Episode 03²

...Sebelum pergi menemui Dokter. Silvia menempatkan diri untuk pergi ke bank untuk mengecek jumlah uang yang ada di rekening sang Kakak.......

"Nyonya Amores, total uang yang ada di rekening anda berjumlah 10M," ucap staff bank setelah mengecek kartu rekening tersebut.

"10M?"

...Silvia melongo dengan tatapan tak percaya setelah mendengar ucapan staff bank, itu artinya selama ini Kakaknya hidup berhemat demi bisa mencarinya.......

"Terima kasih mbak, saya permisi dulu."

"Sama-sama Nyonya."

...Silvia bergegas pergi dari sana dengan perasaan bahagia bercampur sedih. Ia tak menyangka sang Kakak akan rela hidup seadaanya agar bisa mencarinya.......

"Terima kasih Kak, aku tidak akan sia-siakan pengorbanan mu," batin Silvia tersenyum pahit, lalu kembali masuk ke dalam taksi online tadi.

...Taksi itu pun pergi meningalkan bank menuju rumah sakit. Setelah tiba disana, Silvia membayar taksi tersebut, lalu berjalan masuk pintu utama rumah menuju ruang dokter spesialis yang sudah ia hubungi mengunakan nama dan ponsel sang Kakak.......

Ceklekkkk.

"Selamat datang, Nyonya Amores," sapa dokter menatap ke arah pintu ruangan yang barusan dibuka.

...Silvia hanya membalas Dokter itu dengan senyuman kecut dan melangkah masuk ke dalam ruangan. Dalam hatinya, ia sangat malas mendengar nama belakan suami kakaknya itu.......

"Silahkan duduk,Nyonya."

"Terima kasih."

"Ada keperluan apa Nyonya menghubungiku?" tanya Dokter menatap wajah Silvia yang kini sangat pucat.

"Aku ingin mengecek paru-paruku Dok, kemarin aku tidak sengaja salah makan dan muntah darah," jawab Silvia berbohong.

"Pantas saja Nyonya sangat pucat." Dokter pun bangkit dari duduknya, lalu melangkah mendekati Silvia.

"Silahkan ikut saya, Nyonya," ajak Dokter berjalan pergi menuju pintu ruangan.

...Silvia menganguk kecil dan bangkit dari duduknya. Lalu berjalan mengekori sang Dokter dari belakan. Mereka berdua berjalan menelusuri lorong rumah sakit menuju sebuah ruangan, lalu masuk. Terlihat di dalam ruangan itu dilengkapi banyak peralatan medis.......

...Silvia pun diminta untuk menganti baju pasien, lalu berbaring diatas bangkar. Tak lama beberapa perawat dengan pakaian medis berwarna putih mendekati Silvia. Sebelum mereka melakukan pemeriksaan, Silvia dibius terlebih dahulu, dan mereka pun mulai tugas mereka.......

...(2 jam kemudian)...

...Silvia tersadar dari obat bius, perlahan membuka kedua matanya menatap atap rumah sakit.......

"Nyonya, Anda sudah sadar?" tegur Dokter tadi berdiri di samping bangkar Silvia.

"Nak, kamu tidak apa-apa kan?" tanya seorang pria paru baya berwajah tampan bak dewa yunani berdiri di samping Dokter menatap Silvia dengan wajah cemas.

"Ugh ... Kamu siapa?" tanya Silvia bingun sambil memegan kepalanya yang terasa nyeri.

"Aku adalah Ayah mertuamu Nak," jawab pria paru baya itu penuh perhatian.

"Maaf Tuan Antonio, sepertinya Nyonya muda belum sepenuhnya sadar dari obat bius," ucap Dokter kembali memeriksa Silvia.

"Tidak apa-apa, yang paling penting bagiku sekarang adalah, menantuku baik-baik saja," ujar Antonio tersenyum lega.

"Oh ... Jadi ini mertua Kakak, pasti hanya dia yang mau menerima Kakak," batin Silvia menebak setelah melihat seisi ruangan yang hanya terdapat Dokter dan Ayah mertuanya itu.

"Maaf Ayah mertua, aku jadi merepotkan mu," ucap Silvia tersenyum hambar menoleh ke arah Antonio.

"Tidak apa-apa Nak, lagian saya sudah berjanji kepada mendiang Ayah dan Kakek mu, bahwa aku akan selalu menjaga mu," ujar Antonio mengusap kepala Silva penuh perhatian.

"Emmm ... Bagaimana hasilnya Dok?" tanya Silvia melirik ke arah Dokter.

...Dokter yang dari tadi melamun memperhatikan cara tuan Antonio memperlakukan Silvia dengan lembut, seketika tersadar dari lamunannya.......

