Harapan Dari Seorang Pemuda

Dengan isak tangis yang tertahan, Gendhis memeluk erat tubuh Bismo yang terbaring lemah di ranjang. Air matanya tumpah membasahi pipi, bercampur dengan keringat dan debu yang menempel di tubuhnya. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana. Rumah ini, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan kebahagiaan, kini terasa seperti neraka yang setiap hari menyiksanya.

"Mas Bismo," bisik Gendhis, dengan suara yang bergetar. "Aku ingin kita pergi dari sini. Aku tidak tahan lagi."

Bismo, yang juga merasakan kepedihan yang sama, hanya bisa membalas pelukan Gendhis dengan erat. Ia tahu, adiknya sangat menderita di rumah ini. Ia ingin melindunginya, namun ia sendiri tak berdaya.

"Maafkan aku, Gendhis," kata Bismo, dengan suara yang lemah. "Aku tidak bisa melindungimu."

Gendhis menggelengkan kepalanya. Ia tidak ingin menyalahkan Bismo. Ia tahu, kakaknya juga menjadi korban kekejaman Khalisa dan Marina.

"Tidak, Mas. Ini bukan salahmu," kata Gendhis, sambil mengusap air matanya. "Kita harus mencari cara untuk keluar dari sini."

Namun, Gendhis sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Khalisa dan Marina terlalu kejam dan cerdik. Mereka selalu selangkah lebih maju dari mereka. Mereka memiliki uang dan kekuasaan yang bisa mereka gunakan untuk mempertahankan posisi mereka.

"Aku takut, Mas," kata Gendhis, dengan nada yang putus asa. "Aku takut mereka akan melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi kepada kita."

Bismo mengangguk. Ia juga merasakan ketakutan yang sama. Ia tahu, Khalisa dan Marina tidak akan pernah berhenti untuk menyakiti mereka. Mereka akan terus melakukan apa pun untuk mempertahankan kekuasaan dan harta mereka.

"Kita harus bertahan, Gendhis," kata Bismo, dengan nada yang penuh semangat. "Kita harus kuat. Kita harus bisa melawan mereka."

Gendhis mengangguk. Ia tahu, ia harus kuat demi Bismo. Ia harus bisa bertahan sampai ada kesempatan untuk melarikan diri dari rumah ini.

"Aku akan berusaha, Mas," kata Gendhis. "Aku akan melakukan apa pun untuk kita bisa keluar dari sini."

Gendhis kemudian melepaskan pelukannya dari Bismo dan mengusap air matanya. Ia tidak ingin Bismo melihatnya lemah dan putus asa. Ia ingin Bismo tahu bahwa ia akan selalu ada di sisinya, apa pun yang terjadi.

"Aku akan mencari cara untuk menyelamatkan kita, Mas," kata Gendhis, dengan nada yang penuh tekad. "Aku janji."

Gendhis kemudian meninggalkan kamar Bismo dengan hati yang penuh dengan harapan. Ia akan terus mencari cara untuk melarikan diri dari rumah itu. Ia tidak akan pernah menyerah sampai ia berhasil membawa Bismo keluar dari neraka yang diciptakan oleh Khalisa dan Marina.

****

Dengan langkah pasti dan semangat membara, Muhammad Malizi, seorang wartawan muda yang dikenal berani dan idealis, menyusuri jalanan kota Surabaya. Tujuannya adalah untuk mencari tahu kebenaran di balik penggusuran lahan yang dilakukan oleh keluarga tamak tersebut. Ia ingin mendengar langsung dari suara rakyat yang menjadi korban keserakahan mereka.

Malizi mendatangi satu per satu warga yang tinggal di sekitar lahan yang akan digusur. Ia berbicara dengan mereka, mendengarkan keluh kesah dan cerita pilu mereka. Warga dengan senang hati berbagi pengalaman pahit mereka dengan Malizi. Mereka menceritakan bagaimana Prasojo dan keluarganya menggunakan cara-cara yang kejam dan tidak manusiawi untuk memaksa mereka meninggalkan tanah yang sudah menjadi tempat tinggal mereka selama puluhan tahun.

"Mereka datang dengan buldoser dan aparat kepolisian," kata seorang ibu dengan suara yang bergetar. "Mereka tidak memberikan kami waktu untuk mengemasi barang-barang kami. Mereka langsung menggusur rumah kami, tanpa belas kasihan."

"Kami sudah tinggal di sini selama tiga generasi," timpal seorang kakek dengan mata yang berkaca-kaca. "Tanah ini adalah warisan dari leluhur kami. Tapi mereka tidak peduli. Mereka hanya ingin mendapatkan keuntungan dari tanah ini."

