Di Antar Pulang

Hari pertama menjadi Sekretaris nya Maxim tidak begitu buruk, Walaupun masih beradaptasi tapi Laudya bisa mengatasinya. 

 Pekerjaan nya tidak begitu sulit, mungkin karena hari pertama. Nanda hanya memberitahu tugas-tugas Sekretaris itu apa saja dan Nanda juga memberitahu Laudya kalau dia tidak boleh membantah permintaan Bos nya. 

 Satu hal yang membuat Laudya was-was adalah, Ketika Nanda memberitahu kalau Bos nya itu orang nya agak Tempramental dan tidak mau dibantah dan harus dituruti dengan cepat kalau sedang memerintah. 

 Laudya Melirik jam tangannya, sudah jam Lima Sore dan sebentar lagi sudah waktunya jam pulang kerja. hari ini ia akan pulang seperti karyawan lainnya, namun untuk kedepannya ia akan pulang tergantung Bos nya dan itu lagi-lagi disampaikan oleh Nanda selaku Asisten Pribadi Maxim.

  “Akhirnya Pulang juga, Semoga aja Ada Angkot lewat” Gumam Laudya. Hari ini ia tidak membawa Motornya karena sedang di bawa ke bengkel, Jadi mau tidak mau ia harus menggunakan angkutan umum. 

 Dan biasanya kalau Sore susah dapat Angkot, ada tapi kadang sudah penuh penumpang nya. 

 Laudya merapikan Meja kerjanya, setelah semuanya rapi baru ia pergi. soal Bos nya, Laudya sudah mendapatkan izin pulang di jam sekarang. 

 Laudya melangkahkan kakinya keluar, ia berjalan agak cepat agar tidak ketinggalan Angkot.

 Laudya berdiri di pinggir jalan, sudah ada beberapa Angkot lewat tapi semuanya penuh. “Kalau gini lebih baik pesan ojol aja.” Gumamnya. 

 Baru saja ingin memesan sudah terdengar suara klakson mobil berhenti tepat di hadapannya. kaca mobil tengah terbuka dan menampakkan Bos nya, tidak lain tidak bukan adalah Maxim. 

  “Masuk.” 

  Laudya malah diam sedang mencerna perkataan Bos nya barusan, kemudian ia Melirik kanan kiri karena takutnya ada orang disana selain Dirinya. 

 Ternyata tidak ada siapa-siapa dan itu berarti perintah Bos nya itu untuk dirinya. 

 “Mau sampai kapan kamu berdiri disana, cepat naik.” Perintah Maxim sekali lagi. 

 “Eh, Gak usah pak. Saya pesan Ojol Aja.” Tolak Laudya. 

 Maxim menggeram kesal, ia tidak suka ada yang Menolak perintah nya sekalipun orang itu termasuk orang yang dirinya sukai. 

 “Cepat Naik, atau kamu saya pecat.” Ancam Maxim. 

 Laudya menggelengkan kepalanya, ia tidak mau dipecat karena masih membutuhkan uang. dan ia juga teringat dengan ucapan nya Nanda tadi siang, dengan cepat Laudya Masuk ke dalam mobil Bos nya, tapi ia memilih duduk di kursi dengan samping Pak Sopir. 

 “Belakang.” Tekan Maxim. 

 Baru saja ingin duduk sudah mendengar perintah lagi, Laudya harus keluar lagi dan berpindah duduk menjadi di samping Maxim. 

 “Apartemen.” Ucap Maxim pada Supirnya. 

  Laudya mengerutkan keningnya, kenapa tujuan mereka sekarang jadi ke Apartemen. apa mungkin Mereka akan mengantarkan Bos nya dulu lalu mengantarkan dirinya pulang?. 

 Suasana di dalam mobil sangat hening, tidak ada yang mengeluarkan suaranya sama sekali. 

 Mobil yang diTumpangi Mereka sudah berhenti di Basement Apartemen, Maxim keluar lebih dulu sementara Laudia masih berada di dalam mobil. 

 Maxim membungkukkan badannya menatap Wajah Laudya dengan lekat. 

 “Kenapa gak turun? hemm” 

 Laudya semakin bingung, kenapa ia harus diMinta turun juga. ini bukan tempat tinggalnya jadi Laudya masih duduk santai di dalam mobil. 

“Kan ini bukan alamat saya, Pak.” Jawab Laudya. 

 “Ya saya tahu, Kamu ada kerjaan lain dengan saya, cepat turun.” titah Maxim.

