Episode 20²

...Di bawa alam sadar Silvia, ia kembali dibawa ke taman luas sebelumnya dan terbangun akibat hembusan angin yang begitu kencang.......

"Astaga ... Apa yang terjadi?" gumam Silvia berusaha bangun, lalu duduk.

"Nak," panggil suara berat dari arah samping Silvia.

...Silvia pun menoleh ke arah sumber suara, mata biru lautnya langsung berkaca-kaca melihat sosok pria tua berkumis panjang berwarna putih tenga menatap nya sambil tersenyum.......

"Kakek!" seru Silvia berhambur memeluknya dengan erat.

...Pria paru baya yang tak lain adalah sang Kakek Silvia, langsung tertawa kecil dan membalas pelukan Silvia.......

"Astaga ... Cucuku sangat berat," kelu sang kakek pura-pura.

"Aku tidak seberat itu, Kakek," protes Silvia melepaskan pelukan nya, lalu duduk memasan wajah cemberut.

"Maaf, kakek hanya bercanda, jangan marah," bujuk sang Kakek mengusap pipi Silvia dengan lembut.

"Kau ini," sela suara berat wanita paru baya memukuli lengan sang kakek.

"Nenek, kamu juga datang menemui ku?" tanya Silvia berderai air mata menatap mereka berdua.

"Iya Nak, sudah lama sekali kami merindukan kamu, akhirnya kita bertemu hanya dalam mimpi mu," jawab Sang Nenek tersenyum hangat membantu mengusap air mata Silvia.

"Iya, Kakek pun merasa beruntung kamu masih mengingat kami, Nak," timpal Sang kakek menghela nafas berat.

"Aku melihat foto kalian di dalam buku diary Kakak, jadi aku tau kalau kalian adalah kakek dan Nenek ku," jelas Silvia.

"Syukurlah," ucap mereka serempak, lalu memeluk Silvia dengan erat.

...Kemudian mereka pun berbincang hangat untuk melepaskan rindu sejenak, dan tak lama sang Kakek menatap ke arah matahari yang mulai terbenam.......

"Nak, ini sudah waktunya kamu pulang," sela sang Kakek.

"Baik Kek, terima kasih sudah datang menjenguk ku walaupun dalam mimpi," ucap Silvia menunduk sedih.

"Sama-sama Nak, kamu harus kuat. Ingat cucu keluarga Amaral tidak gampang menyerah," ucap Sang Kakek menyemangati Silvia.

"Baik Kek, selamat tinggal."

"Selamat, tinggal cucuku," ucap sang

Nenek tersenyum tulus.

...Sang Kakek pun meraih tangan sang Nenek, kemudian berjalan menuju cahaya putih yang tenga menanti mereka.......

...Silvia melambaikan tangan dengan air mata yang terus mengalir deras sambil menatap kepergian mereka, tak lama sebuah angin menyelimuti Silvia, dan Silvia pun hilang kesadaran.......

"Silviana!"

"Silviana!

"Ku mohon bangunlah!"

...Suara bariton panik Antonio mengema memenuhi ruangan membuat Silvia merasa terganggu, akhirnya membuka mata secara perlahan.......

"Air..." lirih Silvia menatap ke arah atap rumah sakit.

"Syukurlah...."

...Antonio langsung tersenyum lega, dan segera menuangkan air di dalam gelas, lalu membantu Silvia bangun.......

"Sayang, minum lah," ucap Antonio.

...Silvia mengangguk pelang, lalu meminum air yang disodorkan oleh Antonio hingga kandas, lalu menatap ke arah Antonio dengan tatapan bingun.......

"Kamu kenapa menangis?" tanya Silvia.

...Antonio meletakan gelas diatas nakas dekat bangkar tidur Silvia, lalu berhambur memeluknya dengan erat.......

"Kau membuatku takut Silviana, tadi monitor jantung mu sempat berhenti, kamu membuatku hampir gila," jawab Antonio menangis sambil mengusap kepala Silvia dengan lembut.

"Hahahaha ... Lagian aku mati pun tidak apa-apa, kan masih ada istrimu yang selalu setia menemani mu," ucap Silvia tertawa kecil dan menambah bumbu, dia ingin sekali mendengar pengakuan cinta dari Antonio.

...Antonio melepaskan pelukan, lalu meraup bibir Silvia dengan rakus, hingga beberapa saat kemudian Antonio melepaskan tautan bibir mereka, lalu menatap wajah cantik Silvia dengan lekat.......

"Aku mencintaimu Silviana, sangat-sangat mencintai mu, apakah kamu juga merasakan hal yang sama, Silviana?" tanya Antonio meraih tangan Silvia, lalu meletakan nya di rahan kokoh nya.

