Episode 20 Tidak Bisa Melayani.

Anindya yang duduk di meja rias sembari menyisir rambut panjangnya.

Bruk.

Pintu kamar dibuka secara kasar yang membuat Anindya melihat dari cermin siapa lagi jika bukan Kavindra yang memang menjadi orang satu-satunya yang masuk tanpa mengetuk pintu.

"Aku sangat tidak suka jika kamu mulai mencampuri urusanku!" tegas Kavindra.

"Saya meminta maaf, tuan, itu bukan mencampuri urusan namanya, tetapi hanya tidak tega melihat dia seperti itu," jawab Anindya yang melihat suaminya dari cermin.

"Itu sama saja. Aku tidak menyuruhmu untuk tiba-tiba datang dan membela dia. Kau lihat sendiri betapa kejamnya aku hah! Anindya orang yang kau hadapi bukanlah orang sembarangan. Kau sudah melihat dan mendengar sendiri semua perkataanku kepadanya dan kau pikir itu hanya sebuah kata-kata saja. Aku sudah terbiasa melakukan hal seperti itu dan tidak memandang bulu!" tegas Kavindra.

"Aku tidak peduli mau dia wanita atau pria dan siapapun itu jika melanggar aturan yang sudah aku tentukan. Maka akan selesai di tanganku dan begitu juga dengan kau!" lanjutnya yang memberikan ancaman yang cukup mengerikan.

"Kau terdiam?"

"Ekspresi mu bener-bener sangat membuatku kesal Anindya. Kau terlihat tidak takut sama sekali dan seolah ingin menantangku. Apa kau pikir aku tidak bisa melakukan semua itu kepadamu hah! kau pikir aku tidak bisa kasar kepadamu. Jangan kau pikir jika aku akan lemah terhadapmu!" tegas Kavindra.

Anindya menarik nafasnya dan membuang perlahan ke depan, lalu kemudian dia berdiri dan menghadap suaminya itu

"Bagaimana mungkin tuan bisa melakukan semua itu kepada saya. Bukankah tuan mengatakan yang mendapatkan hal seperti itu adalah orang-orang yang melanggar peraturan dan itu artinya jika saya tidak melanggar peraturan, maka tidak akan mendapatkan hukuman seperti itu,"

"Saya juga adalah orang yang taat dengan peraturan dan saya tidak akan melanggar peraturan agar tidak mendapatkan hukuman seperti itu. Bukankah tuan hanya akan menghukum seseorang yang bersalah dan tidak mungkin menghukum orang yang tidak bersalah," jawab Anindya yang membuat Kavindra terdiam.

Kavindra lama-lama bisa gila yang selalu saja tidak punya jawaban jika Anindya sudah berbicara dan lagi-lagi apa yang dikatakan Anindya memang benar.

Kavindra yang tiba-tiba memegang dagu Anindya sehingga wajahnya sedikit mendongak ke atas dan mendekat padanya.

"Aku sudah beberapa hari tidak bertemu denganmu dan ternyata kau semakin pintar berbicara. Aku sangat membenci diriku saat tidak memiliki jawaban saat mulutmu ini mengeluarkan banyak kata," ucapnya. Anindya tidak merespon apa-apa.

"Sepertinya kamu harus membagi kata-kata itu untukku," ucap Kavindra yang tiba-tiba saja melumat bibir sang istri. Anindya bisa merasakan kemarahan pada ciuman itu.

Dia tidak memberontak sama sekali. Sampai kapan kemarahan Kavindra dan baru beberapa detik saja cuman itu sudah berubah menjadi sangat lembut yang seolah tidak ingin menyakitinya. Tetapi mungkin terkesan sedikit menggebu-gebu yang mungkin hasrat Kavindra tidak akan terkontrol jika sudah bersentuhan dengan istrinya.

Apalagi mereka sudah lama tidak bertemu dan bahkan Kavindra menuntun Anindya ke atas ranjang dengan ciuman yang tidak lepas sama sekali dan tanpa disadari Anindya yang sudah berbaring di atas ranjang dengan kedua kakinya yang masih menggantung di bawah tanah yang menyentuh lantai.

Kavindra yang sudah berada di atas tubuhnya memberikan ciuman semakin dalam dengan tangannya yang mulai meraba-raba bagian kaki Anindya dan bahkan tangan itu sampai ke pahanya yang masuk ke dalam dress tidurnya.

