Bab 7 Foto Silvani di Dompet Davis

     Sementara itu di kediaman Papa Vero. Silva yang ditinggal hanya berdua dengan Bi Acah, kini sudah memasuki kamar Davis. Langkahnya buru-buru karena Silva takut kalau Davis dan kedua orang tuanya keburu pulang.

     Padahal Silva sudah biasa memasuki kamar kakaknya itu. Tapi, kali ini rasanya begitu was-was. Mungkin karena niatnya ingin mencari tahu siapa cewek Davis saat ini, perasaan takut pun tiba-tiba saja mendera.

     Silva sudah memasuki kamar Davis, lalu menguncinya. Dengan begitu dia bisa leluasa mencari bukti kalau kakaknya tidak sedang jomblo. Walau demikian, Silva harus gerak cepat, karena kali ini niatnya mencari sebuah bukti dari sang kakak.

     Mata Silva mulai mengedar ke seluruh ruangan. Mulai dari lemari baju dan laci meja rias, tapi sayangnya Silva belum menemukan satu barang pun sebagai bukti bahwa sang kakak sedang menjalin hubungan dengan seorang perempuan.

     "Masa nggak ada foto cewek satupun di dalam kamar ini? Foto teman-teman sekantornya barangkali. Padahal Kowad-kowad itu cantik-cantik, masa iya tidak ada satupun yang nyangkut di hati Kak Davis. Apa Kak Davis tidak normal gitu? Sejak putus dari Mbak Bella, Kak Davis tidak lagi terlihat menggandeng cewek," bisik Silva seraya tangannya masih sibuk membongkar ranjang, siapa tahu di bawah ranjang ia menemukan bukti kalau Davis sudah memiliki cewek.

     "Masa sih Kak Davis tidak jatuh cinta lagi sejak Mbak Bella menikah? Tapi, ngakunya dengan Mbak Bella tidak menjalin hubungan, justru saat itu Kak Davis bilang kalau dia dan Mbak Bella hanya teman biasa. Huhh, memang Kak Davis ini membingungkan, lantas ia maunya cewek kayak mana, kalau Mbak Bella saja diakuinya teman biasa?"

     "Jangan-jangan Kak Davis menyukai cewek kesehatan, secara teman sekantornya tidak ada satu orang pun yang nyangkut," tebaknya masih belum menyerah mencari bukti kalau Davis tidak jomblo.

     "Huh, susah juga mencari bukti kalau Kak Davis punya pacar. Sepertinya bukti itu hanya ada dalam dompetnya. Dan sepertinya Kak Davis membawa dompetnya pergi." Silva merasa putus asa karena pencariannya tidak membuahkan hasil. Akhirnya Silva menyerah dan bermaksud keluar dari kamar Davis.

    Namun saat tangannya mulai memegang kunci dan handle pintu, mata Silva bergulir ke arah kastop atau gantungan baju di samping lemari baju Davis. Di sana Silva melihat seragam PDL Davis yang tergantung dengan saku celana belakang yang gendut. Silva curiga di sana dompet Davis berada.

     Tergesa Silva menuju kastop, lalu meraih celana PDL itu dan meraba saku belakang celana. Beruntung apa yang dirabanya ternyata benda yang sejak tadi ia cari.

     Silva meraih dompet itu, dan mengeluarkan dari saku celana PDL. Dengan hati deg-degan, Silva segera memulai aksinya, membuka helai per helai ruangan dalam dompet itu.

     Beberapa kartu ATM berada di sana, KTP, KTA, dan SIM serta kartu lainnya yang sepertinya penting.

     Silva masih belum menyerah, dia susur semua ruang dalam dompet itu satu per satu, sebab lipatan dompet itu terbilang banyak.

     "Mana, ya, kok belum menemukan satupun foto pacarnya Kak Davis?" gumamnya kecewa. Tangannya masih kreatif membuka lipatan dompet sehingga entah lipatan ke berapa, Silva menemukan beberapa foto yang dibungkus dengan plastik transparan.

     Ada beberapa foto di sana, Silva langsung meraih plastik itu, lalu semua foto itu ia keluarkan dari plastiknya.

     Silva terkejut, ternyata foto di dalam plastik transparan itu merupakan foto dirinya dengan berbagai angel. Dan sepertinya foto-foto itu hampir diambil secara hidden. Tapi ada dua foto selfie berdua dirinya dan Davis hasil bidikan kamera Hp yang disimpan di sana. Silva mengingat-ingat, dan sepertinya ia dan Davis memang pernah berfoto selfie seperti itu, saat itu menggunakan kamera Hp milik Davis.

