Episode 9 Godaan Suami.

"Tetapi memang biasanya. Jika seorang pria yang bisa dikatakan terlalu menyeramkan. Akan memilih seorang istri yang berbeda. Itulah pepatah yang sering terdengar. Pria nakal akan tetap mencari wanita yang baik-baik untuk istri dan juga Ibu dari anak-anaknya," ucap yang satunya.

"Kamu benar tuan Kavindra pasti akan mencari istri yang tidak sembarangan dan mungkin saja tipe-tipe tuan Kavindra untuk dijadikan seorang istri yaitu seperti Nona Anindya,"

"Tapi kasian juga Nona Anindya yang terlihat begitu sangat baik dan juga berbicara begitu lembut harus mendapatkan suami seperti tuan Kavindra," sahut yang satunya.

Mereka terus aja berbicara dengan perbedaan pendapat mereka atas kehadiran Anindya di rumah tersebut, sampai akhirnya salah satu pelayan melihat Anindya yang membuat dia cukup terkejut.

"Shuttt!" dia langsung memberikan arahan kepada teman-temannya yang membuat teman-temannya menoleh ke arah Anindya dan mereka dengan cepat menundukkan kepala yang pasti panik dengan kehadiran wanita yang baru saja mereka ceritakan.

Anindya yang tidak memberikan respon apapun dan langsung berlalu melanjutkan langkahnya menuju kamar suami.

"Huhhhhh, ayo kita kembali melanjutkan pekerjaan," ajak salah satunya yang tidak ingin mendapatkan masalah dan yang lainnya menganggukan kepala.

Anindya yang sudah berdiri di depan kamar itu menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan.

"Aku yakin semuanya akan baik-baik saja," batin Anindya.

Tok-tok-tok-tok.

Dengan sangat yakin dia mengetuk pintu dan tidak lama mendapatkan sahutan dari dalam yang memerintahkan untuk masuk kedalam kamar.

Kavindra yang duduk di atas ranjang dan melihat istrinya yang masuk ke dalam kamar. Kavindra mengerutkan dahi melihat sosok sang istri yang ternyata masih tetap saja membungkus tubuhnya.

"Apa-apaan ini? Kau masih saja berpakaian seperti ini dan apakah tidak mendengar barusan yang aku katakan hah! aku menyuruhmu datang ke kamarku dengan pakaian yang sudah aku siapkan,"ucapnya dengan sedikit kesal yang kedatangan sang istri di luar ekspektasinya.

"Saya tidak mungkin berpakaian seperti itu menuju kamar tuan. Saya tidak tahu berapa banyak orang yang saya lewati dan apakah pria atau wanita. Untuk menjagakan semua itu saya memilih untuk tetap memakai pakaian saya untuk menuju kamar ini," ucapnya memberikan alasan.

"Tuan tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Saya akan berganti pakaian sesuai yang tuan inginkan," jelasnya yang memang sejak tadi membawa paper bag.

"Aku benar-benar sangat lelah hari ini menghadapi mu yang terlalu banyak bicara," ucapnya dengan kesal yang terus membuang nafas berat.

"Sudah-sudah. Sana buruan ganti pakaian mu. Kepalaku benar-benar sakit dengan semua ulahmu," sahutnya.

"Baiklah! Di mana kamar mandinya?" tanyanya.

"Di sana!" Kavindra menunjuk dengan nada yang terdengar begitu kesal. Anindya yang tidak mengatakan apa-apa lagi yang langsung menurut saja.

"Ada-ada saja yang dia katakan. Banyak pengetahuan dan permintaan. Kepalaku benar-benar bisa pecah menghadapinya," umpatnya dengan kesal yang memijat kepala itu.

Kavindra melihat ponselnya yang baru saja masak ngetik pesan.

"Apa lagi ini!" ucapnya dengan kesal yang ada-ada saja yang membuatnya emosi dan mungkin saja dari kliennya yang seolah tidak memberikan kesempatannya untuk bersenang-senang.

Istri yang dia nikahi sudah membuat masalah dan ditambah lagi dengan banyak masalah. Hanya untuk tidur dengan Anindya dan Kavindra merasa sangat bodoh dengan semua tindakan yang sudah dia lakukan.

Setelah berganti pakaian yang akhirnya Anindya keluar dari kamar mandi menggunakan baju dinas. Piyama berwarna merah mencolok itu sebenarnya tidak terlalu seksi. Dengan lengan panjang dan juga panjangnya di atas mata kaki. Tetapi memang itu hanya bagian luarnya saja dan jika dibuka mungkin akan terlihat jauh lebih seksi.

