5. Memulai Permainan

Di mana Bastian dan Laura tengah berciuman dengan sangat mesra di sofa. Bastian dan Laura tidak menyadari kedatangan Sandra. Karena posisi Bastian membelakangi Sandra. Saat ini, Laura pun memejamkan tengah menikmati ciuman Bastian.

Ketika melihat suaminya bermesraan bersama wanita lain tepat di depan matanya sekarang. Sandra tak dapat mengungkapkan lagi bagaimana perasaannya. Sandra mencoba meredam amarahnya. Dia harus tetap kuat di hadapan Bastian dan Laura. Meski ingin sekali dia menjambak rambut Bastian dan Laura sekarang juga. Dia tak mau mengotori tangannya sedikit pun!

Begitu mendengar bunyi pintu terbuka. Bastian reflek membuka mata sambil mendorong pelan dada Laura.

"Apa kau sudah gila?! Berani-beraninya kau masuk ke ruanganku! Keluar kau sekarang!" teriak Bastian tanpa menoleh ke belakang.

Bunga, yang berada di luar pintu. Tentu saja langsung berlari kecil ke ruangan lain. Dia baru saja mendapatkan kode dari Sandra untuk pergi. Bunga lantas menuruti dan tak mau mencampuri urusan atasannya itu. Sementara Sandra semakin mendekati Bastian. Laura spontan membuka mata dan langsung membelalakan mata, tampak amat terkejut. Kendati demikian, jauh di lubuk hatinya, Laura sangat senang dengan kedatangan Sandra ke kantor.

"Jadi aku dilarang ke ruangan ini," kata Sandra seketika. Membuat Bastian menoleh ke belakang kala mendengar suara Sandra.

Bastian tampak sangat terkejut. "Sandra," gumamnya perlahan mendorong tubuh Laura kemudian beranjak dari sofa.

Bastian tampak salah tingkah. Sementara Laura diam-diam menikmati situasi saat ini. Dia bergeming dan masih duduk di sofa seraya menoleh ke arah Bastian dan Sandra secara bergantian.

"Kenapa kau tidak memberitahuku kalau mau ke sini?" tanyanya sambil melempar senyum kikuk.

Ekspresi Bastian membuat dada Sandra semakin panas. Bastian seolah-olah menganggap hal yang terjadi barusan sudah biasa. Dia sebisa mungkin bersikap tenang dan menampilkan raut wajah datar sekarang.

"Bagaimana aku mau memberitahumu, dari semalam saja kau sulit dihubungi dan sibuk dengan Laura, kalau pun aku mau ke sini tanpa memberitahumu, sah-sah saja kan. Lagi pula ini perusahaan papaku," balas Sandra kemudian melipat tangan di dada.

Semalam, di tengah malam-malam buta. Sandra mencoba menghubungi Bastian hendak memberitahu akan pergi ke perusahaan besok. Namun, Bastian tak kunjung mengangkat panggilan. Sebenarnya itu hanya alibi Sandra saja. Karena dia sudah tahu Bastian tidak akan mengangkat telepon pada tengah malam. Meskipun Bastian belum tidur. Dia pun sengaja tidak mengirimi pesan dan sengaja memberi kejutan pada hari ini.

Bastian hendak menggerakkan lidah. Namun, baru saja ingat ada Laura di ruangan sekarang. Dia pun mengalihkan perhatian ke arah istri keduanya itu seketika.

"Bisa kau keluar sekarang. Aku mau bicara empat mata dengan Sandra sebentar," perintah Bastian dengan nada tegas, menandakan tak boleh ada penolakan dari Laura.

Laura terpaksa mengangguk lemah. "Baiklah, jangan lama-lama ya, kalau sudah selesai, panggil aku ke dalam."

Bastian membalas dengan mengangguk singkat. Selepas kepergian Laura. Atmosfer di ruangan mulai tak nyaman. Sebab Sandra memandang Bastian dengan tatapan dingin sekarang.

"Aku minta maaf karena semalam sudah tidur San. Kau tahu sendiri kemarin aku sibuk berkerja," ucap Bastian, berusaha memberi pengertian.

