Menagih jawaban

Waktu berlalu.

"Allah Akbar! " Alpha bertakbir untuk memulai shalat subuhnya.

Setelah Peristiwa memalukan karena tak bisa wudhu dan shalat itu, Alpha benar-benar mempelajari semuanya dari awal, sedikit sulit saat menghafal surat-surat juga bacaan yang, namun di tak mau menyerah.

Alpha berazam untuk bisa melakukan Shalat dengan benar, jika berbahasa Inggris aja mudah, serta mempelajari hal baru juga mudah tentu bacaan Shalat tak akan susah pikirnya.

Alpha mengakhiri shalatnya dengan bersalaman kanan dan kiri lalu memanjatkan dzikir seperti yang sempat di ajarkan Al Jovano sebelum kembali ke jogja.

Alpha merasa ada ketenangan saat melakukan ibadah ini, entah saat dirinya memejamkan mata rasanya semua beban dan masalah yang selama ini terasa berat untuk dia jalani terasa lebih ringan.

Hati alpha yang semula gelisah kini lebih damai dan tentram, pantas Shafa dan Kenzie nampak tentram hatinya meski banyak maslah dan kepahitan yang dia alami rupanya shalat mampu membuat dunianya membaik.

Alpha mendatangi Kamar Shafa yang sudah mulai terdengar suara merdu mengajinya, Alpha semakin merasa tenang dia pun duduk di kursi ruang TV untuk mendengar suara Shafa yang merdu karena pintu kamarnya tak di tutup sempurna jadi mudah baginya untuk mendengar.

Yah Shafa sudah pulang sejak dua minggu yang lalu, Alpha keukeh mempertahankan agar Shafa tetap berada di Jakarta, Alpha memohon pada Zea dan Al Jovano sehingga mereka pun luluh dengan jaminan keselamatan Shafa seutuhnya.

***

Pagi harinya.

Shafa beberapa hari ini dia mengikuti ujian susulan, Kenzie sang adik sendiri yang langsung menjadi bodyguardnya, selain itu Alpha kirim mata-mata tersembunyi sekaligus Bodyguard untuk keduanya.

Kenzie memanasi motornya di luar hari ini dia tak bisa mengawasi sang kakak lebih lama, karena dirinya sendiri juga mulai masuk sekolah.

"Berangkat lah, sudah siang Kakakmu bareng aku." Kata Alpha sudah rapi dengan baju santainya, khusus hari ini dia ingin terlihat lebih muda dengan baju santainya untuk urusan pekerjaan hari ini sang asisten yang akan mengurusnya.

"Baik, terima kasih kak." Kenzie pun berangkat ke sekolah sementara Shafa keluar dengan pakaian tertutupnya, semenjak hari itu, Shafa benar-benar membuat seluruh tubuhnya tertutup, bahkan wajahnya pun dia tutup dengan masker, karena untuk bercadar dia belum merasa mampu dan pantas.

"Aku yang antar, hari ini aku free. " Ucap Alpha lalu membuka pintu mobilnya.

"Kak, kayak gak pantes gitu, kesannya aku yang jadi bosnya. Masa Kak Alpha mengantar aku ke kampus sih? Aku gak enak kak." Ucap Shafa.

"Ya udah sih, santai aja, anggap aja di antar suami." Kata Alpha sambil tersenyum tipis.

"Iih, serem tau kak, kapan nikahnya tau-tau jadi suami? " Shafa masuk dengan wajah grogi.

Keduanya pun menuju kampus Shafa dengan mobil Alpha, selama di jalan Alpha memutar musik untuk membuang canggung Keduanya. Karena setelah Peristiwa itu Alpha merasa jika perasaan pada Shafa seperti semakin jelas.

Ku selalu mencoba

Untuk menguatkan hati

Dari kamu yang belum juga kembali

Ada satu keyakinan

Yang membuatku bertahan

Penantian ini kan terbayar pasti

Lihat aku sayang

Yang sudah berjuang

Menunggumu datang

Menjemputmu pulang

Ingat slalu sayang

Hati ku kau genggam

Aku tak kan pergi

Menunggu kamu di sini

Tetap di sini

Jika bukan kepadamu

Aku tidak tau lagi

Pada siapa rindu ini kan ku beri

Pada siapa rindu ini kan ku beri

Lihat aku sayang

Yang sudah berjuang

Menunggumu datang

Menjemputmu pulang

Ingat slalu sayang

Hati ku kau genggam

Aku tak kan pergi

Menunggu kamu di sini

Di sini

"Kak, lagunya yang agak happy gitu dong, jangan yang sedih. Kamu lagi sedih ya??" Shafa bertanya pada Alpha yang lagi menyetir jujur Shafa tak nyaman dengan lagu semacam itu, sehingga Shafa pun protes pada Alpha.

