memilih pensiun

*****

Setelah Semalaman Dewa, Greg dan anak buah Greg mengerjakan proyek mobil minifan sampai larut malam. Dewa memutuskan untuk tidur dibengkel malam itu bersama Greg. Kebetulan dibengkel baru tersebut ada beberapa kamar yang disiapkan Greg untuk dijadikan mes karyawan. Tapi untuk saat ini baru dua orang yang tinggal di mes itu, mereka yang lembur bersama Dewa dan Greg semalam.

Keesokannya Dewa yang kecapean karena lembur semalaman akhrinya bangun kesiangan lagi. Dewa sudah berniat memfokuskan diri pada proyek mobil Offroad tapi terlihat elegan ini yang sedang dikerjakan olehnya dan Greg.

Dewa bangun dari tempat tidurnya setelah itu dia keluar kamar itu, didepan kamar didekat bengkel disana disebuah meja sudah ada sarapan yang sudah disiapkan Greg sebelumnya.

Melihat itu Dewa menyungingkan senyum di sudut bibirnya. "Tidak salah orang ini dengan janjinya dulu" guman Dewa dalam hatinya.

Dia kemudian menikmati sarapannya, baru saja dia selesai sarapan Greg muncul dari dalam toko. Selain bengkel tempat itu juga menjual berbagai jenis sparepart mobil, itu semua atas saran dari Greg. Untuk bengkel baru ini Dewa memberikan 15% saham untuk Greg, itu juga bagian dari usaha Dewa untuk memotifasi Greg.

"Pagi bos..., tidurnya nyenyak sekali bos, saya tidak tega bangunkan tadi....hehehhee...." Sapa Greg sambil tertawa.

"Kok cape banget rasanya Greg....." sahut Dewa. "Kamu hari ini tidak ada mobil lain yang kerjakan Greg?" Sambung Dewa.

"Bos saya sudah sampaikan sebelumnya saya akan bantu kamu sampai mobil ini selesai...." tegas Greg sambil menarik sebuah kursi lalu duduk berhadapan dengan bosnya itu.

..."baiklah kita akan lanjutkan hari ini Greg...tapi saya mau mandi dulu Greg, semalam tidak sempat mandi...." kata Dewa sambil bangkit dari tempat duduknya menuju kamar Mandi karyawan yang ada diujung bengkel tersebut.

Siangnya mereka berdua  lanjut bekerja sama untuk membuat mobil offroad itu menjadi lebih tangguh dan siap untuk digunakan di medan yang berat.

"Greg, Ide kamu untuk menggunakan ban anti slip dengan lingkaran yang besar itu apa tidak mempengaruhi tenaga mobil ini nanti?" tanya Dewa.

"Ban anti slip sangat penting, bos," jawab Greg. "Dengan ban anti slip, mobil kita akan lebih stabil dan tidak mudah tergelincir di jalan yang licin mengenai tenaga tadi saya sudah pesan alat untuk menganti beberapa part dibagian mesin untuk mendambah daya dorong dari mobil ini nanti" jelas Greg.

Dewa mengangguk setuju. "Baik, kita akan menggunakan ban anti slip. Apa lagi yang bisa kita tambahkan untuk membuat mobil ini lebih tangguh?"

Greg berpikir sejenak sebelum menjawab. "Kita bisa menambahkan suspensi yang lebih baik, bos. Dengan suspensi yang lebih baik, mobil kita akan lebih nyaman dan tidak mudah terguncang di jalan yang berat."

Dewa mengangguk setuju. "Baik, kita akan menambahkan suspensi yang lebih baik. Apa tentang fitur-fitur di dasbor dan kemudi?"

Greg tersenyum. "Kita bisa menambahkan fitur-fitur seperti GPS, Bluetooth, dan layar sentuh, bos. Dengan fitur-fitur tersebut, mobil kita akan lebih canggih dan mudah digunakan."

Dewa mengangguk setuju. "Baik, kita akan menambahkan fitur-fitur tersebut. Saya ingin mobil ini menjadi mobil yang tidak hanya tangguh, tapi juga canggih dan mudah digunakan."