"Sibuk? Bukannya kau bersama Laura kemarin di penthouse," kata Sandra sambil mengangkat sedikit alis mata sebelah kiri.

Sandra semakin muak! Ternyata Bastian masih saja membohonginya. Kini, keinginan Sandra untuk segera berpisah dan mencari solusi dari permasalahannya semakin bertambah. Namun, Sandra harus mencari bukti perselingkuhan Bastian dan Laura terlebih dahulu. Jika dia hancur! Bastian dan Laura juga harus hancur.

Bastian tergugu, baru saja ingat bila kemarin dipergok Sandra di penthouse. "Kau benar, maksudku—"

"Sudahlah, aku malas berdebat, keluar kau dari ruangan ini sekarang!"

Bastian mengerutkan dahi dengan sangat kuat seketika. "Apa maksudmu San? Ini kan ruanganku, kenapa aku harus keluar?" tanyanya, mulai heran.

"Tentu saja aku mau berkerja menjadi CEO di perusahaan ini, apa kau keberatan?" kata Sandra.

Setelah menikah, Sandra memang dilarang Bastian untuk berkerja. Alasan Bastian melarang, supaya Sandra tidak kelelahan berkerja. Dulu, Bastian juga mengatakan padanya kalau terlalu letih berkerja, akan membuat peluang untuk memiliki anak jadi susah. Sebagai seorang istri, Sandra hanya manut-manut saja dulu.

"Bukan begitu Sandra, ini terlalu terburu-buru, pulanglah ke rumah—"

"Kalau kau tidak mau menuruti perkataanku, aku akan memberitahu pada awak media jika kau berselingkuh dariku dan menghamili wanita lain!"

Terpopuler

Comments

Yati Syahira

Yati Syahira

good sandra cerdas bayar orang buat cari bukti pasang cctv di penthausnya bas dikamarnya

2025-03-05

0

sutiasih kasih

sutiasih kasih

bastiannnn.... mudahnya km mngatakn mncintai laura.... tpi tk mau brcerai dgn sandra...
bgitupun km mngatakn mncintai sandra tpi km berpihak trhdp laura.... org baru dlm hidupmu....
yakinlah bastian... km itu dlm perangkap penasaran... dgn egomu krna seorang ank... smpe km tak bisa mnahan godaan yg mnyesatknmu.... tak bisa setia dan tak bisa mnilai betapa sandra setia dan mncitaimu dgn tulus...
jgn kelak km myesal atas pnghianatanmu... dan jgn mnyesal klo kelak trnyata yg di kndung laura bukanlah ankmu...
bisa jdi kmunya yg ga subur bastian...

