Episode 16²

...Di dalam toilet khusus wanita. Terdengar suara decakan bibir mengema memenuhi seisi ruangan toilet, Antonio terus melumat bibir Silvia dan memasukan salah satu kakinya di sela kedua paha Silvia.......

"Uuummm ... Aahhh ... Hentikan Antonio," desah Silvia melepaskan lumatan bibir Antonio.

"Aku merindukan mu, Sayang," bisik Antonio menarik turun dress bagian atas Silvia, lalu melumat salah satu pucuk gundukan Silvia.

...Tangan Antonio yang nakal perlahan masuk ke dalam dalaman Silvia dan bermain disana dengan panas, membuat Silvia mendongak keatas sambil mengigit bibir nya menahan suara desahan.......

Ceklekkkkk.

...Pintu toilet tiba-tiba terbuka terdengar suara segerombolan wanita berjalan masuk kedalam toilet itu. Membuat Silvia menarik rambut Antonio dan memberi kode agar Antonio berhenti dari aksinya.......

"Apa kamu masih bersama dengan kekasih mu itu?"

"Tentu dong, dan tak lama lagi kami akan menikah."

"Serius! Bukan nya dia sudah menikah?"

"Iya. Tapi pernikahan nya berdasar paksaan dari Ayah nya, jadi dia sangat membenci istri udik nya itu."

"Tapi ... Tadi mereka terlihat mesra sambil mengenggam tangan, apa kamu yaking pacar mu itu tidak jatuh hati kepada istrinya itu?"

"Itu cuman formalitas, dia sudah memberitahuku."

"Iya sih. Takutnya nanti dia jatuh hati."

"Cih! Dia bahkan tidak pernah menyentuh istri udik nya itu selama mereka menikah."

"Apa? Serius kamu?"

"Tentu, karna aku selalu ada di dekatnya, bahkan aku juga tinggal disana dan kamar kami bersebelahan di lantai tiga, sedangkan si udik berada di kamar lantai dua."

"Kamu hebat Tamara," puji teman Tamara mengacungkan jempol kepada Tamara.

...Tanpa Tamara dan para teman nya ketahui, kalau semua percakapan mereka sudah di dengar langsung oleh Antonio dan Silvia.......

...Di dalam ruangan toilet yang berbeda. Silvia pura-pura menunduk sedih sambil menitikan air mata. Membuat Antonio geram mengulurkan tangan nya mengusap air mata Silvia.......

...Beberapa saat kemudian Tamara dan para teman nya selesai mengunakan toilet, lalu pergi dari sana.......

"Apa ini yang selama ini kamu alami?" tanya Antonio merasa bersalah.

"I~iya, dan aku tidak memiliki tempat untuk mengadu hiks ... Hiks ... Hiks...."

...Silvia menangis sesuguhkan membuat Antonio ikut merasa sedih, lalu menarik Silvia masuk ke dalam pelukan nya.......

"Ssstttsss ... Maafkan aku, aku sungguh tidak tau soal itu, baiklah aku akan meminta Leon menceraikan mu secepat mungkin," bujuk Antonio mengusap pungung Silvia dengan lembut.

...Silvia tersenyum menyeringai sambil menyeka air matanya, kemudian tanpa di sadari oleh Antonio, Silvia diam-diam mengeluarkan sebotol kecil parfum, lalu menyemprotnya di belakan jas Antonio.......

"Wanita bodoh itu membuat usaha ku semaking mudah," batin Silvia.

...Beberapa menit kemudian setelah memastikan Silvia kembali tenang, Antonio pun menyelinap keluar dari dalam toilet berjalan menuju tempat acara dan diikuti Silvia dari belakan sambil memperlambat langka kaki nya.......

"Aku sangat penasaran, bagaimana reaksi si nenek sihir saat melihat bekas lipstik ku dan cakaran kuku ku di pungung suaminya? Pasti akan sangat seru," gumam Silvia tersenyum lebar.

...Silvia tidak kembali ke acara itu. Ia memilih pergi terlebih dahulu dan menungu kabar cerai dari Antonio. sedangkan Antonio yang baru saja kembali memilih duduk seolah tidak terjadi apa-apa, tanpa ia sadari, dirinya sedang di tatap penuh curiga oleh Deviana.......

"Kamu kemana saja?" tanya Deviana penuh selidik.

"Aku baru selesai bicara dengan rekan kerjaku, Deviana," jawab Antonio dingin.

...Deviana tidak percaya begitu saja. Ia mendekatkan wajah ke arah Antonio dan mengendus aroma parfum yang berasal dari jas milik Antonio.......

"Parfum siapa ini?" tanya Devian penuh curiga.

...Antonio pun ikut mengendus jas nya sendiri, dan Antonio langsung panik dan keringat dingin mulai bercucuran membasahi kening nya. Sekuat tenaga Antonio mencoba mengendalikan diri dan berlagak biasa saja.......

