Bab 13 Kepergok Danis

    Danis masih mengamati kamar Davis. "Cincin, cincin apaan? Mencurigakan," bisik Danis sembari fokus menatap ke dalam.

     Danis masih berkutat memikirkan ucapan Davis tadi di bawah, mengenai perempuan yang dikatakannya merupakan orang yang sudah dekat dengan mereka sejak dulu.

     Danis mengerutkan keningnya dalam, hatinya menebak bahwa orang yang dimaksud Davis adalah Silva. Dan mengenai beresiko yang dikatakan Davis tadi, tentu saja beresiko, sebab orang pertama yang akan menghalangi hubungan mereka adalah sang mama. Sang mama hanya menginginkan Silva tetap jadi anak meskipun statusnya anak adopsi.

     "Apakah benar Silva? Ya ampun, sepertinya dugaanku benar. Davis sudah keterlaluan," bisik Danis seraya merangsek masuk ke dalam kamar Davis tanpa permisi.

     "Silva, Davis, apa-apaan kalian? Kenapa kamu tindih Silva seperti itu? Kalian ini adik kakak. Bangun," sentak Danis mengejutkan mereka berdua.

     "Kak Danis, Kak Davis mau balas dendam karena barusan aku gelitik pinggangnya. Lalu Kak Davis menarik tanganku dan tubuhku kebanting di atas ranjang. Huhhh, menyebalkan. Mana, anunya menonjol lagi," adunya dengan bibir mengerucut tajam.

     "Apa kamu bilang, anunya menonjol? Ya ampun, Davis. Jangan kelewatan kamu bercanda. Walaupun kalian adik kakak, tapi tidak sepantasnya bercanda seperti itu, tindih-tindih tubuh Silva. Sini kamu. Silva keluar dari kamar kakakmu," usir Danis pada Silva. Silva patuh, dia membiarkan Danis memarahi Davis di dalam kamarnya.

     Davis yang sejak tadi berdiri terdiam, hanya menatap datar sang kakak. Ia merasa ketahuan oleh sang kakak.

    "Apaan sih kamu, Dav? Jadi curiga. Jangan-jangan perempuan yang kamu maksud itu Silva, iya?" tatap Danis menuntut jawab.

     "Lepaskan dulu, jangan tarik kerahku dong, Bang." Davis protes, ia berjalan menuju sofa lalu duduk di sana.

     "Jelaskan, siapa perempuan yang kamu maksud itu, apakah Silva?" ulang Danis masih belum berhenti.

     "Menurutmu gimana, Bang?" Davis malah balik bertanya.

     "Gimana apanya? Aku sedang bertanya samamu, Dav. Jelaskan, siapa perempuan itu? Apakah benar Silva?"

     "Iya, perempuan itu Silva. Aku mencintai Silva," akunya sungguh mencengangkan.

     "Jadi, benar?" Danis masih ingin menyangkal kalau perempuan yang dicintai adiknya itu adalah Silva.

     "Iya, sudah aku katakan, perempuan itu adalah Silva. Dan aku mencintainya." Davis sudah tidak menutupi lagi perasaannya di depan sang kakak. Davis juga tidak mau menyimpan rahasia hatinya dari sang kakak. Satu orang sudah mengetahui, hati Davis sedikit lega.

     "Kamu sungguh mencintainya? Apakah kamu sadar resiko terbesar mu adalah mama? Kamu harus bisa meyakinkan mama kalau kamu mencintai Silva, dan itu tidak mungkin. Karena mama hanya menginginkan Silva hanyalah jadi anaknya, bukan jadi anak angkat lalu berubah jadi menantu," tegas Danis.

     Diakui Davis, tembok paling tinggi yang akan menentang hubungan dirinya bersama Silva, tentu saja sang mama, diapun tahu.

     "Tapi, aku mencintainya, Bang. Aku tidak bisa membendung lagi rasa cinta ini pada Silva. Aku ingin memiliki dan melindunginya. Coba bayangin kalau dia suatu kali menikah dengan lelaki lain, lalu dia dibawa orang itu, tapi ternyata Silva hanya disia-siakan, mama juga pasti tidak akan terima. Lebih baik aku yang memiliki dia. Aku bisa mencintainya dan melindunginya, dengan begitu mama tidak akan kehilangan Silva dari rumah ini, karena yang memilikinya anak mama sendiri," urai Davis berharap Danis mengerti apa yang dirasakannya.