"Nggak, biasa aja. Emh, soal lamaran itu gimana??" Alpha bertanya tanpa menoleh, namun yang di tanya hanya menjawab dengan keheningan.

Lama Alpha menanti bibir mungil itu bersuara, hingga Alpha kesal dan mengerem mendadak mobil yang dia kendarai itu.

"Astaghfirullah... Kak?? Ada apa??? " Shafa terhentak karena terkejut sedari tadi melamunkan perjalanan hidupnya.

"Kamu cantik-cantik tuli ya??? " Alpha kesal merasa di acuh kan oleh Shafa.

"Aishhh, Aku beneran gak dengar, tadi baru melamun soalnya. " Kata Shafa jujur.

"Tadi bilang apa??" Shafa bertanya merasa bersalah telah membuat pagi hari bosnya menjadi kesal.

"Soal lamaranku waktu itu gimana???" Tanya Alpha datar karena masih kesal.

"Gimana apanya??" Shafa malah balik tanya.

"Ckkk, gak usah bikin aku tambah kesel deh cil!!! Kamu beneran tau apa pura-pura gak tau?? " Alpha kembali menyalakan mobilnya, mood paginya hancur gara-gara sikap lugu dan polos juga tidak pekanya Shafa.

"Aku tu butuh jawaban kamu. Kalau tidak dalam satu bulan ini oma aku mau jodohin aku, aku gak bisa menikahi orang yang tidak aku suka." Kata Alpha kemudian.

"Kak, Kamu tu ganteng, meski tua, ehm maaf, tapi kamu itu punya segalanya, mudah bagi Kak Alpha menikahi wanita yang Kak Alpha suka namun sederajat." Jawab Shafa lembut sambil menatap Alpha yang datar.

"Ckkk, Aku gak bisa menikahi wanita sembarangan, aku punya kriteria sendiri yang tidak sama dengan pilihan Oma, Aku suka wanita yang mirip dengan Mama, itu ada pada dirimu, melihat kamu aku selalu merasa rinduku pada Mama terobati." Jujur Alpha.

"Tenang, Kak aku tetap bisa jadi tukang masak kamu." Jawab Shafa justru membuat Alpha semakin masam.

"Ckkk, Ayolah jadilah sedikit matre katanya kamu pengen kaya, kenapa terus pengen jadi tukang masak aku??Kamu gak pengen jadi ratuku???" Alpha justru semakin kesal, sementara Shafa hanya tersenyum tak ingin menimpali.

"Kamu tu aneh tau gak??? Di saat wanita ingin memilikiku, kamu justru gak mau jadi istriku! Sama kaya Zea. Aneh dan bodoh justru pilih brondong gak kerja di bandingkan big bos kaya aku." Omel Alpha semakin kesal.

"Aku gak mau Kakak membandingkan Aku selalu dengan Kak Zea, aku jauh dari dia yang sempurna, aku tak ingin kakak kecewa pada akhirnya setelah tau bagaimana tidak sempurna diri ini dibandingkan Kak Zea yang luar biasa." Kata Shafa yang sukses membuat Alpha terdiam.

Yah Shafa tau Alpha begitu mencintai Zea dan selalu menyamakan dirinya dengan Zea dan Mamanya namun Shafa sadar diri, dirinya jauh dari sosok seperti Zea, Zea cantik dan punya segalanya, tubuh Zea begitu tinggi putih dan Indah, bahkan di usia yang tidak lagi muda wajah Zea mampu mengimbangi dirinya yang masih muda bahkan baru lulus dari kata remaja.

***

Up lagi.

Semoga yang memberikan jejak manis tambah manis orangnya, tambah rejeki dan selalu di sayang Allah. 🤲😍

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

sabar ya shafa yr jg alpha tambah bucin

2025-02-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!