Bab Delapan

Haura menatap tajam pada pria itu. Dia melihat Kaisar tersenyum. Sudah jelas dia baru saja dikerjain.

Dengan perlahan Haura menaikan kakinya yang satu dan menyilangkan ke atas pahanya. Dia sengaja memperlihatkan pahanya. Mungkin juga akan terlihat pakaian dalamnya.

"Biar aja terlihat sedikit murahan, bukankah dia telah sah jadi suamiku. Tak apa kalau aku memperlihatkan tubuhku ini," gumam Haura dalam hatinya.

Kaisar masih sibuk dengan gawainya. Haura tak mau usahanya sia-sia. Dia memanggil suaminya itu agar pria tersebut memandang.

"Ternyata Om mau mengerjai aku! Jangan berpikir aku akan tergoda. Jika aku menatap wajah Om, itu semata untuk membandingkan ketampanan Om dengan William!" seru Haura.

Rupanya ucapan Haura mampu membuat Kaisar menatap ke arah wanita itu. Saat melihat keseksian gadis itu, dia menatap tak berkedip.

Haura jadi tersenyum. Ternyata semua pria sama saja. Tak bisa melihat paha mulus.

"Om, matanya bisa dikondisikan. Mau copot tuh!" seru Haura. Setelah itu dia tertawa, membuat Kaisar jadi kesal.

"Kau ingin membalas'ku!"

"Aku ini Haura. Jangankan kalah, seri aja aku tak mau," ucap Haura sambil tertawa. Dia lalu berdiri dari duduknya. Begitu juga Kaisar. Sepertinya pria itu tak terima dengan apa yang gadis itu lakukan.

Haura memandangi wajah Kaisar dengan intens. Tak mengira jika pria itu ternyata berwajah tampan, tidak seperti yang dia dengar selama ini. Senyumannya juga begitu manis. Wajahnya juga masih muda, tak seperti usianya yang hampir menginjak kepala empat.

"Kanapa kau memandangiku seperti itu?" tanya Kaisar dengan suara dingin.

"Kulihat-lihat, Om sudah menua, apakah Om masih sanggup untuk malam pertama?" ucap Haura menatap Kaisar dengan senyum sinis.

Kaisar berjalan ke arah Haura dan menekan gadis itu ke tembok. "Harusnya saya yang nanya, kamu sanggup berapa ronde?"

Haura menarik napas dalam. Berada sedekat ini dengan pria yang baru saja menjadi suaminya membuat gadis itu merasakan sesak. Dia seperti orang yang kekurangan oksigen.

"Aku tak yakin kamu bisa memuaskan aku!" seru Kaisar dengan berbisik.

Haura lalu menunduk dan keluar dari kukungan pria itu dari bawah tangannya. Dia takut kehabisan napas jika terus berdekatan.

"Jangan salah, Om. Aku kecil-kecil sudah pintar mengadon untuk membuat anak kecil," jawab Haura.

Kaisar tertawa mendengar ucapan gadis itu. Dalam hatinya berkata, ternyata menikahi Haura tak seburuk yang dia pikirkan. Dia bisa jadikan gadis itu mainan dan hiburan.

Pernikahan mereka terjadi karena paksaan dari keluarga. Tak ada cinta dalam hati keduanya.

Semua berawal saat sang mama memaksa Kaisar menikahi Haura, calon istri sang ponakan. William, ponakannya itu ketahuan berselingkuh sehingga Haura ingin membatalkan pernikahan mereka yang akan berlangsung satu minggu lagi.

Tak mau keluarga mereka malu, karena sudah terlanjur menyebarkan undangan, mamanya memaksa sang putra Kaisar menikahi Haura menggantikan posisi William.

"Kalau begitu mari kita praktekkan. Siapa yang bertahan dan siapa yang menyerah!" seru Kaisar dengan menyeringai. Membuat Haura jadi merinding.

"Mampus, aku belum siap menyerahkan mahkotaku untuk bujang lapuk ini," gumam Haura dalam hatinya.

Kaisar berjalan perlahan mendekati Haura, gadis itu berjalan mundur untuk mencoba melarikan diri. Saat keduanya semakin dekat, jantung Haura berdetak lebih cepat dari biasanya.

Kaisar memeluk tubuh Haura dengan erat agar gadis itu tak bisa lepas darinya. Haura terkejut dan langsung berteriak.

"Jangan, Om. Ampun ...," teriak Haura.

Di saat bersamaan, pintu kamar terbuka. Ibu Kartini melotot dengan mulut terbuka lebar melihat pemandangan di hadapannya. Dia melihat Haura dan Kaisar sedang berpelukan.