 Dengan terpaksa dan penuh kewaspadaan, Laudya keluar dari dalam mobil Maxim dan mengikut langkah kaki Atasan nya tersebut. 

 Pikirannya sudah mulai tidak tenang, Laudya takut terjadi apa-apa dan dirinya akan terus tetap waspada. 

“Kira-kira mau ngapain ya? Kok Gue takut di apa-apain.” batin Laudya.

“Semoga semuanya Aman sampai bisa pulang.” Lanjut Laudya dalam Hatinya.

Beruntungnya dulu pas masih sekolah dirinya pernah mengikuti Ekstrakulikuler bela diri, jadi kalau nanti Maxim berbuat yang tidak senonoh, Laudya bisa menghajar nya. 

 kini Mereka sudah sampai di depan pintu Apartemen, sebelum masuk, Maxim lebih dulu menatap Laudya. 

 “Saya tahu apa yang ada di pikiran kamu, dan kamu tidak perlu khawatir karena saya tidak akan berbuat yang tidak-tidak sama kamu.”

 “Terus, kenapa Bapak meminta saya ikut ke apartemen Bapak?” Tanya Laudya. 

 Maxim tidak menjawab, ia masuk begitu saja

dan disusul oleh Laudya. 

 “Tolong Masak buat saya dan bereskan kamar saya.” Perintah Maxim. 

 “Saya mau mandi dulu, selesai Mandi kamu harus sudah Selesai Memasaknya.” Lanjut Maxim. 

 Melihat Maxim masuk ke dalam kamarnya, Laudya memutuskan untuk langsung ke Dapur dan melihat ada apa saja di dalam lemari pendingin untuk bisa ia masak. 

 Saat membuka kulkas nya ternyata lumayan banyak bahan-bahan masakan disana, awalnya ia kira disana tidak akan ada apa-apa selain minuman bersoda, Ternyata Pikiran nya salah. 

 Laudya mulai memasak tapi ia hanya memasak beberapa menu saja karena yang akan memakannya hanya satu orang. 

“Perasaan kerjaan sekretaris gak sampai di bawa ke rumah gini deh, apalagi malah di suruh Masak. Aneh banget.” Gumam Laudya.

“Semoga aja cocok di lidah nya.”

 Setelah selesai memasak ternyata bertepatan dengan Maxim baru keluar kamar, saat Laudya akan meminta izin untuk membersihkan kamarnya, Maxim malah memintanya untuk ikut makan. 

 Karena tidak mau mendapatkan Masalah, Laudya menuruti nya ikut makan. selesai Makan dan mencuci piring kotor bekas mereka makan, baru ia membersihkan dan merapikan Kamar dan ruangan lainnya. 

Saat Makan barusan, Laudya bisa melihat Maxim sangat lahap. Sehingga membuat Laudya merasa senang dan tenang.

“Berasa jadi art, ini sih ceritanya Sekretaris merangkap sekaligus jadi art.” Ucap Laudya dengan pelan agar tidak bisa di dengar oleh Bos nya.

Laudya Melirik jam tangannya, ternyata Sudah jam tujuh malam dan pekerjaan nya juga sudah selesai, ia mencari keberadaan Maxim untuk meminta izin Pulang. 

 Ternyata Maxim ada di Ruangan tamu sedang memegangi Macbook nya. “Pak, Pekerjaan saya sudah selesai, apa sekarang saya boleh pulang?” Tanya Laudya.

Maxim mendongkakkan kepalanya menatap Laudya,  “Saya antar kamu pulang.” Maxim berdiri dan mengambil Kunci mobilnya, ia berjalan lebih dulu dan disusul oleh Laudya. 

Untuk kali ini Laudya tidak akan menolak, karena ia juga sedang menghemat. jadi biarkan saja Bos nya itu mengantarkan dirinya pulang.

Laudya beberapa kali menghela nafas nya, sudah mah capek otak habis kerja. Eh sekarang malah di suruh kerja lagi dan yang pasti capeknya itu fisiknya.

“Kerjaan Gue malah jadi double gini dah.” Ucap Laudya dalam Hatinya.

Laudya hanya bisa mengomel di dalam hatinya saja, kalau secara terang-terangan mana berani dia. yang ada malah kena semprot Bos nya.

