Episode 15²

...Satu bulan berlalu. Silvia sudah melayangkan surat pengunduran diri, namun Antonio dengan tegas menolaknya, sehingga membuat Silvia tetap berkerja disana, walaupun kini sifat Silvia berubah menjadi dingin saat bersamanya.......

"Silviana, ke ruanganku sekarang," pinta Antonio melalui telepon.

Ceklekkkkk.

...Pintu ruangan dibuka dan Silvia berjalan masuk sambil membawa berkas di tangannya menghampiri meja kerja Antonio.......

"Ini laporan bulan lalu Tuan, dan sebentar lagi kita ada acara peresmian hotel di salah satu gedung milik rekan kerja perusahaan ini," ucap Silvia dingin.

"Silviana ... Maaf," celetuk Antonio menatap sedih ke arah Silvia.

"Maaf. Aku tidak paham maksud Anda Tuan, disini aku hanya Asisten Anda, kalau tidak ada yang lain lagi, saya permisi dulu," ketus Silvia berbalik.

...Antonio segera bangkit dari kursi kerjanya, lalu menghampiri Silvia dan meraih lengan Silvia. Membuat Silvia menghentikan langka kaki nya, melirik tajam ke arah Antonio.......

"Tuan, lepaskan," sentak Silvia meronta.

"Tidak, tolong mengertilah Silviana ... Kamu membuatku tidak bisa tidur nyenyak akibat merasa bersalah," kelu Antonio sedih menatap Silvia.

...Silvia menatap lekat wajah Antonio penuh selidik. Dan memang benar perkataan Antonio, ia terlihat kacau saat ini, berat badan nya turun drastis, kumis pun mulai tumbuh tak terawat di sekitar rahan kokoh nya, dan terdapat lingkaran hitam kedua matanya juga.......

"Aku tidak menuntut Anda sama sekali, kenapa Anda harus merasa bersalah? Seharusnya Anda bahagia setelah menjadi orang pertama didalam hidupku, lalu mencampakkan ku sesuka hati," cibir Silvia.

"Silviana, aku-"

Cekleekkkkk.

...Pintu ruangan dibuka dari luar, membuat Silvia segera menghempaskan tangan Antonio dengan kasar, lalu berdiri menjauh darinya.......

"Sayang," panggil suara seorang wanita baru baya terdengar dominan berjalan ke arah mereka berdua.

...Silvia dan Antonio pun melirik ke arah sumber suara. Dan orang yang kini berjalan ke arah mereka adalah nyonya Besar keluarga Amores, istri Antonio Devian Amores.......

"Udik, apa yang kamu lakukan didalam ruangan suamiku?" tanya Devian menatap sinis Silvia.

...Silvia tersenyum dingin, lalu melangkah mendekatinya, dan mengulurkan tangan.......

"Ibu Mertua. Kenalkan, aku adalah Asisten Tuan Antonio," jawab Silvia.

...Kedua mata Devian membulat sempurna menoleh ke arah Antonio, dia bahkan tidak tau kalau menantu tak diinginkannya ini berkerja di perusahaan suaminya sendiri.......

"Antonio, kamu bisa jelaskan ini?" tanya Devian.

"Iya dia Asistenku Devian, jangan memulai perdebatan." tegas Antonio dingin menatap Devian.

"Aku ini istrimu Antonio! Aku berhak tau siapa saja yang masuk ke perusahaan ini!" gertak Devian menatap marah ke arah suaminya itu.

"Maaf aku permisi dulu, masih ada kerja lain yang harus aku selesaikan," sela Silvia berjalan pergi meningalkan ruangan tanpa menunggu jawaban dari mereka berdua.

...Setelah keluar dari dalam ruangan, Silvia dengan santai duduk di kursi kerjanya tersenyum menatap surat undangan yang ada diatas meja kerjanya.......

"Malam ini akan ada dua mangsa yang tumbang," gumam Silvia tersenyum licik.

...🔥🔥🔥🔥🔥...

...(Malam harinya)...

...Silvia sudah rapi memakai dress panjang berwarna hitam bling-bling belah samping menunjukan paha putih mulus nya. di padu dengan sepatu high heels berwarna silver bling-bling sambil memegan tas tangan mahal di tangan nya. Membuat Silvia terlihat sangat cantik malam ini, di tambah belahan dada sexi membuat Silvia semakin mengoda dimata para kaum Adam.......

"Perfect," gumam Silvia memasan senyuman licik berjalan pergi meningalkan kamar.

...Silvia berjalan menuruni anak tangga menatap ke bawa ruang tengah. Disana sudah ada Leon dan Tamara yang sudah rapi menungu kedatangannya.......

"Ayo, kita pergi sekarang," tegur Silvia kepada Tamara dan Leon yang sedang asik mengobrol.

