Bab Satu

Haura baru saja selesai mandi saat mendengar ponselnya berdering, tanda ada pesan masuk. Gadis itu awalnya mengacuhkan suara pesan masuk itu. Dia terus saja memakai baju tidur. Tubuhnya sudah terasa remuk. Lelah setelah pulang kerja. Dia baru saja selesai lembur.

Namun, Haura tidak bisa mengabaikan saat bunyi pesan masuk lagi terus menerus. Gadis itu penasaran juga siapa yang mengirim pesan itu. Dia lalu mengambil ponsel, dan membuka pesan masuk itu.

Haura membaca pesan masuk itu dengan tangan gemetar. Dalam pesan itu juga ada foto tunangannya William yang sedang berpelukan tanpa busana dengan seorang wanita yang wajahnya tidak terlihat jelas.

"Jika kamu ingin tahu apa yang sedang kekasih kamu lakukan datang segera ke apartemennya. Kami sedang memadu kasih." Itulah pesan yang Haura terima.

Haura akhirnya mengambil jaket miliknya yang tergantung di balik pintu kamar kos. Dengan hanya memakai baju tidur dilapisi jaket, gadis itu pergi. Dia ingin membuktikan kebenaran foto yang dikirim seseorang itu.

"Tidak mungkin itu William. Dia begitu mencintaiku. Selama ini dia tidak pernah sekalipun mengecewakan aku. Pasti ini semua rekayasa," gumam Haura pada dirinya sendiri.

Sampai di apartemen, setelah memarkirkan motornya, Haura langsung menuju ke unit milik sang kekasih. Beruntung dirinya tahu nomor password apartemen William karena memang sering mengunjungi.

Haura berjalan perlahan memasuki apartemen tersebut. Dia melihat makanan berserakan di atas meja depan ruang televisi. Sepertinya itu baru saja terjadi karena makanan itu masih berbau wangi.

Haura berjalan mendekati pintu kamar. Dia merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Saat semakin dekat, dia merasakan kegugupan.

"Apa aku sebaiknya kembali saja. Pasti itu foto hanya rekayasa. Apa kata orang-orang jika tau aku datang ke sini malam-malam begini," ucap Haura bermonolog pada dirinya sendiri.

Saat akan membalikan tubuhnya, Haura melihat ada pakaian tergeletak. Dia menunduk dan memungutnya. Itu baju kemeja seorang wanita. Dadanya terasa sesak, takut semua memang benar adanya.

"Baju wanita ... punya siapa ini?" tanya Haura pada dirinya sendiri.

Haura mengurungkan niatnya untuk kembali. Dia menguatkan diri melangkah memasuki kamar. Beruntung pintunya sedikit terbuka. Gadis itu mendengar suara menjijikan yang berasal dari dalam.

"Jadi semua ini benar? Siapa wanita yang bersama William itu?" Kembali Haura bertanya pada dirinya sendiri.

Haura membuka pintu dengan perlahan agar manusia di dalam sana tak menyadari kehadirannya. Dia kembali menarik napas dalam untuk menguatkan dirinya.

Lampu di kamar itu dimatikan. Haura hafal betul dimana letak sakralnya. Dia sering membersihkan apartemen saat libur kerja karena tahu William sangat malas melakukan hal itu.

Haura lalu meraba dinding tempat sakral berada. Dia menghidupkan lampu. Terpampang pemandangan yang menjijikan dihadapannya, dua manusia berlainan jenis sedang bergumul berbagi peluh.

"Jadi ini yang sering kau lakukan di belakangku, William! Menjijikan sekali. Sudah berapa wanita yang kau bawa tidur?" tanya Haura dengan suara parau karena menahan tangis.

"Haura ...." William terkejut saat melihat Haura. Dia tak mengira akan kedapatan sedang berselingkuh.

Haura tak mau menangisi di depan calon suaminya itu. Padahal satu dua minggu lagi mereka akan melakukan pernikahan. Itulah alasan kenapa dirinya lembur, agar bisa menyelesaikan pekerjaan dan cuti dengan tanpa beban kerjaan.

William melepaskan pelukannya pada wanita itu. Dia yang awalnya berada di atas tubuh lawan mainnya, akhirnya turun. Menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut. Dia juga tak lupa menutup tubuh wanita tersebut.