Walau seperti itu bagi Anindya pakaian seperti itu adalah hal baru dan apalagi untuk pertama kalinya dia memperlihatkan mahkota bagian kepalanya kepada suaminya. Rambutnya yang terurai begitu panjang yang memperlihatkan betapa cantiknya Anindya.

Suara pintu kamar mandi sudah terbuka membuat Kavindra yang sejak tadi memijat kepalanya menoleh ke arah Anindya yang berdiri mematung dengan kepalanya tertunduk dan jari-jarinya saling memencet. Sudah dapat dipastikan jika jantungnya berdebar lebih kencang dari biasanya.

Kavindra lagi-lagi harus dibuat takjub melihat kecantikan istrinya yang pertama kali dia lihat tanpa hijab. Mungkin saja dalam pemikiran Kavindra tidak pernah menemui wanita secantik seperti bidadari wajahnya yang sangat teduh dan mampu meluluhkan hati.

Kavindra berusaha untuk tenang walau suhu tubuhnya mulai memanas, dia berusaha menjadi pria yang elegan yang tidak terlalu agresif atau menggebu-gebu. Dengan langkah kakinya mulai mendekati sang istri. Anindya rasanya ingin sekali mundur, tetapi seolah ada lem di bawah telapak kakinya yang tidak bisa membuatnya untuk bergerak.

"Kenapa kau terus saja menunduk? Apa kau tetap tidak ingin memperlihatkan wajahmu kepadaku?" tanya Kavindra. Tidak ada respon sama sekali yang diberikan Anindya.

"Atau jangan-jangan aku harus mengurangi hutang Abi mu. Agar kau memperlihatkan wajahmu secara sempurna kepadaku?" tanyanya.

Diamnya Anindya dapat dipastikan membuat Kavindra sangat geram yang merasa berbicara dengan patung.

"Baiklah aku akan mengurangi 500 juta," ucapnya yang memang sangat enteng sekali jika sudah berbicara dengan uang.

Saat Kavindra yang hendak pergi tiba-tiba lengannya ditahan oleh Anindya yang membuat langkah itu tidak jadi bergerak. Tetapi Anindya dengan cepat menurunkan tangannya dari lengan suaminya.

Barulah dia mengangkat kepalanya dan saling bertatapan dengan Kavindra.

"Jangan terus membicarakan masalah uang dan apalagi mencicil ku dengan cara-cara seperti itu. Bukankah kita berdua sudah memiliki kesepakatan bersama dan mari kita melanjutkan kesepakatan kita. Aku manusia yang berhak diperlakukanlah dengan baik," ucap Anindya.

Kavindra terdiam mendengar kata-kata itu, wanita itu memang terdengar sangat protes tetapi cara protesnya begitu sangat lembut dan seolah kata-katanya memberikan nasehat dengan cara tidak menjatuhkan.

Kavindra mendengarnya menyergah nafas, bukan merasa tidak suka dengan apa yang dikatakan Anindya, tapi merasa konyol dengan dirinya yang malah mendengarkan semua perkataan Anindya.

"Baiklah! kita lupakan masalah uang dan bukankah kita harus melaksanakan kesepakatan kita malam ini," sahut Kavindra yang tidak ingin basa-basi.

Kavindra semakin mendekatkan diri yang bahkan sudah tidak ada jarak diantara mereka. Kavindra juga dapat mendengarkan suara detak jantung Anindya yang begitu sangat kencang dan melihat wajah memerah itu yang dipenuhi dengan kegugupan.

Tangan Kavindra perlahan membelai rambut Anindya yang membuat Anindya semakin merinding dengan bulu kuduknya yang berdiri, lagi-lagi dia berusaha untuk menghindar.Tetapi dia tetap sadar diri bahwa apa yang dia lakukan sangat tidak pantas.

"Ternyata ini yang membuatmu membungkus seluruh tubuhmu dan kau menyembunyikan kecantikan seperti ini," pujinya.

Dia pada dasarnya adalah pria yang sangat cuek dan mungkin tidak pernah memuji wanita manapun.

"Aku begitu sangat penasaran bagaimana jika bercinta dengan wanita yang selama ini membungkus dirinya dengan sangat rapat. Aku sudah sangat biasa bercinta dengan banyak wanita dan rasanya sama saja. Apakah rasa bersamamu akan berbeda atau sebenarnya sama saja," ucapnya

"Jika ingin melakukan hubungan intim di antara pasangan suami istri. Alangkah baiknya jangan membicarakan wanita lain," protes Anindya

"Hah! belum apa-apa kau sudah cemburu seperti itu mendengarku membicarakan wanita lain," ucap Kavindra dengan tersenyum miring yang terus saja mempermainkan Anindya.