...Silvia segera menarik tangan nya kembali lalu memalikan wajah. Ia tersenyum licik sejenak, lalu berusaha mengeluarkan air mata palsu nya, lalu kembali menatap ke arah Antonio.......

"Aku juga mencintaimu Antonio, tapi aku sadar diri, kita hanya bisa melepaskan perasaan kita diatas ranjang, setelah itu, aku hanyalah wanita sampingan mu," jawab Silvia berderai air mata.

...Lalu Silvia pun berusaha turun dari atas bangkar. Dengan cepat Antonio segera menghampiri nya, lalu menariknya masuk ke dalam pelukan.......

"Dengarkan aku. Aku akan mengakui kamu sebagai istri kedua ku kepada Devian dan Leon, tapi aku mohon tetaplah di sisi ku untuk saat ini," pinta Antonio penuh harap.

...Kali ini Antonio benar-benar dibuat jatuh cinta sedalam-dalam nya oleh Silvia, tanpa tau kalau Silvia hanya memanfatkan nya untuk balas dendam.......

Ceklekkkk.

...Pintu ruangan tiba-tiba dibuka membuat Silvia segera mendorong Antonio menjauh, lalu menoleh ke arah Dokter yang baru saja masuk dan berjalan ke arah mereka berdua.......

"Dok, apa semuanya baik-baik saja?" tanya Silvia harap-harap cemas, ia takut kebablasan dan mengandung anak Antonio.

"Iya Nyonya, Nyonya hanya mengalami setres berlebihan dan kecapean," jawab Sang Dokter.

"Fiiuuuuhhh ... Untung saja," batin Silvia mengusap dada nya sambil menghela nafas lega.

"Ini resep obatnya, harap di minum secara teratur dan istirahat yang cukup, Nyonya," ucap Sang Dokter menyerahkan secarik kertas kepada Silvia.

"Baik, terima kasih Dok," ujar Silvia meraih kertas berisi resep obat sambil tersenyum manis.

...Itu membuat Antonio cemburu, lalu bergegas berjalan maju dan berdiri tegak diantara Silvia dan Dokter tersebut, kemudian melayangkan lirikan tajam ke arah sang Dokter.......

"Semuanya sudah selesai Dok, kamu boleh tinggalkan kami," tekan Antonio.

Gluppp.

...Dokter itu menelan luda dengan susah payah, lalu bergegas pergi dari ruangan tanpa pamit.......

"Antonio, apa yang kamu lakukan? Dia hanya melakukan tugasnya." Silvia mendengus kesal, lalu meraih tas tangannya dari atas nakas.

"Tapi dia seorang pria Sayang, dan aku tidak suka," rengek Antonio memasan wajah memelas menatap Silvia.

"Haiiihhhh ... Sudahlah, ayo kita pulang," ajak Silvia menghela nafas berat, lalu melangkah pergi.

...Antonio dengan senyuman lebar melangkah mengikuti Silvia dari belakan menelusuri lorong rumah sakit menuju pintu utama, dan mereka pun masuk ke dalam mobil, dan pergi meningalkan rumah sakit menuju apartemen milik Silvia.......

...🔥🔥🔥🔥🔥...

...(Di mansion)...

...Sudah tenga malam jam 01:00. Namun tidak ada tanda-tanda Antonio akan pulang, membuat Devian semaking curiga kalau Antonio sudah bermain dengan perempuan lain dibelakannya.......

"Awas kamu, aku akan membuatmu menyesal," gumam Devian meremas gelas kaca berisi wine hingga pecah.

...Kini emosi Devian tidak bisa di kontrol lagi, dan dia akan benar-benar membuat Tamara hancur di tangan nya sendiri. Tanpa tau kalau semua itu adalah ulah Silvia yang sedang mengadu domba mereka berdua.......

...🔥🔥🔥🔥🔥...

...(Keesokan harinya)...

...Tamara sangat senang bisa berjalan kembali setelah melakukan operasi mengembalikan keperawanan nya, lalu ia mengajak semua teman nya makan di restoran mewah.......

"Wah ... Selamat ya, akhirnya impian mu menjadi Nyonya Amores tercapai," puji teman Tamara.

"Tentu dong, siapa dulu." Tamara dengan bangga memamerkan cincin berlian di jari nya kepada teman-teman nya.

...Tak lama dari arah belakan. Tiba-tiba sebuah tangan meraih rambut Tamara, lalu menariknya dengan keras hingga terjatuh kebelakan, membuat Tamara dan teman-teman nya terkejut setenga mati.......

