Bab Sepuluh

Haura masuk ke kamar mandi. Tak lupa membawa baju tidur pengganti. Dia masih malu jika harus mengganti baju di depan Kaisar, walau mereka telah resmi menjadi suami istri.

Berbeda dengan Haura, Kaisar tak malu membuka bajunya. Dia hanya menggunakan handuk dan duduk di sofa sambil menunggu gadis itu selesai mandi.

Setengah jam berlalu akhirnya Haura selesai mandi. Dia lalu keluar. Gadis itu ingin mengambil tas kosmetik miliknya, tapi saat matanya mencari, benda itu ada di samping Kaisar. Tepatnya dia menduduki sedikit. Entah kenapa suaminya itu tak menyadari. Mungkin karena asyik dengan ponselnya.

"Om, aku mau anu ...," ucap Haura gugup. Tas dia berada di kursi yang Kaisar duduki. Dia tak berani mendekat karena pria itu hanya menggunakan handuk sebatas paha. Jantungnya telah berdetak lebih cepat.

"Mau anu, anu apa?" tanya Kaisar dengan suara penuh tanda tanya. Dia tak mengerti apa maksud gadis itu. Dia lalu meletakan gawainya.

"Itu, Om ...," tunjuk Haura ke arah kursi. Tapi Kaisar yang salah mengartikan mengira gadis itu menunjuk ke arah Jerry miliknya. Dia langsung menutup aset berharga miliknya. Hal itu tentu membuat gadis itu malu. Dia bukan menunjuk milik kakak pria itu tapi tas miliknya yang berada di belakang suaminya.

"Apa kamu sudah tak sabar ingin berolahraga denganku?" tanya Kaisar dengan lirikan nakal.

"Om, aku hanya ingin mengambil tas aku yang Om duduki," ucap Haura akhirnya.

Kaisar baru menyadari jika dia menduduki tas gadis itu. Dia lalu berdiri dan memberikan pada Haura.

Haura meraih tasnya dari tangan Kaisar. Dia mendekati pria itu dan berbisik. "Makanya jangan berpikir ngeres, Om. Kelamaan membujang sih, jadi pengen'kan," ucap Haura sambil tersenyum.

Kaisar yang tak mau kalah, lalu memeluk pinggang istrinya. Merapatkan tubuh mungil Haura ke dalam dekapan. Kebetulan gadis itu memakai baju tidur yang rendah kerahnya sehingga memperlihatkan lehernya yang mulus.

Kaisar lalu mengecup telinga Haura. Setelah itu menggigitnya kecil sambil meniup dengan pelan. Napasnya yang berhembus ke lubang telinga membuat gadis itu jadi merinding.

Melihat Haura yang hanya diam, Kaisar mulai melakukan hal lebih. Dia menggigit leher gadis itu, hingga dia merasakan sesuatu yang aneh.

Haura yang sudah mulai terbawa suasana, mendongakkan kepalanya. Dia seperti meminta Kaisar untuk melakukan hal lebih dilehernya itu.

"Jangan berharap lebih, aku hanya menguji kamu. Itu baru pemanasan!" seru Kaisar. Dia lalu melepaskan pelukannya dan berjalan masuk ke kamar mandi.

Haura mengepalkan tangannya tak terima dengan apa yang suaminya lakukan tadi. Dia berjalan ke arah ranjang. Sengaja membaringkan tubuhnya ditengah agar Kaisar tak bisa tidur di ranjang yang sama.

Setelah mandi dan memakai piyamanya, Kaisar berjalan menuju tempat tidur. Melihat Haura yang tubuhnya terbaring di tengah ranjang, dia lalu berjalan ke arah sofa.

Haura yang sebenarnya belum tidur mencoba membuka matanya sedikit. Ingin tahu kemana suaminya. Dia melihat Kaisar tidur di sofa dengan tubuh meringkuk.

"Biarin aja. Kalau nanti tidur seranjang, takutnya ada aja yang dia lakukan," gumam Haura.

Setengah jam kemudian, mata Haura akhirnya terpejam. Mungkin efek dari kelelahan. Tidurnya nyenyak sehingga melupakan sang suami.

Di tengah malam, saat dirinya merasa haus, Haura bangun. Dia turun dari ranjang dan ingin mengambil minum di atas meja dekat kaca rias.

Haura melihat tubuh Kaisar menggigil, mungkin menahan dingin karena kebetulan sofa tepat berada di dekat AC.

Haura mengambil selimut dan ingin menutup tubuh suaminya, tapi saat dia ingin melakukan itu, tangannya di tarik. Sehingga jatuh di atas tubuh Kaisar.

"Aku mau peluk kamu aja. Sepertinya lebih hangat," bisik Kaisar.

Kaisar lalu memeluk erat pinggang Haura. Gadis itu sampai menahan napas karena tak biasa dipeluk se erat saat ini oleh lawan jenis. Dia sampai menahan napas karena gugup.

"Om, aku sesak kalau dipeluk begini," ucap Haura.

Kaisar membuka matanya dan tersenyum. Dia lalu bangun, sehingga tubuh Haura jatuh ke lantai. Gadis itu merasakan sakit. Sehingga wajahnya cemberut.

"Om pikir aku karung beras, main dijatuhin aja!" seru Haura sambil bangun. Kaisar tersenyum melihat wajah cemberut sang istri.

"Maaf ...," jawab Kaisar.

