jalan

*****

Jam setengah Delapan malam, Vanda keluar rumahnya lalu pergi kerumah Dewa. Sambil menenteng kotak makanan dia mengetuk pintu rumah itu. Tidak ada jawaban dari dalam rumah Vanda ragu sejenak, dengan sedikit ragu dia memutar gagang pintu.

Kepala Vanda menjulur lewat pintu dia menengok keruangan tamu tidak ada orang disana.

Vanda kemudian masuk kedalam rumah setelah menutup pintu, dia berjalan kearah ruangan tengah tapi tidak menemukan orang disana. Vanda segera beralih kepintu kamar Dewa dia mengetuk pintu kamar...."heii....apa kamu ada didalam?" seru Vanda.

Tapi masih tetap sama, tidak jawaban dari dalam kamar, Vanda lalu kedapur dia melihat pintu belakang dapur terbuka. Dia meletakan kotak makanan dimeja, terus berjalan kearah pintu belakang.

Disana ada bengkel dan cahaya lampu menerangi bengkel itu, Vanda terus berjalan kearah bengkel itu. Alangkah terkejutnya dia melihat seseorang yang sedang tertidur dikursi sambil mendekap ponsel didadanya.

Dewa yang dari tadi mengobrol dengan Toni anak buahnya setelah Toni pulang dia tertidur dikursi yang ada dibengkelnya. Vanda mendekatinya, dia melihat Dewa yang tertidur pulas raut muka dewa yang sayu karena sakit terlihat jelas di wajahnya.

"Orang ini....kenapa tidak istrhat saja dikamarnya?, malah tiduran disini...guman Vanda dalam hati. Dia mau membangunkannya tapi dia takut Dewa marah. Sambil berguman dia melihat wajah Dewa, tergurat aura tegas diwajahnya, lama-lama dia melihatnya.

"Dia manis juga...." tanpa sadar vanda mengatakan itu. Setelah megatakan itu walau pelan, Dewa yang masih tertidur akhirnya terbangun karena merasa udara tempat itu sudah mulai dingin apalagi dia hanya mengunakan singlet hitam.

"Eh...kamu..." Muka Vanda tiba-tiba merona melihat Dewa menoleh kearahnya. "Apa yang manis?" Tanya Dewa. "Bukan...oh tidak...tidak ada, itu kenapa kamu tidur disini? Saya dari tadi mencari kamu di dalam rumah" kata Vanda sambil tersipu.

"Saya ketiduran setelah mengobrol dengan teman tadi, kamu sudah dari tadi?" tanya Dewa.

..."oh baru saja, tepat saat kamu bangun tadi..." Kata Vanda berbohong. "Ayo masuk saya bawa makanan, saya masak banyak tadi, jadi keingat kamu yang masih sakit, saya pikir kamu belum bisa melakukan sesuatu makanya saya bawakan makanan..."jelas Vanda panjang lebar.

"Terimakasih yah...jadi merepotkan kamu, teman saya tadi datang mau bawa makanan, kebetulan dia punya kafe..." kata Dewa. Dia melihat raut muka Vanda berubah. Dengan Cepat dia langsung menyambung kata-kata "Itu dia hanya bawa untuk makan siang, kebetulan saya belum makan malam...ayo kita masuk" kata Dewa sambil berdiri. Lalu berjalan kerumahnya, Vanda yang melihat itu muncul senyum disudut bibirnya.

Setelah itu mereka berdua masuk kedalam rumah milik Dewa, malam itu Dewa makan ditemani Vanda lagi. Vanda sendiri tidak makan karena dia sudah makan dirumahnya.

Setelah selesai makan Mereka berdua duduk diruangan tengah, saat dewa mau mengatakan sesuatu ponselnya bergetar dia lalu mengambil ponselnya dari meja. Setelah membaca notifikasi dari aplikasa pesan tersebut, raut muka Dewa tiba-tiba tegang.

Melihat perubahan itu Vanda dengan hati-hati bertanya..."apakah ada masalah?" Kata Vanda hati-hati.

Menyadari suara Vanda itu Dewa langsung senyum...."oh itu teman saya lagi ada disebuah Club Malam, dia meminta saya menjemputnya, dia mabuk katanya"....sahut Dewa sambil memencet tanda panggil di Hp-nya. "Sebentar saya telepon dulu..." Dewa berdiri lalu berjalan menuju kamarnya.

"Temui saya di Club FT duapuluh menit lagi..." tanpa mendegar jawaban dari pihak lain Dewa mematikan ponselnya lalu memasukan kedalam saku celannya. Dia kemudian mengambil jaket dari Gantungan setelah itu dia keluar kamar.

"Maaf saya tidak bermaksud mengusir kamu...tapi saya mau keluar sebentar...."kamukan masih sakit kenapa tidak suruh temanmu memanggil taxi saja..."potong Vanda.

"Tapi....itu teman saya tidak bawa dompet, saya mau tebus itu..." sahut Dewa membuat Alasan.

"Oke....kalau begitu saya antar kamu, tangan kamu kan belum boleh banyak gerak sekarang. Saya juga belum ngantuk, sekalian saya mau cari udara segar diluar..." sahut Vanda sambil berdiri.

