Kesempatan Emas

Renan yang baru saja siuman dari komanya, tiba-tiba teringat akan Gendhis. Ia ingat betul bahwa ia pernah berurusan dengan dua wanita kejam, Marina dan Khalisa, yang telah menyiksa dan menindas Gendhis. Ia juga ingat bahwa ia telah berjanji kepada mendiang Haris untuk menikahi dan melindungi Gendhis.

"Gendhis! Aku harus menyelamatkannya!" kata Renan, dengan nada yang panik.

Ia kemudian menceritakan semua yang ia ingat kepada kedua orang tuanya. Ia menceritakan tentang Marina dan Khalisa, tentang perlakuan mereka yang kejam terhadap Gendhis, dan tentang janjinya kepada Haris.

Pedro dan Suzanna sangat terkejut dan marah mendengar cerita Renan. Mereka tidak menyangka bahwa ada orang yang tega berbuat sekejam itu kepada seorang gadis yang tidak bersalah.

"Ini tidak bisa dibiarkan! Kita harus segera bertindak!" kata Pedro, dengan nada yang marah.

"Kita harus membantu Gendhis keluar dari rumah itu," timpal Suzanna, dengan nada yang khawatir.

Renan kemudian meminta bantuan kepada kedua orang tuanya untuk menyelamatkan Gendhis dari cengkeraman Marina dan Khalisa. Ia tidak ingin Gendhis terus menderita di rumah yang penuh dengan kekerasan itu.

"Papa, Mama, tolong bantu aku untuk membawa Gendhis keluar dari rumah itu," pinta Renan, dengan nada yang memohon.

Pedro dan Suzanna mengangguk setuju. Mereka berjanji akan membantu Renan untuk menyelamatkan Gendhis.

"Kami akan melakukan apapun untukmu, Nak," kata Pedro, dengan nada yang penuh kasih sayang.

"Kami tidak akan membiarkan Gendhis terus menderita," timpal Suzanna.

Renan merasa sangat lega dan bahagia mendengar perkataan kedua orang tuanya. Ia tahu, ia tidak sendirian dalam menghadapi masalah ini. Ia memiliki orang tua yang sangat menyayanginya dan akan selalu ada untuknya.

"Terima kasih, Papa, Mama," kata Renan, dengan nada yang terharu. "Aku sangat beruntung memiliki kalian."

Pedro dan Suzanna tersenyum dan memeluk Renan dengan erat. Mereka berdua berjanji akan segera menyusun rencana untuk menyelamatkan Gendhis.

****

Dengan tekad yang bulat, Pedro dan Suzanna, akhirnya tiba di rumah besar keluarga Bimantoro. Rumah mewah yang seharusnya menjadi tempat yang penuh kehangatan dan kebahagiaan itu, kini terasa dingin dan mencekam. Pedro dan Suzanna merasakan firasat tidak enak saat memasuki gerbang rumah tersebut.

Di ruang tamu, Khalisa dan Marina sudah menunggu kedatangan mereka. Kedua wanita itu duduk dengan angkuh di sofa, wajah mereka dipenuhi tatapan sinis dan merendahkan. Mereka sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat kepada Pedro dan Suzanna, yang notabene adalah orang tua dari Renan, korban percobaan pembunuhan yang mereka lakukan.

"Selamat siang," sapa Pedro, dengan nada yang sopan.

"Siang," jawab Khalisa dan Marina, dengan nada yang datar dan tidak bersahabat.

Suzanna, yang tidak bisa menyembunyikan rasa geramnya, langsung bertanya dengan nada yang ketus, "Di mana Gendhis?"

Marina, dengan sikap angkuh dan bersidekap, menjawab pertanyaan Suzanna dengan nada yang meremehkan, "Gendhis? Memangnya ada urusan apa kalian dengan dia?"

"Kami adalah orang tua Renan," kata Pedro, dengan nada yang tegas. "Kami datang ke sini untuk menjemput Gendhis."

Khalisa dan Marina tertawa sinis mendengar perkataan Pedro. Mereka berdua merasa sangat lucu dengan kedatangan kedua orang tua Renan yang sudah tua itu.

"Kalian pikir kalian siapa? Kalian berhak untuk ikut campur urusan keluarga kami?" kata Khalisa, dengan nada yang merendahkan.

"Gendhis adalah bagian dari keluarga kami. Kalian tidak punya hak untuk membawanya pergi," timpal Marina, dengan nada yang tidak kalah sinis.