Anindya hanya memejamkan mata yang mendapatkan sentuhan dari suaminya itu, setiap kali Kavindra pasti memberikan hal-hal yang baru lagi, pola terbilang hanya pemanasan tetapi mampu membuat Anindya melayang-layang sampai ke langit ketujuh.

"Tuan ini bukan saatnya!" ucap Anindya dengan seketika yang membuat Kavindra mengangkat kepala yang menatap Anindya.

"Apa katamu?" tanyanya tampak kecewa.

"Saya minta maaf! tapi saya tidak bisa melayani tuan," ucap Anindya.

"Hah! Apa-apaan ini? Apa lagi yang kau inginkan hah! Sekarang tidak bisa melayani. Aku sudah menuruti segala syarat yang kau inginkan! Aku menuruti permintaanmu dan kau mengatakan seperti ini!" Kavindra yang benar-benar sangat kecewa dan bahkan terlihat marah.

"Anindya aku benar-benar...." Kavindra tidak jadi berbicara ketika tiba-tiba saja Anindya meletakkan jarinya di bibir Kavindra.

"Jangan marah dulu. Saya tidak bisa melayani tuan. Karena sedang datang bulan," ucapnya memberikan alasan.

Kavindra mengerutkan dahi yang menyinggirkan jari Anindya di bibirnya dan langsung berlalu dari aku Anindya dengan Kavindra yang berbaring kasar di samping Anindya.

Terlihat Kavindra semakin Frustasi dengan istrinya itu yang membuat Kavindra benar-benar kesal dengan nafas naik turun yang bisa-bisanya sang istri datang bulan. Anindya menoleh ke arah Kavindra.

"Maafkan saya tua," ucapnya dengan merasa bersalah.

"Diamlah Anindya. Kepalaku semakin sakit mendengar suaramu!" tegas Kavindra dengan emosi. Anindya memilih diam dan tidak ingin membuat suaminya mengamuk lagi.

"Kau benar-benar membuatku kesal Anindya. Ada saja alasanmu, minta ini, itu dan ketika aku sudah menurutimu dan sekarang. Apa kau sengaja mempermainkan ku. Anindya aku sudah menikah hampir 1 bulan dan kau sama sekali belum melakukan apapun," ucapnya dengan terus mengeluh.

"Kenapa kau diam saja? Apa sekarang kau menganggap yang berbicara ini hanya radio rusak!" kesal Kavindra.

"Tuan tadi menyuruh saya untuk diam dan jiak berbicara akan membuat kepala tuan sakit dan maka dari itu saya tidak berbicara!" jawab Anindya

"Lihat! ada saja jawabannya!" kesal Kavindra.

"Serba salah," gumamnya.

"Mengatakan apa?" tanya Kavindra yang mendengar suara itu samar-samar.

Anindya menggelengkan kepala yang tidak mengatakan apa-apa lagi. Anindya menghela nafas dan terlihat kesal dan Anindya tidak mengatakan apapun lagi.

Anindya tetap merasa bersalah dengan suaminya itu. Pada saat seperti ini dirinya belum bisa melayani Kavindra dan bukan keinginannya. Tetapi apa yang bisa dia lakukan dan bukan keinginannya untuk kamu yang tidak di undang.

***

Tok-tok-tok-tok

"Masuk!" sahut Anindya berada di dalam kamar yang terlihat lemas terbaring miring dengan tangan yang memegang perutnya.

"Nona Anindya. Ini sudah waktunya makan malam? Nona ditunggu turun," ucap Bibi yang berdiri di depan pintu kamar.

"Bi! Saya minta tolong katakan kepada tuan Kavindra kalau saya tidak bisa makan malam. Saya sakit perut," ucap Anindya dengan suaranya yang terdengar menahan sakit.

"Baik Nona .... Lalu apa Nona membutuhkan sesuatu?" tanya Bibi.

Anindya menggeleng samar, "jika membutuhkan hal lain, saya akan memanggil Bibi atau pelayan yang lain," jawab Anindya.

"Baik, Nona! kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Bibi yang membuat Anindya menganggukkan kepala.

Bibi melangkah menuruni anak tangga dan benar saja Kavindra yang sudah berada di sana dengan banyaknya makanan yang sudah terhidang di atas meja dan seperti biasa akan ada beberapa pelayan wanita yang berdiri di sana. Dia tidak akan makan sebelum istrinya datang.

"Mana Anindya?" tanya Kavindra yang melihat pembantunya itu datang sendirian.

"Maaf tuan, Nona Anindya tidak bisa makan malam. Perut beliau sakit," ucap pelayan yang menyampaikan apa yang disampaikan Anindya.

