Dunia yang Berbeda

Ellia berjalan dengan lesu kembali ke rumah kayunya. Ia memikirkan semua kejadian ajaib yang baru saja ia alami. Pertemuannya dengan Gavin, sampai statusnya yang kini telah resmi jadi budak Gavin untuk bersih-bersih rumah pohonnya. Ia mulai merasa pegal di beberapa bagian tubuhnya, jalannya menjadi lebih terasa berat.

Ketika sudah dekat dengan rumahnya, dapat Ellia liat paman Yunus sudah menunggunya di depan rumah. Ellia tersenyum senang melihat itu. Rasanya sangat senang, ketika pulang dan ada seseorang yang menyambut kita di rumah. Semua rasa lelah seperti terangkat.

"Paman!!" Panggil Ellia dengan riang. Ia melambaikan tangannya pada Yunus dan segera berlari mendekat.

Paman Yunus yang melihat kedatangan Ellia, juga segera bangkit dari duduknya dan berlari mendekat ke arah Ellia. Ia sudah dari tadi menunggu gadis kecil itu pulang. Tak biasanya Ellia pulang selarut itu. Ia khawatir jika gadis kecil itu tersesat atau terluka di suatu tempat sendirian. Jika saja Ellia tak segera datang mungkin ia sudah berlari ke hutan untuk mencarinya.

"Kau dari mana aja?! Dasar anak nakal! Kau gak tau ini sudah menjelang malam? ..." Belum selesai Yunus mengomel, Ellia segera berhambur ke pelukan Yunus. Paman Yunus yang mendapat pelukan itu secara tiba-tiba merasa bingung juga canggung.

"Paman ... Aku sangat menyayangi paman. Sekarang paman adalah segalanya bagi Ellia. Terima kasih paman, untuk semuanya." Ucap Ellia saat memeluk Yunus. Paman Yunus pun semakin bingung dibuatnya.

"Ada apa? Apa ada yang terjadi tadi?" Tanya paman Yunus lembut dan perhatian. Ia tak lagi mengomel. Ellia hanya menggeleng dan semakin memeluk Yunus dengan erat. Ellia ingin sebentar melupakan semua kejadian menakutkan dan menyebalkannya tadi.

Pada akhirnya, Ellia memutuskan untuk merahasiakan apa yang terjadi padanya hari itu. Ia berbohong kalau sempat tersesat. Dan untung paman Yunus percaya dan tak terlalu bertanya-tanya lagi.

Ellia tak ingin membuat paman Yunus khawatir. Biarkan saja urusannya dengan tuan muda. Ia akan menyelesaikannya sendiri. Apalagi Ellia merasa kalau tanpa memberitahu pamannya, ia bisa mengatasinya. Kan hanya bersih-bersih rumah pohon itu diakhir pekan. Tak butuh waktu lama.

...

Keesokan harinya, walaupun masih akhir pekan. Ellia tak pergi ke rumah pohon. Ia yakin, bahwa rumah itu pasti masih bersih karena kemarin sudah ia bersihkan sampai beberapa kali. Ia kemarin juga melihat kalau Gavin punya kunci cadangan untuk rumah pohon itu. Jadi, sekalipun Gavin mau ke sana. Itu tak akan masalah, tanpa Ellia pun Gavin tetap bisa masuk ke dalam rumah pohon.

Hari minggu itu, Ellia memutuskan untuk mengikuti dan membantu paman Yunus bekerja. Ia mengikuti paman Yunus ke taman. Ellia membantu mengurai tanah, mencabut rumput, menanam benih, memberi pupuk, menyiram, dll.

"Pergilah istarahat saja. Di sini sangat panas." Perintah Yunus yang melihat Ellia berkeringat banyak dengan wajah putihnya yang sudah berubah kemerahan.

"Tidak apa paman. Aku masih bisa kok. Hari ini aku akan terus di samping paman." Tegas Ellia dengan senyum cerah walaupun keringat sudah membanjiri wajah dan tubuhnya..

"Baiklah." jawab Paman Yunus pasrah sambil memakaikan topi jeraminya pada Ellia.