     "Aku paham, tapi mama tidak mungkin punya pikiran sesederhana itu. Tahu sendiri mama seperti apa orangnya, mama itu keras dan sekali dia menyayangi orang itu sebagai anak, maka mama akan menyayanginya hanya sebagai anak. Kecuali jika kamu bisa menaklukan mama," balas Danis membuat hati Davis menciut, karena dia tahu sang mama seperti apa,

     "Lalu bagaimana dengan perasaanku, Bang? Tidak pantaskah aku memperjuangkannya? Lagian Silva bukan darah daging mama dan papa, wajar aku mencintainya." Davis terlihat bingung, kini tangannya mengusak jambul tipisnya kasar.

     "Lakukan dengan cara ksatria. Kamu datangi mama baik-baik dan selami hatinya. Saat mama luluh, kamu ceritakan maksudmu. Sesekali pakai pelicin buat memanjakan mama," usul Danis.

     "Mama itu tidak butuh disogok, mama sudah banyak duit," tepis Davis.

     "Kalau begitu, pikir saja sendiri caranya bagaimana. Aku hanya bisa kasih saran seperti itu. Otakku sudah buntu melihat kelakuanmu yang jatuh cinta pada adik sendiri." Danis berlalu dari kamar Davis setelah dirasa tidak ada lagi saran yang bisa meringankan beban hati Davis.

     "Huhh, Bang Danis. Tidak bisa diandalkan ternyata. Lalu aku harus bagaimana? Aku tetap harus berterus terang sama mama kalau aku mencintai Silva," renungnya bicara sendiri.

     Sementara itu, Silva yang tadi meninggalkan kamar Davis, perasaannya kini seakan tidak karuan. Dia kepikiran dengan sikap kakaknya Davis.

     "Kenapa dengan Kak Davis, sudah beberapa hari dengan hari ini, sikapnya sangat aneh? Ihhhh, kenapa pula tadi anunya menonjol saat tubuhnya menimpa tubuh aku?" Silva tidak habis pikir dengan sikap Davis akhir-akhir ini. Dia merasa Davis bukanlah kakak yang selama ini dia kenal.

     Sementara di lantai bawah, Silva sudah mendengar mama dan papanya pulang. Mama Verli dan Papa Vero disambut oleh Danis. Mereka bahagia melihat Danis ada di rumah.

     "Dan, mana istrimu, apa tidak kamu ajak ke sini?" tanya Papa Vero heran.

     "Sintia sudah Danis antar pulang, Pa. Papa tahu sendiri, dia ingin melahirkan di kampungnya dekat dengan mamanya. Lagipula Sintia sudah mengajukan cuti tiga bulan ke depan. Sepertinya tinggal menghitung hari, Sintia akan segera melahirkan," terang Danis.

     "Lalu, kapan kamu menyusul?" Mama Verli ikut nimbrung.

     "Nanti, Ma. Kalau Sintia menghubungi, Danis segera cabut."

     "Kamu nginap saja di rumah ini selama Sintia di kampung halamannya. Rumahmu biar dijagain ART. Kamu sesekali saja melihat rumah. Berangkat kerja juga bisa dari rumah mama," usul Mama Verli.

     "Iya, Ma. Untuk sementara Danis memang bermaksud tinggal di sini, sampai Sintia menghubungi."

     "Baguslah."

     "Ngomong-ngomong, di mana adikmu, Silva dan Davis, tumben sepi?" tanya Mama Verli seraya menatap lantai dua.

     "Mereka ada di kamarnya masing-masing. Ma, Danis bawa oleh-oleh untuk Mama dan Papa. Bika ambon dan lapis legit yang lagi viral itu," ajak Danis menuju ruang makan lalu menunjukkan bika ambon rasa pandan dan lapis legit kesukaan Mama Verli, yang kini sudah dibelah-belah Bi Acah di atas piring.

     "Sungguh, ini bika ambon yang direview sama salah satu food vloger Farida Nuhun itu?"

     "Iya, Mama. Dan ini bika ambon maupun lapis legitnya bersih serta higienis. Coba deh mama cicip, pasti ketagihan," ujar Danis seraya mendudukkan sang mama di kuris makan.

     "Kalian, sampai heboh banget cuma makanan saja. Tinggal hap juga," sela Papa Vero seraya meraih satu potongan lapis legit, lalu langsung melahapnya.