"Dia sakit?" tanya Kavindra dengan ekspresi wajah yang tampak Khawatir.

"Sepertinya seperti itu," jawab pelayan.

Kavindra yang tidak mengatakan apa-apa tidak mengerti berdiri dari tempat duduknya dan Kavindra yang langsung pergi. Dia bahkan tidak jadi makan malam.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Rita Riau

Rita Riau

ini namanya belum rezeki,,, nikmatin surga nya suami istri,,🤔🤭😬

2025-03-17

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Apa Yang Terjadi.
2 Episode 2 Membuka Cadar
3 Episode 3 Persyaratan Konyol.
4 Episode 4 Meminta Syrat
5 Episode 5 Datang Melamar.
6 Episode 6 Pernikahan.
7 Episode 7 Pertama Kali Di Rumahnya.
8 Episode 8 Malam Yang Gugup
9 Episode 9 Godaan Suami.
10 Episode 10 Ternyata Gagal.
11 Episode 10 Marah Tapi Di Turuti Juga.
12 Episode 12 Menemani Suami.
13 Episode 13 Panas
14 Episode 14 Pesan
15 Episode 16 Gagal Lagi.
16 Episode 16 Harus LDR.
17 Episode 17 Rindu Dalam Gengsi
18 Episode 18 Amarah.
19 Episode 19 Perintah Mengakhiri
20 Episode 20 Tidak Bisa Melayani.
21 Episode 21 Merawat Penuh Ketulusan.
22 Episode 22 Mengajak Pergi.
23 Episode 23 Ini Pasti Cemburu.
24 Episode 24 Permintaan Lagi.
25 Episode 25 Mulai Bucin.
26 Episode 26 Ternyata Menunggu.
27 Episode 27 Fatal.
28 Episode 28 Amarah Tidak Terkendali
29 Episode 29 Jangan Sampai.
30 Episode 30 Mengajak.
31 Episode 30 Milan
32 Episode 32 Memperlihatkan Kenyataan.
33 Episode 33 Insiden Mengerikan.
34 Episode 34 Tidak Mungkin Pergi.
35 Episode 35 Jangan Menyuruhku Untuk Pergi.
36 Episode 36 Intens
37 Episode 37 Keintiman
38 Episode 38 Semakin Romantis.
39 Episode 38 Janji Bersama...
40 Episode 40 Menenangkan.
41 Episode 41 Pilihan.
42 Episode 42 Kenapa Harus Seperti Ini.
43 Episode 43 Tidak Ada Yang Di Sembunyikan.
44 Episode 44 Ancaman.
45 Episode 45 Izin
46 Episode 46 Kesepian.
47 Episode 47 Perasaan Yang Tidak Enak.
48 Episode 48 Tampak Tidak Sabaraha.
49 Episode 49 Istriku
50 Episode Menyedihkan.
51 Episode 51 Penyesalan.
52 Episode 52 Dendam
53 Episode 53 Tidak Berlaku.
54 Episode 54. Akhirnya Sadar.
55 Episode 55 Rasa Ketakutan.
56 Episode 56 Menegangkan.
57 Episode 57 Pembicaraan.
58 Episode 58 Hal Mencengangkan.
59 Episode 59 Perasaan Tidak Enak.
60 Episode 60 Kejadian
61 Episode 61 Ngidam Aneh.
62 Episode 62
63 Episode 63 Hal Terberat.
64 Episode 64 Adanya Pertentangan.
65 Episode 65 Penggeledahan.
66 Episode 66 Desakan.
67 Episode 67 Apa Itu.
68 Episode 68 Seperti Ada Ikatan.
69 Episode 69 Mengejutkan.
70 Episode 70 Kecelakaan.
71 Episode 71 Sengit.
72 Episode 72 Semakin Jelas.
73 Episode 73 Akhirnya Tahu.
74 Episode 74 Dia Anakku.
75 Episode 75 Masa Lalu Yang Terbongkar.
76 Episode 76 Serasa Berpisah.
77 Episode 77 Hancur
78 Episode 78 Masalah.
79 Episode 79 Jebakan
80 Episode 80 Insiden
81 Episode 81 Pertumpahan Darah.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Haru.
84 Episode 84 Tidak Ikhlas.
85 Episode 85 Jeruji Besi
86 Episode 86 Pertemuan Menyedihkan
87 Episode 82 Keputusan Pengadilan.
88 Episode 88 Keputusan Yang Tepat.
89 Episode 89 Perjuangan.