Dewa yang masih berdiri ditempatnya hanya melonggo melihat Vanda yang sudah keluar dari rumahnya. Dia tadi berencana naik motor akhirnya kembali kedalam kamar mengambil kunci mobilnya, kemudian menyambar hodi yang ada ditempat tidurnya. Dewa memakai hodi diluarnya dia memakai jaket kulit tidak lupa dia memakai topi berwarna hitam.

Sementara itu diluar rumah Vanda berdiri didepan Garasi milik Dewa. Disana ada dua motor, satu motor Sport warna Hitam merk Ducati dan satu motor BMW custom lalu ada sebuah mobil nisan GTR terparkir disana.

Disaat Vanda masih asik melihat koleksi kendaraan Dewa, orangnya sudah berdiri dibelakangnya. Dewa yang hendak kekabin pengemudi ditarik tangan oleh Vanda. "Tangan kamu masih sakit, berikan kunci mobilnya.."Vanda mengulurkan tangannya.

Dewa hanya terdiam seperti orang yang habis di hipnotis dia menyerahkan kunci mobilnya kepada Vanda.

Mereka berdua lalu masuk kedalam mobil, dengan Vanda yang ada dibalik kemudi, Dewa diduduk dikursi penumpang disebelahnya.

....em...itu mobilnya manual"...kata Dewa memecahkan situasi yang canggung itu. "Saya tahu..." Balas Vanda.

Dia menyalakan mesin mobil lalu menakan gasnya, setelah beberapa saat kemudian mobil itu mundur dengan lancar. Perlahan mobil itu bergerak keluar dari kompleks perumahan, melaju dijalan raya membelah malam kota Mandar.

Tidak lama mobil nisan GTR tersebut tiba dialun-alun kota. "Ke arah mana?"...suara Vanda memecah kesunyian dan itu berhasil menyadarkan Dewa yang dari tadi sibuk dengan ponselnya. "Ambil kiri ke FT club" jawab Dewa singkat.

"Hey...itu teman kamu itu perempuankan?"...kata Vanda. "Bukan...seorang kakek-kakek...." balas Vanda.

"Orang aneh...."guman Vanda. Sementara Dewa tidak menimpali apa yang Vanda katakan. Dia masih membalas pesan dari Martin tentang pertemuan mereka besok di markas.

Tidak lama kemudian mereka sampai di depan FT club, Vanda memarkir mobilnya. "Kamu tunggu saja disini saya hanya sebentar, kunci pintu mobilnya, tunggu saya keluar..." Dewa kemudian keluar dari dalam mobil menuju FT Club.

Saat Dewa memasuki Club itu sudah mulai terdengar suara musik yang keras dari dalam. Dewa naik kelantai tiga FT Club. Lalu dia memasuki VIP room, didalamnya seorang pria paruh baya duduk disofa sambil memegang gelas minuman ditangannya. "Silahkan masuk, duduklah...." Kata pria itu. Dia tidak lain adalah si Harimau kuning. "Bagaimana lenganmu?" Kata pria itu basa basi.

"Langsung saja..." Dewa lalu mengeluaekan sebuah bungkusan dari sakunya. "Selesaikan sekarang, setelah ini urusan kita selesai" kata Dewa sambil menyerahkan bungkusan itu ke Harimau Kuning. Direktur Agen Rahasia itu menerima bungkusan itu lalu memasukan kesaku jaketnya. Dia lalu mengambil ponsel menghubungi seseorang "selesaikan sisa transfernya sekarang..." Tanpa menunggu jawaban dari pihak lain dia mematikan ponselnya lalu memasukan kembali kedalam sakunya.

Tidak lama ponsel Dewa bergetar, dia lalu membukanya sebuah notifikasi dari sebuah bank masuk ke ponselnya. Dia kemudian berdiri lalu memasukan ponselnya kedalam saku celana. "Ini yang terakhir..." Kata Dewa, kami mau beristirahat sekarang.

"Baiklah....hubungi saya ketika kamu butuh sesuatu..." balas Harimau kuning.

Dewa kemudian bebalik menuju pintu, dia bergegas keluar dari Club itu menuju parkiran.

Dia mengetuk pintu mobilnya, tidak lama pintu mobil terbuka, Dewa masuk kedalam mobil. Setelah Dewa masuk tidak lama mobil itu keluar dari parkiran FT Club.

"Apa kamu pernah menikmati suasana alun-alun Mandara malam hari?" tanya Dewa sambil melihat kearah depan. "Saya jarang keluar rumah....apakah kamu mau mengajak saya?" Sahut Vanda lalu menoleh kearah Dewa. Dewa yang masih melihat jalanan didepannya menjawab tanpa menoleh..."katanya disana malam hari banyak pedagang makanan khas lokal..., ayo kesana saya penasaran juga"...

"Saya Dewa....". "Itu yang kedua kalinya kamu memperkenalkan namamu, kamu narsis juga" kata Vanda sambil tersenyum.

....bukan begitu....kamu selau memanggil saya dengan HEY...saya pikir kamu lupa" jelas Dewa.