"Setidaknya pakailah itu." Ucap paman tak mau dibantah. Akhirnya, Ellia juga tak menolak dan menurut saja.

Di tempat lain, di kediaman Adhitama hari itu sedang kedatangan tamu. Ia adalah keluarga Wijaya salah satu rekan bisnis keluarga Adhitama. Keluarga Wijaya adalah keluarga besar dan cukup terpandang juga. Walaupun, memang tak sebanding dengan keluarga Adhitama. Siang itu, keluarga Wijaya datang berkunjung untuk makan siang bersama.

Karena, cuaca cerah semua memutuskan untuk makan siang di taman belakang di bawah pohon yang rindang. Sedikit jauh dari tempat Ellia dan paman Yunus bekerja. Sehingga, tak menganggu pekerjaannya.

"Taman rumah anda sangat indah, nyonya Irene." Puji Siska, nyonya keluarga Adhitama.

"Terima kasih atas pujiannya nyonya Siska. Keindahan ini juga berkat design taman yang dibuat oleh putra saya."Jawab Irene membanggakan Gavin.

"Selera tuan muda memang tak perlu diragukan lagi. Iya kan Clara?" Tanya Siska pada putrinya.

"Benar Mama. Baik nyonya Irene dan tuan muda memang memiliki selera yang bagus." Ucap Clara dengan anggun. Ia gadis muda seusia Ellia, rambut bergelombang bewarna kecokelatan sebahu dengan warna mata senada membuatnya terlihat manis.

Irene cukup puas mendengar pujian itu. Sedangkan Gavin hanya tersenyum kecil dan tetap melanjutkan makannya dengan elegan.

"Gavin sayang ... Kalau sudah selesai makan ajaklah Clara berjalan-jalan di taman. Dan biarkan orang dewasa mengobrol." Pinta Irene pada putra kesayangannya. Gavin mengangguk mengiyakan permintaan itu.

"Mari nona." Ajak Gavin sembari mengulurkan tangannya pada Clara. Clara segera menyambut uluran tangan Gavin dengan senang hati.

kemudian, mereka berdua berjalan-jalan mengelilingi taman bunga yang saat itu sedang banyak bermekaran. Clara menggandeng lengan Gavin dan berusaha mengajak pemuda itu mengobrol.

"Apakah bunga-bunga di sini juga pilihan anda tuan muda?"

Gavin hanya mengangguk dan tersenyum kecil sebagai jawaban. Clara tak menyerah begitu saja, ia ingin semakin dekat dengan Gavin. Tak dapat ia pungkiri, paras Gavin sudah menarik perhatiannya.

"Tuan Gavin, orang tua kita begitu dekat. Kalau saja kita juga bisa lebih dekat bukankah itu bagus?" Pancing Clara dengan berani.

"Bukankah kita sudah dekat nona Clara?" Tanya Gavin sambil merapikan sedikit rambut Clara yang tertiup angin. Clara tersenyum malu-malu.

"Kalau begitu, bolehkah saya memanggil anda 'kakak'?"

"Sesuka hati anda nona."

"Baiklah, aku anggap kamu setuju kak Gavin. Sekarang, kamu juga bisa memanggilku Clara saja." Seru Clara dengan menatap mata Gavin dalam.

"Baiklah Clara, sesuai dengan apa yang kamu inginkan." Jawab Gavin santai dan kembali melanjutkan langkahnya.

Tanpa ia sadari, dari kejauhan Ellia melihat semua itu. Ellia cukup terpesona dengan keduanya. Seperti sebuah lukisan indah yang menyilaukan mata. Dunia penuh kemewahan yang tak bisa ia masuki bagaimanapun caranya.

Saat tengah mengamati Gavin dan Clara itu, tak sengaja pandangannya bertemu degan Gavin. Walau dari kejauhan, ia bisa melihat mata cokelat pemuda itu berkilau dengan indah seperti terakhir kali. Ellia segera memalingkan pandangannya dan kembali fokus pada pekerjaannya.