Greg tersenyum. "Saya paham, bos. Saya akan membuat mobil ini menjadi mobil yang terbaik."

Dewa memandang Greg dengan bangga. "Saya tahu kamu bisa melakukannya, Greg. Kamu adalah orang yang sangat berbakat dan memiliki keahlian yang sangat baik."

Greg tersenyum. "Terima kasih, bos. Saya akan terus berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik."

Dewa mengangguk. "Saya tahu kamu bisa melakukannya, Greg. Sekarang, mari kita fokus pada proyek mobil minifan ini."

Mereka berdua kembali bekerja sama untuk membuat mobil minifan menjadi lebih tangguh dan siap untuk digunakan di medan yang berat.

Beberapa menit kemudian, Dewa menerima panggilan telepon dari Zizau.

"Dewa, apa kabar?" tanya Zizau.

"Baik, Kak," jawab Dewa. "Apa kabar?"

"Saya ingin berbicara dengan tentang misi terakhir kita, saya setuju ini akan menjadi misi terakhir kita dan saya tidak ingin kita seperti ini Dewa, setelah pertemuan terakhir saya merasa kita seperti menjauh dan menjaga jarak" kata Zizau.

"Saya ingin kita tetap bersama dan menjadi sebuah keluarga."

Dewa tersenyum dan memandang ke arah lain. "Saya setuju, Kak" jawab Dewa. "Tapi saya memiliki satu syarat."

"Apa itu?" tanya Zizau.

"Saya ingin kita berhenti menjadi tentara bayaran dan menjadi tenaga pengawal profesional saja yang mengkhususkan mengawal orang-orang tertentu tanpa harus menggunakan senjata lagi," jawab Dewa.

Zizau terdiam sejenak sebelum menjawab. "Saya setuju, Dewa," kata Zizau. "Tapi kita harus tetap bersama dan menjadi sebuah keluarga."

Dewa tersenyum dan memandang ke arah lain. "Saya setuju, Kak," jawab Dewa. "Tapi saya hanya ingin menjadi tenaga pengawal di kota Mandar saja."

Zizau terdiam sejenak sebelum menjawab. "Saya paham, Dewa," kata Zizau. "Saya akan berbicara dengan yang lainnya."

Dewa mengangguk dan memandang ke arah lain. "Baik, Kak," jawab Dewa. "Saya menunggu kabar dari Kak Zizau dan yang lain"

Dewa menutup telepon dan memandang ke arah lain. Ia merasa bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat.

*****

Sementara itu, teman-teman Dewa lainnya sedang membahas tentang syarat yang diajukan oleh Dewa. Mereka semua terkejut dan tidak percaya bahwa Dewa ingin meninggalkan mereka.

"Apa yang salah dengan Dewa?" tanya Adam.

"Saya tidak tahu," jawab Martin. "Tapi saya tahu bahwa Dewa tidak ingin menjadi tentara bayaran lagi."

"Apakah itu berarti kita harus meninggalkan pekerjaan kita sebagai tentara bayaran?" tanya Dude.

Zizau, yang mereka semua panggil kakak, memandang mereka dengan serius. "Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi saya tahu bahwa kita harus mempertimbangkan syarat yang diajukan oleh Dewa."

Mereka semua terdiam sejenak, mempertimbangkan syarat yang diajukan oleh Dewa. Akhirnya, mereka memutuskan untuk menerima syarat tersebut dan meninggalkan pekerjaan mereka sebagai tentara bayaran.

"Tapi apa yang akan kita lakukan setelah kita meninggalkan pekerjaan kita sebagai tentara bayaran?" tanya Adam.

"Saya tidak tahu," jawab Zizau. "Tapi saya tahu bahwa kita akan memiliki kesempatan untuk memulai hidup baru dan meninggalkan masa lalu kita sebagai tentara bayaran."

