kembali

Kembali dalam kamar VIP yang ditempati oleh Istri Dude...."sreeettt....pintu kamar terbuka, lalu Dewa masuk dan meletakan makanan di meja dekat sofa tempat Adam dan Dude tidur. Dia lalu membangunkan Dude dan adam untuk makan, mereka berdua segera makan sementara Dewa duduk sambil melamun memikirkan pertemuan dengan Vanda di lorong Rumah sakit tadi.

"Dokter itu ada di rumah sakit ini....berhati-hatilah ketika kalian keluar nanti, beritahu yang lain" suara Dewa menghentikan makan mereka yang sudah hampir selesai.

Salah satu aturan dalam pasukan mereka adalah menghindari kontak dengan pelangan atau orang yang menyewa jasa mereka setelah mereka menyelesaikan misi. Karena menurut mereka itu bisa menganggu privasi dan agar rahasia pekerjaan mereka tetap aman.

"Oke....dua hari lagi Sonia dan si bocil akan dipindah ke Rumah sakit dekat rumah Kak Zizau" seru Dude sambil meletakan kotak makanan yang baru dia habiskan.

"Tapi Kasian si bocil De..."....'tidak perlu dipindahkan Dud..." Kata Dewa memotong pembicaraan mereka. "Nanti biarkan para istri kalian yang menjaga Sonia dan Dude sendiri yang menemui sofia tiap hari disini tapi tetap harus hati-hati"....kata Dewa.

"Tenang saja kalian disini kami hanya tiga hari saja kata dokter"....sebuah suara dari tempat tidur, itu suara Sonia istri Dude.

"Jangan dipaksakan dulu, kalian istirahat berapa hari lagi dirumah sakit, urusan lain nanti ditangani sama kami Sonia" balas Adam sambil senyum. "Kamu harus jaga kesehatan agar kamu dapat menghasilkan banyak asi untuk dua orang dirumahmu nanti" sambung adam sambil tertawa.

"Sialan kamu Dam....." Seru Dude sambil memukul lengan Adam.

.....

Siangnya Adam dan Dewa meninggalkan Rumah sakit karena istri rekan-rekan mereka sudah datang untuk menjaga istri Dude.

Adam dan Dewa berpisah diparkiran, Dewa sendiri langsung menuju Coal Kafe untuk melihat bagian bangunan yang baru dibangun untuk menambah ukuran kafenya tersebut.

Sesampainya di kafe Dewa melihat bangunan yang dibangun hampir rampung, setelah mengecek dan memberikan arahan kepada Toni untuk disampaikan ke tukang Dia segera masuk kedalam kafe menuju kebelankang kafe dimana disana ada kamar mandi yang biasa digunakan karyawannya untuk mandi, Dewa segera mandi setelah itu dia masuk kedalam Kafe untuk makan.

Dari luar kafe terlihat dua orang wanita cantik yang sedang menuju Coal kafe sedang ngobrol sambil jalan kearah pintu masuk kafe. Salah satu wanita tersebut menggunakan setelan kasual dan yang lainnya menggunak pakaian santai. Mereka langsung mencari tempat duduk yang berhadapan dengan posisi duduk Dewa saat ini. Salah seorang pelayan kafe mendekati mereka lalu menyerahkan daftar menu kepada mereka, mereka lalu memesan makanan dan minuman, setelah mereka lanjut mengobrol. Dewa masih fokus dengan makanan didepannya sambil makan dan menunduk menyantap makanan yang sudah hampir habis. Setelah selesai makan dia mengangkat kepalanya sambil melihat sekeliling kafe saat dia melakukannya mata langsung bertemu pandang dengan seorang wanita yang cantik didepannya. Dewa langsung kaget dan mengalihkan pandangan ketempat lain, tapi wanita tersebut sudah tahu kalau itu Dewa. Dia kemudian berpamitan pada temannya lalu berdiri mendekati meja dimana Dewa duduk saat ini.