"Mereka bahkan tidak memberikan kami ganti rugi yang layak," ujar seorang pemuda dengan nada yang marah. "Mereka hanya memberikan kami uang yang tidak cukup untuk membeli rumah baru."

Malizi mendengarkan dengan seksama setiap cerita yang disampaikan oleh warga. Ia mencatat semua informasi yang ia dapatkan. Ia sangat terkejut dan marah mendengar betapa kejamnya Prasojo dan keluarganya terhadap rakyat kecil.

"Ini tidak bisa dibiarkan," kata Malizi, dalam hatinya. "Mereka harus bertanggung jawab atas perbuatan mereka."

Malizi kemudian berjanji kepada warga bahwa ia akan membantu mereka untuk mendapatkan keadilan. Ia akan memberitakan semua yang ia dengar dan lihat kepada masyarakat luas. Ia ingin semua orang tahu betapa kejamnya keluarga Prasojo terhadap rakyat kecil.

"Saya akan berjuang untuk kalian," kata Malizi, dengan nada yang penuh semangat. "Saya akan membuat mereka membayar atas semua yang telah mereka lakukan."

Warga sangat berterima kasih kepada Malizi atas perhatian dan kepeduliannya. Mereka berharap, dengan bantuan Malizi, mereka bisa mendapatkan kembali hak-hak mereka yang telah dirampas oleh keluarga tamak tersebut.

"Kami percaya pada kamu, Malizi," kata seorang ibu. "Kami yakin kamu bisa membantu kami."

"Kami akan selalu mendukungmu," timpal seorang kakek.

Malizi tersenyum dan mengangguk. Ia tahu, perjuangannya tidak akan mudah. Tapi ia tidak akan menyerah. Ia akan terus berjuang sampai keadilan ditegakkan.

****

Kabar mengenai kekejaman keluarga Khalisa akhirnya sampai ke telinga masyarakat luas. Muhammad Malizi, sang wartawan muda yang berani, menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan berita ini melalui media online. Berita yang ia tulis dengan lugas dan berdasarkan fakta yang ia kumpulkan dari para korban, langsung viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Masyarakat yang selama ini tidak tahu menahu tentang kejahatan keluarga tersebut, terkejut dan marah. Mereka tidak menyangka bahwa orang-orang yang selama ini mereka lihat sebagai sosok yang dermawan dan sukses, ternyata menyimpan kejahatan yang begitu besar. Dukungan untuk Malizi pun mengalir deras. Banyak orang yang bersimpati dan memberikan semangat kepadanya untuk terus berjuang mengungkap kebenaran.

Namun, berita yang viral ini tentu saja tidak luput dari perhatian Stefanny. Sebagai seseorang yang ahli dalam memanipulasi media, ia merasa gerah dan terancam dengan kehadiran Malizi. Ia tahu, jika berita ini terus menyebar, reputasi keluarga mereka akan hancur dan bisnis mereka akan terancam.

Tanpa ragu, Stefanny langsung turun tangan. Ia mencari Malizi dan melabraknya di depan umum. Dengan nada tinggi dan tatapan mata yang tajam, Stefanny mencoba mengintimidasi Malizi agar ia berhenti memberitakan tentang keluarganya.

"Kamu ini wartawan kurang ajar! Berani-beraninya kamu mencampuri urusan keluarga saya!" bentak Stefanny, dengan suara yang lantang.

"Saya hanya melakukan tugas saya sebagai wartawan," jawab Malizi, dengan tenang namun tegas. "Saya ingin masyarakat tahu yang sebenarnya."

"Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu hanya mencari sensasi!" balas Stefanny, dengan nada yang merendahkan.

"Saya punya bukti yang kuat tentang kejahatan keluarga Anda," kata Malizi, sambil menunjukkan beberapa dokumen dan foto.

Stefanny terkejut melihat bukti-bukti yang dimiliki oleh Malizi. Ia tidak menyangka bahwa wartawan muda itu memiliki informasi yang begitu banyak tentang kejahatan keluarganya. Namun, ia tidak mau menyerah begitu saja. Ia terus mencoba untuk mengintimidasi Malizi.

"Kamu pikir kamu bisa melawan kami? Kami adalah keluarga yang berkuasa. Kamu tidak akan pernah menang melawan kami!" ancam Stefanny dengan nada yang penuh amarah.

Malizi tersenyum sinis. Ia tidak takut dengan ancaman Stefanny. Ia sudah siap dengan segala risiko yang akan ia hadapi.