     Dan foto-foto yang lain yang diambil secara hidden, membuat Silva sedikit heran dan termenung beberapa saat.

     "Untuk apa Kak Davis menyimpan foto aku sebanyak ini? Kayaknya foto ini masih baru beberapa bulan lalu deh. Lalu kenapa juga ngambilnya secara sembunyi-sembunyi seperti paparazi saja?" dumelnya. Tangan nya tidak berhenti melihat dan membalikkan belakang foto itu, Silva penasaran dengan belakang foto, jangan-jangan ada tulisan.

     "Ya ampun Kakak, saking sayangnya sama aku sampai foto aku dibidik sembunyi-sembunyi, lalu disimpan di dalam dompet ini?" pikirnya tidak habis pikir.

Tangan Silva berhenti di salah satu foto yang belakangnya ada sebuah tulisan.

"**Davis Love Silvani forever**." Bahkan diakhir tulisan itu ada lambang panah menancap ke dalam bentuk hati. Di sini Silva berpikir keras dengan tulisan itu.

"Apa maksud Kak Davis, cinta? Kak Davis cinta aku? Aku adiknya, wajar kalau Kak Davis mencintai aku, menyayangi aku," gumamnya.

Silva berpikir lama tentang tulisan di balik foto itu. Dia merasa ada yang aneh dan mulai berpikir di luar nalar.

"Apakah Kak Davis mencintai aku sebagai ... Ihhh tidak. Aku kan adiknya, sedarah. Amit-amit. Atau karena saking sayangnya sama aku, lalu Kak Davis mengungkapkan rasa cintanya dengan tulisan di belakang foto itu?"

"Tahu, ah, bingung aku. Kak Davis ini membingungkan, masa iya hanya foto aku saja yang disimpan, tapi foto pacarnya tidak ada?" Silva benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan Davis yang menyimpan fotonya banyak-banyak di dompetnya.

Seru suara motor terdengar di luar rumah. Silva terkejut dan segera mengembalikan foto itu ke dalam plastik transparan tadi, lalu diselipkan lagi di tempat semula. Sayangnya karena terburu-buru dan takut Davis keburu masuk, ada satu foto yang terjatuh dan tercecer di bawah lantai.

Silva tidak menghiraukan keadaan itu lagi, dia segera membuka membuka pintu dan cabut secepatnya dari kamar Davis. Ia masuk kamarnya dan pura-pura santai di sana, menyetel musik dengan ear phone di telinganya.

Mama Verli dan Papa Vero juga Davis masuk beriringan. Mereka bertiga disambut Bi Acah di bawah.

"Silva mana Bi?" tanya Mama Verli.

"Non Silva sejak tadi belum turun, Bu. Saya tadi sudah memanggil untuk makan bolu kesukaannya, tapi tidak nyahut-nyahut," jawab Bi Acah.

"Biar saja, biar saya samperin ke kamarnya." Mama Verli bergegas menuju tangga diekori Davis menuju kamar Silva.

"Silva, ya ampun, pantas kamu tidak dengar Bi Acah memanggil. Lihatlah, adikmu ternyata sedang mendengarkan musik pakai earphone," teriak Mama Verli seraya melepas ear phone di telinga Silva.

"Aku jatuh cintaaaaa, ehhhh kokkkk ... Mamaaaaaa," jerit Silva saat ear phone nya diambil sang mama.

Silva pura-pura pasang wajah kaget saat melihat Mama Verli dan Davis. Saat melihat ke arah Davis, jantung Silva mendadak berdebar, ia ingin tahu kenapa Davis menyimpan banyak fotonya di dompet, lalu kenapa juga ada salah satu foto dengan tulisan "**Davis Love Silvani Forever**?"