"Pegan dia!" perintah Devian dengan amarah mengebu-gebu.

"Baik Nyonya Besar," sahut pengawal Devian meraih kedua tangan Tamara, lalu memaksanya duduk dalam posisi berlutut di hadapan Devian.

...Tanpa mengucap sepata kata apapun, Devian melayangkan tamparan bertubi-tubi kepada Tamara hingga wajah Tamara babak belur, dan aksinya itu di rekam oleh banyak orang yang berada di restoran itu dan di posting di sosial media, seketika video itu viral.......

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

weh mantap btuh hhhhhhhh rasakannnn

2025-03-18

1

Agnes Nees

Agnes Nees

Adoi na..😅ni barulah sinag brtmu harimau 🤭..

2025-03-25

0

Abz

Abz

💪💪💪💪💪

2025-02-26

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01²
2 Episode 02²
3 Episode 03²
4 Episode 04²
5 Episode 05²
6 Episode 06²
7 episode 07²
8 Episode 08²
9 Visual karakter.
10 Episode 10²
11 Episode 11²
12 Episode 12²
13 Episode 13²
14 Episode 14²
15 Episode 15²
16 Episode 16²
17 Episode 17²
18 Episode 18²
19 Episode 19²
20 Episode 20²
21 Episode 21²
22 Episode 22²
23 Episode 23²
24 Episode 24²
25 Episode 25²
26 Episode 26²
27 Episode 27²
28 Episode 28²
29 Episode 29²
30 Episode 30²
31 Episode 31²
32 Episode 32²
33 Episode 33²
34 Episode 34²
35 Episode 35²
36 Episode 36²
37 Episode 37²
38 Episode 38²
39 Episode 39²
40 Episode 40²
41 Episode 41²
42 Episode 42²
43 Episode 43²
44 Episode 44²
45 Episode 45²
46 Episode 46²
47 Episode 47²
48 Episode 48²
49 Episode 49²
50 Episode 50²
51 Episode 51²
52 Episode 52²
53 Episode 53²
54 Episode 54²
55 Episode 55²
56 Episode 56²
57 Episode 57²
58 Episode 58²
59 Episode 59²
60 Episode 60²
61 Episode 61²
62 Episode 62²
63 Episode 63²
64 Episode 64²
65 Episode 65²
66 Episode 66²
67 Episode 67²
68 Episode 68²
69 Episode 69²
70 Episode 70²
71 Episode 71²
72 Episode 72²
73 Episode 73²
74 Episode 74²
75 Episode 75²
76 Episode 76²
77 Episode 77²
78 Episode 78²
79 Episode 79²
80 Episode 80²
81 Episode 81²
82 Episode 82²
83 Episode 83²
84 Episode 84²
85 Episode 85²
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 01²
2
Episode 02²
3
Episode 03²
4
Episode 04²
5
Episode 05²
6
Episode 06²
7
episode 07²
8
Episode 08²
9
Visual karakter.
10
Episode 10²
11
Episode 11²
12
Episode 12²
13
Episode 13²
14
Episode 14²
15
Episode 15²
16
Episode 16²
17
Episode 17²
18
Episode 18²
19
Episode 19²
20
Episode 20²
21
Episode 21²
22
Episode 22²
23
Episode 23²
24
Episode 24²
25
Episode 25²
26
Episode 26²
27
Episode 27²
28
Episode 28²
29
Episode 29²
30
Episode 30²
31
Episode 31²
32
Episode 32²
33
Episode 33²
34
Episode 34²
35
Episode 35²
36
Episode 36²
37
Episode 37²
38
Episode 38²
39
Episode 39²
40
Episode 40²
41
Episode 41²
42
Episode 42²
43
Episode 43²
44
Episode 44²
45
Episode 45²
46
Episode 46²
47
Episode 47²
48
Episode 48²
49
Episode 49²
50
Episode 50²
51
Episode 51²
52
Episode 52²
53
Episode 53²
54
Episode 54²
55
Episode 55²
56
Episode 56²
57
Episode 57²
58
Episode 58²
59
Episode 59²
60
Episode 60²
61
Episode 61²
62
Episode 62²
63
Episode 63²
64
Episode 64²
65
Episode 65²
66
Episode 66²
67
Episode 67²
68
Episode 68²
69
Episode 69²
70
Episode 70²
71
Episode 71²
72
Episode 72²
73
Episode 73²
74
Episode 74²
75
Episode 75²
76
Episode 76²
77
Episode 77²
78
Episode 78²
79
Episode 79²
80
Episode 80²
81
Episode 81²
82
Episode 82²
83
Episode 83²
84
Episode 84²
85
Episode 85²

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!