Gavin yang juga melihat Ellia dari kejauhan dan lagi-lagi memalingkan pandangan darinya membuat ujung bibirnya kembali terangkat. Ia bisa melihat penampilan Ellia yang jauh lebih berantakan dari kemarin. Baju lusuhnya terdapat tanah di mana-mana. Wajahnya kemerahan karena sinar matahari. Tanpa sadar ia menggiring Clara berjalan ke arah Ellia.

"Tuan muda ..." Sapa Yunus ketika Gavin dan Clara sudah ada di hadapannya saat itu. Tak lupa Ellia juga ikut membungkuk sopan di belakang sang paman.

"Istirahatlah, cuaca sedang sangat terik. Kembalilah lagi setelah matahari sedikit turun." Perintah Gavin pada Yunus. Paman Yunus cukup terkejut dengan perintah itu.

"Tidak masalah tuan muda. Ini memang sudah pekerjaan saya." Jawab paman Yunus sopan.

"Tak bisakah kau melihat ada tamu sekarang? Biarkan mereka menikmati pemandangan taman tanpa adanya gangguan." Seru Gavin tajam.

Ellia yang mendengar itu hanya bisa mencengkram bajunya dengan erat. Ia mengartikan maksud Gavin adalah bahwa paman Yunus dan dirinya adalah sebuah gangguan yang merusak keindahan taman.

"Terima kasih atas pengertian anda tuan muda. Saya dan paman Yunus akan beristirahat sesuai saran anda. Selamat menikmati pemandangan tuan, nona." Ujar Ellia mewakili paman Yunus. Gavin menatap tajam pada Ellia karena nada bicaranya yang penuh penekanan.

Setelah membungkuk sekilas, Ellia dan paman Yunus segera meninggalkan taman. Dengan Gavin yang masih terus menatap keduanya yang semakin jauh meninggalkan taman.

"Kak Gavin?" Panggil Clara yang keheranan melihat ekspresi Gavin barusan. Ia tak dapat mengartikan apa maksudnya. Gavin segera tersadar dan kembali mengajak Clara berjalan.

"Bukankah Gadis tadi agak kurang sopan pada kakak. Kenapa kakak membiarkannya begitu saja?" Tanya Clara heran.

"Aku hanya tak ingin menunjukkan sesuatu yang kurang pantas di hadapan tamu." Jawab Gavin dengan senyum kecil. Padahal, dalam hati Gavin ia sendiri juga tak mengerti kenapa ia tak langsung menghukum gadis itu seperti apa yang biasanya ia lakukan pada pekerja yang lain.

.

.

.

Bersambung ...