"Hey....boleh duduk disini sebentar" tanya wanita tersebut yang tidak lain adalah Vanda. Dewa hanya mengangguk mempersilahkan Vanda duduk. "Kenapa kamu terkesan menghindar setiap bertemu denganku?, apakah kamu masih kesal dengan saya?, jujur saya hanya mau mengucapkan terimakasih atas bantuan kalian saat itu...." Kata Vanda. "Maaf itu hanya bagian dari kerjaan saja, saya tidak bisa membahas itu disini, itu sudah bagian dari aturan kerjaan dan seharusnya kita tidak bisa mengobrol seperti ini, kamu silahkan tanya ke tim kamu nanti soal masalah itu. Itu bagian dari perjanjian kerja yang telah kami sepakati...jadi maaf" balas Dewa.

"Saya mengerti...tapi apakah tidak boleh hanya untuk sekedar ucapan terimakasih saja? Saya juga mau minta maaf soal ucapan saya waktu itu dan maaf telah menggangu waktu anda disni..." Sambung Vanda yang kemudian berdiri kembali menuju meja sebelumnya.

Dia terlihat kesal setelah sampai dimejanya, kemudian dia menoleh kearah dimana Dewa duduk tadi tapi disana sudah tidak ada orangnya. "Kemana Dia?"... Guman Vanda. "Siapa Van?" Tanya temannya yang datang bersama Vanda sebelumnya. "Oh itu....bukan siapa-siapa..." Jawab Vanda sambil melihat keliling seperti mencari sosok yang baru saja bertemu dengannya tadi.

Sementara itu Dewa sudah masuk kedalam ruangannya yang ada didalam kafe tersebut. Dia seperti tidak tenang memikirkan pertemuan dengan Vanda tadi. "Kenapa wanita itu ada dimana-mana?...", guman Dewa. Ahhh....sialan kenapa saya justru kesini harusnya saya langsung pulang saja tadi...." Lanjut Dewa ngomong sendiri dalam ruangannya. Kemudian dia memanggil Toni untuk memindahkan motornya kebelakang kafe agar dia bisa pulang menyelinap lewat pintu belakang kafe. " Kenapa saya seperti maling di kafe saya sendiri begini?"....Dewa lanjut berguman sendiri sebelum dibuyarkan oleh suara Toni. " Kak Dewa motornya sudah ada dibelakang, apa kakak langsung pulang?"...tanya Toni. 'ehh ia ton, saya langsung pulang saja, saya mau istirahat saja semalam belum tidur'....balas Dewa sambil berdiri untuk keluar dari ruangannya. "Saya pulang dulu Ton, kalau sudah sepi tutup saja sebentar., jangan lupa berikan upah tukang hari ini, karena hari sudah kelar katanya" sambung Dewa sambil berlalu meninggalkan Toni. "Siap kak...." Jawab Toni yang dibalas lambaian tangan oleh Dewa yang keluar menyelinap keluar lewat pintu belakang kafe.

Sementara itu di meja tempat Vanda dan temannya menikmati makan siang, Dia seperti tidak fokus setelah pertemuannya dengan Dewa Tadi. Dia seperti masih tidak percaya kenapa laki-laki itu cuek sekali, padahal saat menyelamatkannya dia kelihatan baik sekali sampai dia menyiapkan baju bersih buat dia pakai. Hari ini saja Vanda masih memakai sweater coklat yang Dewa beli saat di Kongu itu. Vanda merasa cocok dan pas saja memakainya. Apalagi warna coklat adalah warna kesukaannya.

.......

Dilain tempat Dewa sudah sampai dirumahnya...dia langsung menuju kamarnya lalu menganti pakaian dengan baju khas orang bengkel. Dia kemudian langsung menuju bengkel dibelakang rumahnya untuk melanjutkan mereparasi motor yang dia custom sendiri. Dewa memiliki hobi untuk mereparasi motor, motor yang di custom saat ini adalah salah satu jenis motor untuk touring. Dia sangat ingin agar motornya cepat selesai direparasi agar bisa dibawa untuk perjalanan yang sudah dia rencanakan sebelumnya.

Dewa kemudain masuk kedalam bengkelnya melanjutkan reparasi motor customnya, dia menyelesaikan part akhir dari motor tersebut, hari ini dia berencana untuk test drive motor hasil karyanya dijalan.