...Leon menoleh ke arah Silvia sedikit terkejut dan terdiam di tempat, dia tak menyangka kalau istri pertama nya itu akan terlihat sangat cantik dan anggun seperti saat ini.......

"Ehem!" dehem Tamara dengan suara keras menyadarkan Leon.

"Ah, ayo kita berangkat," ajak Leon salah tingkah, lalu berjalan pergi meningalkan mereka berdua.

Tamara dengan kesal mendekati Silvia, lalu berbisik,"Kamu pasti sengaja kan? Udik."

"Cih! Memang aku cantik, apa masalah mu?"

...Silvia tersenyum sinis dan ikut berjalan pergi meningalkan Tamara. Tamara mendengus kesal berjalan mengikuti mereka berdua, lalu mereka pergi meningalkan mansion mengunakan mobil yang berbeda.......

...Malam ini adalah acara peresmian salah satu hotel bintang lima milik rekan kerja Antonio, dan Silvia hadir bersama Leon sebagai istri, sedangkan Tamara hanya menjadi obat nyamuk.......

...🔥🔥🔥🔥🔥...

...Singkat cerita mobil yang di tumpangi oleh Silvia dan Leon pun tiba di gedung mewah yang akan melangsungkan acara peresmian tersebut, lalu mereka berdua turun dari dalam mobil.......

"Leon. Berkerja sama lah, disini banyak wartawan, jangan sampai kita menjadi berita headline besok," ucap Silvia sambil tersenyum ramah melambaikan tangan ke wartawan.

"Iya, aku tau," sahut Leon mengulurkan tangan meraih tangan Silvia, lalu mengenggam nya dengan erat.

...Melihat itu. Para wartawan mulai memotret mereka berdua dengan berbagai gaya. Lalu mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam gedung mewah itu.......

"Nah ... Akhirnya putra dan menantu mu sudah tiba," sela rekan kerja Antonio tersenyum menatap ke arah pintu masuk gedung.

...Antonio dan Devian pun ikut melirik ke arah yang sama, seketika Devian memasan wajah sinis menatap Silvia, namun tidak dengan Antonio yang langsung cemburu melihat tangan Silvia di genggam oleh Leon. Putranya sendiri.......

"Selamat malam Tuan, terima kasih sudah mengudang kami," sapa Silvia tersenyum manis ke arah si pemilik acara.

"Ah, seharusnya aku yang mengucapkan itu, karna berkat Nyonya muda semuanya berjalan dengan lancar," ujar nya.

"Silahkan menikmati acaranya nyonya muda dan tuan Leon, saya harus pergi menyapa yang lain," pamit pemilik acara berjalan pergi.

...Setelah pemilik acara itu pergi, Leon menarik pelang Silvia berjalan ke arah kedua orang tua nya.......

"Malam Pa ... Ma," sapa Silvia melepaskan genggaman tangan Leon, hendak salim tangan Devian, namun Devian menghempaskan tangannya dengan kasar.

"Aku tidak sudi tangan mahal ku di sentuh oleh kamu," hina Devian.

"Siapa yang peduli denganmu," batin Silvia beralih melangkah mendekati Antonio, lalu meraih tangan Antonio dan salim.

...Diam-diam Antonio mencubit tangan Silvia, membuat Silvia tersenyum menyeringai, lalu melangka mundur kebelakan, dan merangkul lengan Leon dengan mesra.......

"Sayang, sebaiknya kita cari tempat duduk," ucap Silvia mesra sambil tersenyum manis menatap Leon.

...Membuat Antonio semaking terbakar api cemburu. Dan ikut mengajak istrinya duduk di kursi urutan yang sama tepat di samping Leon dan Silvia.......

...Selama acara itu berlanjut. Antonio tak henti-hentinya memperhatikan Silva dan Leon. Itu membuat Silvia semakin aktif membuat Antonio kebakar jenggot.......

"Sayang, aku mau ke kamar mandi dulu," pamit Silvia dengan suara keras.

...Ia sengaja melakukan itu agar Antonio mendengar nya. Leon pun mengangguk paham dan membiarkan Silvia pergi seorang diri.......

"Sebentar, aku ingin bicara dengan rekan kerjaku dulu," pamit Antonio bergegas pergi tanpa menungu jawaban dari Devian.

...Di lorong gedung menuju toilet, Silvia sengaja memperlambat langkah kaki nya menelusuri lorong gedung menuju toilet khusus wanita. Dan tiba-tiba sebuah tangan muncul dari belakan, lalu menarik paksa Silvia masuk kedalam toilet wanita, lalu mengunci pintunya.......

"Apa maksudmu berpakaian seperti ini?" tanya Antonio menatap Silvia dengan nafas memburu marah.

"Bukan urusan mu, lebih baik menjauh dariku," sentak Silvia marah mendorong dada bidang Antonio.