"Kebenaran akan selalu menang," kata Malizi, dengan nada yang penuh keyakinan. "Saya tidak akan berhenti sampai keadilan ditegakkan."

Stefanny semakin marah mendengar perkataan Malizi. Ia tidak menyangka bahwa wartawan muda itu begitu berani dan keras kepala. Ia kemudian mencoba untuk menyerang Malizi secara fisik, namun beberapa orang yang ada di sekitar mereka langsung melerai.

"Jangan kasar!" teriak salah satu warga yang menyaksikan kejadian tersebut. "Kebenaran tidak bisa dilawan dengan kekerasan!"

Stefanny yang sudah terpojok, akhirnya pergi meninggalkan Malizi dengan perasaan yang marah dan kesal. Ia tahu, ia tidak bisa mengalahkan Malizi dengan cara yang kasar. Ia harus mencari cara lain untuk menghentikan wartawan muda itu.

Episodes
1 Ayah Pergi
2 Kakak Tahu
3 Penderitaan Berlangsung
4 Menguasai Rumah
5 Pria Tampan Dari Brazil
6 Amanat Dari Ayah
7 Mas Pulang
8 Tak Akan Tinggal Diam
9 Dua Wanita Hilang Akal
10 Mengakui Rahasia
11 Tirani yang Dimulai
12 Trauma Hebat
13 Makin Kejam Saja
14 Kesempatan Emas
15 Dalam Tekanan Membuat Keputusan
16 Uang dan Pengaruh
17 Harapan Dari Seorang Pemuda
18 Iblis Betina yang Kejam
19 Akhirnya Bisa Bebas
20 Drama Penggusuran
21 Sikap yang Mulai Goyah
22 Roda Keadilan
23 Pulang
24 Awal Babak Baru
25 Munculnya G Group Sebagai Penguasa
26 Wajah Baru Perkebunan dan Media
27 Penggabungan Dua Keluarga
28 Dua Keluarga yang Bersaing
29 Drama Penangkapan Selingkuhan
30 Karma Bagi Mereka yang Jahat
31 Perang Opini
32 Fakta Baru Soal Wanita Keji
33 Ribut dan Hilang Dari Tahanan
34 Kabar Dari Rusia
35 Dendam Dua Keluarga
36 Perang Dunia Maya
37 Konflik Orang Kaya
38 Siaga Tingkat Tinggi
39 Lancar Tanpa Halangan
40 Mafia China
41 Aliansi Dibalas Aliansi
42 Bisa Digagalkan
43 Ricuh di Dalam Penjara
44 Berakhir Dengan Petaka
45 Drama Penolakan Jenazah
46 Jalan Setelah Kericuhan
47 BM Media
48 Perubahan Susunan Membuat Resah
49 Hal Licik Digunakan
50 Ricuh yang Lain
51 Kaburnya Napi
52 Propaganda Untuk Membalas Kejahatan
53 Sekutu Mafia
54 Lawan Baru Datang
55 Bulan Madu di Kanada
56 Teror Saat Bulan Madu
57 Dendam Belum Usai
58 Penjagaan Ketat
59 Tindakan Jahat
60 Tahu Siapa Dalangnya
61 Kejadian di Surabaya
62 Penangkapan dan Kabar Dari Moskwa
63 Kebenaran Soal Khalisa
64 Selepas Dia Pergi
65 Kejutan di Sel Tahanan
66 Launching Produk
67 Pasangan Romantis
68 Ambisi Sang CEO Muda
69 Rencana Perjodohan Oleh Papa dan Mama
70 Bicara Langsung
71 Orang Tua Kandung
72 Pertemuan Calon Besan
73 Pesona CEO di Gym
74 Keputusan Sudah Diambil dan Memberi Jawaban
75 Pertemuan Dengan Calon
76 Tawaran Besan
77 Mas Suami Butuh Liburan
78 Kota Penuh Kenangan
79 Pergi Ke Pantai
80 Bertemu Sang Mantan Kekasih
81 Ambisi Mantan Kekasih
82 Pilu Ketika Bertemu Orang Tua Kandung
83 Bahasa Menjadi Kendala
84 Ketika Dia Datang Ke Kantor
85 Ancaman Datang Dari Dia
86 Anak Menjadi Sandera
87 Serangan Mendadak
88 Renan Dalam Bahaya
89 Dalam Genggaman Pengaruh Jahat
90 Siksaan Keji
91 Drama Tangis
92 Tertawa Di Atas Penderitaan
93 Rencana Kakak
94 Percobaan Kabur