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

uiiih...udah main tindih aja...
kk adek kandung mana ada begituan klo udah besar...aku aja dilarang masuk kamar Abg ku 😅😅😅

2025-02-21

1

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

waaah ini oleh oleh khas kampung halaman ku di Medan kk Thor....
Bika Ambon dan lapis legit 👍👍👍👍

2025-02-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pantulan Tubuh di Cermin
2 Bab 2 Diejek Anak Pungut
3 Bab 3 Benarkah Aku Anak Pungut?
4 Bab 4 Mendatangi Rumah Riana
5 Bab 5 Melabrak Riana
6 Bab 6 Terpaksa Damai
7 Bab 7 Foto Silvani di Dompet Davis
8 Bab 8 Sebuah Ciuman
9 Bab 9 Ingin Merasakan Hembusan Nafasmu
10 Bab 10 Davis Posesif
11 Bab 11 Cincin Inisial DS Pemberian Davis
12 Bab 12 Perempuan Yang Sejak Dulu Dekat
13 Bab 13 Kepergok Danis
14 Bab 14 Kakak Angkat
15 Bab 15 Menerima Tawaran Ramon
16 Bab 16 Tante Suci Keceplosan
17 Bab 17 Davis Memarahi Silva
18 Bab 18 Menemui Jeng Suci
19 Bab 19 Kenapa Harus Anak Angkat?
20 Bab 20 Dari Siapa Silva Tahu Dia Anak Angkat?
21 Bab 21 Silva Akhirnya Tahu Siapa Dirinya
22 Bab 22 Davis Tetap Akan Memperjuangkan Cintanya Untuk Silva
23 Bab 23 Davis Patah Hati
24 Bab 24 Suasana Rumah Sudah Tidak Hangat Lagi
25 Bab 25 Semakin Jauh
26 Bab 26 Berpamitan
27 Bab 27 Lagi-lagi Silva Menerima Tumpangan Ramon
28 Bab 28 Ketahuan Mama Verli
29 Bab 29 Davis Makan Berdua Dengan Perempuan Muda
30 Bab 30 Keresahan Mama Verli
31 Bab 31 Mama Verli Kecewa
32 Bab 32 Davis Berhenti Pendekatan
33 Bab 33 Skenario Davis
34 Bab 34 Saling Merindu
35 Bab 35 Ikan Sudah Makan Umpan
36 Bab 36 Davis Mulai ke Rumah
37 Bab 37 Membawa Silva ke Rumah
38 Bab 38 Anggap Saja Balas Budi
39 Bab 39 Sah
40 Bab 40 Kapan Siap Malam Pertama?
41 Bab 41 Gagal Deh
42 Bab 42 Ketahuan Deh!
Episodes

Updated 42 Episodes

1
Bab 1 Pantulan Tubuh di Cermin
2
Bab 2 Diejek Anak Pungut
3
Bab 3 Benarkah Aku Anak Pungut?
4
Bab 4 Mendatangi Rumah Riana
5
Bab 5 Melabrak Riana
6
Bab 6 Terpaksa Damai
7
Bab 7 Foto Silvani di Dompet Davis
8
Bab 8 Sebuah Ciuman
9
Bab 9 Ingin Merasakan Hembusan Nafasmu
10
Bab 10 Davis Posesif
11
Bab 11 Cincin Inisial DS Pemberian Davis
12
Bab 12 Perempuan Yang Sejak Dulu Dekat
13
Bab 13 Kepergok Danis
14
Bab 14 Kakak Angkat
15
Bab 15 Menerima Tawaran Ramon
16
Bab 16 Tante Suci Keceplosan
17
Bab 17 Davis Memarahi Silva
18
Bab 18 Menemui Jeng Suci
19
Bab 19 Kenapa Harus Anak Angkat?
20
Bab 20 Dari Siapa Silva Tahu Dia Anak Angkat?
21
Bab 21 Silva Akhirnya Tahu Siapa Dirinya
22
Bab 22 Davis Tetap Akan Memperjuangkan Cintanya Untuk Silva
23
Bab 23 Davis Patah Hati
24
Bab 24 Suasana Rumah Sudah Tidak Hangat Lagi
25
Bab 25 Semakin Jauh
26
Bab 26 Berpamitan
27
Bab 27 Lagi-lagi Silva Menerima Tumpangan Ramon
28
Bab 28 Ketahuan Mama Verli
29
Bab 29 Davis Makan Berdua Dengan Perempuan Muda
30
Bab 30 Keresahan Mama Verli
31
Bab 31 Mama Verli Kecewa
32
Bab 32 Davis Berhenti Pendekatan
33
Bab 33 Skenario Davis
34
Bab 34 Saling Merindu
35
Bab 35 Ikan Sudah Makan Umpan
36
Bab 36 Davis Mulai ke Rumah
37
Bab 37 Membawa Silva ke Rumah
38
Bab 38 Anggap Saja Balas Budi
39
Bab 39 Sah
40
Bab 40 Kapan Siap Malam Pertama?
41
Bab 41 Gagal Deh
42
Bab 42 Ketahuan Deh!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!