Mas Pulang

Renan yang berusaha melindungi Gendhis, tidak berdaya menghadapi kekuatan Marina dan Khalisa. Dengan kasar, kedua wanita itu menarik Gendhis dari pelukan Renan dan menyeretnya masuk ke dalam rumah. Gendhis meronta dan menangis, namun Marina dan Khalisa tidak peduli.

"Bawa dia ke kamarnya dan kunci dia di sana!" perintah Khalisa, dengan suara yang lantang.

Beberapa asisten rumah tangga yang ketakutan, segera melaksanakan perintah Khalisa. Mereka membawa Gendhis ke kamarnya dan menguncinya dari luar. Gendhis hanya bisa menangis dan berteriak memanggil nama Renan, berharap pria itu akan datang menyelamatkannya.

Sementara itu, Marina dan Khalisa dengan angkuh dan sombong mengusir Renan dari rumah mereka. Mereka tidak lagi menghormati Renan sebagai teman mendiang Haris. Mereka hanya melihat Renan sebagai orang asing yang ikut campur urusan keluarga mereka.

"Pergi kamu dari sini! Kamu tidak punya hak untuk ikut campur urusan keluarga kami!" bentak Marina, dengan nada yang kasar.

Khalisa menambahkan, "Kamu jangan pernah kembali ke sini lagi! Jika kamu berani kembali, kamu akan berhadapan dengan kami!"

Renan yang merasa tidak berdaya, hanya bisa pasrah dan meninggalkan rumah itu dengan hati yang sedih dan kecewa. Ia berjanji dalam hatinya akan mencari cara untuk membantu Gendhis keluar dari cengkeraman keluarga Khalisa.

Setelah Renan pergi, Marina dan Khalisa kembali masuk ke dalam rumah dengan wajah yang puas. Mereka merasa telah berhasil menyingkirkan orang yang mencoba untuk mengganggu mereka.

"Biar dia tahu, siapa yang berkuasa di rumah ini!" kata Marina, dengan nada yang sinis.

Khalisa mengangguk setuju. "Kita harus membuat Gendhis dan semua orang di rumah ini tunduk pada kita," kata Khalisa, dengan nada yang penuh ambisi.

Mereka berdua kemudian merencanakan untuk memberikan hukuman kepada Gendhis dan para asisten rumah tangga yang dianggap telah berkhianat kepada mereka. Mereka ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka adalah penguasa di rumah itu.

****

Di kamarnya yang terkunci, Gendhis hanya bisa pasrah dan berdoa. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menghadapi kekejaman Khalisa dan Marina. Setiap kali selesai salat, ia selalu memanjatkan doa kepada Tuhan, memohon kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang menimpanya.

"Ya Tuhan, berikanlah aku kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi semua ini," doa Gendhis, dengan suara yang lirih.

Ia juga memanjatkan doa untuk kesembuhan Bismo. Ia sangat merindukan kakaknya dan berharap Bismo segera kembali ke rumah untuk melindunginya.

"Ya Tuhan, semoga Mas Bismo segera sembuh dan kembali ke rumah. Aku sangat merindukannya," doa Gendhis, dengan air mata yang berlinang.

Gendhis tidak pernah berhenti berdoa dan berharap. Ia percaya bahwa Tuhan akan selalu bersamanya dan akan memberikan jalan keluar dari semua masalahnya.

Di tengah kesendiriannya, Gendhis mencoba untuk mengingat semua kenangan indah bersama ayahnya. Ia teringat akan nasihat-nasihat ayahnya yang selalu ia ingat.

"Gendhis, jadilah anak yang kuat dan sabar. Jangan pernah menyerah dalam menghadapi cobaan," nasihat ayahnya, suatu hari.

Nasihat ayahnya itu menjadi penyemangat bagi Gendhis. Ia berusaha untuk menjadi anak yang kuat dan sabar seperti yang diinginkan ayahnya.

Gendhis juga teringat akan kebaikan Bismo kepadanya. Bismo selalu melindunginya dan menyayanginya seperti adiknya sendiri.

"Mas Bismo adalah kakak yang sangat baik. Aku sangat beruntung memiliki kakak seperti dia," kata Gendhis, dalam hatinya.

Gendhis berharap Bismo akan segera kembali dan membawanya keluar dari rumah itu. Ia ingin hidup bahagia bersama Bismo dan ayahnya.