95 Bisa Kabur
96 Anakku yang Malang
97 Kebenaran Akhirnya Menang
98 Kembali Bersatu
99 Penangkapan Biang Onar
100 Kabar Bahagia Dari Indonesia
101 Menjadi Manja
102 Adik Membantu Kakak
103 Ancaman Baru
104 Mulai Goyah
105 PHK Massal
106 Bebas Begitu Saja
107 Makin Tak Terkendali Saja Tingkah Keduanya
108 Kehadiran Malaikat Kecil
109 Jangan Nakal
110 Didorong Anak Kecil
111 Mencari Anak Hilang
112 Haru Kala Bisa Kembali Bersama
113 Berpisah Sementara
114 Koma
115 Masih Tak Sadar
116 Vonis Untuk Penjahat
117 Sedih Karena Eksekusi
118 Akhirnya Bangun
119 Bahagia Akan Datang
120 Boleh Pulang
121 Selamat Datang Kembali Nyonya
122 Anak yang Aktif
123 Ancaman Mantan Obsesif
124 Ledakan Kala Itu
125 Suster Diserang
126 Serangan Berlanjut
127 Masih Belum Ketemu
128 Kamu Kekuatanku
129 Setelah Berhasil Lari
130 Warga Lokal Membantu
131 Keluarga Kembali Utuh
132 Sikap Diam
133 Masih Tak Mau Mengakui
134 Sambutan Hari Ulang Tahun
135 Dia Kabur
136 Anak yang Lincah
137 Acara Ekspor
138 Ledakan Parah yang Membuat Trauma
139 Masih Buron
140 Drama Petasan Dan Kehilangan
141 Bayi Pintar
142 Petualangan Bayi Ajaib
143 Kembali Ke Rumah
144 Sel Isolasi
145 Tepuk Tangan
146 Mewarnai
147 Kucing
148 Ayam Dan Peter Pan
149 Waktu yang Indah
150 Kisah Klasik Dan Tepung
151 Rumput Dan Hewan
152 Kaburnya Penjahat Dan Teror Kembali
153 Drama Paket
154 Akhir Tragis yang Penuh Drama
155 Sudah Besar
156 Sukses
157 Ancaman Baru
158 Wanita Tidak Tahu Diri
159 Bumerang Untuk Penjahat
160 Makin Jahat
161 Lolos Lagi
162 Huru Hara Berbalut Siasat Jahat
163 Rasa Bersalah Pada Istri
164 Penipu Ulung
165 Dia Tidak Ada Di Rumah
166 Rasa Sesal Itu Ada
167 Kaki Kecil yang Lincah Dan Otak Cerdik
168 Kabar Baik Dari Polisi
169 Sabotase
170 Anak Hebat
171 Sasaran Teror Kembali
172 Karma Itu Ada
173 Membuat Dengan Cinta
174 Bujuk Rayu
175 Belum Puas
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Ayah Pergi
2
Kakak Tahu
3
Penderitaan Berlangsung
4
Menguasai Rumah
5
Pria Tampan Dari Brazil
6
Amanat Dari Ayah
7
Mas Pulang
8
Tak Akan Tinggal Diam
9
Dua Wanita Hilang Akal
10
Mengakui Rahasia
11
Tirani yang Dimulai
12
Trauma Hebat
13
Makin Kejam Saja
14
Kesempatan Emas
15
Dalam Tekanan Membuat Keputusan
16
Uang dan Pengaruh
17
Harapan Dari Seorang Pemuda
18
Iblis Betina yang Kejam
19
Akhirnya Bisa Bebas
20
Drama Penggusuran
21
Sikap yang Mulai Goyah
22
Roda Keadilan
23
Pulang
24
Awal Babak Baru
25
Munculnya G Group Sebagai Penguasa
26
Wajah Baru Perkebunan dan Media
27
Penggabungan Dua Keluarga
28
Dua Keluarga yang Bersaing
29
Drama Penangkapan Selingkuhan
30
Karma Bagi Mereka yang Jahat
31
Perang Opini
32
Fakta Baru Soal Wanita Keji
33
Ribut dan Hilang Dari Tahanan
34
Kabar Dari Rusia
35
Dendam Dua Keluarga
36
Perang Dunia Maya
37
Konflik Orang Kaya
38
Siaga Tingkat Tinggi
39
Lancar Tanpa Halangan
40
Mafia China
41
Aliansi Dibalas Aliansi
42
Bisa Digagalkan
43
Ricuh di Dalam Penjara
44
Berakhir Dengan Petaka
45
Drama Penolakan Jenazah
46
Jalan Setelah Kericuhan
47
BM Media
48
Perubahan Susunan Membuat Resah