"Ah, semuanya baik-baik saja setelah sisa racun itu kami berhasil sedot dari lambung Anda, Nyonya," jawab sang Dokter tersenyum canggung.

"Racun?" tanya Antonio melirik ke arah Dokter dan Silvia secara bergantian.

"Ah, itu ... Anu, Ayah mertua tidak perlu khawatir, kemarin aku keracunan makanan, jadi hanya ingin memastikan," elak Silvia menunjukan senyuman semanis mungkin agar tidak dicurigai.

"Bagaimana bisa menantuku keracunan makanan di dalam mansion suaminya sendiri? Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus bertanya kepada para Pelayan disana," ucap Antonio emosi.

"Ayah mertua tenanglah, aku hanya salah makan," bujuk Silvia mencoba meredakan emosi Antonio.

...Melihat usaha Silvia. Tuan Antonio pun mencoba menangkan diri sambil menghela nafas berat, lalu menatap Silvia.......

"Lain kali kamu harus melaporkan semuanya kepadaku, jangan diam saja Nak, aku bukan cuman Ayah mertua mu, tapi Ayah mu juga," timpalnya lagi Antonio.

"Baik Ayah mertua, terima kasih sudah perhatian kepadaku." Silvia tersenyum lebar mengangguk dan patuh.

"Dasar anak keras kepala."

...Tuan Antonio mengacak rambut panjang keemasan Silvia dengan gemas, seperti yang selalu ia lakukan saat Silviana masih kecil.......

"Nyonya dan Tuan besar, ini adalah resep obat, silahkan diminum secara teratur," sela Dokter menyerahkan secarik kertas kepada Silvia.

...Tuan Antonio dengan cepat meraih kertas itu, lalu berterima kasih kepada sang Dokter, kemudian melirik ke arah Silvia.......

"Nak. Gantilah baju mu, Ayah akan menungu mu diluar," ucap Antonio mengajak Dokter pergi meningalkan ruang rawat Silvia.

...Silvia pun bergegas menganti baju, lalu berjalan keluar dari ruangan rawat. Ia merasa semaking baik dan bersemangat sambil tersenyum cerah.......

"Keadaanku baik-baik saja, itu artinya aku akan bermain dengan mereka tampa belas kasihan," gumam Silvia tersenyum lebar berjalan ke arah Antonio yang sedang menunggunya di depan pintu utama rumah sakit.

"Ayo kita pulang, Nak," ajak Antonio mengulurkan tangannya ke arah Silvia.

"Ayah mertua pergi duluan saja, saya mau pergi salon dan berbelanja sejenak." Tolak Silvia secara halus Silvia.

"Kalau begitu pakai kartu Ayah."

"Tidak Ayah mertua, aku masih punya sedikit uang."

...Tuan Antonio tidak memperdulikan penolakan Silvia, dengan cepat ia mengeluarkan dompet miliknya, lalu mengeluarkan sebuah kartu ATM berwarna hitam dan meraih tangan Silvia.......

"Dilarang menolak," tegas Antonio meletakan kartu tersebut di tangan Silvia.

"Ayah mertua yang memaksaku, jadi aku akan menguras semua uang yang ada di dalam ATM ini tampa sisa," ucap Silvia.

"Hahahaha ... Tidak apa-apa, lagian itu tidak akan membuat Ayah jatuh miskin." Antonio menatap Silvia sambil tertawa kecil.

"Baik."

"Kalau begitu Ayah pamit, kamu hati-hati di jalan, ada sesuatu cepat hubungi Ayah."

"Iya, Ayah mertua."

...Tuan Antonio berjalan pergi meningalkan Silvia, lalu masuk ke dalam mobil dan pergi. Silvia pun segera memesan taksi online pergi meningalkan rumah sakit menuju showroom mobil, ia berencana membeli sebuah mobil lambo berwarna hitam, agar dia tidak perlu memesan taksi saat ingin berpergian.......

...Setelah membelinya. Silvia mengendarai mobil sport barunya itu menuju sebuah salon ternama dan melakukan perawatan seluruh tubuh.......

...(1 jam kemudian)...

"Nyonya total nya-" ucapan staff salon itu terhenti saat Silvia menyodorkan kartu kredit milik Antonio tepat di wajahnya.

"Gesek saja," perintah Silvia singkat.

"Baik,Nyonya." Staff salon itu pun meraih kartu kredit tersebut, lalu pergi.

...Beberapa jam kemudian semua perawatan yang dilakukan oleh Silvia selesai. Silvia pergi pun meningalkan salon tersebut menuju mall ternama di kota X.......

...Hari ini Silvia belanja gila-gilaan mengunakan kartu ATM milik tuan Antonio, membuat asisten tuan Antonio berkeringat dingin mendapatkan banyak notifikasi dari pihak bank.......