Terpopuler

Comments

simta dila

simta dila

baca novel ini aku merasa kaya kisah di kerajaan Thor 😍😁

2025-02-18

1

irie kun 🖤

irie kun 🖤

Clara kamu gatau aja Abang kamu tuh lagi kasmaran tau 🤭

2025-02-13

1

lihat semua
Episodes
1 Anak-Anak yang Malang
2 Kabur
3 Pahlawan Berseragam
4 Akankah Diusir Lagi?
5 Paman Yunus
6 Orang-Orang Baik
7 Keluarga Adhitama
8 Si Narsis
9 Teman
10 Bertemu
11 Tuan Sempurna
12 Dunia yang Berbeda
13 Kukang
14 Bertolak Belakang
15 Upik Abu
16 Berpisah
17 Desiran Aneh
18 Rencana Ares
19 Pesona Pria Matang
20 Dia Kembali
21 Hukuman Apa?
22 Kencan Buta
23 Gadis yang Berpengaruh
24 Perubahan yang Akan Datang
25 Dorongan Aneh
26 Sudah Diputuskan
27 Aturan Tuan Muda
28 Bukan Milik Anda
29 Tekad Ares
30 Menjelajah Hutan
31 Kamu Membuatku Gila!
32 Dorongan Impulsif
33 Kepanikan Paman Yunus
34 Bibit Obsesi
35 Menghindar
36 Undangan Pesta
37 Peri Hutan
38 Aku Menginginkannya
39 Dansa Bersama
40 Sikap Tuan Muda
41 Merenggang
42 Teriakan Tanpa Suara
43 Rasa Haus yang Candu
44 Kesungguhan Ares
45 Tak Ingin Disentuh
46 Hati atau Logika?
47 Pernyataan Cinta
48 Usaha Ares
49 Penguntit yang Terpesona
50 Kebencian
51 Kebahagiaan Ares
52 Pertemuan Keluarga
53 Hyena yang Mengintai
54 Kejadian Tak Terduga
55 Tawaran Bantuan
56 Retak
57 Petir di Siang Hari
58 Kehangatan Saat Hujan
59 Terbongkar
60 Tak Bisa Pulih
61 Jangan Menangis
62 Rutinitas Baru
63 Keluarga Impian
64 Seperti Kencan?
65 Pelampiasan
66 Imbalan Bantuan
67 Simpanan?
68 Perawatan
69 Mulai Curiga
70 Kamu Sangat Cantik
71 Lipstik Merah
72 Tawa yang Menghangatkan
73 Tawa yang Hilang
74 Memanfaatkan Keadaan
75 Pengorbanan
76 Berangkat Penyembuhan
77 Ingin kabur
78 Mengambil Pembayaran
79 Kepuasan Tuan Muda (21+)
80 Tamu Tak Diundang
81 Kue Strawberry
82 Mengubah Panggilan (21+)
83 Kerinduan
84 Cara Membuatmu Bahagia (21+)
85 Kepulangan yang Tak Terduga
86 Pesuruh
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Anak-Anak yang Malang
2
Kabur
3
Pahlawan Berseragam
4
Akankah Diusir Lagi?
5
Paman Yunus
6
Orang-Orang Baik
7
Keluarga Adhitama
8
Si Narsis
9
Teman
10
Bertemu
11
Tuan Sempurna
12
Dunia yang Berbeda
13
Kukang
14
Bertolak Belakang
15
Upik Abu
16
Berpisah
17
Desiran Aneh
18
Rencana Ares
19
Pesona Pria Matang
20
Dia Kembali
21
Hukuman Apa?
22
Kencan Buta
23
Gadis yang Berpengaruh
24
Perubahan yang Akan Datang
25
Dorongan Aneh
26
Sudah Diputuskan
27
Aturan Tuan Muda
28
Bukan Milik Anda
29
Tekad Ares
30
Menjelajah Hutan
31
Kamu Membuatku Gila!
32
Dorongan Impulsif
33
Kepanikan Paman Yunus
34
Bibit Obsesi
35
Menghindar
36
Undangan Pesta
37
Peri Hutan
38
Aku Menginginkannya
39
Dansa Bersama
40
Sikap Tuan Muda
41
Merenggang
42
Teriakan Tanpa Suara
43
Rasa Haus yang Candu
44
Kesungguhan Ares
45
Tak Ingin Disentuh
46
Hati atau Logika?
47
Pernyataan Cinta
48
Usaha Ares
49
Penguntit yang Terpesona
50
Kebencian
51
Kebahagiaan Ares
52
Pertemuan Keluarga
53
Hyena yang Mengintai
54
Kejadian Tak Terduga
55
Tawaran Bantuan
56
Retak
57
Petir di Siang Hari
58
Kehangatan Saat Hujan
59
Terbongkar
60
Tak Bisa Pulih
61
Jangan Menangis
62
Rutinitas Baru
63
Keluarga Impian
64
Seperti Kencan?
65
Pelampiasan
66
Imbalan Bantuan
67
Simpanan?
68
Perawatan
69
Mulai Curiga
70
Kamu Sangat Cantik
71
Lipstik Merah
72
Tawa yang Menghangatkan
73
Tawa yang Hilang
74
Memanfaatkan Keadaan
75
Pengorbanan
76
Berangkat Penyembuhan
77
Ingin kabur
78
Mengambil Pembayaran
79
Kepuasan Tuan Muda (21+)
80
Tamu Tak Diundang
81
Kue Strawberry
82
Mengubah Panggilan (21+)
83
Kerinduan
84
Cara Membuatmu Bahagia (21+)
85
Kepulangan yang Tak Terduga
86
Pesuruh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!