"Itu adalah parfum istri rekan ku, mungkin tadi kami bersalaman tak sengaja menempel," elak Antonio.

"Dimana dia?"

...Devian menatap sekitar acara untuk mencari orang yang dimaksud oleh Antonio.......

"Devian! Cukup, kau membuatku jadi malas, sebaiknya kita pulang," sentak Antonio marah dan bangkit dari duduknya.

...Devian dengan kesal ikut bangkit dan di susul oleh Leon. Mereka bertiga berjalan keluar menuju pintu gedung. Namun beberapa saat kemudian Leon menyadari keberadaan Silvia yang tidak kembali setelah pamit ke kamar mandi.......

"Pa, Ma tunggu, dimana Silvia?" tanya Leon menatap sekitar gedung.

"Mungkin dia sudah pulang," celetuk Antonio keceplosan.

"Apa maksud Papa?"Tanya Leon mengerutkan kening menatap Antonio.

"Iya, apa maksudmu Antonio?"

"Kalau dia tidak ada disini. Pasti sudah pulang, kemana lagi."

...Susah payah Antonio mengelak dan berbohong, dan ini pertama kalinya seumur hidup Antonio belajar berbohong akibat ulah Silvia.......

"Ah! Sudahlah, aku sedang pusing, lebih baik kita pulang aku ingin istirahat," sentak Antonio berjalan pergi meningalkan Devian dan Leon.

"Leon, aku curiga dengan tingkah Ayah mu," ucap Devian.

"Mama jangan terlalu curiga, lebih baik kita pulang."

...Leon ikut melangkah pergi dan meningalkan Devian, membuat Devian mendengus kesal sambil mengepalkan tangan nya dengan kuat.......

"Dasar, anak sama Papa nya sama saja," gerutu Devian melangka pergi dengan kesal.

...🔥🔥🔥🔥🔥...

...(Keesokan harinya)...

...Semalam terjadi pertengkaran hebat antara Devian dan Antonio, setelah Devian melihat bekas lipstik di kemeja Antonio dan cakaran kuku di pungung Antonio, sehingga mereka memutuskan tidur di kamar terpisah.......

...Pagi ini Devian merasa tidak puas dan membawa jas milik Antonio ke toko racik parfum terkenal di kota X, karna Devian tau, parfum itu hanya bisa didapatkan dari para peracik parfum mahal, bukan di belih dari brand mahal.......

"Apa kamu tau siapa pemilik parfum ini?" tanya Devian meyerahkan jas milik Antonio kepada si pemilik parfum.

...Sang pemilik parfum itu pun meraih jas itu, lalu mengendusnya dalam-dalam.......

"Parfum ini memang aku yang racik, tapi maaf, aku tidak bisa memberitahumu siapa pemiliknya," ucap pemilik parfum.

Brakkkkk.

...Devian mengeluarkan beberapa gepok uang, lalu menaru nya di hadapan sang pemilik parfum.......

"Ini cukup untuk membuka mulutmu," ujar Devian.

...Pemilik parfum tersenyum lebar, lalu meraih uang itu dan mengendusnya dalam-dalam lagi.......

"Parfum ini dibeli oleh Nona Tamara, dan dia sendiri yang memintaku meraciknya. Tapi aku tidak tau permasalahan kalian, tolong jangan libatkan aku," tita pemilik parfum.

"Tentu saja tidak," sahut Devian memasan kaca mata hitam nya, lalu berbalik dan berjalan pergi.

...Setelah Devian masuk ke dalam mobil dan pergi, Silvia pun muncul sambil bertepuk tangan.......

"Kerja bagus," puji Silvia.

"Bagaimana dengan upahku?" tanya pemilik parfum.

...Silvia mengeluarkan beberapa uang dari dalam tas, lalu melemparnya ke arah pemilik parfum.......

"Jika kamu berani macam-macam, uang itu cukup untuk mengubur mu," tegas Silvia berjalan pergi meningalkan toko racik parfum.

...(FLASH BACK ON)...

...Hari sebelum nya. Silvia berusaha memikirkan cara untuk menjadikan Tamara sebagai kambing hitam, agar dia bisa menciptakan konflik diantara Tamara dan ibu mertua Kakaknya itu, dan sebuah ide gila pun muncul.......

...Silvia diam-diam masuk ke dalam kamar Tamara, lalu menyemprot parfum milik Tamara di sebuah kain kecil yang ia bawa, lalu pergi meningalkan mansion menuju toko parfum racikan kalangan atas setelah melihat merek botol parfum milik Tamara.......

"Ini parfum racikan mu?" tanya Silvia menyerahkan kain kecil yang ia bawa.

...Pemilik toko parfum itu pun meraih kain itu, lalu mengendus nya dalam-dalam penuh teliti.......

"Iya, ini parfum racikan ku," jawab pemilik racikan parfum.

"Buatkan aku parfum yang sama persis seperti ini," perintah Silvia.

