ch : 195 Xianyang Dalam Bahaya
196
Ch : 196 Menuju kota Xianyang
197
Ch : 197 Sepasang Siluman Hutan Hanzhong
198
Ch : 198 Akhir dari sebuah pertaruhan.
199
Ch : 199 Bantuan untuk kota Xianyang
200
Ch : 200 Perkampungan Tangan Baja
201
Ch : 201 ketetapan hati sepasang suami istri
202
Ch : 202 Hari untuk Zhain Li Er
203
Ch : 203 Kabar Mengejutkan
204
Ch : 204 kenyataan yang mengejutkan
205
Ch : 205 Menyerang tenda perbekalan
206
206 : Lolos dari Formasi Bintang
207
Ch : 207 Sebuah Harapan
208
Ch : 208 Nyonya Penakluk ular.
209
Ch : 209 Harapan yang Hilang dari seorang jendral.
210
Ch : 210 kecemasan Shen Long
211
Ch : 211 Merebut Perbekalan Musuh
212
Ch : 212 Perangkap untuk pasukan Shen Long
213
Ch : 213 Pengepungan
214
Ch : 214 Bujukan Shen Long
215
Ch : 215 Tongki vs Mi Chu
216
Ch : 216 Lembah Berdarah
217
Ch : 217 Resahnya penguasa bintang timur
218
Ch : 218 Percakapan antara Tongki dan Li Er
219
Ch : 219 Misi Zhain Li Er
220
Ch : 220 Menuju kampung Yangku
221
Ch : 221 Masalah di kampung Yangku
222
Ch : 222 Pedang Kiri dan Pedang Kanan
223
Ch : 223 Bergabungnya Kampung Yangku.
224
Ch : 224 Rencana Talaba.
225
Ch : 225 Menyerang Kota Hedong
226
Ch : 226 Persiapan kedua Penguasa
227
Ch : 227 Informasi dari prajurit Taiyuan
228
Ch 228 : Rencana penguasa hutan Hanzhong
229
Ch 229 : Mulai Menyergap
230
Ch 230 : Jebakan pertama
231
Ch 231 : Jebakan kedua
232
Ch 232 : Kemenangan yang sudah di ambang mata
233
Ch 233 : Pemimpin Kota Shang yang Licik
234
Ch 234 : Ambisi Han Ciu
235
Ch 235 : Siasat Li Cao Bu
236
Ch 236 : Kau pikir kami bodoh ?
237
Ch 237 : Runtuhnya penguasa timur di kota Shang
238
Ch 238 : Siasat Han Cikung
239
Ch 239 : Persiapan dan siasat Perang besar
240
Ch 240 : Menuju medan perang
241
Ch 241 : Aku tahu rencana kalian !
242
Ch 242 : Pertempuran di padang rumput Taiyuan
243
Ch 243 : Pertempuran di padang rumput Taiyuan 2
244
Ch 244 : Untuk hidup sudah susah untuk mati juga tidak mudah
245
Ch 245 Persiapan akhir penguasa barat
246
Ch 246 : Rasa rindu Sa Sie Hwa
247
Ch 247 : Keceriaan Sa Sie Hwa
248
Ch 248 : 500 tail emas dari Huang Zilin
249
Ch 249 : Cuma satu kata, "Perang"
250
Ch 250 : Serangan ke kota Henei
251
Ch 251 : Rencana Han Cikung
252
Ch 252 : Lebih baik mati daripada berkhianat
253
Ch 253 : Runtuhnya pertahanan kota Henei
254
Ch 254 : Kau datang pada saat yang tepat
255
Ch 255 : Bara Dendam
256
Ch 256 : Akhir dari sebuah keserakahan
257
Ch 257 : Rencana pulang ke telaga barat
258
Ch 258 : Permohonan sepasang kekasih
259
Ch 259 : Persiapan pernikahan Tongki
260
Ch 260 : Derita seorang pengantin
261
Ch 261 : Hancurnya markas Telaga barat.
262
Ch 262 : Kami datang
263
Ch 263 : Kemarahan yang terpendam
264
Ch 264 : Satu persatu musuh di habisi
265
Ch 265 : Pertarungan terakhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!