49
Hal Licik Digunakan
50
Ricuh yang Lain
51
Kaburnya Napi
52
Propaganda Untuk Membalas Kejahatan
53
Sekutu Mafia
54
Lawan Baru Datang
55
Bulan Madu di Kanada
56
Teror Saat Bulan Madu
57
Dendam Belum Usai
58
Penjagaan Ketat
59
Tindakan Jahat
60
Tahu Siapa Dalangnya
61
Kejadian di Surabaya
62
Penangkapan dan Kabar Dari Moskwa
63
Kebenaran Soal Khalisa
64
Selepas Dia Pergi
65
Kejutan di Sel Tahanan
66
Launching Produk
67
Pasangan Romantis
68
Ambisi Sang CEO Muda
69
Rencana Perjodohan Oleh Papa dan Mama
70
Bicara Langsung
71
Orang Tua Kandung
72
Pertemuan Calon Besan
73
Pesona CEO di Gym
74
Keputusan Sudah Diambil dan Memberi Jawaban
75
Pertemuan Dengan Calon
76
Tawaran Besan
77
Mas Suami Butuh Liburan
78
Kota Penuh Kenangan
79
Pergi Ke Pantai
80
Bertemu Sang Mantan Kekasih
81
Ambisi Mantan Kekasih
82
Pilu Ketika Bertemu Orang Tua Kandung
83
Bahasa Menjadi Kendala
84
Ketika Dia Datang Ke Kantor
85
Ancaman Datang Dari Dia
86
Anak Menjadi Sandera
87
Serangan Mendadak
88
Renan Dalam Bahaya
89
Dalam Genggaman Pengaruh Jahat
90
Siksaan Keji
91
Drama Tangis
92
Tertawa Di Atas Penderitaan
93
Rencana Kakak
94
Percobaan Kabur
95
Bisa Kabur
96
Anakku yang Malang
97
Kebenaran Akhirnya Menang
98
Kembali Bersatu
99
Penangkapan Biang Onar
100
Kabar Bahagia Dari Indonesia
101
Menjadi Manja
102
Adik Membantu Kakak
103
Ancaman Baru
104
Mulai Goyah
105
PHK Massal
106
Bebas Begitu Saja
107
Makin Tak Terkendali Saja Tingkah Keduanya
108
Kehadiran Malaikat Kecil
109
Jangan Nakal
110
Didorong Anak Kecil
111
Mencari Anak Hilang
112
Haru Kala Bisa Kembali Bersama
113
Berpisah Sementara
114
Koma
115
Masih Tak Sadar
116
Vonis Untuk Penjahat
117
Sedih Karena Eksekusi
118
Akhirnya Bangun
119
Bahagia Akan Datang
120
Boleh Pulang
121
Selamat Datang Kembali Nyonya
122
Anak yang Aktif
123
Ancaman Mantan Obsesif
124
Ledakan Kala Itu
125
Suster Diserang
126
Serangan Berlanjut
127
Masih Belum Ketemu
128
Kamu Kekuatanku
129
Setelah Berhasil Lari
130
Warga Lokal Membantu
131
Keluarga Kembali Utuh
132
Sikap Diam
133
Masih Tak Mau Mengakui
134
Sambutan Hari Ulang Tahun
135
Dia Kabur
136
Anak yang Lincah
137
Acara Ekspor
138
Ledakan Parah yang Membuat Trauma
139
Masih Buron
140
Drama Petasan Dan Kehilangan
141
Bayi Pintar
142
Petualangan Bayi Ajaib
143
Kembali Ke Rumah
144
Sel Isolasi
145
Tepuk Tangan
146
Mewarnai
147
Kucing
148
Ayam Dan Peter Pan
149
Waktu yang Indah
150
Kisah Klasik Dan Tepung
151
Rumput Dan Hewan
152
Kaburnya Penjahat Dan Teror Kembali
153
Drama Paket
154
Akhir Tragis yang Penuh Drama
155
Sudah Besar
156
Sukses
157
Ancaman Baru
158
Wanita Tidak Tahu Diri
159
Bumerang Untuk Penjahat
160
Makin Jahat
161
Lolos Lagi
162
Huru Hara Berbalut Siasat Jahat
163
Rasa Bersalah Pada Istri
164
Penipu Ulung
165
Dia Tidak Ada Di Rumah
166
Rasa Sesal Itu Ada
167
Kaki Kecil yang Lincah Dan Otak Cerdik
168
Kabar Baik Dari Polisi
169
Sabotase
170
Anak Hebat
171
Sasaran Teror Kembali
172
Karma Itu Ada
173
Membuat Dengan Cinta
174
Bujuk Rayu
175
Belum Puas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!