"Boleh, tapi sedikit mahal," ucap peracik parfum.

...Silvia tersenyum tipis, lalu mengeluarkan satu gepok uang dan menaru nya di hadapan peracik parfum.......

"Kamu bisa mendapatkan lebih banyak uang lagi jika mau berkerja sama," kata Silvia.

"Tugas nya apa?"

"Kamu cukup sebut nama pemilik parfum itu, jika suatu saat nanti ada orang yang muncul, dan mencari tau soal parfum itu," jelas Silvia.

"Baiklah, deal."

...Silvia dan peracik parfum itu pun menjabat tangan sebagai tanda setuju untuk berkerja sama.......

...(FLASH BACK OF)...

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Anhy Xmj

Anhy Xmj

jd bingung... kan papa mertuanya baik... kok jd alat balas dendam sih...

2025-03-24

0

Pandagabut🐼

Pandagabut🐼

mudahnya jika ada uang 💸💰

2025-03-11

1

Tiara Bella

Tiara Bella

pintar Silvia....

2025-03-18

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 01²
2 Episode 02²
3 Episode 03²
4 Episode 04²
5 Episode 05²
6 Episode 06²
7 episode 07²
8 Episode 08²
9 Visual karakter.
10 Episode 10²
11 Episode 11²
12 Episode 12²
13 Episode 13²
14 Episode 14²
15 Episode 15²
16 Episode 16²
17 Episode 17²
18 Episode 18²
19 Episode 19²
20 Episode 20²
21 Episode 21²
22 Episode 22²
23 Episode 23²
24 Episode 24²
25 Episode 25²
26 Episode 26²
27 Episode 27²
28 Episode 28²
29 Episode 29²
30 Episode 30²
31 Episode 31²
32 Episode 32²
33 Episode 33²
34 Episode 34²
35 Episode 35²
36 Episode 36²
37 Episode 37²
38 Episode 38²
39 Episode 39²
40 Episode 40²
41 Episode 41²
42 Episode 42²
43 Episode 43²
44 Episode 44²
45 Episode 45²
46 Episode 46²
47 Episode 47²
48 Episode 48²
49 Episode 49²
50 Episode 50²
51 Episode 51²
52 Episode 52²
53 Episode 53²
54 Episode 54²
55 Episode 55²
56 Episode 56²
57 Episode 57²
58 Episode 58²
59 Episode 59²
60 Episode 60²
61 Episode 61²
62 Episode 62²
63 Episode 63²
64 Episode 64²
65 Episode 65²
66 Episode 66²
67 Episode 67²
68 Episode 68²
69 Episode 69²
70 Episode 70²
71 Episode 71²
72 Episode 72²
73 Episode 73²
74 Episode 74²
75 Episode 75²
76 Episode 76²
77 Episode 77²
78 Episode 78²
79 Episode 79²
80 Episode 80²
81 Episode 81²
82 Episode 82²
83 Episode 83²
84 Episode 84²
85 Episode 85²
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 01²
2
Episode 02²
3
Episode 03²
4
Episode 04²
5
Episode 05²
6
Episode 06²
7
episode 07²
8
Episode 08²
9
Visual karakter.
10
Episode 10²
11
Episode 11²
12
Episode 12²
13
Episode 13²
14
Episode 14²
15
Episode 15²
16
Episode 16²
17
Episode 17²
18
Episode 18²
19
Episode 19²
20
Episode 20²
21
Episode 21²
22
Episode 22²
23
Episode 23²
24
Episode 24²
25
Episode 25²
26
Episode 26²
27
Episode 27²
28
Episode 28²
29
Episode 29²
30
Episode 30²
31
Episode 31²
32
Episode 32²
33
Episode 33²
34
Episode 34²
35
Episode 35²
36
Episode 36²
37
Episode 37²
38
Episode 38²
39
Episode 39²
40
Episode 40²
41
Episode 41²
42
Episode 42²
43
Episode 43²
44
Episode 44²
45
Episode 45²
46
Episode 46²
47
Episode 47²
48
Episode 48²
49
Episode 49²
50
Episode 50²
51
Episode 51²
52
Episode 52²
53
Episode 53²
54
Episode 54²
55
Episode 55²
56
Episode 56²
57
Episode 57²
58
Episode 58²
59
Episode 59²
60
Episode 60²
61
Episode 61²
62
Episode 62²
63
Episode 63²
64
Episode 64²
65
Episode 65²
66
Episode 66²
67
Episode 67²
68
Episode 68²
69
Episode 69²
70
Episode 70²
71
Episode 71²
72
Episode 72²
73
Episode 73²
74
Episode 74²
75
Episode 75²
76
Episode 76²
77
Episode 77²
78
Episode 78²
79
Episode 79²
80
Episode 80²
81
Episode 81²
82
Episode 82²
83
Episode 83²
84
Episode 84²
85
Episode 85²

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!