Namun, kenyataan yang harus dihadapi Gendhis tidak seindah harapannya. Khalisa dan Marina semakin hari semakin kejam kepadanya. Mereka tidak lagi menganggap Gendhis sebagai bagian dari keluarga mereka. Gendhis hanya dianggap sebagai pembantu di rumah itu.

Setiap hari, Gendhis harus melakukan semua pekerjaan rumah sendirian. Ia tidak punya waktu untuk beristirahat atau sekadar memikirkan dirinya sendiri.

"Gendhis, cepat bersihkan rumah ini! Kamu ini memang tidak becus kerja!" bentak Khalisa, suatu hari.

Gendhis hanya bisa menunduk dan melaksanakan perintah Khalisa. Ia sudah tidak berani melawan lagi.

"Gendhis, siapkan makan malam untuk kami!" perintah Marina, di lain hari.

Gendhis segera bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Ia memasak dengan terburu-buru karena takut Khalisa dan Marina akan marah jika ia terlambat.

Gendhis hidup dalam ketakutan dan kesedihan. Ia tidak tahu sampai kapan ia harus bertahan dalam situasi ini.

****

Beberapa hari kemudian, Marina dan Khalisa akhirnya membawa Bismo pulang dari rumah sakit. Namun, Bismo tidak lagi seperti dulu. Tubuhnya sangat lemah dan bahkan untuk berdiri saja ia tidak sanggup. Ia harus menggunakan kursi roda untuk berpindah tempat.

Gendhis sangat sedih melihat kondisi kakaknya. Ia tidak menyangka bahwa Bismo akan menjadi selemah ini. Ia tahu, pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan perawatan Bismo di rumah sakit.

"Mas Bismo, apa yang terjadi denganmu?" tanya Gendhis, dengan nada yang khawatir.

Bismo hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tidak tahu apa yang telah terjadi padanya. Ia hanya merasa tubuhnya semakin lama semakin melemah.

"Aku tidak tahu, Gendhis. Aku hanya merasa sangat lelah dan tidak berdaya," jawab Bismo, dengan suara yang lemah.

Gendhis tidak percaya begitu saja. Ia yakin bahwa Khalisa dan Marina pasti terlibat dalam kondisi Bismo. Ia curiga bahwa kedua wanita itu telah memberikan obat-obatan yang berbahaya kepada Bismo.

"Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Mas Bismo," kata Gendhis, dalam hatinya.

Gendhis kemudian merawat Bismo dengan penuh kasih sayang. Ia selalu menemani Bismo di kamarnya dan memberikan makanan serta minuman yang bergizi. Ia berharap, dengan perawatan yang baik, Bismo akan segera pulih.

Namun, Khalisa dan Marina tidak senang dengan perhatian yang diberikan Gendhis kepada Bismo. Mereka merasa cemburu dan iri hati.

"Kamu ini memang cari muka saja. Kamu ingin terlihat baik di depan Mas Bismo, kan?" kata Khalisa, dengan nada yang sinis.

Marina menambahkan, "Kamu jangan sok peduli dengan Bismo. Dia tidak akan pernah sembuh."

Gendhis tidak menghiraukan perkataan Khalisa dan Marina. Ia tetap saja merawat Bismo dengan sabar dan telaten.

Suatu malam, saat Gendhis sedang menemani Bismo di kamarnya, tiba-tiba Bismo memanggilnya.

"Gendhis, sini," panggil Bismo, dengan suara yang lemah.

Gendhis segera mendekati Bismo dan memegang tangannya.

"Ada apa, Mas?" tanya Gendhis, dengan nada yang khawatir.

Bismo kemudian menceritakan bahwa ia mendengar percakapan antara Khalisa dan Marina. Ia mendengar bahwa kedua wanita itu telah memberikan obat-obatan yang berbahaya kepadanya.

"Mereka ingin aku tetap lemah dan tidak berdaya. Mereka ingin menguasai harta keluarga kita," kata Bismo, dengan nada yang marah.

Gendhis sangat terkejut mendengar cerita Bismo. Ia tidak menyangka bahwa Khalisa dan Marina akan berbuat sekejam ini.

"Kita harus mencari cara untuk melawan mereka, Mas," kata Gendhis, dengan nada yang penuh tekad.

Bismo mengangguk setuju. Ia berjanji akan membantu Gendhis untuk mengungkap kejahatan Khalisa dan Marina.