"Haura, kenapa kamu ada di sini?" tanya William. Tak tahu harus berkata apa, dia bertanya hal itu pada sang tunangan.

Dada Haura semakin sesak saat melihat dengan jelas wajah wanita yang menjadi teman ranjang calon suaminya. Tadi wajah itu tertutup tubuh pria itu.

Haura tertawa setelah melihat jelas wanita itu, bukannya menangis. Dia dapat menyimpulkan jika pesan yang dia terima pastilah dari Kay, sahabatnya itu.

"Jadi kau sengaja mengirimkan pesan padaku agar aku melihat kalian berbagi peluh?" tanya Haura sambil tertawa pelan.

Mendengar ucapan Haura, William lalu memandangi wajah Kay. Dia ingin meminta penjelasan dari wanita itu.

"Apa maksud dari Haura? Apa benar kamu mengirim pesan padanya?" tanya William.

William memandangi wajah Kay dengan intens. Menunggu jawaban dari teman ranjangnya itu. Dia hampir tak percaya jika Kay melakukan semua ini.

"Kay sengaja melakukan ini agar aku mengetahui hubungan kalian. Terima kasih, karena kamu telah membuka mataku. Aku jadi tau siapa William. Beruntung kami belum menikah," ucap Haura.

William turun dari ranjang dan memungut pakaiannya. Dia lalu mengenakan semuanya. Setelah itu mendekati Haura.

"Haura, maafkan aku. Semua yang kamu lihat ini tak seperti yang kamu pikirkan. Aku khilaf. Aku janji tak akan melakukan ini lagi," ujar William.

"Khilaf ... khilaf itu dilakukan tanpa sadar dan hanya sekali. Ini kamu sadar melakukannya dan sudah dilakukan berulang kali. Khilaf apa doyan?" tanya Haura dengan suara sedikit meninggi.

Berdasarkan foto-foto yang dikirim Kay, dia bisa memastikan jika mereka melakukan semua itu bukan hanya sekali. Latar belakang dari foto tampak berbeda-beda.

"Sayang, percayalah, aku hanya sekali melakukan ini!" seru William.

Mendengar ucapan dari pria itu sepertinya Kay tak bisa menerima. Dia lalu berdiri dengan tubuh yang di balut selimut.

"Sudahlah William, tak ada gunanya kamu menutupi semua ini. Haura telah mengetahuinya. Lagi pula aku sedang mengandung anakmu. Mau tak mau dia harus menerima hubungan kita!" seru Kayla.

Haura menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dia dengar. Jadi sudah sejauh ini hubungannya tunangannya dan sahabatnya itu, tepatnya mantan sahabat. Pasti gadis itu tak mau menganggap Kayla sahabat lagi.

"Diam kamu, Kay! Biar aku yang bicara dengan Haura. Sayang, kita bisa bicarakan semua ini. Ayo ...," ajak William.

William yang ingin meraih tangan Haura tapi tak jadi, karena gadis itu langsung menolaknya. Menepis dengan kasar uluran tangan calon suaminya itu.

"Jangan sentuh aku! Aku tak mau disentuh dengan tanganmu yang baru saja membelai tubuh ja'lang itu!" seru Haura.

"Siapa yang kau katakan ja'lang?" tanya Kayla, sepertinya tak terima dengan ucapan Haura.

"Siapa lagi kalau bukan kau? Apa sebutan yang pantas bagi seorang wanita yang mau menyerahkan kehormatannya secara cuma-cuma sebelum menikah? Pe'rek? Pe'la'cur?" tanya Haura dengan suara yang makin meninggi dan dengan pandangan sinis.

"Jaga ucapanmu! Kami melakukan semua dengan dasar suka sama suka," ujar Kayla dengan bangganya.

"Kayla ...! Tutup mulutmu! Sudah aku katakan, kau diam saja!" seru William.

"Kalian sama saja. Sama-sama sampah!"

Setelah mengucapkan itu, Haura lalu membalikan tubuhnya. Dia bermaksud meninggalkan kedua orang terdekatnya yang telah berkhianat itu.