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Khafiza Achmad

Khafiza Achmad

tetap cemburu lah siapa yang ndak cemburu, wanita mana mana yang mau? belum di mulai langsung down dong

2025-02-05

3

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Apa Yang Terjadi.
2 Episode 2 Membuka Cadar
3 Episode 3 Persyaratan Konyol.
4 Episode 4 Meminta Syrat
5 Episode 5 Datang Melamar.
6 Episode 6 Pernikahan.
7 Episode 7 Pertama Kali Di Rumahnya.
8 Episode 8 Malam Yang Gugup
9 Episode 9 Godaan Suami.
10 Episode 10 Ternyata Gagal.
11 Episode 10 Marah Tapi Di Turuti Juga.
12 Episode 12 Menemani Suami.
13 Episode 13 Panas
14 Episode 14 Pesan
15 Episode 16 Gagal Lagi.
16 Episode 16 Harus LDR.
17 Episode 17 Rindu Dalam Gengsi
18 Episode 18 Amarah.
19 Episode 19 Perintah Mengakhiri
20 Episode 20 Tidak Bisa Melayani.
21 Episode 21 Merawat Penuh Ketulusan.
22 Episode 22 Mengajak Pergi.
23 Episode 23 Ini Pasti Cemburu.
24 Episode 24 Permintaan Lagi.
25 Episode 25 Mulai Bucin.
26 Episode 26 Ternyata Menunggu.
27 Episode 27 Fatal.
28 Episode 28 Amarah Tidak Terkendali
29 Episode 29 Jangan Sampai.
30 Episode 30 Mengajak.
31 Episode 30 Milan
32 Episode 32 Memperlihatkan Kenyataan.
33 Episode 33 Insiden Mengerikan.
34 Episode 34 Tidak Mungkin Pergi.
35 Episode 35 Jangan Menyuruhku Untuk Pergi.
36 Episode 36 Intens
37 Episode 37 Keintiman
38 Episode 38 Semakin Romantis.
39 Episode 38 Janji Bersama...
40 Episode 40 Menenangkan.
41 Episode 41 Pilihan.
42 Episode 42 Kenapa Harus Seperti Ini.
43 Episode 43 Tidak Ada Yang Di Sembunyikan.
44 Episode 44 Ancaman.
45 Episode 45 Izin
46 Episode 46 Kesepian.
47 Episode 47 Perasaan Yang Tidak Enak.
48 Episode 48 Tampak Tidak Sabaraha.
49 Episode 49 Istriku
50 Episode Menyedihkan.
51 Episode 51 Penyesalan.
52 Episode 52 Dendam
53 Episode 53 Tidak Berlaku.
54 Episode 54. Akhirnya Sadar.
55 Episode 55 Rasa Ketakutan.
56 Episode 56 Menegangkan.
57 Episode 57 Pembicaraan.
58 Episode 58 Hal Mencengangkan.
59 Episode 59 Perasaan Tidak Enak.
60 Episode 60 Kejadian
61 Episode 61 Ngidam Aneh.
62 Episode 62
63 Episode 63 Hal Terberat.
64 Episode 64 Adanya Pertentangan.
65 Episode 65 Penggeledahan.
66 Episode 66 Desakan.
67 Episode 67 Apa Itu.
68 Episode 68 Seperti Ada Ikatan.
69 Episode 69 Mengejutkan.
70 Episode 70 Kecelakaan.
71 Episode 71 Sengit.
72 Episode 72 Semakin Jelas.
73 Episode 73 Akhirnya Tahu.
74 Episode 74 Dia Anakku.
75 Episode 75 Masa Lalu Yang Terbongkar.
76 Episode 76 Serasa Berpisah.
77 Episode 77 Hancur
78 Episode 78 Masalah.
79 Episode 79 Jebakan
80 Episode 80 Insiden
81 Episode 81 Pertumpahan Darah.
82 Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83 Episode 83 Haru.
84 Episode 84 Tidak Ikhlas.
85 Episode 85 Jeruji Besi
86 Episode 86 Pertemuan Menyedihkan
87 Episode 82 Keputusan Pengadilan.
88 Episode 88 Keputusan Yang Tepat.
89 Episode 89 Perjuangan.
90 Episode 90 Walau Bahagia Sementara.
91 Episode 91 Udara Bebas
92 Episode 92 Harus Sabar
93 Bab 93