Terpopuler

Comments

Mrs.Riozelino Fernandez

Mrs.Riozelino Fernandez

pasti Silva mikir ini Davis mengidap sister complex mungkin ya 😅😅😅😅

2025-02-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Pantulan Tubuh di Cermin
2 Bab 2 Diejek Anak Pungut
3 Bab 3 Benarkah Aku Anak Pungut?
4 Bab 4 Mendatangi Rumah Riana
5 Bab 5 Melabrak Riana
6 Bab 6 Terpaksa Damai
7 Bab 7 Foto Silvani di Dompet Davis
8 Bab 8 Sebuah Ciuman
9 Bab 9 Ingin Merasakan Hembusan Nafasmu
10 Bab 10 Davis Posesif
11 Bab 11 Cincin Inisial DS Pemberian Davis
12 Bab 12 Perempuan Yang Sejak Dulu Dekat
13 Bab 13 Kepergok Danis
14 Bab 14 Kakak Angkat
15 Bab 15 Menerima Tawaran Ramon
16 Bab 16 Tante Suci Keceplosan
17 Bab 17 Davis Memarahi Silva
18 Bab 18 Menemui Jeng Suci
19 Bab 19 Kenapa Harus Anak Angkat?
20 Bab 20 Dari Siapa Silva Tahu Dia Anak Angkat?
21 Bab 21 Silva Akhirnya Tahu Siapa Dirinya
22 Bab 22 Davis Tetap Akan Memperjuangkan Cintanya Untuk Silva
23 Bab 23 Davis Patah Hati
24 Bab 24 Suasana Rumah Sudah Tidak Hangat Lagi
25 Bab 25 Semakin Jauh
26 Bab 26 Berpamitan
27 Bab 27 Lagi-lagi Silva Menerima Tumpangan Ramon
28 Bab 28 Ketahuan Mama Verli
29 Bab 29 Davis Makan Berdua Dengan Perempuan Muda
30 Bab 30 Keresahan Mama Verli
31 Bab 31 Mama Verli Kecewa
32 Bab 32 Davis Berhenti Pendekatan
33 Bab 33 Skenario Davis
34 Bab 34 Saling Merindu
35 Bab 35 Ikan Sudah Makan Umpan
36 Bab 36 Davis Mulai ke Rumah
37 Bab 37 Membawa Silva ke Rumah
38 Bab 38 Anggap Saja Balas Budi
39 Bab 39 Sah
40 Bab 40 Kapan Siap Malam Pertama?
41 Bab 41 Gagal Deh
42 Bab 42 Ketahuan Deh!
Episodes

Updated 42 Episodes

1
Bab 1 Pantulan Tubuh di Cermin
2
Bab 2 Diejek Anak Pungut
3
Bab 3 Benarkah Aku Anak Pungut?
4
Bab 4 Mendatangi Rumah Riana
5
Bab 5 Melabrak Riana
6
Bab 6 Terpaksa Damai
7
Bab 7 Foto Silvani di Dompet Davis
8
Bab 8 Sebuah Ciuman
9
Bab 9 Ingin Merasakan Hembusan Nafasmu
10
Bab 10 Davis Posesif
11
Bab 11 Cincin Inisial DS Pemberian Davis
12
Bab 12 Perempuan Yang Sejak Dulu Dekat
13
Bab 13 Kepergok Danis
14
Bab 14 Kakak Angkat
15
Bab 15 Menerima Tawaran Ramon
16
Bab 16 Tante Suci Keceplosan
17
Bab 17 Davis Memarahi Silva
18
Bab 18 Menemui Jeng Suci
19
Bab 19 Kenapa Harus Anak Angkat?
20
Bab 20 Dari Siapa Silva Tahu Dia Anak Angkat?
21
Bab 21 Silva Akhirnya Tahu Siapa Dirinya
22
Bab 22 Davis Tetap Akan Memperjuangkan Cintanya Untuk Silva
23
Bab 23 Davis Patah Hati
24
Bab 24 Suasana Rumah Sudah Tidak Hangat Lagi
25
Bab 25 Semakin Jauh
26
Bab 26 Berpamitan
27
Bab 27 Lagi-lagi Silva Menerima Tumpangan Ramon
28
Bab 28 Ketahuan Mama Verli
29
Bab 29 Davis Makan Berdua Dengan Perempuan Muda
30
Bab 30 Keresahan Mama Verli
31
Bab 31 Mama Verli Kecewa
32
Bab 32 Davis Berhenti Pendekatan
33
Bab 33 Skenario Davis
34
Bab 34 Saling Merindu
35
Bab 35 Ikan Sudah Makan Umpan
36
Bab 36 Davis Mulai ke Rumah
37
Bab 37 Membawa Silva ke Rumah
38
Bab 38 Anggap Saja Balas Budi
39
Bab 39 Sah
40
Bab 40 Kapan Siap Malam Pertama?
41
Bab 41 Gagal Deh
42
Bab 42 Ketahuan Deh!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!