Pedro dan Suzanna tidak terpancing dengan perkataan Khalisa dan Marina. Mereka berdua sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Mereka tidak akan menyerah sampai mereka berhasil membawa Gendhis keluar dari rumah itu.

"Kami tidak akan pergi dari sini sebelum kami melihat Gendhis," kata Pedro, dengan nada yang tegas.

"Kami ingin memastikan bahwa dia baik-baik saja," timpal Suzanna.

Khalisa dan Marina saling berpandangan. Mereka berdua merasa kesal dengan kedatangan Pedro dan Suzanna. Mereka tidak ingin kedua orang tua itu merusak rencana mereka.

"Kalian berdua sudah terlalu jauh ikut campur urusan kami. Sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum kami bertindak lebih jauh," kata Khalisa, dengan nada yang penuh ancaman.

Marina menambahkan, "Kami tidak akan segan-segan untuk melakukan apapun untuk melindungi kepentingan kami."

Pedro dan Suzanna tidak takut dengan ancaman Khalisa dan Marina. Mereka berdua sudah bertekad untuk membawa Gendhis kembali kepada mereka.

"Kami tidak akan menyerah. Kami akan terus berjuang untuk keadilan," kata Pedro.

"Kami akan membuktikan bahwa kalian berdua adalah orang yang jahat," timpal Suzanna.

****

Dengan langkah angkuh dan tatapan mata yang penuh kebencian, Marina meninggalkan ruang tamu, tempat Pedro dan Suzanna menunggu. Ia menuju ke belakang rumah, mencari Gendhis yang sedang melakukan pekerjaan rumah.

Marina sudah tidak sabar ingin menyampaikan "pesan khusus" kepada gadis itu.

Marina menemukan Gendhis di dapur, sedang mencuci piring kotor sisa makan siang. Ia menghampiri Gendhis dengan langkah yang kasar, membuat gadis itu terkejut dan menoleh ke arahnya.

"Gendhis," panggil Marina, dengan suara yang dingin.

Gendhis, yang sudah terbiasa dengan sikap kasar Marina, hanya menunduk dan tidak berani menatapnya. Ia tahu, ada hal buruk yang akan terjadi.

"Ada apa, Tante?" jawab Gendhis, dengan nada yang gugup.

Marina menyeringai sinis. "Orang tua Renan datang ke sini," kata Marina, dengan nada yang merendahkan. "Mereka ingin membawamu pergi."

Gendhis terkejut mendengar perkataan Marina. Ia tidak menyangka bahwa orang tua Renan akan datang untuk menjemputnya. Ia merasa sangat senang dan berharap bisa segera keluar dari rumah yang penuh dengan penderitaan ini.

"Mereka ingin membawaku?" tanya Gendhis, dengan nada yang penuh harap.

Marina tertawa sinis. "Jangan bodoh! Kamu pikir mereka benar-benar ingin membantumu?" kata Marina, dengan nada yang meremehkan. "Mereka hanya ingin memanfaatkanmu untuk kepentingan mereka sendiri."

Gendhis terdiam. Ia tidak tahu harus percaya pada siapa. Ia sudah terlalu sering dibohongi dan disakiti oleh Marina dan Khalisa.

"Dengar baik-baik, Gendhis," kata Marina, dengan nada yang penuh ancaman. "Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari rumah ini. Kamu adalah milikku. Kamu harus tetap tinggal di sini dan melayani aku dan keluarga ku."

Marina kemudian mendekat ke arah Gendhis dan mencengkeram lengannya dengan kuat. Matanya menatap Gendhis dengan tatapan yang tajam dan penuh intimidasi.

"Jika kamu berani ikut dengan mereka, aku akan membunuh Bismo," kata Marina, dengan suara yang pelan namun penuh ancaman.

Gendhis terkejut mendengar ancaman Marina. Ia tahu, wanita tua itu tidak main-main dengan perkataannya. Ia sangat menyayangi Bismo dan tidak ingin kakaknya celaka.

"Tante, jangan lakukan itu," kata Gendhis, dengan nada yang memohon. "Saya tidak akan pergi. Saya akan tetap tinggal di sini."

Marina melepaskan cengkeramannya dari lengan Gendhis. Ia tersenyum sinis melihat ketakutan di wajah gadis itu.