94 Episode 94 Rasa Kecewa.
95 Episode 95 Posisi Sulit.
96 Episode 96 Penegasan.
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Episode 1 Apa Yang Terjadi.
2
Episode 2 Membuka Cadar
3
Episode 3 Persyaratan Konyol.
4
Episode 4 Meminta Syrat
5
Episode 5 Datang Melamar.
6
Episode 6 Pernikahan.
7
Episode 7 Pertama Kali Di Rumahnya.
8
Episode 8 Malam Yang Gugup
9
Episode 9 Godaan Suami.
10
Episode 10 Ternyata Gagal.
11
Episode 10 Marah Tapi Di Turuti Juga.
12
Episode 12 Menemani Suami.
13
Episode 13 Panas
14
Episode 14 Pesan
15
Episode 16 Gagal Lagi.
16
Episode 16 Harus LDR.
17
Episode 17 Rindu Dalam Gengsi
18
Episode 18 Amarah.
19
Episode 19 Perintah Mengakhiri
20
Episode 20 Tidak Bisa Melayani.
21
Episode 21 Merawat Penuh Ketulusan.
22
Episode 22 Mengajak Pergi.
23
Episode 23 Ini Pasti Cemburu.
24
Episode 24 Permintaan Lagi.
25
Episode 25 Mulai Bucin.
26
Episode 26 Ternyata Menunggu.
27
Episode 27 Fatal.
28
Episode 28 Amarah Tidak Terkendali
29
Episode 29 Jangan Sampai.
30
Episode 30 Mengajak.
31
Episode 30 Milan
32
Episode 32 Memperlihatkan Kenyataan.
33
Episode 33 Insiden Mengerikan.
34
Episode 34 Tidak Mungkin Pergi.
35
Episode 35 Jangan Menyuruhku Untuk Pergi.
36
Episode 36 Intens
37
Episode 37 Keintiman
38
Episode 38 Semakin Romantis.
39
Episode 38 Janji Bersama...
40
Episode 40 Menenangkan.
41
Episode 41 Pilihan.
42
Episode 42 Kenapa Harus Seperti Ini.
43
Episode 43 Tidak Ada Yang Di Sembunyikan.
44
Episode 44 Ancaman.
45
Episode 45 Izin
46
Episode 46 Kesepian.
47
Episode 47 Perasaan Yang Tidak Enak.
48
Episode 48 Tampak Tidak Sabaraha.
49
Episode 49 Istriku
50
Episode Menyedihkan.
51
Episode 51 Penyesalan.
52
Episode 52 Dendam
53
Episode 53 Tidak Berlaku.
54
Episode 54. Akhirnya Sadar.
55
Episode 55 Rasa Ketakutan.
56
Episode 56 Menegangkan.
57
Episode 57 Pembicaraan.
58
Episode 58 Hal Mencengangkan.
59
Episode 59 Perasaan Tidak Enak.
60
Episode 60 Kejadian
61
Episode 61 Ngidam Aneh.
62
Episode 62
63
Episode 63 Hal Terberat.
64
Episode 64 Adanya Pertentangan.
65
Episode 65 Penggeledahan.
66
Episode 66 Desakan.
67
Episode 67 Apa Itu.
68
Episode 68 Seperti Ada Ikatan.
69
Episode 69 Mengejutkan.
70
Episode 70 Kecelakaan.
71
Episode 71 Sengit.
72
Episode 72 Semakin Jelas.
73
Episode 73 Akhirnya Tahu.
74
Episode 74 Dia Anakku.
75
Episode 75 Masa Lalu Yang Terbongkar.
76
Episode 76 Serasa Berpisah.
77
Episode 77 Hancur
78
Episode 78 Masalah.
79
Episode 79 Jebakan
80
Episode 80 Insiden
81
Episode 81 Pertumpahan Darah.
82
Episode 82 Apa Ada Kesempatan.
83
Episode 83 Haru.
84
Episode 84 Tidak Ikhlas.
85
Episode 85 Jeruji Besi
86
Episode 86 Pertemuan Menyedihkan
87
Episode 82 Keputusan Pengadilan.
88
Episode 88 Keputusan Yang Tepat.
89
Episode 89 Perjuangan.
90
Episode 90 Walau Bahagia Sementara.
91
Episode 91 Udara Bebas
92
Episode 92 Harus Sabar
93
Bab 93
94
Episode 94 Rasa Kecewa.
95
Episode 95 Posisi Sulit.
96
Episode 96 Penegasan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!