90 Episode 90 Walau Bahagia Sementara.
91 Episode 91 Udara Bebas
92 Episode 92 Harus Sabar
93 Bab 93
94 Episode 94 Rasa Kecewa.
95 Episode 95 Posisi Sulit.
96 Episode 96 Penegasan.
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Episode 1 Apa Yang Terjadi.
2
Episode 2 Membuka Cadar
3
Episode 3 Persyaratan Konyol.
4
Episode 4 Meminta Syrat
5
Episode 5 Datang Melamar.
6
Episode 6 Pernikahan.
7
Episode 7 Pertama Kali Di Rumahnya.
8
Episode 8 Malam Yang Gugup
9
Episode 9 Godaan Suami.
10
Episode 10 Ternyata Gagal.
11
Episode 10 Marah Tapi Di Turuti Juga.
12
Episode 12 Menemani Suami.
13
Episode 13 Panas
14
Episode 14 Pesan
15
Episode 16 Gagal Lagi.
16
Episode 16 Harus LDR.
17
Episode 17 Rindu Dalam Gengsi
18
Episode 18 Amarah.
19
Episode 19 Perintah Mengakhiri
20
Episode 20 Tidak Bisa Melayani.
21
Episode 21 Merawat Penuh Ketulusan.
22
Episode 22 Mengajak Pergi.
23
Episode 23 Ini Pasti Cemburu.
24
Episode 24 Permintaan Lagi.
25
Episode 25 Mulai Bucin.
26
Episode 26 Ternyata Menunggu.
27
Episode 27 Fatal.
28
Episode 28 Amarah Tidak Terkendali
29
Episode 29 Jangan Sampai.
30
Episode 30 Mengajak.
31
Episode 30 Milan
32
Episode 32 Memperlihatkan Kenyataan.
33
Episode 33 Insiden Mengerikan.
34
Episode 34 Tidak Mungkin Pergi.
35
Episode 35 Jangan Menyuruhku Untuk Pergi.
36
Episode 36 Intens
37
Episode 37 Keintiman
38
Episode 38 Semakin Romantis.
39
Episode 38 Janji Bersama...
40
Episode 40 Menenangkan.
41
Episode 41 Pilihan.
42
Episode 42 Kenapa Harus Seperti Ini.
43
Episode 43 Tidak Ada Yang Di Sembunyikan.
44
Episode 44 Ancaman.
45
Episode 45 Izin
46
Episode 46 Kesepian.
47
Episode 47 Perasaan Yang Tidak Enak.
48
Episode 48 Tampak Tidak Sabaraha.
49
Episode 49 Istriku
50
Episode Menyedihkan.
51
Episode 51 Penyesalan.
52
Episode 52 Dendam
53
Episode 53 Tidak Berlaku.
54
Episode 54. Akhirnya Sadar.
55
Episode 55 Rasa Ketakutan.
56
Episode 56 Menegangkan.
57
Episode 57 Pembicaraan.
58
Episode 58 Hal Mencengangkan.
59
Episode 59 Perasaan Tidak Enak.
60
Episode 60 Kejadian
61
Episode 61 Ngidam Aneh.
62
Episode 62
63
Episode 63 Hal Terberat.
64
Episode 64 Adanya Pertentangan.
65
Episode 65 Penggeledahan.
66
Episode 66 Desakan.
67
Episode 67 Apa Itu.
68
Episode 68 Seperti Ada Ikatan.
69
Episode 69 Mengejutkan.
70
Episode 70 Kecelakaan.
71
Episode 71 Sengit.
72
Episode 72 Semakin Jelas.
73
Episode 73 Akhirnya Tahu.
74
Episode 74 Dia Anakku.
75
Episode 75 Masa Lalu Yang Terbongkar.
76
Episode 76 Serasa Berpisah.
77
Episode 77 Hancur
78
Episode 78 Masalah.
79
Episode 79 Jebakan
80
Episode 80 Insiden
81
Episode 81 Pertumpahan Darah.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Haru.
84
Episode 84 Tidak Ikhlas.
85
Episode 85 Jeruji Besi
86
Episode 86 Pertemuan Menyedihkan
87
Episode 82 Keputusan Pengadilan.
88
Episode 88 Keputusan Yang Tepat.
89
Episode 89 Perjuangan.
90
Episode 90 Walau Bahagia Sementara.
91
Episode 91 Udara Bebas
92
Episode 92 Harus Sabar
93
Bab 93
94
Episode 94 Rasa Kecewa.
95
Episode 95 Posisi Sulit.
96
Episode 96 Penegasan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!