Tuan Sempurna

Gavin berjalan memasuki rumah pohon dan mengamati isinya dengan teliti. Ia senang semua perabot berada tepat pada posisinya, tidak ada yang berubah. Namun, bisa ia lihat beberapa titik terdapat debu. Memang sudah lama ia tak ke sana dan mungkin kepala pelayan jadi lupa untuk membersihkan rumah pohonnya. Ia juga tak memberitahu kalau ia akan mengunjungi rumah pohon itu hari ini.

Di tengah kejengkelan melihat debu-debu itu ia berbalik dan melihat Ellia masih berdiri tepat di pintu rumah pohon. Ia menatap sekeliling dengan takut-takut. Kemudian, mata mereka kembali bertemu. Hanya beberapa detik, karena Ellia segera menundukkan kepalanya.

Gavin terus menatap Ellia yang terlihat kikuk dan takut. Lalu, muncullah sebuah ide di otaknya untuk memanfaakan Ellia. Sudut bibirnya lagi-lagi terangkat memikirkan ide briliant yang baru saja muncul di benaknya.

"Kamu!" Panggil Gavin sambail bersandar di dinding dekat jendela. Ellia segera mendongak dan menatap Gavin dengan bingung. Kemudian, Gavin memberikan isyarat dengan jarinya untuk mendekat ke arahnya. Ellia bingung dan takut-takut untuk mendekat.

"Tu-tuan ... Apa ada hal yang bisa saya bantu?" Tanya Ellia tanpa bergerak dari tempatnya. Ia tak begitu gila mau masuk ke dalam ruangan sempit dengan harimau di depannya.

Gavin sama sekali tak memperdulikan pertanyaan itu. Ia menatap Ellia tajam seakan-akan mengancamnya. Ellia akhirnya menyerah dan berjalan mendekat ke arah Gavin.

"Apa itu?" Tanya Gavin sambil mengarahkan dagunya ke arah keranjang yang dipegang Ellia, sesampainya gadis itu di depannya.

"I-ini jamur dan blueberry liar yang saya pungut di hutan anda tuan muda."

"Hm, ternyata memang benar kamu telah mencuri." Ejek Gavin sambil menyilangkan tangannya di dada. Hal itu terlihat sangat menyebalkan sekaligus mengintimidasi menurut Ellia.

"Tidak tuan! Saya hanya memungutnya di hutan. Saya tidak ada niat untuk mencuri." Seru Ellia menjelaskan. Gavin mendengus dan tersenyum mengejek.

"Ini adalah tanahku. Hutanku. Berarti semua yang ada di dalamnya adalah milikku." Jawab Gavin sambil menatap Ellia dengan tajam. Ia ingin menunjukkan kepemilikan penuh atas wilayahnya.

Mendengar itu Ellia tak bisa membantah lagi. Hal itu memang benar, walau di dalam hatinya menjerit memaki pria di hadapannya itu. Bahkan, untuk makanan yang tak pernah ia sentuh saja kenapa sangat perhitungan?! Begitu kata hatinya.

"Maaf tuan muda. Saya akan mengembalikannya pada anda, saya juga berjanji tidak akan memungut apapun dari wilayah anda. Mohon maafkan saya sekali ini saja." Pinta Ellia. Ia meletakkan keranjangnya dan menyatukan kedua tangannya. Gavin tak bergeming dan hanya menatapnya saja.

"Kamu tau, hal apa yang paling aku benci? ... Hal yang paling aku benci adalah pengganggu sepertimu. Seseorang yang keberadannya tidak pada tempatnya dan mengganggu semua kesempurnaan yang sudah ada." Ujar Gavin setelah beberapa lama diam.

"Maafkan saya tuan muda." Hanya itu yang bisa Ellia katakan. Ia tak ingin semakin membuat panas keadaan saat itu.

"Sepertinya aku harus memberi hukuman pada tukang kebun itu, karena tidak mengajarimu dengan benar." Ucap Gavin sambil berjalan menuju kursi dan duduk di sana dengan kaki disilingkan.

"Maafkan saya tuan muda. Ini murni kesalahan saya, bukan paman Yunus. Hukum saja saya tapi jangan paman Yunus. Saya mohon." Pinta Ellia memelas. Ia tak akan membiarkan paman Yunus mendapat masalah karena dirinya. Gavin kembali terdiam dan bermain ponselnya.

"Tuan saya mohon ..." Pint Ellia sudah hampir menangis. Akhirnya, Gavin kembali menatapnya.

"Bersihkan tempat ini setiap akhir pekan. Aku tak akan membiarkanmu kalau aku menemukan debu sekecil apapun di sini." Perintah Gavin pada akhirnya.

Ellia cukup terkejut mendengarnya. Namun, beberapa saat kemudian ia sadar bahwa itulah hukuman untuknya. Ia setengah bersyukur karena paman Yunusnya tak akan mendapat masalah. Namun, mulai saat ini Ellia sadar, ia akan terus berurusan dengan tuan sempurna yang ada di depannya ini.