...Setelah puas berbelanja. Silvia pun kembali ke mansion sambil membawa banyak barang belanjaan memasuki mansion. Lalu memerintah para pelayan membawa sisa barang belanjaan nya menuju kamar nya yang sudah di renovasi sejak tadi siang, saat dia masih berada di showroom mobil.......

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Aam Amalia

Aam Amalia

baru mampir nih...mulai nyicil baca...mulai seru.dari awal pun udah terhipnotis sama ceritanya....🥰🥰🥰

2025-03-12

1

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

aku suka gayamu silviaaa... ahh jadi canduuu baca novel nyaaa

2025-03-17

1

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Babak baru,,,kehidupan baru,,,
Silvia tunjukan pesonamu,hempas gundik suamimu.

2025-03-21

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01²
2 Episode 02²
3 Episode 03²
4 Episode 04²
5 Episode 05²
6 Episode 06²
7 episode 07²
8 Episode 08²
9 Visual karakter.
10 Episode 10²
11 Episode 11²
12 Episode 12²
13 Episode 13²
14 Episode 14²
15 Episode 15²
16 Episode 16²
17 Episode 17²
18 Episode 18²
19 Episode 19²
20 Episode 20²
21 Episode 21²
22 Episode 22²
23 Episode 23²
24 Episode 24²
25 Episode 25²
26 Episode 26²
27 Episode 27²
28 Episode 28²
29 Episode 29²
30 Episode 30²
31 Episode 31²
32 Episode 32²
33 Episode 33²
34 Episode 34²
35 Episode 35²
36 Episode 36²
37 Episode 37²
38 Episode 38²
39 Episode 39²
40 Episode 40²
41 Episode 41²
42 Episode 42²
43 Episode 43²
44 Episode 44²
45 Episode 45²
46 Episode 46²
47 Episode 47²
48 Episode 48²
49 Episode 49²
50 Episode 50²
51 Episode 51²
52 Episode 52²
53 Episode 53²
54 Episode 54²
55 Episode 55²
56 Episode 56²
57 Episode 57²
58 Episode 58²
59 Episode 59²
60 Episode 60²
61 Episode 61²
62 Episode 62²
63 Episode 63²
64 Episode 64²
65 Episode 65²
66 Episode 66²
67 Episode 67²
68 Episode 68²
69 Episode 69²
70 Episode 70²
71 Episode 71²
72 Episode 72²
73 Episode 73²
74 Episode 74²
75 Episode 75²
76 Episode 76²
77 Episode 77²
78 Episode 78²
79 Episode 79²
80 Episode 80²
81 Episode 81²
82 Episode 82²
83 Episode 83²
84 Episode 84²
85 Episode 85²
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 01²
2
Episode 02²
3
Episode 03²
4
Episode 04²
5
Episode 05²
6
Episode 06²
7
episode 07²
8
Episode 08²
9
Visual karakter.
10
Episode 10²
11
Episode 11²
12
Episode 12²
13
Episode 13²
14
Episode 14²
15
Episode 15²
16
Episode 16²
17
Episode 17²
18
Episode 18²
19
Episode 19²
20
Episode 20²
21
Episode 21²
22
Episode 22²
23
Episode 23²
24
Episode 24²
25
Episode 25²
26
Episode 26²
27
Episode 27²
28
Episode 28²
29
Episode 29²
30
Episode 30²
31
Episode 31²
32
Episode 32²
33
Episode 33²
34
Episode 34²
35
Episode 35²
36
Episode 36²
37
Episode 37²
38
Episode 38²
39
Episode 39²
40
Episode 40²
41
Episode 41²
42
Episode 42²
43
Episode 43²
44
Episode 44²
45
Episode 45²
46
Episode 46²
47
Episode 47²
48
Episode 48²
49
Episode 49²
50
Episode 50²
51
Episode 51²
52
Episode 52²
53
Episode 53²
54
Episode 54²
55
Episode 55²
56
Episode 56²
57
Episode 57²
58
Episode 58²
59
Episode 59²
60
Episode 60²
61
Episode 61²
62
Episode 62²
63
Episode 63²
64
Episode 64²
65
Episode 65²
66
Episode 66²
67
Episode 67²
68
Episode 68²
69
Episode 69²
70
Episode 70²
71
Episode 71²
72
Episode 72²
73
Episode 73²
74
Episode 74²
75
Episode 75²
76
Episode 76²
77
Episode 77²
78
Episode 78²
79
Episode 79²
80
Episode 80²
81
Episode 81²
82
Episode 82²
83
Episode 83²
84
Episode 84²
85
Episode 85²

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!