.....

Setelah memasang semua partnya Dewa kemudian mecoba menyalakan mesin motor tersebut dan berhasil nyala. Dia tersenyum puas...."oke sudah siap meluncur nih" katanya....Dia kemudian melakukan tes Drive disekitar kompleks perumahan tersebut. "Tinggal pengecetan saja pikirnya...".., biasanya untuk pengecatan Dewa serahkan kebengkel Brian.

Setelah dirasa motornya sudah nyaman dan bisa dibawa untuk perjalanan jauh dewa kemudian memutar balik menuju rumahnya., tapi sebelumnya dia singgah disebuah perbelanjaan untuk membeli 2 bungkus Rokok, setelah itu dia langsung menuju perumahan. Sebelum menuju rumanya dia berhenti sebentar di pos satpam perumahan, dia mematikan mesin motornya lalu turun dari motor. "Uidih....baru lagi nih pak Dewa"...seru satpam perumahan Dewa. "Hehee ia pak Dave" kata dewa kepada satpam yang bernama Dave tersebut. "Ini pak ada rokok untuk pak Dave...ini untuk beli kopinya, maaf tadi tidak sempat beli kopi habis saya lupaan orangnya pak...'' kata dewa sambil meyerahkan rokok dan selembar uang kepada pak Dave. "Terimaksih pak Dewa..." Katanya.

"Saya pulang dulu ya pak....udah keringatan nih sudah sore juga, mau mandi dulu gerah hehehhee.....sambung dewa sambil berlalu dengan motornya.

Dewa sudah mengenal pak Dave dari lama semenjak Dewa tinggal diperumahan tersebut. Dewa biasanya membelikan sembako untuk pak Dave karena pak Dave adalah seorang yang bekerja untuk menghidupi keluarganya, dia hanya berdua dengan istrinya, sementara anaknya sudah lama meninggal dunia. Dewa sudah mengenal istri dari pak Dave yang hanya membuka warung sederhana dirumahnya, tapi makanannya enak, Dewa sering dikirimi makanan oleh istri pak Dave. Dari situlah Dewa sangat dekat dengan satpam kompleksnya itu.

....

Setelah sampai dirumahnya Dewa menghubungi Brian memintanya untuk mengambil motor yang sudah dia custom agar  dibawa kebengkelnya untuk dilakukan pengecatan. Brian akan menyuruh anak buahnya dan butuh waktu seminggu untuk pengecatan kata Brian...., Dewa meminta Brian untuk pengecatan tiga hari hari saja karena akhir pekan nanti motornya akan dipakai untuk touring, brian mengiyakan dan malam nanti anak buahnya akan menjemput motor tersebut dibawa kebengkel.

Setelah menghubungi brian Dewa tertidur setelah makan malam. Dewa tertidur diruang bawah tanah yang dia bangun dirumahnya yang menjadi tempat paling favoritnya.

(BERSAMBUNG)

