Episode 04²

...Malam harinya. Tamara pulang berjalan memasuki mansion dan di sambut oleh pelayan suruhannya.......

"Selamat malam Nyonya. Anda pasti tidak akan percaya kalau wanita udik itu tadi meminta tukang merenovasi kamarnya. Bukan cuman itu saja, dia pun pulang membawa mobil sport baru dan barang belanjaan bermerek yang sangat banyak pulang ke mansion," lapor Pelayan.

"Apa? Ayo kita ke kamarnya, sekarang."

...Tamara dan Pelayan itu segera berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Silvia. Dan dalam kamar, Silvia yang baru saja selesai mandi berjalan ke wall closet baru miliknya, lalu memilih pakaian bersiap untuk pergi makan malam diluar.......

Tok ... Tok ... Tok.

"Silviana! Buka pintu nya!" teriak Tamara mengetuk pintu kamar Silviana dengan kasar.

...Silvia tidak memperdulikannya. Dan lanjut memilih dress berwarna silver selutut, lalu memakainya. Kemudian Silva duduk di depan meja rias, dan mulai merias dirinya dengan makeup tipis dan memoles lipstik berwarna pink mudah di bibir tebalnya, tak lupa Silvia menyemprot parfum mahal di setiap inci tubuhnya.......

"Waktunya menyembur nenek sihir," gumam Silvia mengedipkan salah satu matanya, sambil tersenyum manis menatap pantulan dirinya di depan cermin.

Tok ... Tok ... Tok.

"Silviana! Apa kau tuli!" teriak Tamara semakin marah dan kesal akibat diabaikan oleh Silvia.

Ceklekkkkk.

...Pintu kamar Silviana pun dibuka dari dalam dengan lebar. Silva sengaja melakukan itu agar Tamara semaking terbakar melihat kamar baru nya.......

"Ada apa sih? Berisik sekali."

...Tamara tidak menghiraukan ucapan Silvia, ia meluruskan tatapan nya ke dalam kamar milik Silviana yang baru saja di renovasi dengan sangat mewah, membuat dirinya semaking terbakar api emosi yang meledak-ledak.......

(Visual kamar baru Silvia)

"Siapa yang memberi mu izin untuk melakukan semua ini?" tanya Tamara.

"Bukan urusan mu, lagian apapun yang aku lakukan, itu adalah hak ku," jawab Silvia cuek sambil menatap kuku barunya.

"Hak? Hak apa yang kamu bicarakan Silviana? Jangan lupa kalau kamu disini karna paksaan dari ayah mertuaku dan Leon tidak mau dengan wanita udik seperti mu," sentak Tamara.

"Ayah mertua? Hahahaha ... Apa kamu sedang bercanda Tamara? Sadarlah Tamara, aku adalah istri sah secara hukum dan agama, dan kamu." Silvia melirik Tamara dari kaki perlahan naik keatas dan berhenti tepat di wajah Tamara."Kamu hanyalah gundik suamiku, artinya kamu cuman peliharaan suamiku, tidak lebih," lanjut Silvia mencibir Tamara.

"Kau...."

"Ups ... Maaf, aku sudah lapar, permisi," potong Silvia menutup pintu kamar dan mengunci nya.

...Silvia berjalan pergi meningalkan Tamara dan Pelayan itu sambil tersenyum lebar menuruni anak tangga. Dan mata biru laut Silvia tak sengaja melihat keberadaan Leon yang baru saja pulang dan di sambut oleh para pelayan.......

"Waktunya beraksi," gumam Silvia memasan memasan wajah dingin menuruni anak tangga.

"Bi," panggil Silvia dengan suara keras membuat kepala Pelayan dan Leon menoleh ke arah nya.

"Iya, nyonya Muda," sahut kepala Pelayan sedikit terkejut melihat perubahan Silviana.

"Jangan sajikan makan malam ku, aku akan makan diluar," perintah Silvia tanpa menghiraukan keberadaan Leon.

"Baik, Nyonya muda."

...Silvia berjalan pergi sambil mengibas rambut panjang lurusnya dengan santai, membuat Leon mengerutkan kening menatap pungung nya.......

"Sayang, kamu sudah pulang," tegur Tamara menuruni anak tangga sambil tersenyum lebar.

"Ah, iya Sayang," sahut Leon tersadar, lalu berbalik menatap ke arah Tamara.

...Tamara langsung berlari kecil ke arah Leon, lalu memeluknya dengan erat. Dan Leon pun membalas pelukan Tamara.......

