Episode 02²

...Saat tenga malam. Silvia yang sedang tertidur lelap tiba-tiba terbangung sudah berada di taman luas dipenuhi oleh bunga-bunga yang tumbuh dengan mekar.......

"Astaga ... Dimana ini sekarang?" tanya Silvia duduk menatap sekitar taman.

"Hi," sapa suara lemah lembut dari arah samping Silvia.

Silvia pun menoleh ke arah sumber suara."Siapa kamu?" tanyanya.

"Aku adalah kembaran mu Silvia, sudah lama aku menabung uang dan mencari mu, namun akhirnya kita harus bertemu kembali dalam keadaan seperti ini," jawab wanita itu duduk di samping Silvia, sambil tersenyum hangat menatap Silvia.

...Silvia semaking kebingunan menatap wanita itu, karna yang ia tau, ia adalah putri tunggal dari keluarga kaya raya yang berasal dari negara A. Mengetahui Silvia sedang bingun, wanita itu pun mencoba menjelaskan.......

"Aku tau kamu pasti kebingunan saat ini, tapi tidak apa-apa, aku sudah menulis semuanya di dalam diary yang ada di lemari ku, kamu bisa membaca nya nanti," ucap wanita yang tak lain adalah Silviana.

...Silviana menghela nafas berat, lalu bangkit dari duduknya, ia merasa berat untuk melangkah pergi karna ini pertama kalinya ia bertemu sang adik tercinta setelah berpisah sejak mereka masih kecil.......

"Hei! Tunggu!" pekik Silvia bergegas bangkit dari duduknya berlari meraih lengan Silviana.

"Ada apa Silvia?" tanya Silviana menoleh ke arah Silvia.

"Bisakah kamu jelaskan semuanya? Jangan membuatku penasaran," desak Silvia.

"Kamu akan tau setelah membaca diary itu, adik ku." Silviana melepaskan genggaman tangan Silvia, lalu mengulurkan tanyanya menyentuh lembut salah satu pipi Silvia."kamu sangat cantik seperti ibu kita," lanjut Silviana berkaca-kaca memuji Silvia.

...Air mata yang ditahan oleh Silviana akhirnya meleleh dan membasahi kedua pipinya, dengan berat hati Silviana melepaskan tangannya dari pipi Silvia, lalu berjalan pergi menuju cahaya putih.......

"Hei! Kamu mau kemana? Tunggu!" teriak Silvia mencoba mengejar Silviana.

...Namun Silviana terus berjalan pergi tampa menoleh ke belakan, dan menghilang di telang oleh cahaya putih itu.......

"Tidak ... Tidak ... Tunggu!" teriak Silvia terbangung dari tidurnya dengan nafas ngos-ngosan.

...Silvia keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya. nafasnya memburu kasar mencoba mengingat kembali mimpinya itu, ia pun duduk terdiam diatas kasur untuk menangkan dirinya sejenak, lalu melirik ke arah jam dinding kamarnya, ternyata jam sudah menunjuk pukul jam 06:00 pagi.......

"Apa tadi itu nyata? Dimana diary itu?"

...Silvia bergegas bangkit dari atas kasur, lalu berjalan menuju lemari kayu yang sudah tua, dan membukanya dengan lebar.......

...Silvia mulai mengobrak abrik isi lemari milik Silviana, dan menemukan sebuah kunci di bawa tumpukan baju Silviana.......

"Tidak salah lagi, ini pasti kunci lemari penyimpanan diary itu."

...Silvia bergegas memasukan kunci itu di setiap laci lemari yang ada disana, namun tidak satu pun yang bisa dibuka, dan akhirnya kunci itu bisa putar di laci terakhir yang ada di dalam lemari kayu besar tersebut.......

Sreeekkkk.

...Silvia menarik pelang laci itu dengan tangan gemetar, tiba-tiba muncul perasaan sedih bercampur bingun menyelimuti dirinya.......

"Jika benar Silviana adalah kakak dan kembaran ku, aku tidak akan memaafkan mereka semua," ucap Silvia menitikan air mata.

Deg!

...Jantung Silvia berdetak dengan kencang saat kedua mata biru lautnya menatap sebuah diary berukurang besar di dalam laci itu, itu artinya apa dia mimpikan, nyata. Perlahan Silvia meraih diary itu, lalu membuka dan membacanya.......

"Hi Silvia, kenalkan aku Silviana kakak mu. Aku tau kamu pasti bingun karna ini pertama kalinya kamu mengenalku, tapi tidak apa-apa, kakak akan menceritakan semuanya kepadamu."