*****

Sementara itu Vanda yang pulang pagi dari Dinasnya di Rumah sakit meliahta kearah Rumah Dewa yang masih terkunci.

"Apa dia pergi lagi?"....apa dia begitu mementing pekerjaannya daripada tubuhnya" guman Vanda sambil menggelang.

Vanda mau menghubungi Dewa tapi mereka belum bertukar nomor ponsel sebelumnya.

Setelah memikirkan hal itu Vanda kemudian masuk kedalam rumahnya, dia melihat sebuah mobil Audi dihalaman rumahnya, dia melihat ke nomor mobil itu. Alangkah kagetnya setelah mengetahui itu mobilnya yang dia tinggalkan di kota Palapa.

Vanda segera berlari mengitari mobil tersebut, dia melihat kedalam mobil tapi tidak orang didalamnya. Sementara dia masih celingak celinguk..."Non..."....Vanda yang mendengar suara itu hampir teriak. Tapi setelah melihat siapa yang ada dibelakangnya ternyata itu anak buah Ayahnya dari Palapa.

"Eh Pak Alan kan ya...?" Kata Vanda sambil mendekati lelaki yang seumuran Ayahnya itu. "Ia Non...ternyata Non Vanda masih ingat...saya diminta Bapak untuk mengantar mobil ini Non....syukurlah Non sudah pulang, tugas saya akhrinya selesai..."kata Pak Alan sambil tersenyum..."Aduh pak Alan terimakasih Banyak ya pak sudah merepotkan sampai jauh-jauh ke Mandar demi mengantar mobil saya..." Kata Vanda.

"Oh tidak apa-apa Non saya sekalian pulang Kampung ini, keluarga saya kebetulan disini semua...oh ia Non saya langsung Pamit saja yah...ada yang nungguin didepan pos satpam sana"...jelas pak Alan.

"Sebentar Pak Alan..." Seru Vanda, dia lalu merogoh tasnya mengeluarkan Dompet lalu mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya. "Ini pak Alan untuk beli rokok, ini ucapan terimakasih saya urusan pak Alan dengan Ayah itu bukan urusan saya dan kalau pak Alan tidak terima saya aduin pak Alan ke Ayah kalau mobil saya lecet....hehehehe..." Vanda sengaja mengatakan itu supaya pak Alan tidak menolak pemberiannya.

"Aduh Non saya jadi tidak enak ini...ya sudah saya terima ini ya Non..." Katanya. "Sekali lagi terimakasih pak Alan..." Sahut Vanda.

Tidak lama setelahnya pak Alan pamit, Vanda lalu masuk kedalam rumahnya sambil menelepon Ayahnya.

*****

(BERSAMBUNG)

Mereka semua mengangguk setuju, siap untuk memulai hidup baru dan meninggalkan masa lalu mereka sebagai tentara bayaran.

Terpopuler

Comments

Abi Uung

Abi Uung

mantap ceritanya, lanjut !!

