minta bantuan

.....

Setelah memasukan mobil kedalam Garasi rumahnya Dewa kemudian menurunkan barang bawaannya kedalam rumah. Kemudian dia mulai mepersiapkan barang untuk kepentingan perjalanan keesokan harinya.

Sementara Dewa menyiapkan keperluaannya, di rumahnya Vanda kebingungan karena lampu dirumahnya mati hanya tersisa lampu di teras saja yang masih nyala.

Dia mau minta bantuan satpam kompleks diluar hujan turun dengan lebatnya.

Dia kebingunagan mau meminta bantuan kepada siapa saat tengah malam begini.

Sementara perutnya belum terisi dari tadi sudah berbunyi minta diisi. Vanda sangat takut dengan gelap dari semenjak dia kecil dia tidak suka dengan gelap. Ditengah kebingunagan Dia mendengar suara motor dari luar, dia melihat lewat jendela menyingkap kain gorden.

Dia melihat Dewa sedang menyalakan mesin motornya, sambil menaikkan barang ke jok belakang dan dua ransel di sisi kiri dan kanan motor seperti orang yang berpergian jauh.

Dengan ragu-ragu Vanda membuka pintu rumahnya, sampai depan teras rumahnya dia melihat kearah rumah Dewa yang masih sibuk dengan motor dan barang-barangnya.

Dia malu meminta bantuan Dewa karena dia sendiri sadar sikapnya tadi kepada Dewa yang cuek.

Tapi dia takut kalau malam ini dia harus berada dalam rumahnya yang gelap gulita. Dengan masih malu-malu dia masuk kedalam rumah mengambil payung, setelah itu dia menuju kerumah dewa dengan perasaan campur aduk.

Dewa yang tidak sadar dengan kedatangan Vanda masih memasukan perlengkapan kedalam box yang telah dia siapkan untuk perjalanan besok.

....."hey....".....suara Vanda yang lembut tidak didengar oleh dewa yang berdiri dekat dengan knalpot motornya.

Akhirnya Vanda semakin mendekat kearah dewa. "....hey...."....dewa langsung menoleh ketika mendengar suada dari arah belakangnya. "Ya ada apa?" Jawab Dewa. Kenapa kamu keluar rumah malam yang hujan begini. Tanya dewa.

"Em....saya butuh bantuan kamu, apakah boleh? Maaf kalau menganggu privasi kamu lagi, tapi saya sangat butuh bantuan kamu saat ini...."jelas vanda.

"Ada ada?" Jawab dewa sambil mematikan motornya. "Kalau saya bisa pasti saya bantu!" Sambung dewa sambil menutup box yang sudah terisi semua perlengkapan yang telah dia siapkan.

"Itu....lampu dirumah saya mati semua, yang nyala hanya lampu teras saja" jawab dinda sambil menundukan kepalanya.

"Ok....apakah kamu punya bohlam cadangan dirumahmu?"....nanti saya kesana...sahut dewa.

"Kayaknya tidak ada, karena saya baru pindah kesini hari ini"....saya belum sempat memeriksanya...."kata Vanda.

"Baiklah kamu duluan saja saya akan mengambil bohlam, tang dan oben dulu" kata Dewa sambil masuk kedalam rumahnya. Tidak lama dia keluar rumah sambil menenteng sebuah kotak dan dua bohlam ditangannya.

Setengah berlari dia menuju rumah vanda disebelah rumahnya. Vanda masih berdiri diluar rumah karena masih takut untuk masuk kedalam rumahnya.

"Baiklah ayo masuk kita periksa lampunya"...kemudian dewa masuk kedalam sambil menyalakan senter yang dia bawa dari rumahnya. "Kamu pegang senternya saya akan ganti bohlamnya"....dewa menyerahkan senter ketangan Vanda kemudia dia naik ketangga yang ada dipojok ruang tamu rumah Vanda. Dewa menganti bohlam dengan bohlam yang dia bawa dari rumahnya, kemudian dia turun lalu mencari stop kontak memencetnya akhirnya lampu ruangan tamu menyala.

Dewa turun dari tangga lalu menoleh kearah Vanda, dia melihatnya tersenyum kearahnya.

"Em coba kamu periksa mungkin masih ada bohlam yang masih baru dirumah ini biar bisa diganti, karena saya hanya punya dua saja tadi" suara dewa seakan membuyarkan senyuman diwajah vanda yang diganti merah merona karena tersadar dewa melihatnya.

"Emm itu boleh pasang yang didapur dulu, mungkin ada dikotak yang ada didapur"...kata vanda sambil mengarahkan senternya kearah dapur. Dewa mengankat tangga menuju dapur lalu naik dan menganti bohlamnya saat Dewa mengambil bohlam ditangan Vanda dia yang tidak menoleh saat mengambil Bohlam dia tangannya malah memegang rambut Vanda. Vanda langsung menegang karena posisi itu, dia langsung menghindar dan memberikan bohlam ketangan Dewa. Dewa yang tidak tahu dan tidak melihat reaksi vanda langsung saja memasang bohlam, setelah selesai dia turun lalu menyalakan lampu. Akhirnya rumah vanda kembali terang.