Sedetik kemudian Ibu Kartini tersadar dan berkata, 'Kaisar ... apa kamu tak bisa menunggu hingga resepsi selesai baru memakan istri kecilmu itu. Dasar bujang lapuk ...!" teriak Ibu Kartini.

Pelukan Kaisar terlepas mendengar teriakan mamanya. Dia berbalik dan tersenyum simpul saat melihat ada sang mama dan dua orang penata rias berdiri di ambang pintu. Haura tak kalah terkejut dan menutup wajahnya karena malu.

"Kamu tuh, memang kalian sudah resmi menjadi suami istri. Tapi masih ada pesta sebentar lagi. Apa salahnya menahan hingga nanti malam. Sudah mau enak-enak aja!" seru Ibu Kartini.

"Ma, ini tak seperti yang mama pikirkan ...," ucap Kaisar.

Kaisar juga malu karena pasti sang ibu berpikir jika dirinya sudah tak sabar untuk melakukan malam pertama.

"Memangnya menurut kamu apa yang Mama pikirkan?" Ibu Kartini balik bertanya.

Kaisar menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada wanita yang telah melahirkan dirinya itu.

"Sekarang kalian berdua bersiap-siap. Mau di dandani. Kalau mau olah raga nanti malam saja," ucap Oma Kartini.

"Astaga, apaan ini. Kenapa aku baru tau ternyata Oma Kartini mesum juga," gumam Haura dalam hati.

Dua orang masuk ke kamar. Dan mereka mulai mendadani Haura. Dalam diam kembali Kaisar menatap istri kecilnya itu. Dia tersenyum saat melihat Haura telah selesai di dandani.

"Cantik ...," ucap Kaisar tanpa dia sadari.

Mendengar ucapan Kaisar itu membuat Haura tersenyum. Dia lalu mendekati suaminya setelah selesai dandan dan berpakaian.

"Akhirnya Om mengakui kalau aku ini cantik. Seluruh dunia juga tau kalau aku ini menarik!" ucap Haura.

"Aku bukan mengatakan dirimu, aku mengatakan orang yang ada di hp ini," ucap Kaisar.

Haura lalu menatap ke arah gawai Kaisar. Matanya menyipit saat melihat foto siapa yang ada di layar. Foto seorang aktor Korea terkenal.

"Jangan katakan kalau Om belok?" tanya Haura.

"Jangan sembarangan kamu! Aku akan membuat kamu tak bisa jalan besok!" seru Kaisar.

"Kalau Om lurus-lurus aja, kenapa Om mengatakan aktor itu cantik?" tanya Haura dengan dahi berkerut.

Kaisar lalu melihat ponselnya. Di layar terpampang wajah aktor Korea Ji Chang-wook. Hal itu membuat dia merinding sendiri. Kenapa di layar bisa ada foto aktor itu, pikir Kaisar dalam hatinya.

Melihat reaksi Kaisar yang merinding, Haura jadi tertawa.

Kaisar lalu berdiri. Dia mengambil sesuatu di dalam tas. Sepertinya pil. Pria itu lalu meminumnya. Haura yang melihat itu menjadi penasaran apa yang di minum suaminya itu.

"Om minum obat apa? Om sakit?" tanya Haura sedikit kuatir.

"Minum obat kuat? Kalau kamu kuatnya cuma tiga ronde, aku mau melakukan hingga lima ronde! Tiga ronde janji dari kamu, dua ronde bonus malam pertama!" seru Kaisar sambil tersenyum simpul.

"Apa ...? Lima ronde? Om mau bunuh aku?" Haura bertanya dengan suara terkejut.

"Tak ada orang mati karena malam pertama, yang ada kamu tuh mati keenakan!" seru Kaisar.

"Dasar Om-om gila, mesum ...," ucap Haura.

Tanpa mau mendengar ucapan Kaisar selanjutnya, dia langsung keluar dari kamar. Pria itu mengikuti dari belakang. Karena dia juga berpikir, pasti para tamu undangan sudah menunggu kehadiran mereka.

"Katanya Om Kaisar itu kaku, dan kayak kulkas empat pintu, yang ada gila dan menyebalkan," gumam Haura dalam hatinya sambil terus berjalan menuju pelaminan.