"Sayang, apa kamu yang memberikan uang kepada wanita udik itu?" tanya Tamara manja membenamkan wajah di dada bidang Leon.

"Apa maksudmu Sayang? Aku tidak paham," jawab Leon menautkan kening nya.

...Tamara segera melepaskan pelukan, lalu memasan wajah cemberut kesal mendongak menatap Leon.......

"Kalau begitu. Bagaimana dia bisa membeli mobil mahal dan barang-barang mewah itu? Lalu kamarnya pun di renovasi dengan sangat mewah,Leon," rengek Tamara.

"Apa?" Leon membulat kedua mata dengan sempurna mendengar ucapan Tamara.

"Apa jangan-jangan dia menjual diri kepada Om-Om hidung belang, Leon." Tamara mencoba menebak-nebak sekaligus memanasi Leon.

"Aku akan-"

Drrrttt ... Drrrttt.

...Deringan ponsel milik Leon menghentikan ucapan Leon, dengan cepat Leon merogo saku celananya mengeluarkan ponselnya, lalu menatap layar ponselnya.......

"Mama," ucap Leon melirik Tamara.

"Ayo, cepat jawab," desak Tamara penasaran kenapa Ibu Leon menelfon malam malam begini.

...Leon mengangguk paham, lalu mengeser tombol hijau dan menyalahkan loud speaker.......

"Selamat malam Ma," sapa Leon.

"Malam juga Nak, dimana wanita sial itu?" tanya ibunda Leon dari seberang ponsel dengan nada marah.

"Dia baru saja keluar Ma, pergi kemana Leon tidak tau, memangnya ada apa?" tanya Leon.

"Wanita sial itu seharian penuh menguras habis uang Papa mu, Leon," umpat Ibunda Leon dari seberang ponsel dengan suara semaking keras.

"Apa? Bagaimana itu bisa terjadi Ma?"

"Entahlah Mama juga bingun, untung nya pihak bank mengubungi Mama, kalau tidak, Mama tidak akan tau soal itu."

"Baiklah Ma, nanti Leon akan bicara dengan nya."

"Bagus, selamat malam Nak."

...panggilan pun berakhir. Leon meremas ponselnya dengan marah.......

"Keterlaluan," geram Leon.

"Tuh kan, aku bilang juga apa. Apa jangan jangan-"

"Tamara hentikan. Papaku bukan orang yang seperti itu, bahkan 100 wanita sexi berbaris di hadapan nya, dia tidak akan tertarik," potong Leon tau kemana arah bicara Tamara.

"Maafkan aku sayang," ucap Tamara tersenyum manja mengalungkan kedua lengan nya di leher Leon.

"Baiklah, aku memaafkan mu," sahut Leon ikut tersenyum, lalu mengulurkan tangannya mengusap pipi Tamara dengan lembut.

...Kelembutan Leon membuat Tamara terbawa suasana, kemudian Tamara menjijitkan kedua kakinya, lalu mencium bibir Leon dengan lembut. Leon pun tak segan membalas ciuman Tamara, membuat kepala Pelayan yang sejak tadi berdiri disana, perlahan mundur kebelakan dan memberikan kode kepada yang lain untuk pergi dari ruangan tengah.......

...Ciuman itu semakin lama, semakin dalam dan menuntun. Leon segera melepaskan tautan bibir mereka dengan nafas memburu kasar.......

"Kenapa sayang?" tanya Tamara menatap bingun wajah Leon.

"Aku tidak bisa melanjutkannya, maafkan aku Sayang," jawab Leon mengusap sudut bibir Tamara yang basa akibat ulahnya.

...Walaupun Leon membenci Silviana, namun dia sangat mengormati pernikahan mereka, dan enggan melakukan hal lebih kepada Tamara cinta pertamanya itu.......

"Kenapa sih kamu selalu menolak ku Leon? Apa kamu mulai mencintai wanita sial itu!" Tamara menuduh Leon penuh penuh kecewa menatap Leon.

"Bukan itu, maksudku Sayang."

"Ala! Lupakan saja, malam ini aku tidur di rumahku, permisi."

...Tamara dengan marah meraih tas tangan mahalnya, lalu berjalan pergi menuju pintu mansion, Leon berniat untuk menghentikan nya, namun ia pun takut nanti Tamara akan meminta nya menidurinya sebagai syarat.......

"Aaakkhhh ... Sial, itu semua gara-gara Silviana," geram Leon mengusap wajah nya dengan frustasi.

...🔥🔥🔥🔥...

...(Di sisi lain)...