"Salam kenal juga, kakak..." lirih Silvia menitikan air mata mencium diary itu dengan lembut, lalu berjalan mendekati ranjang, kemudian duduk di tepi ranjang.

"Ini adalah foto kita saat masih kecil, saat itu kita masih berumur 1 tahun dan kita tenga bermain di taman, namun tiba-tiba ada kekacauan dan kamu menghilang. Papa dan Mama sudah berusaha mencarimu di berbagai negara hingga perusahaan Papa bangkrut total. Papa mengalami depresi berat dan memilih mengakhiri hidup nya sendiri, setelah kematian Mama."

"Apa?"

...Silvia bergegas meraih foto masa kecil nya bersama Silviana dan menatapnya dengan lekat, ternyata memang benar, mereka saudara kembar, karna ada foto masa kecilnya mirip seperti itu di dalam bingkai miliknya, namun saat dewasa rambutnya di cat menjadi coklat tua dengan alasan tidak enak dilihat oleh sang ibu.......

"Silviana ... Kakak..." lirih Silva menangis terisak-isak, kemudian lanjut baca.

"Dan Suatu hari kakak di paksa menikahi seorang pria bernama Leon Amores. Ia berasal dari keluarga konglomerat, dan dia juga memiliki kekasih pujaan hati sekaligus cinta pertamanya bernama Tamara. Kehidupan kakak sangat tersiksa, namun kakak terus semangat karna tekad untuk menemukan mu kembali sangat kuat. Di tambah kakak tidak bisa menolaknya karna mereka berjasa kepada kakek."

Deg!

...Jantung Silvia kembali berdetak dengan kencang setelah membaca halaman pertama diary itu, namun tiba-tiba.......

Brakkkkk!

...Pintu kamar Silviana...

...dibuka dengan kasar, membuat Silvia yang tenga menangis melirik ke arah pintu kamar.......

"Wah ... Ternyata nyonya Besar sudah bangun, tapi malah melamun," ejek Pelayan semalam menatap Silviana alias Silvia dengan sinis.

...Silvia dengan marah meletakan buku diary itu diatas ranjang, lalu bangkit dan berjalan menghampiri Pelayan itu.......

"Kau tau kalau aku adalah nyonya Besar disini, lalu kenapa kamu masih berani meremehkan ku?"

"Cih! Cepat pakai baju Pelayan ini." Pelayan itu melemparkan sebuah baju seragam khusus Pelayan tepat mengenai wajah Silvia."Pakai itu dan cepat ke dapur," perintah pelayan itu.

Plakkkkkk!

...Satu tamparan keras mendarat di pipi kiri Pelayan itu, membuat Pelayan itu terkejut menatap Silvia.......

"Kau berani menamparku!" bentaknya.

Graaapppp.

...Silvia meraih rambut Pelayan itu ke arah nya dengan kasar, lalu berbisik di telinganya.......

"Aku bahkan berani mencakar habis wajah mu, kalau lain kali kau berani bertingkah seolah kau adalah nyonya di mansion ini, paham."

...Pelayan malan itu mengangguk dengan takut, kedua bola matanya membulat sempurna menatap kedua mata Silvia yang seolah tenga ingin membunuhnya.......

Swooossss.

...Silvia menghempas rambut Pelayan itu dengan kasar, lalu menatapnya dengan dingin.......

"Cepat pergi dari sini, melihat wajahmu membuatku mual," usir Silvia.

...Pelayan itu pun mengangguk dengan cepat, lalu berlari kecil meningalkan kamar itu. Setelah Pelayan laknat itu menghilang dari pandangannya, ia pun menghela nafas berat.......

"Huuffff ... Apa ada sedikit uang di laci itu? Aku harus pergi menemui Dokter," gumam Silvia.

...Silvia kembali berjalan menuju lemari, dan membongkar laci yang tadi. Ia menemukan sebuah kartu rekening berwarna hitam beserta nomor pin di dalam sebuah amplop, seolah itu ditujukan untuk dirinya.......

"Maaf kak, aku membutuhkannya," ucap Silvia menatap keatas atap mansion sambil menautkan kedua tangan nya.

...Kemudian Silvia bergegas mandi, lalu berjalan keluar dari dalam kamar yang letak di lantai dua. Ia menuruni anak tangga menuju ruangan tengah sambil mengotak atik ponsel Silviana.......