"Bagus. Kamu sudah membuat pilihan yang tepat," kata Marina. "Ingat, aku akan selalu mengawasi kamu. Jangan coba-coba untuk berkhianat padaku."

Episodes
1 Ayah Pergi
2 Kakak Tahu
3 Penderitaan Berlangsung
4 Menguasai Rumah
5 Pria Tampan Dari Brazil
6 Amanat Dari Ayah
7 Mas Pulang
8 Tak Akan Tinggal Diam
9 Dua Wanita Hilang Akal
10 Mengakui Rahasia
11 Tirani yang Dimulai
12 Trauma Hebat
13 Makin Kejam Saja
14 Kesempatan Emas
15 Dalam Tekanan Membuat Keputusan
16 Uang dan Pengaruh
17 Harapan Dari Seorang Pemuda
18 Iblis Betina yang Kejam
19 Akhirnya Bisa Bebas
20 Drama Penggusuran
21 Sikap yang Mulai Goyah
22 Roda Keadilan
23 Pulang
24 Awal Babak Baru
25 Munculnya G Group Sebagai Penguasa
26 Wajah Baru Perkebunan dan Media
27 Penggabungan Dua Keluarga
28 Dua Keluarga yang Bersaing
29 Drama Penangkapan Selingkuhan
30 Karma Bagi Mereka yang Jahat
31 Perang Opini
32 Fakta Baru Soal Wanita Keji
33 Ribut dan Hilang Dari Tahanan
34 Kabar Dari Rusia
35 Dendam Dua Keluarga
36 Perang Dunia Maya
37 Konflik Orang Kaya
38 Siaga Tingkat Tinggi
39 Lancar Tanpa Halangan
40 Mafia China
41 Aliansi Dibalas Aliansi
42 Bisa Digagalkan
43 Ricuh di Dalam Penjara
44 Berakhir Dengan Petaka
45 Drama Penolakan Jenazah
46 Jalan Setelah Kericuhan
47 BM Media
48 Perubahan Susunan Membuat Resah
49 Hal Licik Digunakan
50 Ricuh yang Lain
51 Kaburnya Napi
52 Propaganda Untuk Membalas Kejahatan
53 Sekutu Mafia
54 Lawan Baru Datang
55 Bulan Madu di Kanada
56 Teror Saat Bulan Madu
57 Dendam Belum Usai
58 Penjagaan Ketat
59 Tindakan Jahat
60 Tahu Siapa Dalangnya
61 Kejadian di Surabaya
62 Penangkapan dan Kabar Dari Moskwa
63 Kebenaran Soal Khalisa
64 Selepas Dia Pergi
65 Kejutan di Sel Tahanan
66 Launching Produk
67 Pasangan Romantis
68 Ambisi Sang CEO Muda
69 Rencana Perjodohan Oleh Papa dan Mama
70 Bicara Langsung
71 Orang Tua Kandung
72 Pertemuan Calon Besan
73 Pesona CEO di Gym
74 Keputusan Sudah Diambil dan Memberi Jawaban
75 Pertemuan Dengan Calon
76 Tawaran Besan
77 Mas Suami Butuh Liburan
78 Kota Penuh Kenangan
79 Pergi Ke Pantai
80 Bertemu Sang Mantan Kekasih
81 Ambisi Mantan Kekasih
82 Pilu Ketika Bertemu Orang Tua Kandung
83 Bahasa Menjadi Kendala
84 Ketika Dia Datang Ke Kantor
85 Ancaman Datang Dari Dia
86 Anak Menjadi Sandera
87 Serangan Mendadak
88 Renan Dalam Bahaya
89 Dalam Genggaman Pengaruh Jahat
90 Siksaan Keji
91 Drama Tangis
92 Tertawa Di Atas Penderitaan
93 Rencana Kakak
94 Percobaan Kabur
95 Bisa Kabur
96 Anakku yang Malang
97 Kebenaran Akhirnya Menang
98 Kembali Bersatu
99 Penangkapan Biang Onar
100 Kabar Bahagia Dari Indonesia
101 Menjadi Manja
102 Adik Membantu Kakak
103 Ancaman Baru
104 Mulai Goyah
105 PHK Massal
106 Bebas Begitu Saja
107 Makin Tak Terkendali Saja Tingkah Keduanya
108 Kehadiran Malaikat Kecil
109 Jangan Nakal
110 Didorong Anak Kecil
111 Mencari Anak Hilang