"Saya belum terbiasa saja...." ngeles Vanda.

Episodes
1 Misi penyelamatan seorang Dokter dari Tangan penculik
2 mission complete
3 kembali ke Mandar
4 Dude jadi ayah
5 kembali
6 tetangga baru
7 minta bantuan
8 Sebuah Misi
9 menumpas teroris
10 tewasnya pimpinan teroris
11 terluka
12 pesan
13 di hadang
14 pulang
15 dokter tetangga
16 Di rawat dokter tetangga
17 jalan
18 salah paham
19 memilih pensiun
20 mobil baru
21 Duel
22 Mabuk
23 Agen wanita
24 Agen Rahasia 2
25 insiden di Kafe
26 Dude hilang
27 penyelamatan
28 Duel
29 ternyata pensiun seorang Diri
30 di ajak
31 meminta izin
32 pertama kali diantar ketempat kerja
33 memukul orang lagi
34 Tiger bertekuk lutut lagi
35 misi balas dendam
36 misi gagal
37 marahan
38 Pertemuan dua wanita
39 menginap lagi
40 Vanda merajuk
41 ancaman Jack
42 kesombongan Jack
43 akhir cerita Jack
44 penyergapan si ahli racun
45 tewasnya si ahli racun
46 Cemburu yang mengemaskan
47 trik Vivi
48 Gegara Luka
49 Dewa Sembuh
50 Dewa bermain Gitar di Kafe
51 Harimau Kuning meminta Bantuan
52 menolak Bertemu
53 Vanda ingin ikut Pulang kampung
54 Calon Istri idaman
55 Di hadang gengster
56 terjebak Hujan
57 bidadari
58 benaran Bidadari
59 kamu mau ninggalin aku?
60 mengemaskan
61 Hamara masih ada
62 Aset berharga
63 Menyusup
64 Penyergapan
65 Yonah si Penghianat
66 Hasim yang megenaskan
67 Hasim tertangkap
68 bertemu calon mertua
69 Bertemu kembali
70 Vanda yang Tantrum
71 Rencana Pasukan Iblis Neraka
72 Dewa di rujak empat wanita sekaligus
73 Vanda merajuk lagi
74 penyerbuan ke markas mafia
75 Agen Rahasia juga bergabung
76 kamu mencintainya?
77 di rujak ibu-ibu
78 terancam pindah planet
79 siap ke Pluto?
80 Rencana besar
81 Survey kantor baru
82 Vanda merajuk lagi
83 Vanda galau
84 di tinggal pergi
85 Vivi dan Vanda dua Tom and Jerry
86 perjodohan akal-akalan Vivi
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Misi penyelamatan seorang Dokter dari Tangan penculik
2
mission complete
3
kembali ke Mandar
4
Dude jadi ayah
5
kembali
6
tetangga baru
7
minta bantuan
8
Sebuah Misi
9
menumpas teroris
10
tewasnya pimpinan teroris
11
terluka
12
pesan
13
di hadang
14
pulang
15
dokter tetangga
16
Di rawat dokter tetangga
17
jalan
18
salah paham
19
memilih pensiun
20
mobil baru
21
Duel
22
Mabuk
23
Agen wanita
24
Agen Rahasia 2
25
insiden di Kafe
26
Dude hilang
27
penyelamatan
28
Duel
29
ternyata pensiun seorang Diri
30
di ajak
31
meminta izin
32
pertama kali diantar ketempat kerja
33
memukul orang lagi
34
Tiger bertekuk lutut lagi
35
misi balas dendam
36
misi gagal
37
marahan
38
Pertemuan dua wanita
39
menginap lagi
40
Vanda merajuk
41
ancaman Jack
42
kesombongan Jack
43
akhir cerita Jack
44
penyergapan si ahli racun
45
tewasnya si ahli racun
46
Cemburu yang mengemaskan
47
trik Vivi
48
Gegara Luka
49
Dewa Sembuh
50
Dewa bermain Gitar di Kafe
51
Harimau Kuning meminta Bantuan
52
menolak Bertemu
53
Vanda ingin ikut Pulang kampung
54
Calon Istri idaman
55
Di hadang gengster
56
terjebak Hujan
57
bidadari
58
benaran Bidadari
59
kamu mau ninggalin aku?
60
mengemaskan
61
Hamara masih ada
62
Aset berharga
63
Menyusup
64
Penyergapan
65
Yonah si Penghianat
66
Hasim yang megenaskan
67
Hasim tertangkap
68
bertemu calon mertua
69
Bertemu kembali
70
Vanda yang Tantrum
71
Rencana Pasukan Iblis Neraka
72
Dewa di rujak empat wanita sekaligus
73
Vanda merajuk lagi
74
penyerbuan ke markas mafia
75
Agen Rahasia juga bergabung
76
kamu mencintainya?
77
di rujak ibu-ibu
78
terancam pindah planet
79
siap ke Pluto?
80
Rencana besar
81
Survey kantor baru
82
Vanda merajuk lagi
83
Vanda galau
84
di tinggal pergi
85
Vivi dan Vanda dua Tom and Jerry
86
perjodohan akal-akalan Vivi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!