Episodes
1 Ayah Pergi
2 Kakak Tahu
3 Penderitaan Berlangsung
4 Menguasai Rumah
5 Pria Tampan Dari Brazil
6 Amanat Dari Ayah
7 Mas Pulang
8 Tak Akan Tinggal Diam
9 Dua Wanita Hilang Akal
10 Mengakui Rahasia
11 Tirani yang Dimulai
12 Trauma Hebat
13 Makin Kejam Saja
14 Kesempatan Emas
15 Dalam Tekanan Membuat Keputusan
16 Uang dan Pengaruh
17 Harapan Dari Seorang Pemuda
18 Iblis Betina yang Kejam
19 Akhirnya Bisa Bebas
20 Drama Penggusuran
21 Sikap yang Mulai Goyah
22 Roda Keadilan
23 Pulang
24 Awal Babak Baru
25 Munculnya G Group Sebagai Penguasa
26 Wajah Baru Perkebunan dan Media
27 Penggabungan Dua Keluarga
28 Dua Keluarga yang Bersaing
29 Drama Penangkapan Selingkuhan
30 Karma Bagi Mereka yang Jahat
31 Perang Opini
32 Fakta Baru Soal Wanita Keji
33 Ribut dan Hilang Dari Tahanan
34 Kabar Dari Rusia
35 Dendam Dua Keluarga
36 Perang Dunia Maya
37 Konflik Orang Kaya
38 Siaga Tingkat Tinggi
39 Lancar Tanpa Halangan
40 Mafia China
41 Aliansi Dibalas Aliansi
42 Bisa Digagalkan
43 Ricuh di Dalam Penjara
44 Berakhir Dengan Petaka
45 Drama Penolakan Jenazah
46 Jalan Setelah Kericuhan
47 BM Media
48 Perubahan Susunan Membuat Resah
49 Hal Licik Digunakan
50 Ricuh yang Lain
51 Kaburnya Napi
52 Propaganda Untuk Membalas Kejahatan
53 Sekutu Mafia
54 Lawan Baru Datang
55 Bulan Madu di Kanada
56 Teror Saat Bulan Madu
57 Dendam Belum Usai
58 Penjagaan Ketat
59 Tindakan Jahat
60 Tahu Siapa Dalangnya
61 Kejadian di Surabaya
62 Penangkapan dan Kabar Dari Moskwa
63 Kebenaran Soal Khalisa
64 Selepas Dia Pergi
65 Kejutan di Sel Tahanan
66 Launching Produk
67 Pasangan Romantis
68 Ambisi Sang CEO Muda
69 Rencana Perjodohan Oleh Papa dan Mama
70 Bicara Langsung
71 Orang Tua Kandung
72 Pertemuan Calon Besan
73 Pesona CEO di Gym
74 Keputusan Sudah Diambil dan Memberi Jawaban
75 Pertemuan Dengan Calon
76 Tawaran Besan
77 Mas Suami Butuh Liburan
78 Kota Penuh Kenangan
79 Pergi Ke Pantai
80 Bertemu Sang Mantan Kekasih
81 Ambisi Mantan Kekasih
82 Pilu Ketika Bertemu Orang Tua Kandung
83 Bahasa Menjadi Kendala
84 Ketika Dia Datang Ke Kantor
85 Ancaman Datang Dari Dia
86 Anak Menjadi Sandera
87 Serangan Mendadak
88 Renan Dalam Bahaya
89 Dalam Genggaman Pengaruh Jahat
90 Siksaan Keji
91 Drama Tangis
92 Tertawa Di Atas Penderitaan
93 Rencana Kakak
94 Percobaan Kabur
95 Bisa Kabur
96 Anakku yang Malang
97 Kebenaran Akhirnya Menang
98 Kembali Bersatu
99 Penangkapan Biang Onar
100 Kabar Bahagia Dari Indonesia
101 Menjadi Manja
102 Adik Membantu Kakak
103 Ancaman Baru
104 Mulai Goyah
105 PHK Massal
106 Bebas Begitu Saja
107 Makin Tak Terkendali Saja Tingkah Keduanya
108 Kehadiran Malaikat Kecil
109 Jangan Nakal
110 Didorong Anak Kecil
111 Mencari Anak Hilang
112 Haru Kala Bisa Kembali Bersama
113 Berpisah Sementara
114 Koma
115 Masih Tak Sadar
116 Vonis Untuk Penjahat