112 Haru Kala Bisa Kembali Bersama
113 Berpisah Sementara
114 Koma
115 Masih Tak Sadar
116 Vonis Untuk Penjahat
117 Sedih Karena Eksekusi
118 Akhirnya Bangun
119 Bahagia Akan Datang
120 Boleh Pulang
121 Selamat Datang Kembali Nyonya
122 Anak yang Aktif
123 Ancaman Mantan Obsesif
124 Ledakan Kala Itu
125 Suster Diserang
126 Serangan Berlanjut
127 Masih Belum Ketemu
128 Kamu Kekuatanku
129 Setelah Berhasil Lari
130 Warga Lokal Membantu
131 Keluarga Kembali Utuh
132 Sikap Diam
133 Masih Tak Mau Mengakui
134 Sambutan Hari Ulang Tahun
135 Dia Kabur
136 Anak yang Lincah
137 Acara Ekspor
138 Ledakan Parah yang Membuat Trauma
139 Masih Buron
140 Drama Petasan Dan Kehilangan
141 Bayi Pintar
142 Petualangan Bayi Ajaib
143 Kembali Ke Rumah
144 Sel Isolasi
145 Tepuk Tangan
146 Mewarnai
147 Kucing
148 Ayam Dan Peter Pan
149 Waktu yang Indah
150 Kisah Klasik Dan Tepung
151 Rumput Dan Hewan
152 Kaburnya Penjahat Dan Teror Kembali
153 Drama Paket
154 Akhir Tragis yang Penuh Drama
155 Sudah Besar
156 Sukses
157 Ancaman Baru
158 Wanita Tidak Tahu Diri
159 Bumerang Untuk Penjahat
160 Makin Jahat
161 Lolos Lagi
162 Huru Hara Berbalut Siasat Jahat
163 Rasa Bersalah Pada Istri
164 Penipu Ulung
165 Dia Tidak Ada Di Rumah
166 Rasa Sesal Itu Ada
167 Kaki Kecil yang Lincah Dan Otak Cerdik
168 Kabar Baik Dari Polisi
169 Sabotase
170 Anak Hebat
171 Sasaran Teror Kembali
172 Karma Itu Ada
173 Membuat Dengan Cinta
174 Bujuk Rayu
175 Belum Puas
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Ayah Pergi
2
Kakak Tahu
3
Penderitaan Berlangsung
4
Menguasai Rumah
5
Pria Tampan Dari Brazil
6
Amanat Dari Ayah
7
Mas Pulang
8
Tak Akan Tinggal Diam
9
Dua Wanita Hilang Akal
10
Mengakui Rahasia
11
Tirani yang Dimulai
12
Trauma Hebat
13
Makin Kejam Saja
14
Kesempatan Emas
15
Dalam Tekanan Membuat Keputusan
16
Uang dan Pengaruh
17
Harapan Dari Seorang Pemuda
18
Iblis Betina yang Kejam
19
Akhirnya Bisa Bebas
20
Drama Penggusuran
21
Sikap yang Mulai Goyah
22
Roda Keadilan
23
Pulang
24
Awal Babak Baru
25
Munculnya G Group Sebagai Penguasa
26
Wajah Baru Perkebunan dan Media
27
Penggabungan Dua Keluarga
28
Dua Keluarga yang Bersaing
29
Drama Penangkapan Selingkuhan
30
Karma Bagi Mereka yang Jahat
31
Perang Opini
32
Fakta Baru Soal Wanita Keji
33
Ribut dan Hilang Dari Tahanan
34
Kabar Dari Rusia
35
Dendam Dua Keluarga
36
Perang Dunia Maya
37
Konflik Orang Kaya
38
Siaga Tingkat Tinggi
39
Lancar Tanpa Halangan
40
Mafia China
41
Aliansi Dibalas Aliansi
42
Bisa Digagalkan
43
Ricuh di Dalam Penjara
44
Berakhir Dengan Petaka
45
Drama Penolakan Jenazah
46
Jalan Setelah Kericuhan
47
BM Media
48
Perubahan Susunan Membuat Resah
49
Hal Licik Digunakan
50
Ricuh yang Lain
51
Kaburnya Napi
52
Propaganda Untuk Membalas Kejahatan
53
Sekutu Mafia
54
Lawan Baru Datang
55
Bulan Madu di Kanada
56
Teror Saat Bulan Madu
57
Dendam Belum Usai