Kaisar lalu berdiri dan langsung menggendong tubuh Haura dan membawanya ke ranjang. Dia lalu menurunkan tubuh istrinya dengan pelan. Setelah itu dia ikut naik ke ranjang.

Kaisar lalu mendekati Haura dan memeluk pinggangnya agar merapat. Dia lalu mengecup dahi istrinya itu.

"Om mau apa ...?" tanya Haura dengan suara serak.

"Menurut kamu aku mau apa?" Bukannya menjawab pertanyaan Haura, pria itu balik bertanya.

Haura menggelengkan kepalanya. Suaranya seakan hilang. Dadanya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Kaisar tak menjawab pertanyaan Haura. Tangannya masuk dari balik baju wanita itu. Sentuhan tangannya di kulit punggungnya, membuat Haura jadi gugup dan merinding

"Apa malam ini kegadisan'ku akan terenggut sama Om Kaisar?" tanya Haura pada dirinya sendiri.

**

Selamat Siang. Pasti pada menantikan gimana malam pertama Kaisar dan Haura ya? Sabar ... mereka mau like dan komentarnya kalian semua dulu. Terima kasih.

Terpopuler

Comments

Imas Nurhermansyah

Imas Nurhermansyah

Di kirain mau malam pertama sekarang di siang hari gini,🤭 gak tau nya nunggu lagi.🤗

2025-02-10

5

Radya Arynda

Radya Arynda

semogah saja mereka selalu bersama,,,dan bersama sampai ajal memisah kan...biar mereka yang menghina haura menerima balasan yang setimpa

2025-02-10

4

mams dimas

mams dimas

penasaran dong mam siap yg bakal lebih agresif di ranjang

2025-02-10

3

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Bab Satu
3 Bab Dua
4 Bab Tiga
5 Bab Empat
6 Bab Lima
7 Bab Enam
8 Bab Tujuh
9 Bab Delapan
10 Bab Sembilan
11 Bab Sepuluh
12 Bab Sebelas
13 Bab Dua Belas
14 Bab Tiga Belas
15 Bab Empat Belas
16 Bab Lima Belas
17 Bab Enam Belas
18 Bab Tujuh Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Sembilan Belas
21 Bab Dua Puluh
22 Bab Dua Puluh Satu
23 Bab Dua Puluh Dua
24 Bab Dua Puluh Tiga
25 Bab Dua Puluh Empat
26 Bab Dua Puluh Lima
27 Bab Dua Puluh Enam
28 Bab Dua Puluh Tujuh
29 Bab Dua Puluh Delapan
30 Bab Dua Puluh Sembilan
31 Bab Tiga Puluh
32 Bab Tiga Puluh Satu
33 Bab Tiga Puluh Dua
34 Bab Tiga Puluh Tiga
35 Bab Tiga Puluh Empat
36 Bab Tiga Puluh Lima
37 Bab Tiga Puluh Enam
38 Bab Tiga Puluh Tujuh
39 Bab Tiga Puluh Delapan
40 Bab Tiga Puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat Puluh Satu
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
48 Bab Empat Puluh Enam
49 Bab Empat Puluh Tujuh
50 Bab Empat Puluh Delapan
51 Bab Empat Puluh Sembilan
52 Bab Lima Puluh
53 Bab Lima Puluh Satu
54 Bab Lima Puluh Dua
55 Bab Lima Puluh Tiga
56 Bab Lima Puluh Empat
57 Bab Lima Puluh Lima
58 Bab Lima Puluh Enam
59 Bab Lima Puluh Tujuh
60 Bab Lima Puluh Delapan
61 Bab Lima Puluh Sembilan
62 Promo Novel
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Prolog
2
Bab Satu
3
Bab Dua
4
Bab Tiga
5
Bab Empat
6
Bab Lima
7
Bab Enam
8
Bab Tujuh
9
Bab Delapan
10
Bab Sembilan
11
Bab Sepuluh
12
Bab Sebelas
13
Bab Dua Belas
14
Bab Tiga Belas
15
Bab Empat Belas
16
Bab Lima Belas
17
Bab Enam Belas
18
Bab Tujuh Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Sembilan Belas
21
Bab Dua Puluh
22
Bab Dua Puluh Satu
23
Bab Dua Puluh Dua
24
Bab Dua Puluh Tiga
25
Bab Dua Puluh Empat
26
Bab Dua Puluh Lima
27
Bab Dua Puluh Enam
28
Bab Dua Puluh Tujuh
29
Bab Dua Puluh Delapan
30
Bab Dua Puluh Sembilan
31
Bab Tiga Puluh
32
Bab Tiga Puluh Satu
33
Bab Tiga Puluh Dua
34
Bab Tiga Puluh Tiga
35
Bab Tiga Puluh Empat
36
Bab Tiga Puluh Lima
37
Bab Tiga Puluh Enam
38
Bab Tiga Puluh Tujuh
39
Bab Tiga Puluh Delapan
40
Bab Tiga Puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat Puluh Satu
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
48
Bab Empat Puluh Enam
49
Bab Empat Puluh Tujuh
50
Bab Empat Puluh Delapan
51
Bab Empat Puluh Sembilan
52
Bab Lima Puluh
53
Bab Lima Puluh Satu
54
Bab Lima Puluh Dua
55
Bab Lima Puluh Tiga
56
Bab Lima Puluh Empat
57
Bab Lima Puluh Lima
58
Bab Lima Puluh Enam
59
Bab Lima Puluh Tujuh
60
Bab Lima Puluh Delapan
61
Bab Lima Puluh Sembilan
62
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!