117 Sedih Karena Eksekusi
118 Akhirnya Bangun
119 Bahagia Akan Datang
120 Boleh Pulang
121 Selamat Datang Kembali Nyonya
122 Anak yang Aktif
123 Ancaman Mantan Obsesif
124 Ledakan Kala Itu
125 Suster Diserang
126 Serangan Berlanjut
127 Masih Belum Ketemu
128 Kamu Kekuatanku
129 Setelah Berhasil Lari
130 Warga Lokal Membantu
131 Keluarga Kembali Utuh
132 Sikap Diam
133 Masih Tak Mau Mengakui
134 Sambutan Hari Ulang Tahun
135 Dia Kabur
136 Anak yang Lincah
137 Acara Ekspor
138 Ledakan Parah yang Membuat Trauma
139 Masih Buron
140 Drama Petasan Dan Kehilangan
141 Bayi Pintar
142 Petualangan Bayi Ajaib
143 Kembali Ke Rumah
144 Sel Isolasi
145 Tepuk Tangan
146 Mewarnai
147 Kucing
148 Ayam Dan Peter Pan
149 Waktu yang Indah
150 Kisah Klasik Dan Tepung
151 Rumput Dan Hewan
152 Kaburnya Penjahat Dan Teror Kembali
153 Drama Paket
154 Akhir Tragis yang Penuh Drama
155 Sudah Besar
156 Sukses
157 Ancaman Baru
158 Wanita Tidak Tahu Diri
159 Bumerang Untuk Penjahat
160 Makin Jahat
161 Lolos Lagi
162 Huru Hara Berbalut Siasat Jahat
163 Rasa Bersalah Pada Istri
164 Penipu Ulung
165 Dia Tidak Ada Di Rumah
166 Rasa Sesal Itu Ada
167 Kaki Kecil yang Lincah Dan Otak Cerdik
168 Kabar Baik Dari Polisi
169 Sabotase
170 Anak Hebat
171 Sasaran Teror Kembali
172 Karma Itu Ada
173 Membuat Dengan Cinta
174 Bujuk Rayu
175 Belum Puas
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Ayah Pergi
2
Kakak Tahu
3
Penderitaan Berlangsung
4
Menguasai Rumah
5
Pria Tampan Dari Brazil
6
Amanat Dari Ayah
7
Mas Pulang
8
Tak Akan Tinggal Diam
9
Dua Wanita Hilang Akal
10
Mengakui Rahasia
11
Tirani yang Dimulai
12
Trauma Hebat
13
Makin Kejam Saja
14
Kesempatan Emas
15
Dalam Tekanan Membuat Keputusan
16
Uang dan Pengaruh
17
Harapan Dari Seorang Pemuda
18
Iblis Betina yang Kejam
19
Akhirnya Bisa Bebas
20
Drama Penggusuran
21
Sikap yang Mulai Goyah
22
Roda Keadilan
23
Pulang
24
Awal Babak Baru
25
Munculnya G Group Sebagai Penguasa
26
Wajah Baru Perkebunan dan Media
27
Penggabungan Dua Keluarga
28
Dua Keluarga yang Bersaing
29
Drama Penangkapan Selingkuhan
30
Karma Bagi Mereka yang Jahat
31
Perang Opini
32
Fakta Baru Soal Wanita Keji
33
Ribut dan Hilang Dari Tahanan
34
Kabar Dari Rusia
35
Dendam Dua Keluarga
36
Perang Dunia Maya
37
Konflik Orang Kaya
38
Siaga Tingkat Tinggi
39
Lancar Tanpa Halangan
40
Mafia China
41
Aliansi Dibalas Aliansi
42
Bisa Digagalkan
43
Ricuh di Dalam Penjara
44
Berakhir Dengan Petaka
45
Drama Penolakan Jenazah
46
Jalan Setelah Kericuhan
47
BM Media
48
Perubahan Susunan Membuat Resah
49
Hal Licik Digunakan
50
Ricuh yang Lain
51
Kaburnya Napi
52
Propaganda Untuk Membalas Kejahatan
53
Sekutu Mafia
54
Lawan Baru Datang
55
Bulan Madu di Kanada
56
Teror Saat Bulan Madu
57
Dendam Belum Usai
58
Penjagaan Ketat
59
Tindakan Jahat
60