58
Penjagaan Ketat
59
Tindakan Jahat
60
Tahu Siapa Dalangnya
61
Kejadian di Surabaya
62
Penangkapan dan Kabar Dari Moskwa
63
Kebenaran Soal Khalisa
64
Selepas Dia Pergi
65
Kejutan di Sel Tahanan
66
Launching Produk
67
Pasangan Romantis
68
Ambisi Sang CEO Muda
69
Rencana Perjodohan Oleh Papa dan Mama
70
Bicara Langsung
71
Orang Tua Kandung
72
Pertemuan Calon Besan
73
Pesona CEO di Gym
74
Keputusan Sudah Diambil dan Memberi Jawaban
75
Pertemuan Dengan Calon
76
Tawaran Besan
77
Mas Suami Butuh Liburan
78
Kota Penuh Kenangan
79
Pergi Ke Pantai
80
Bertemu Sang Mantan Kekasih
81
Ambisi Mantan Kekasih
82
Pilu Ketika Bertemu Orang Tua Kandung
83
Bahasa Menjadi Kendala
84
Ketika Dia Datang Ke Kantor
85
Ancaman Datang Dari Dia
86
Anak Menjadi Sandera
87
Serangan Mendadak
88
Renan Dalam Bahaya
89
Dalam Genggaman Pengaruh Jahat
90
Siksaan Keji
91
Drama Tangis
92
Tertawa Di Atas Penderitaan
93
Rencana Kakak
94
Percobaan Kabur
95
Bisa Kabur
96
Anakku yang Malang
97
Kebenaran Akhirnya Menang
98
Kembali Bersatu
99
Penangkapan Biang Onar
100
Kabar Bahagia Dari Indonesia
101
Menjadi Manja
102
Adik Membantu Kakak
103
Ancaman Baru
104
Mulai Goyah
105
PHK Massal
106
Bebas Begitu Saja
107
Makin Tak Terkendali Saja Tingkah Keduanya
108
Kehadiran Malaikat Kecil
109
Jangan Nakal
110
Didorong Anak Kecil
111
Mencari Anak Hilang
112
Haru Kala Bisa Kembali Bersama
113
Berpisah Sementara
114
Koma
115
Masih Tak Sadar
116
Vonis Untuk Penjahat
117
Sedih Karena Eksekusi
118
Akhirnya Bangun
119
Bahagia Akan Datang
120
Boleh Pulang
121
Selamat Datang Kembali Nyonya
122
Anak yang Aktif
123
Ancaman Mantan Obsesif
124
Ledakan Kala Itu
125
Suster Diserang
126
Serangan Berlanjut
127
Masih Belum Ketemu
128
Kamu Kekuatanku
129
Setelah Berhasil Lari
130
Warga Lokal Membantu
131
Keluarga Kembali Utuh
132
Sikap Diam
133
Masih Tak Mau Mengakui
134
Sambutan Hari Ulang Tahun
135
Dia Kabur
136
Anak yang Lincah
137
Acara Ekspor
138
Ledakan Parah yang Membuat Trauma
139
Masih Buron
140
Drama Petasan Dan Kehilangan
141
Bayi Pintar
142
Petualangan Bayi Ajaib
143
Kembali Ke Rumah
144
Sel Isolasi
145
Tepuk Tangan
146
Mewarnai
147
Kucing
148
Ayam Dan Peter Pan
149
Waktu yang Indah
150
Kisah Klasik Dan Tepung
151
Rumput Dan Hewan
152
Kaburnya Penjahat Dan Teror Kembali
153
Drama Paket
154
Akhir Tragis yang Penuh Drama
155
Sudah Besar
156
Sukses
157
Ancaman Baru
158
Wanita Tidak Tahu Diri
159
Bumerang Untuk Penjahat
160
Makin Jahat
161
Lolos Lagi
162
Huru Hara Berbalut Siasat Jahat
163
Rasa Bersalah Pada Istri
164
Penipu Ulung
165
Dia Tidak Ada Di Rumah
166
Rasa Sesal Itu Ada
167
Kaki Kecil yang Lincah Dan Otak Cerdik
168
Kabar Baik Dari Polisi
169
Sabotase
170
Anak Hebat
171
Sasaran Teror Kembali
172
Karma Itu Ada
173
Membuat Dengan Cinta
174
Bujuk Rayu
175
Belum Puas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!