...Tepatnya di sebuah restoran mahal. Terlihat Silvia tenga menikmati steak beef nya yang di panggang setenga matan dengan bumbu racikan chef restoran sambil meneguk red wine.......

"Aku sangat puas melihat nenek lampir itu terbakar emosi," gumam Silvia tersenyum dan lanjut memakan steak beef nya dengan lahap.

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Pandagabut🐼

Pandagabut🐼

Tamara adalah gayung lope pink /Grin//Grin//Grin/

2025-03-10

3

Kusii Yaati

Kusii Yaati

merenovasi kamarnya pakai sihir ya Thor... dalam sekejap langsung jadi 🤭

2025-03-14

1

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

bagus silviaa... lanjutkan klo perlu buat si nenek lampir terusir dari hidup suami mu

2025-03-17

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01²
2 Episode 02²
3 Episode 03²
4 Episode 04²
5 Episode 05²
6 Episode 06²
7 episode 07²
8 Episode 08²
9 Visual karakter.
10 Episode 10²
11 Episode 11²
12 Episode 12²
13 Episode 13²
14 Episode 14²
15 Episode 15²
16 Episode 16²
17 Episode 17²
18 Episode 18²
19 Episode 19²
20 Episode 20²
21 Episode 21²
22 Episode 22²
23 Episode 23²
24 Episode 24²
25 Episode 25²
26 Episode 26²
27 Episode 27²
28 Episode 28²
29 Episode 29²
30 Episode 30²
31 Episode 31²
32 Episode 32²
33 Episode 33²
34 Episode 34²
35 Episode 35²
36 Episode 36²
37 Episode 37²
38 Episode 38²
39 Episode 39²
40 Episode 40²
41 Episode 41²
42 Episode 42²
43 Episode 43²
44 Episode 44²
45 Episode 45²
46 Episode 46²
47 Episode 47²
48 Episode 48²
49 Episode 49²
50 Episode 50²
51 Episode 51²
52 Episode 52²
53 Episode 53²
54 Episode 54²
55 Episode 55²
56 Episode 56²
57 Episode 57²
58 Episode 58²
59 Episode 59²
60 Episode 60²
61 Episode 61²
62 Episode 62²
63 Episode 63²
64 Episode 64²
65 Episode 65²
66 Episode 66²
67 Episode 67²
68 Episode 68²
69 Episode 69²
70 Episode 70²
71 Episode 71²
72 Episode 72²
73 Episode 73²
74 Episode 74²
75 Episode 75²
76 Episode 76²
77 Episode 77²
78 Episode 78²
79 Episode 79²
80 Episode 80²
81 Episode 81²
82 Episode 82²
83 Episode 83²
84 Episode 84²
85 Episode 85²
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 01²
2
Episode 02²
3
Episode 03²
4
Episode 04²
5
Episode 05²
6
Episode 06²
7
episode 07²
8
Episode 08²
9
Visual karakter.
10
Episode 10²
11
Episode 11²
12
Episode 12²
13
Episode 13²
14
Episode 14²
15
Episode 15²
16
Episode 16²
17
Episode 17²
18
Episode 18²
19
Episode 19²
20
Episode 20²
21
Episode 21²
22
Episode 22²
23
Episode 23²
24
Episode 24²
25
Episode 25²
26
Episode 26²
27
Episode 27²
28
Episode 28²
29
Episode 29²
30
Episode 30²
31
Episode 31²
32
Episode 32²
33
Episode 33²
34
Episode 34²
35
Episode 35²
36
Episode 36²
37
Episode 37²
38
Episode 38²
39
Episode 39²
40
Episode 40²
41
Episode 41²
42
Episode 42²
43
Episode 43²
44
Episode 44²
45
Episode 45²
46
Episode 46²
47
Episode 47²
48
Episode 48²
49
Episode 49²
50
Episode 50²
51
Episode 51²
52
Episode 52²
53
Episode 53²
54
Episode 54²
55
Episode 55²
56
Episode 56²
57
Episode 57²
58
Episode 58²
59
Episode 59²
60
Episode 60²
61
Episode 61²
62
Episode 62²
63
Episode 63²
64
Episode 64²
65
Episode 65²
66
Episode 66²
67
Episode 67²
68
Episode 68²
69
Episode 69²
70
Episode 70²
71
Episode 71²
72
Episode 72²
73
Episode 73²
74
Episode 74²
75
Episode 75²
76
Episode 76²
77
Episode 77²
78
Episode 78²
79
Episode 79²
80
Episode 80²
81
Episode 81²
82
Episode 82²
83
Episode 83²
84
Episode 84²
85
Episode 85²

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!