Tahu Siapa Dalangnya
61
Kejadian di Surabaya
62
Penangkapan dan Kabar Dari Moskwa
63
Kebenaran Soal Khalisa
64
Selepas Dia Pergi
65
Kejutan di Sel Tahanan
66
Launching Produk
67
Pasangan Romantis
68
Ambisi Sang CEO Muda
69
Rencana Perjodohan Oleh Papa dan Mama
70
Bicara Langsung
71
Orang Tua Kandung
72
Pertemuan Calon Besan
73
Pesona CEO di Gym
74
Keputusan Sudah Diambil dan Memberi Jawaban
75
Pertemuan Dengan Calon
76
Tawaran Besan
77
Mas Suami Butuh Liburan
78
Kota Penuh Kenangan
79
Pergi Ke Pantai
80
Bertemu Sang Mantan Kekasih
81
Ambisi Mantan Kekasih
82
Pilu Ketika Bertemu Orang Tua Kandung
83
Bahasa Menjadi Kendala
84
Ketika Dia Datang Ke Kantor
85
Ancaman Datang Dari Dia
86
Anak Menjadi Sandera
87
Serangan Mendadak
88
Renan Dalam Bahaya
89
Dalam Genggaman Pengaruh Jahat
90
Siksaan Keji
91
Drama Tangis
92
Tertawa Di Atas Penderitaan
93
Rencana Kakak
94
Percobaan Kabur
95
Bisa Kabur
96
Anakku yang Malang
97
Kebenaran Akhirnya Menang
98
Kembali Bersatu
99
Penangkapan Biang Onar
100
Kabar Bahagia Dari Indonesia
101
Menjadi Manja
102
Adik Membantu Kakak
103
Ancaman Baru
104
Mulai Goyah
105
PHK Massal
106
Bebas Begitu Saja
107
Makin Tak Terkendali Saja Tingkah Keduanya
108
Kehadiran Malaikat Kecil
109
Jangan Nakal
110
Didorong Anak Kecil
111
Mencari Anak Hilang
112
Haru Kala Bisa Kembali Bersama
113
Berpisah Sementara
114
Koma
115
Masih Tak Sadar
116
Vonis Untuk Penjahat
117
Sedih Karena Eksekusi
118
Akhirnya Bangun
119
Bahagia Akan Datang
120
Boleh Pulang
121
Selamat Datang Kembali Nyonya
122
Anak yang Aktif
123
Ancaman Mantan Obsesif
124
Ledakan Kala Itu
125
Suster Diserang
126
Serangan Berlanjut
127
Masih Belum Ketemu
128
Kamu Kekuatanku
129
Setelah Berhasil Lari
130
Warga Lokal Membantu
131
Keluarga Kembali Utuh
132
Sikap Diam
133
Masih Tak Mau Mengakui
134
Sambutan Hari Ulang Tahun
135
Dia Kabur
136
Anak yang Lincah
137
Acara Ekspor
138
Ledakan Parah yang Membuat Trauma
139
Masih Buron
140
Drama Petasan Dan Kehilangan
141
Bayi Pintar
142
Petualangan Bayi Ajaib
143
Kembali Ke Rumah
144
Sel Isolasi
145
Tepuk Tangan
146
Mewarnai
147
Kucing
148
Ayam Dan Peter Pan
149
Waktu yang Indah
150
Kisah Klasik Dan Tepung
151
Rumput Dan Hewan
152
Kaburnya Penjahat Dan Teror Kembali
153
Drama Paket
154
Akhir Tragis yang Penuh Drama
155
Sudah Besar
156
Sukses
157
Ancaman Baru
158
Wanita Tidak Tahu Diri
159
Bumerang Untuk Penjahat
160
Makin Jahat
161
Lolos Lagi
162
Huru Hara Berbalut Siasat Jahat
163
Rasa Bersalah Pada Istri
164
Penipu Ulung
165
Dia Tidak Ada Di Rumah
166
Rasa Sesal Itu Ada
167
Kaki Kecil yang Lincah Dan Otak Cerdik
168
Kabar Baik Dari Polisi
169
Sabotase
170
Anak Hebat
171
Sasaran Teror Kembali
172
Karma Itu Ada
173
Membuat Dengan Cinta
174
Bujuk Rayu
175
Belum Puas

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!