Vanda kemudian mencari bohlam dalam kotak yang ada disudut ruangan dirumahnya lalu menemukan satu bohlam kemudian dia memberikannya pada Dewa.

"Ini mau dipasang dimana?" Tanya Dewa.

Dengan malu-malu Vanda menjawab....'itu dikamar saya..." Muka vanda langsung memerah setelah mengatakan itu. Dia berjalan menuju kekamarnya lalu membuka pintu kamar menyilahkan Dewa masuk kekamarnya, dewa masuk membawa tangga dengan cepat dia membuka dan memasang bohlam baru. Kamar vanda langsung terang setelahnya.

"Keluar....."seru Vanda mengagetkan Dewa yang baru turun dari tangga. Dewa kaget hampir jatuh dari tangga. Dia lalu berdiri dengan sempurna lalu buru-buru keluar dari kamar tersebut.

Vanda sendiri kaget dengan reaksinya tadi, karena alasan Vanda mengusir Dewa dia tidak mau dewa melihat kamarnya yang berantakan apalagi masih ada pakaian dalamnya masih tergeletak ditempat tidur.

Vanda lalu keluar kamar mengejar Dewa..."itu....maaf tadi saya tidak bermaksud mengusir kamu, saya hanya tidak mau kamu melihat kamar saya yang berantakan maklum saya belum membereskannya sejak tadi siang"....jelas Vanda.

Ya...tidak apa-apa...saya mengerti, kalau begitu saya pulang dulu...balas dewa bersiap pergi.

"Sebentar....kamu pasti belum makankan, ayo kita makan bersama...kebetulan saya belum makan" ....kata vanda menahan Dewa.

"Apa itu tidak merepotkanmu....?" Tanya dewa.

Oh tidak apa-apa hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih saya karena malam ini kamu membantu saya meganti bohlamnya. Kamu duduk saja dulu saya akan menyiapkan makan malamnya dulu....atau mungkin ini makan tengah malam ya....''kata Vanda sambil berlalu kedapur. Dewa mengikuti Vanda kedapur. Vanda kaget karena dewa mengikutinya. "Oh...jangan salah paham saya hanya mau mencuci tangan saja...."seru dewa yang paham apa yang dipikirkan Vanda. " Ya tidak apa-apa kamu cuci diwestafel di kamar toilet dekat dapur saja" balas vanda.

Dewa masuk kekamar mandi sementara vanda, memasak makanan siap saji di dapur.

Tidak lama kemudian makanan telah siap dan sudah disajikan, vanda membawa makanan itu keruang tamu karena hanya diruang tamu yang terang.

"Maaf yah kalau makanan ini saja yang ada dirumah ini, saya belum menyetok bahan makanan dikulkas" jelas Vanda.

Tidak apa-apa kok yang penting bisa dimakan saja, saya tidak pilih-pilih makanan...kata Dewa sambil mengambil satu mangkuk mie telur dan sosis yang disiapkan vanda.

Mereka akhirnya makan bersama dalam diam hanya ada suara senduk yang beradu dengan piring saja dalam ruangan itu.

Mungkin karena mereka sangat lapar mie dan sosis yang dimasak vanda ludes semua. Mereka akhirnya sadar kemudian mereka langsung menoleh kerah berlawanan sambil tersipu malu.

"Terimakasih sekali lagi kamu mau membantu saya malam ini...." Suara Vanda seakan memecah kebuntuan mereka. Oh...ya apa istrimu masih dirumah sakit? Tanya vanda.

....."istri???....oh yang itu....itu bukan istri saya waktu itu...itu istri teman saya yang melahirkan."jelas Dewa.

"Dewa.....panggil saja saya dengan nama itu....terimakasih untuk makanannya malam ini, kalau tidak ada lagi, saya pamit dulu..ini sudah malam"....kata dewa sambil bangkit dari duduknya lalu berdiri.

"Sama-sama...." Vanda juga ikut berdiri lalu mengantar Dewa menuju pintu.

Dewa akhirnya pulang kerumahnya, sementara hujan masih belum reda.

Dirumahnya Vanda membersihkan mangkuk makanan mereka tadi, kemudian dia masuk kedalam kamarnya. "Apakah dia mau pergi jauh?, kenapa saya lupa tanya tadi yah?,..."guman vanda sebelum akhirnya dia tertidur.....