Terpopuler

Comments

Gohan

Gohan

Oke bangett

2025-02-09

1

lihat semua
Episodes
1 Misi penyelamatan seorang Dokter dari Tangan penculik
2 mission complete
3 kembali ke Mandar
4 Dude jadi ayah
5 kembali
6 tetangga baru
7 minta bantuan
8 Sebuah Misi
9 menumpas teroris
10 tewasnya pimpinan teroris
11 terluka
12 pesan
13 di hadang
14 pulang
15 dokter tetangga
16 Di rawat dokter tetangga
17 jalan
18 salah paham
19 memilih pensiun
20 mobil baru
21 Duel
22 Mabuk
23 Agen wanita
24 Agen Rahasia 2
25 insiden di Kafe
26 Dude hilang
27 penyelamatan
28 Duel
29 ternyata pensiun seorang Diri
30 di ajak
31 meminta izin
32 pertama kali diantar ketempat kerja
33 memukul orang lagi
34 Tiger bertekuk lutut lagi
35 misi balas dendam
36 misi gagal
37 marahan
38 Pertemuan dua wanita
39 menginap lagi
40 Vanda merajuk
41 ancaman Jack
42 kesombongan Jack
43 akhir cerita Jack
44 penyergapan si ahli racun
45 tewasnya si ahli racun
46 Cemburu yang mengemaskan
47 trik Vivi
48 Gegara Luka
49 Dewa Sembuh
50 Dewa bermain Gitar di Kafe
51 Harimau Kuning meminta Bantuan
52 menolak Bertemu
53 Vanda ingin ikut Pulang kampung
54 Calon Istri idaman
55 Di hadang gengster
56 terjebak Hujan
57 bidadari
58 benaran Bidadari
59 kamu mau ninggalin aku?
60 mengemaskan
61 Hamara masih ada
62 Aset berharga
63 Menyusup
64 Penyergapan
65 Yonah si Penghianat
66 Hasim yang megenaskan
67 Hasim tertangkap
68 bertemu calon mertua
69 Bertemu kembali
70 Vanda yang Tantrum
71 Rencana Pasukan Iblis Neraka
72 Dewa di rujak empat wanita sekaligus
73 Vanda merajuk lagi
74 penyerbuan ke markas mafia
75 Agen Rahasia juga bergabung
76 kamu mencintainya?
77 di rujak ibu-ibu
78 terancam pindah planet
79 siap ke Pluto?
80 Rencana besar
81 Survey kantor baru
82 Vanda merajuk lagi
83 Vanda galau
84 di tinggal pergi
85 Vivi dan Vanda dua Tom and Jerry
86 perjodohan akal-akalan Vivi
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Misi penyelamatan seorang Dokter dari Tangan penculik
2
mission complete
3
kembali ke Mandar
4
Dude jadi ayah
5
kembali
6
tetangga baru
7
minta bantuan
8
Sebuah Misi
9
menumpas teroris
10
tewasnya pimpinan teroris
11
terluka
12
pesan
13
di hadang
14
pulang
15
dokter tetangga
16
Di rawat dokter tetangga
17
jalan
18
salah paham
19
memilih pensiun
20
mobil baru
21
Duel
22
Mabuk
23
Agen wanita
24
Agen Rahasia 2
25
insiden di Kafe
26
Dude hilang
27
penyelamatan
28
Duel
29
ternyata pensiun seorang Diri
30
di ajak
31
meminta izin
32
pertama kali diantar ketempat kerja
33
memukul orang lagi
34
Tiger bertekuk lutut lagi
35
misi balas dendam
36
misi gagal
37
marahan
38
Pertemuan dua wanita
39
menginap lagi
40
Vanda merajuk
41
ancaman Jack
42
kesombongan Jack
43
akhir cerita Jack
44
penyergapan si ahli racun
45
tewasnya si ahli racun
46
Cemburu yang mengemaskan
47
trik Vivi
48
Gegara Luka
49
Dewa Sembuh
50
Dewa bermain Gitar di Kafe
51
Harimau Kuning meminta Bantuan
52
menolak Bertemu
53
Vanda ingin ikut Pulang kampung
54
Calon Istri idaman
55
Di hadang gengster
56
terjebak Hujan
57
bidadari
58
benaran Bidadari
59
kamu mau ninggalin aku?
60
mengemaskan
61
Hamara masih ada
62
Aset berharga
63
Menyusup
64
Penyergapan
65
Yonah si Penghianat
66
Hasim yang megenaskan
67
Hasim tertangkap
68
bertemu calon mertua
69
Bertemu kembali
70
Vanda yang Tantrum
71
Rencana Pasukan Iblis Neraka
72
Dewa di rujak empat wanita sekaligus
73
Vanda merajuk lagi
74
penyerbuan ke markas mafia
75
Agen Rahasia juga bergabung
76
kamu mencintainya?
77
di rujak ibu-ibu
78
terancam pindah planet
79
siap ke Pluto?
80
Rencana besar
81
Survey kantor baru
82
Vanda merajuk lagi
83
Vanda galau
84
di tinggal pergi
85
Vivi dan Vanda dua Tom and Jerry
86
perjodohan akal-akalan Vivi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!