Terpopuler

Comments

nonsk2711

nonsk2711

ternyata orang" terdekatlah yg berpontensi berkhianat,laki" nya b4jigur yg perempuan nya g4t3l,jdkan Haura cewe yg kuat mom jgn menye" aplg cengeng 🤭

2025-02-06

2

Dew666

Dew666

Makanya kalo punya pacar jangan di kenalin sama temen2,, kl dah nikah jangan pula bawa teman cewek ke rumah, kalo mau ketemuan bs dicafe..

2025-02-06

1

Carlina Carlina

Carlina Carlina

up jngn lama" ya thor👍

2025-02-06

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Bab Satu
3 Bab Dua
4 Bab Tiga
5 Bab Empat
6 Bab Lima
7 Bab Enam
8 Bab Tujuh
9 Bab Delapan
10 Bab Sembilan
11 Bab Sepuluh
12 Bab Sebelas
13 Bab Dua Belas
14 Bab Tiga Belas
15 Bab Empat Belas
16 Bab Lima Belas
17 Bab Enam Belas
18 Bab Tujuh Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Sembilan Belas
21 Bab Dua Puluh
22 Bab Dua Puluh Satu
23 Bab Dua Puluh Dua
24 Bab Dua Puluh Tiga
25 Bab Dua Puluh Empat
26 Bab Dua Puluh Lima
27 Bab Dua Puluh Enam
28 Bab Dua Puluh Tujuh
29 Bab Dua Puluh Delapan
30 Bab Dua Puluh Sembilan
31 Bab Tiga Puluh
32 Bab Tiga Puluh Satu
33 Bab Tiga Puluh Dua
34 Bab Tiga Puluh Tiga
35 Bab Tiga Puluh Empat
36 Bab Tiga Puluh Lima
37 Bab Tiga Puluh Enam
38 Bab Tiga Puluh Tujuh
39 Bab Tiga Puluh Delapan
40 Bab Tiga Puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat Puluh Satu
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
48 Bab Empat Puluh Enam
49 Bab Empat Puluh Tujuh
50 Bab Empat Puluh Delapan
51 Bab Empat Puluh Sembilan
52 Bab Lima Puluh
53 Bab Lima Puluh Satu
54 Bab Lima Puluh Dua
55 Bab Lima Puluh Tiga
56 Bab Lima Puluh Empat
57 Bab Lima Puluh Lima
58 Bab Lima Puluh Enam
59 Bab Lima Puluh Tujuh
60 Bab Lima Puluh Delapan
61 Bab Lima Puluh Sembilan
62 Promo Novel
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Prolog
2
Bab Satu
3
Bab Dua
4
Bab Tiga
5
Bab Empat
6
Bab Lima
7
Bab Enam
8
Bab Tujuh
9
Bab Delapan
10
Bab Sembilan
11
Bab Sepuluh
12
Bab Sebelas
13
Bab Dua Belas
14
Bab Tiga Belas
15
Bab Empat Belas
16
Bab Lima Belas
17
Bab Enam Belas
18
Bab Tujuh Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Sembilan Belas
21
Bab Dua Puluh
22
Bab Dua Puluh Satu
23
Bab Dua Puluh Dua
24
Bab Dua Puluh Tiga
25
Bab Dua Puluh Empat
26
Bab Dua Puluh Lima
27
Bab Dua Puluh Enam
28
Bab Dua Puluh Tujuh
29
Bab Dua Puluh Delapan
30
Bab Dua Puluh Sembilan
31
Bab Tiga Puluh
32
Bab Tiga Puluh Satu
33
Bab Tiga Puluh Dua
34
Bab Tiga Puluh Tiga
35
Bab Tiga Puluh Empat
36
Bab Tiga Puluh Lima
37
Bab Tiga Puluh Enam
38
Bab Tiga Puluh Tujuh
39
Bab Tiga Puluh Delapan
40
Bab Tiga Puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat Puluh Satu
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
48
Bab Empat Puluh Enam
49
Bab Empat Puluh Tujuh
50
Bab Empat Puluh Delapan
51
Bab Empat Puluh Sembilan
52
Bab Lima Puluh
53
Bab Lima Puluh Satu
54
Bab Lima Puluh Dua
55
Bab Lima Puluh Tiga
56
Bab Lima Puluh Empat
57
Bab Lima Puluh Lima
58
Bab Lima Puluh Enam
59
Bab Lima Puluh Tujuh
60
Bab Lima Puluh Delapan
61
Bab Lima Puluh Sembilan
62
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!