Episodes
1 Ada yang memerhatikan
2 Naik jabatan
3 Di Antar Pulang
4 First kiss
5 Halaman Lima
6 Halaman Enam
7 Halaman Tujuh
8 Halaman Delapan
9 Halaman Sembilan
10 Halaman Sepuluh
11 Halaman Sebelas
12 Halaman Dua Belas
13 Halaman Tiga Belas
14 Halaman Empat Belas
15 Halaman Lima Belas
16 Halaman Enam Belas
17 Halaman Tujuh Belas
18 Halaman Delapan Belas
19 Halaman Sembilan Belas
20 Halaman Dua Puluh
21 Halaman Dua satu
22 Halaman Dua puluh Dua
23 Halaman Dua Puluh Tiga
24 Halaman Dua Puluh Empat
25 Halaman Dua Puluh Lima
26 Halaman Dua Puluh Enam
27 Halaman Dua Puluh Tujuh
28 Halaman Dua Puluh Delapan
29 Halaman Dua Puluh Sembilan
30 Halaman Tiga Puluh
31 Halaman Tiga Puluh Satu
32 Halaman Tiga Puluh Dua
33 Halaman Tiga Puluh Tiga
34 Halaman Tiga Puluh Empat
35 Halaman Tiga Puluh Lima
36 Halaman Tiga Puluh Enam
37 Halaman Tiga Puluh Tujuh
38 Halaman Tiga Puluh Delapan
39 Halaman Tiga Puluh Sembilan
40 Halaman Empat Puluh
41 Halaman Empat Puluh Satu
42 Halaman Empat Puluh Dua
43 Halaman Empat Puluh Tiga
44 Halaman Empat Puluh Empat
45 Halaman Empat Puluh Lima
46 Halaman Empat Puluh Enam
47 Halaman Empat Puluh Tujuh
48 Halaman Empat Puluh Delapan
49 Halaman Empat Puluh Sembilan
50 Halaman Lima Puluh
51 Halaman Lima Puluh Satu
52 Halaman Lima Puluh Dua
53 Halaman Lima Puluh Tiga
54 Halaman Lima Puluh Empat
55 Halaman Lima Puluh Lima
56 Halaman Lima Puluh Enam
57 Halaman Lima Puluh Tujuh
58 Halaman Lima Puluh Delapan
59 Halaman Lima Puluh Sembilan
60 Halaman Enam Puluh
Episodes

Updated 60 Episodes

1
Ada yang memerhatikan
2
Naik jabatan
3
Di Antar Pulang
4
First kiss
5
Halaman Lima
6
Halaman Enam
7
Halaman Tujuh
8
Halaman Delapan
9
Halaman Sembilan
10
Halaman Sepuluh
11
Halaman Sebelas
12
Halaman Dua Belas
13
Halaman Tiga Belas
14
Halaman Empat Belas
15
Halaman Lima Belas
16
Halaman Enam Belas
17
Halaman Tujuh Belas
18
Halaman Delapan Belas
19
Halaman Sembilan Belas
20
Halaman Dua Puluh
21
Halaman Dua satu
22
Halaman Dua puluh Dua
23
Halaman Dua Puluh Tiga
24
Halaman Dua Puluh Empat
25
Halaman Dua Puluh Lima
26
Halaman Dua Puluh Enam
27
Halaman Dua Puluh Tujuh
28
Halaman Dua Puluh Delapan
29
Halaman Dua Puluh Sembilan
30
Halaman Tiga Puluh
31
Halaman Tiga Puluh Satu
32
Halaman Tiga Puluh Dua
33
Halaman Tiga Puluh Tiga
34
Halaman Tiga Puluh Empat
35
Halaman Tiga Puluh Lima
36
Halaman Tiga Puluh Enam
37
Halaman Tiga Puluh Tujuh
38
Halaman Tiga Puluh Delapan
39
Halaman Tiga Puluh Sembilan
40
Halaman Empat Puluh
41
Halaman Empat Puluh Satu
42
Halaman Empat Puluh Dua
43
Halaman Empat Puluh Tiga
44
Halaman Empat Puluh Empat
45
Halaman Empat Puluh Lima
46
Halaman Empat Puluh Enam
47
Halaman Empat Puluh Tujuh
48
Halaman Empat Puluh Delapan
49
Halaman Empat Puluh Sembilan
50
Halaman Lima Puluh
51
Halaman Lima Puluh Satu
52
Halaman Lima Puluh Dua
53
Halaman Lima Puluh Tiga
54
Halaman Lima Puluh Empat
55
Halaman Lima Puluh Lima
56
Halaman Lima Puluh Enam
57
Halaman Lima Puluh Tujuh
58
Halaman Lima Puluh Delapan
59
Halaman Lima Puluh Sembilan
60
Halaman Enam Puluh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!