(BERSAMBUNG)

Episodes
1 Misi penyelamatan seorang Dokter dari Tangan penculik
2 mission complete
3 kembali ke Mandar
4 Dude jadi ayah
5 kembali
6 tetangga baru
7 minta bantuan
8 Sebuah Misi
9 menumpas teroris
10 tewasnya pimpinan teroris
11 terluka
12 pesan
13 di hadang
14 pulang
15 dokter tetangga
16 Di rawat dokter tetangga
17 jalan
18 salah paham
19 memilih pensiun
20 mobil baru
21 Duel
22 Mabuk
23 Agen wanita
24 Agen Rahasia 2
25 insiden di Kafe
26 Dude hilang
27 penyelamatan
28 Duel
29 ternyata pensiun seorang Diri
30 di ajak
31 meminta izin
32 pertama kali diantar ketempat kerja
33 memukul orang lagi
34 Tiger bertekuk lutut lagi
35 misi balas dendam
36 misi gagal
37 marahan
38 Pertemuan dua wanita
39 menginap lagi
40 Vanda merajuk
41 ancaman Jack
42 kesombongan Jack
43 akhir cerita Jack
44 penyergapan si ahli racun
45 tewasnya si ahli racun
46 Cemburu yang mengemaskan
47 trik Vivi
48 Gegara Luka
49 Dewa Sembuh
50 Dewa bermain Gitar di Kafe
51 Harimau Kuning meminta Bantuan
52 menolak Bertemu
53 Vanda ingin ikut Pulang kampung
54 Calon Istri idaman
55 Di hadang gengster
56 terjebak Hujan
57 bidadari
58 benaran Bidadari
59 kamu mau ninggalin aku?
60 mengemaskan
61 Hamara masih ada
62 Aset berharga
63 Menyusup
64 Penyergapan
65 Yonah si Penghianat
66 Hasim yang megenaskan
67 Hasim tertangkap
68 bertemu calon mertua
69 Bertemu kembali
70 Vanda yang Tantrum
71 Rencana Pasukan Iblis Neraka
72 Dewa di rujak empat wanita sekaligus
73 Vanda merajuk lagi
74 penyerbuan ke markas mafia
75 Agen Rahasia juga bergabung
76 kamu mencintainya?
77 di rujak ibu-ibu
78 terancam pindah planet
79 siap ke Pluto?
80 Rencana besar
81 Survey kantor baru
82 Vanda merajuk lagi
83 Vanda galau
84 di tinggal pergi
85 Vivi dan Vanda dua Tom and Jerry
86 perjodohan akal-akalan Vivi
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Misi penyelamatan seorang Dokter dari Tangan penculik
2
mission complete
3
kembali ke Mandar
4
Dude jadi ayah
5
kembali
6
tetangga baru
7
minta bantuan
8
Sebuah Misi
9
menumpas teroris
10
tewasnya pimpinan teroris
11
terluka
12
pesan
13
di hadang
14
pulang
15
dokter tetangga
16
Di rawat dokter tetangga
17
jalan
18
salah paham
19
memilih pensiun
20
mobil baru
21
Duel
22
Mabuk
23
Agen wanita
24
Agen Rahasia 2
25
insiden di Kafe
26
Dude hilang
27
penyelamatan
28
Duel
29
ternyata pensiun seorang Diri
30
di ajak
31
meminta izin
32
pertama kali diantar ketempat kerja
33
memukul orang lagi
34
Tiger bertekuk lutut lagi
35
misi balas dendam
36
misi gagal
37
marahan
38
Pertemuan dua wanita
39
menginap lagi
40
Vanda merajuk
41
ancaman Jack
42
kesombongan Jack
43
akhir cerita Jack
44
penyergapan si ahli racun
45
tewasnya si ahli racun
46
Cemburu yang mengemaskan
47
trik Vivi
48
Gegara Luka
49
Dewa Sembuh
50
Dewa bermain Gitar di Kafe
51
Harimau Kuning meminta Bantuan
52
menolak Bertemu
53
Vanda ingin ikut Pulang kampung
54
Calon Istri idaman
55
Di hadang gengster
56
terjebak Hujan
57
bidadari
58
benaran Bidadari
59
kamu mau ninggalin aku?
60
mengemaskan
61
Hamara masih ada
62
Aset berharga
63
Menyusup
64
Penyergapan
65
Yonah si Penghianat
66
Hasim yang megenaskan
67
Hasim tertangkap
68
bertemu calon mertua
69
Bertemu kembali
70
Vanda yang Tantrum
71
Rencana Pasukan Iblis Neraka
72
Dewa di rujak empat wanita sekaligus
73
Vanda merajuk lagi
74
penyerbuan ke markas mafia
75
Agen Rahasia juga bergabung
76
kamu mencintainya?
77
di rujak ibu-ibu
78
terancam pindah planet
79
siap ke Pluto?
80
Rencana besar
81
Survey kantor baru
82
Vanda merajuk lagi
83
Vanda galau
84
di tinggal pergi
85
Vivi dan Vanda dua Tom and Jerry
86
perjodohan akal-akalan Vivi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!