Terpopuler

Comments

Uba Muhammad Al-varo

Uba Muhammad Al-varo

tenang Haura katamu nggak mau terkalahkan oleh lawan bicara mu Kaisar, sekarang tunjukkan kamu itu wanita yang tidak hanya cantik tapi juga kuat, tangguh dan mandiri, walaupun Kaisar gila sama bicara dan kelakuannya yang penting setia dan bertanggung jawab

2025-02-10

3

Star Ir

Star Ir

Lah emang bener aktor korea cantik, kata ibu saya juga gitu cowo kok cantik katanya 🤣🤣

2025-02-09

3

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

jangan² kaisat minum obat anti depresi krn kejadian masa laluy..wah pasti hsura hrs menghadapi om om lbh sabar lg nih..smg mereka bisa saling meneroma dan mensuport ya..

2025-02-09

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Bab Satu
3 Bab Dua
4 Bab Tiga
5 Bab Empat
6 Bab Lima
7 Bab Enam
8 Bab Tujuh
9 Bab Delapan
10 Bab Sembilan
11 Bab Sepuluh
12 Bab Sebelas
13 Bab Dua Belas
14 Bab Tiga Belas
15 Bab Empat Belas
16 Bab Lima Belas
17 Bab Enam Belas
18 Bab Tujuh Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Sembilan Belas
21 Bab Dua Puluh
22 Bab Dua Puluh Satu
23 Bab Dua Puluh Dua
24 Bab Dua Puluh Tiga
25 Bab Dua Puluh Empat
26 Bab Dua Puluh Lima
27 Bab Dua Puluh Enam
28 Bab Dua Puluh Tujuh
29 Bab Dua Puluh Delapan
30 Bab Dua Puluh Sembilan
31 Bab Tiga Puluh
32 Bab Tiga Puluh Satu
33 Bab Tiga Puluh Dua
34 Bab Tiga Puluh Tiga
35 Bab Tiga Puluh Empat
36 Bab Tiga Puluh Lima
37 Bab Tiga Puluh Enam
38 Bab Tiga Puluh Tujuh
39 Bab Tiga Puluh Delapan
40 Bab Tiga Puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat Puluh Satu
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
48 Bab Empat Puluh Enam
49 Bab Empat Puluh Tujuh
50 Bab Empat Puluh Delapan
51 Bab Empat Puluh Sembilan
52 Bab Lima Puluh
53 Bab Lima Puluh Satu
54 Bab Lima Puluh Dua
55 Bab Lima Puluh Tiga
56 Bab Lima Puluh Empat
57 Bab Lima Puluh Lima
58 Bab Lima Puluh Enam
59 Bab Lima Puluh Tujuh
60 Bab Lima Puluh Delapan
61 Bab Lima Puluh Sembilan
62 Promo Novel
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Prolog
2
Bab Satu
3
Bab Dua
4
Bab Tiga
5
Bab Empat
6
Bab Lima
7
Bab Enam
8
Bab Tujuh
9
Bab Delapan
10
Bab Sembilan
11
Bab Sepuluh
12
Bab Sebelas
13
Bab Dua Belas
14
Bab Tiga Belas
15
Bab Empat Belas
16
Bab Lima Belas
17
Bab Enam Belas
18
Bab Tujuh Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Sembilan Belas
21
Bab Dua Puluh
22
Bab Dua Puluh Satu
23
Bab Dua Puluh Dua
24
Bab Dua Puluh Tiga
25
Bab Dua Puluh Empat
26
Bab Dua Puluh Lima
27
Bab Dua Puluh Enam
28
Bab Dua Puluh Tujuh
29
Bab Dua Puluh Delapan
30
Bab Dua Puluh Sembilan
31
Bab Tiga Puluh
32
Bab Tiga Puluh Satu
33
Bab Tiga Puluh Dua
34
Bab Tiga Puluh Tiga
35
Bab Tiga Puluh Empat
36
Bab Tiga Puluh Lima
37
Bab Tiga Puluh Enam
38
Bab Tiga Puluh Tujuh
39
Bab Tiga Puluh Delapan
40
Bab Tiga Puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat Puluh Satu
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
48
Bab Empat Puluh Enam
49
Bab Empat Puluh Tujuh
50
Bab Empat Puluh Delapan
51
Bab Empat Puluh Sembilan
52
Bab Lima Puluh
53
Bab Lima Puluh Satu
54
Bab Lima Puluh Dua
55
Bab Lima Puluh Tiga
56
Bab Lima Puluh Empat
57
Bab Lima Puluh Lima
58
Bab Lima Puluh Enam
59
Bab Lima Puluh Tujuh
60
Bab Lima Puluh Delapan
61
Bab Lima Puluh Sembilan
62
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!