2025-02-14

2

lihat semua
Episodes
1 Misi penyelamatan seorang Dokter dari Tangan penculik
2 mission complete
3 kembali ke Mandar
4 Dude jadi ayah
5 kembali
6 tetangga baru
7 minta bantuan
8 Sebuah Misi
9 menumpas teroris
10 tewasnya pimpinan teroris
11 terluka
12 pesan
13 di hadang
14 pulang
15 dokter tetangga
16 Di rawat dokter tetangga
17 jalan
18 salah paham
19 memilih pensiun
20 mobil baru
21 Duel
22 Mabuk
23 Agen wanita
24 Agen Rahasia 2
25 insiden di Kafe
26 Dude hilang
27 penyelamatan
28 Duel
29 ternyata pensiun seorang Diri
30 di ajak
31 meminta izin
32 pertama kali diantar ketempat kerja
33 memukul orang lagi
34 Tiger bertekuk lutut lagi
35 misi balas dendam
36 misi gagal
37 marahan
38 Pertemuan dua wanita
39 menginap lagi
40 Vanda merajuk
41 ancaman Jack
42 kesombongan Jack
43 akhir cerita Jack
44 penyergapan si ahli racun
45 tewasnya si ahli racun
46 Cemburu yang mengemaskan
47 trik Vivi
48 Gegara Luka
49 Dewa Sembuh
50 Dewa bermain Gitar di Kafe
51 Harimau Kuning meminta Bantuan
52 menolak Bertemu
53 Vanda ingin ikut Pulang kampung
54 Calon Istri idaman
55 Di hadang gengster
56 terjebak Hujan
57 bidadari
58 benaran Bidadari
59 kamu mau ninggalin aku?
60 mengemaskan
61 Hamara masih ada
62 Aset berharga
63 Menyusup
64 Penyergapan
65 Yonah si Penghianat
66 Hasim yang megenaskan
67 Hasim tertangkap
68 bertemu calon mertua
69 Bertemu kembali
70 Vanda yang Tantrum
71 Rencana Pasukan Iblis Neraka
72 Dewa di rujak empat wanita sekaligus
73 Vanda merajuk lagi
74 penyerbuan ke markas mafia
75 Agen Rahasia juga bergabung
76 kamu mencintainya?
77 di rujak ibu-ibu
78 terancam pindah planet
79 siap ke Pluto?
80 Rencana besar
81 Survey kantor baru
82 Vanda merajuk lagi
83 Vanda galau
84 di tinggal pergi
85 Vivi dan Vanda dua Tom and Jerry
86 perjodohan akal-akalan Vivi
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Misi penyelamatan seorang Dokter dari Tangan penculik
2
mission complete
3
kembali ke Mandar
4
Dude jadi ayah
5
kembali
6
tetangga baru
7
minta bantuan
8
Sebuah Misi
9
menumpas teroris
10
tewasnya pimpinan teroris
11
terluka
12
pesan
13
di hadang
14
pulang
15
dokter tetangga
16
Di rawat dokter tetangga
17
jalan
18
salah paham
19
memilih pensiun
20
mobil baru
21
Duel
22
Mabuk
23
Agen wanita
24
Agen Rahasia 2
25
insiden di Kafe
26
Dude hilang
27
penyelamatan
28
Duel
29
ternyata pensiun seorang Diri
30
di ajak
31
meminta izin
32
pertama kali diantar ketempat kerja
33
memukul orang lagi
34
Tiger bertekuk lutut lagi
35
misi balas dendam
36
misi gagal
37
marahan
38
Pertemuan dua wanita
39
menginap lagi
40
Vanda merajuk
41
ancaman Jack
42
kesombongan Jack
43
akhir cerita Jack
44
penyergapan si ahli racun
45
tewasnya si ahli racun
46
Cemburu yang mengemaskan
47
trik Vivi
48
Gegara Luka
49
Dewa Sembuh
50
Dewa bermain Gitar di Kafe
51
Harimau Kuning meminta Bantuan
52
menolak Bertemu
53
Vanda ingin ikut Pulang kampung
54
Calon Istri idaman
55
Di hadang gengster
56
terjebak Hujan
57
bidadari
58
benaran Bidadari
59
kamu mau ninggalin aku?
60
mengemaskan
61
Hamara masih ada
62
Aset berharga
63
Menyusup
64
Penyergapan
65
Yonah si Penghianat
66
Hasim yang megenaskan
67
Hasim tertangkap
68
bertemu calon mertua
69
Bertemu kembali
70
Vanda yang Tantrum
71
Rencana Pasukan Iblis Neraka
72
Dewa di rujak empat wanita sekaligus
73
Vanda merajuk lagi
74
penyerbuan ke markas mafia
75
Agen Rahasia juga bergabung
76
kamu mencintainya?
77
di rujak ibu-ibu
78
terancam pindah planet
79
siap ke Pluto?
80
Rencana besar
81
Survey kantor baru
82
Vanda merajuk lagi
83
Vanda galau
84
di tinggal pergi
85
Vivi dan Vanda dua Tom and Jerry
86
perjodohan akal-akalan Vivi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!