...Membuat Antonio seketika marah balas mendorong tubuh Silvia ke dinding kamar mandi, lalu mengunci kedua tangan Silvia keatas kepala Silvia.......

"Kau hanya milik ku Silviana, semua ini hanya aku yang berhak melihat nya," bisik Antonio meremas salah satu gundukan Silvia.

"Lepaskan tangan mu! Antonio."

...Bukan nya melepaskan. Antonio malah meraup bibir pink merona milik Silvia, lalu melumatnya dengan rakus sambil meremas gundukan Silvia yang semakin membesar berkat hasil karyanya waktu itu.......

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

anninayah karim karim

anninayah karim karim

tak ada rotan,akarpun jadi👍👍

2025-03-18

1

Lhina Bright

Lhina Bright

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ini ma kebalik, bknnya anaknya yang cemburu, eh ini ma mla laki mertua nya..

2025-03-14

1

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

Antonio wehhh langsung gazzz

2025-03-18

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01²
2 Episode 02²
3 Episode 03²
4 Episode 04²
5 Episode 05²
6 Episode 06²
7 episode 07²
8 Episode 08²
9 Visual karakter.
10 Episode 10²
11 Episode 11²
12 Episode 12²
13 Episode 13²
14 Episode 14²
15 Episode 15²
16 Episode 16²
17 Episode 17²
18 Episode 18²
19 Episode 19²
20 Episode 20²
21 Episode 21²
22 Episode 22²
23 Episode 23²
24 Episode 24²
25 Episode 25²
26 Episode 26²
27 Episode 27²
28 Episode 28²
29 Episode 29²
30 Episode 30²
31 Episode 31²
32 Episode 32²
33 Episode 33²
34 Episode 34²
35 Episode 35²
36 Episode 36²
37 Episode 37²
38 Episode 38²
39 Episode 39²
40 Episode 40²
41 Episode 41²
42 Episode 42²
43 Episode 43²
44 Episode 44²
45 Episode 45²
46 Episode 46²
47 Episode 47²
48 Episode 48²
49 Episode 49²
50 Episode 50²
51 Episode 51²
52 Episode 52²
53 Episode 53²
54 Episode 54²
55 Episode 55²
56 Episode 56²
57 Episode 57²
58 Episode 58²
59 Episode 59²
60 Episode 60²
61 Episode 61²
62 Episode 62²
63 Episode 63²
64 Episode 64²
65 Episode 65²
66 Episode 66²
67 Episode 67²
68 Episode 68²
69 Episode 69²
70 Episode 70²
71 Episode 71²
72 Episode 72²
73 Episode 73²
74 Episode 74²
75 Episode 75²
76 Episode 76²
77 Episode 77²
78 Episode 78²
79 Episode 79²
80 Episode 80²
81 Episode 81²
82 Episode 82²
83 Episode 83²
84 Episode 84²
85 Episode 85²
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 01²
2
Episode 02²
3
Episode 03²
4
Episode 04²
5
Episode 05²
6
Episode 06²
7
episode 07²
8
Episode 08²
9
Visual karakter.
10
Episode 10²
11
Episode 11²
12
Episode 12²
13
Episode 13²
14
Episode 14²
15
Episode 15²
16
Episode 16²
17
Episode 17²
18
Episode 18²
19
Episode 19²
20
Episode 20²
21
Episode 21²
22
Episode 22²
23
Episode 23²
24
Episode 24²
25
Episode 25²
26
Episode 26²
27
Episode 27²
28
Episode 28²
29
Episode 29²
30
Episode 30²
31
Episode 31²
32
Episode 32²
33
Episode 33²
34
Episode 34²
35
Episode 35²
36
Episode 36²
37
Episode 37²
38
Episode 38²
39
Episode 39²
40
Episode 40²
41
Episode 41²
42
Episode 42²
43
Episode 43²
44
Episode 44²
45
Episode 45²
46
Episode 46²
47
Episode 47²
48
Episode 48²
49
Episode 49²
50
Episode 50²
51
Episode 51²
52
Episode 52²
53
Episode 53²
54
Episode 54²
55
Episode 55²
56
Episode 56²
57
Episode 57²
58
Episode 58²
59
Episode 59²
60
Episode 60²
61
Episode 61²
62
Episode 62²
63
Episode 63²
64
Episode 64²
65
Episode 65²
66
Episode 66²
67
Episode 67²
68
Episode 68²
69
Episode 69²
70
Episode 70²
71
Episode 71²
72
Episode 72²
73
Episode 73²
74
Episode 74²
75
Episode 75²
76
Episode 76²
77
Episode 77²
78
Episode 78²
79
Episode 79²
80
Episode 80²
81
Episode 81²
82
Episode 82²
83
Episode 83²
84
Episode 84²
85
Episode 85²

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!