2025-02-11

1

lihat semua
Episodes
1 1. Bergemuruh Kuat
2 2. Terimalah Aku Jadi Madumu!
3 3. Mari Kita Bercerai
4 4. Tidak Bisa
5 5. Memulai Permainan
6 6. Strategi
7 7. Masuk Jebakan
8 8. Aku Mencintaimu, San!
9 9. Mengerjai Laura
10 10. Perih
11 11. Rasanya Tidak Seperti Dulu Lagi
12 12. Satu Atap
13 13. Cemburu
14 14. Tidak Mau Disentuh
15 15. Renovasi
16 16. Menghajar Laura
17 17. Bukti Perselingkuhan Bastian dan Laura
18 18. Aku Membencimu!
19 19. Pergi Dari Rumah
20 20. Viral
21 21. Jangan Gila!
22 22. Mengambil Sandra
23 23. Tunggu Surat Cerai Dariku!
24 24. Pernyataan Cinta
25 25. Keras Kepala
26 26. Tidak Patah Semangat
27 27. Keputusan
28 28. Bertemu Mertua
29 29. Sah, Jadi Janda!
30 30. Bertemu Camer
31 31. Jadi Kapan?
32 32. Pengantin Baru
33 33. Kebiasaan Aneh Chester
34 34. Malam Pertama
35 35. Belum Sadar
36 36. Tidak Mungkin ....
37 37. Kejutan
38 38. Rindu
39 39. Belah Mangga (21+)
40 40. Masih Belah Mangga (21++)
41 41. Rencana Gila Mala
42 42. Takut
43 43. Menyelesaikan Masalah
44 44. Kecewa
45 45. Taring
46 46. Penculikan
47 47. Tolong!
48 48. Persidangan
49 49. Merebut Sandra!
50 50. Sikap Aneh
51 51. Menggoda
52 52. Rencana
53 53. Tidak Menyerah
54 54. Ngamuk
55 55. Rencana Nana
56 56. Ketakutan
57 57. Bertemu Bastian
58 58. Laki-laki Pengecut!
59 59. Kepikiran
60 60. Panik
61 61. Meminta Saran
62 62. Bulan Madu
63 63. Sampai Kapan?
64 64. Ajari Istrimu!
65 65. Saling Terbuka
66 66. Rencana
67 67. Tidak Akan Bercerai
68 68. Tingkah Laku Aneh Chester
69 69. Berbeda
70 70. Mimik
71 71. Hamil!
72 72. Bahagia
73 73. Merebut
74 74. Mata Tajam
75 75. Berusaha Menggoda
76 76. Jebakan Batman
77 77. Ditalak
78 78. Menyesal
79 79. Terkejut
80 80. Akhir Segalanya | TAMAT
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Bergemuruh Kuat
2
2. Terimalah Aku Jadi Madumu!
3
3. Mari Kita Bercerai
4
4. Tidak Bisa
5
5. Memulai Permainan
6
6. Strategi
7
7. Masuk Jebakan
8
8. Aku Mencintaimu, San!
9
9. Mengerjai Laura
10
10. Perih
11
11. Rasanya Tidak Seperti Dulu Lagi
12
12. Satu Atap
13
13. Cemburu
14
14. Tidak Mau Disentuh
15
15. Renovasi
16
16. Menghajar Laura
17
17. Bukti Perselingkuhan Bastian dan Laura
18
18. Aku Membencimu!
19
19. Pergi Dari Rumah
20
20. Viral
21
21. Jangan Gila!
22
22. Mengambil Sandra
23
23. Tunggu Surat Cerai Dariku!
24
24. Pernyataan Cinta
25
25. Keras Kepala
26
26. Tidak Patah Semangat
27
27. Keputusan
28
28. Bertemu Mertua
29
29. Sah, Jadi Janda!
30
30. Bertemu Camer
31
31. Jadi Kapan?
32
32. Pengantin Baru
33
33. Kebiasaan Aneh Chester
34
34. Malam Pertama
35
35. Belum Sadar
36
36. Tidak Mungkin ....
37
37. Kejutan
38
38. Rindu
39
39. Belah Mangga (21+)
40
40. Masih Belah Mangga (21++)
41
41. Rencana Gila Mala
42
42. Takut
43
43. Menyelesaikan Masalah
44
44. Kecewa
45
45. Taring
46
46. Penculikan
47
47. Tolong!
48
48. Persidangan
49
49. Merebut Sandra!
50
50. Sikap Aneh
51
51. Menggoda
52
52. Rencana
53
53. Tidak Menyerah
54
54. Ngamuk
55
55. Rencana Nana
56
56. Ketakutan
57
57. Bertemu Bastian
58
58. Laki-laki Pengecut!
59
59. Kepikiran
60
60. Panik
61
61. Meminta Saran
62
62. Bulan Madu
63
63. Sampai Kapan?
64
64. Ajari Istrimu!
65
65. Saling Terbuka
66
66. Rencana
67
67. Tidak Akan Bercerai
68
68. Tingkah Laku Aneh Chester
69
69. Berbeda
70
70. Mimik
71
71. Hamil!
72
72. Bahagia
73
73. Merebut
74
74. Mata Tajam
75
75. Berusaha Menggoda
76
76. Jebakan Batman
77
77. Ditalak
78
78. Menyesal
79
79. Terkejut
80
80. Akhir Segalanya | TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!