...Di meja makan. Leon sedang duduk bersama Tamara tenga menikmati sarapan mereka. Silvia tidak menghiraukan mereka berdua dan lanjut berjalan menuju pintu mansion, kemudian menaiki taksi online yang sudah ia pesan dari tadi, dan pergi meningalkan mansion itu.......

(Bersambung)

Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

walau kata katanya agak sedikit membangogkan aq lanjut membaca cerita ini

2025-03-14

2

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

ternyata Silvia dan Silvina kembar 😊😊😊😊😊😊

2025-03-17

1

Bora Mahkota

Bora Mahkota

amburadul bah🤣🗿

2025-03-28

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 01²
2 Episode 02²
3 Episode 03²
4 Episode 04²
5 Episode 05²
6 Episode 06²
7 episode 07²
8 Episode 08²
9 Visual karakter.
10 Episode 10²
11 Episode 11²
12 Episode 12²
13 Episode 13²
14 Episode 14²
15 Episode 15²
16 Episode 16²
17 Episode 17²
18 Episode 18²
19 Episode 19²
20 Episode 20²
21 Episode 21²
22 Episode 22²
23 Episode 23²
24 Episode 24²
25 Episode 25²
26 Episode 26²
27 Episode 27²
28 Episode 28²
29 Episode 29²
30 Episode 30²
31 Episode 31²
32 Episode 32²
33 Episode 33²
34 Episode 34²
35 Episode 35²
36 Episode 36²
37 Episode 37²
38 Episode 38²
39 Episode 39²
40 Episode 40²
41 Episode 41²
42 Episode 42²
43 Episode 43²
44 Episode 44²
45 Episode 45²
46 Episode 46²
47 Episode 47²
48 Episode 48²
49 Episode 49²
50 Episode 50²
51 Episode 51²
52 Episode 52²
53 Episode 53²
54 Episode 54²
55 Episode 55²
56 Episode 56²
57 Episode 57²
58 Episode 58²
59 Episode 59²
60 Episode 60²
61 Episode 61²
62 Episode 62²
63 Episode 63²
64 Episode 64²
65 Episode 65²
66 Episode 66²
67 Episode 67²
68 Episode 68²
69 Episode 69²
70 Episode 70²
71 Episode 71²
72 Episode 72²
73 Episode 73²
74 Episode 74²
75 Episode 75²
76 Episode 76²
77 Episode 77²
78 Episode 78²
79 Episode 79²
80 Episode 80²
81 Episode 81²
82 Episode 82²
83 Episode 83²
84 Episode 84²
85 Episode 85²
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Episode 01²
2
Episode 02²
3
Episode 03²
4
Episode 04²
5
Episode 05²
6
Episode 06²
7
episode 07²
8
Episode 08²
9
Visual karakter.
10
Episode 10²
11
Episode 11²
12
Episode 12²
13
Episode 13²
14
Episode 14²
15
Episode 15²
16
Episode 16²
17
Episode 17²
18
Episode 18²
19
Episode 19²
20
Episode 20²
21
Episode 21²
22
Episode 22²
23
Episode 23²
24
Episode 24²
25
Episode 25²
26
Episode 26²
27
Episode 27²
28
Episode 28²
29
Episode 29²
30
Episode 30²
31
Episode 31²
32
Episode 32²
33
Episode 33²
34
Episode 34²
35
Episode 35²
36
Episode 36²
37
Episode 37²
38
Episode 38²
39
Episode 39²
40
Episode 40²
41
Episode 41²
42
Episode 42²
43
Episode 43²
44
Episode 44²
45
Episode 45²
46
Episode 46²
47
Episode 47²
48
Episode 48²
49
Episode 49²
50
Episode 50²
51
Episode 51²
52
Episode 52²
53
Episode 53²
54
Episode 54²
55
Episode 55²
56
Episode 56²
57
Episode 57²
58
Episode 58²
59
Episode 59²
60
Episode 60²
61
Episode 61²
62
Episode 62²
63
Episode 63²
64
Episode 64²
65
Episode 65²
66
Episode 66²
67
Episode 67²
68
Episode 68²
69
Episode 69²
70
Episode 70²
71
Episode 71²
72
Episode 72²
73
Episode 73²
74
Episode 74²
75
Episode 75²
76
Episode 76²
77
Episode 77²
78
Episode 78²
79
Episode 79²
80
Episode 80²
81
Episode 81²
82
Episode 82²
83
Episode 83²
84
Episode 84²
85
Episode 85²

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!