"Baik tuan. Terima kasih banyak ..."

"Tunggu apalagi, cepat bersihkan tempat ini. Kamu tak melihat debu sudah menumpuk di mana-mana?!" Seru Gavin saat Ellia baru saja menunduk mengucapkan terima kasih. Walaupun bingung Ellia segera melaksanakan tugas itu. Gavin hanya mengamati aktivitas Ellia dengan santai sambil bermain ponselnya. Pandangannya kembali ke keranjang yang dibawa Ellia.

"Apakah itu bisa dimakan?" Tanya Gavin sambil menunjuk keranjang Ellia lagi dengan dagunya.

"Bisa tuan. Jamur itu kalau dijadikan sup sangat lezat. Buah blueberrynya juga sangat manis. Tuan muda bisa mencicipinya." Jawab Ellia dengan antusias. Gavin bisa melihat mata hitam gadis itu berkilat cerah.

"Kamu ingin meracuniku?" Tuduh Gavin tak percaya.

"Tidak mungkin tuan. Saya tidak akan berani ... Lihatlah ini sangat manis." Ucap Ellia yang langsung membuktikan bahwa makanan itu tak beracun dengan memakannya sendiri. Gavin tak merespon sama sekali.

Akhirnya, Ellia berinisiatif mengambil sapu tangan dari saku bajunya dan mengambil beberapa buah blueberry di atasnya. Setelah itu ia berjalan mendekati Gavin dan menawarinya buah itu. Ia meletakkannya di atas meja di samping Gavin.

"Cobalah tuan muda. Sungguh itu tak beracun. Dan sapu tangan saya itu juga bersih. Saya belum memakainya hari ini." Ucap Ellia sambil menatap Gavin dengan sungguh-sungguh. Namun, Gavin tak merespon. Akhirnya, Ellia menyerah dan kembali ke aktivitasnya untuk bersih-bersih.

Namun, tanpa ia sadari saat Ellia sedang fokus pada aktivitasnya. Gavin sudah mencoba beberapa buah blueberry yang diberikan Ellia itu. Dan yah, seperti yang dikatakan Ellia. Rasanya sangat manis karna sudah terlalu matang di pohonnya. Tanpa Gavin sadari ia menikmati waktunya saat itu. Ia merasa sudah punya hiburan baru.

Beberapa kali ia juga terus menggoda Ellia dengan mengatakan bagian-bagian yang sudah dibersihkan Ellia masih kotor. Alhasil, Ellia terus membersihkan setiap sudut rumah pohon itu berulang kali. Bahkan, tak terasa waktu sudah lama berlalu dan matahari mulai beranjak terbenam.

Seakan tersadar waktu sudah menjelang malam. Gavin segera bangkit dari duduknya dan akan pergi.

"Bawa kunci rumah pohon itu. Ingat kebersihan tempat ini ada padamu. Kalau aku melihat ada debu, aku akan memberikanmu hukuman." Ucap Gavin yang mulai berjalan keluar dari rumah pohon. Ellia segera mengikuti Gavin dari belakang dengan tetap membawa keranjangnya tadi. Setelah mereka keluar dari rumah pohon itu, Ellia segera menguncinya.

"Tuan muda, untuk isi keranjang ini apakah saya perlu memberikannya pada kepala koki?" Tanya Ellia mengikuti langkah Gavin.

"Dapur sudah penuh bahan masakan. Terus pungut saja semua itu, lagian itu akan menjadi sampah kalau tak kamu ambil." Ucap Gavin santai sambil berlalu pergi berjalan lebih cepat mendahului Ellia.

Ellia mengartikan perintah Gavin artinya ia boleh membawa jamur dan blueberrynya tadi dan ia tetap boleh juga mencarinya lagi.

"Dasar! Sepertinya mulutnya memang susah untuk mengatakan hal-hal baik." Gerutu Ellia, melihat Gavin yang semakin menjauh.

Gavin terus berjalan meninggalkan Ellia tanpa menoleh lagi ke belakang. Lalu ia merogoh sakunya, Ternyata ia membawa sapu tangan Ellia beserta buah blueberry di meja tadi. Melihat hal itu sudut bibir Gavin sedikit terangkat mengingat kejadian tadi. Dia merasa puas sudah mengerjai gadis kecil itu. Gavin terus berjalan sambil memakan buah blueberry dari Ellia.

"Tidak buruk." Gumamnya lirih, hanya untuk dirinya sendiri.

.

.

.

Bersambung ...

Terpopuler

Comments

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Apakah itu saputangan masa lalu?

2025-02-15

1

irie kun 🖤

irie kun 🖤

wkwkw bilang aja kamu suka kan Gavin sama ellia🤭

2025-02-06

1

+62 88

+62 88

idih.. mulai2 😆😆😆

2025-03-01

1

lihat semua
Episodes
1 Anak-Anak yang Malang
2 Kabur
3 Pahlawan Berseragam
4 Akankah Diusir Lagi?
5 Paman Yunus
6 Orang-Orang Baik
7 Keluarga Adhitama
8 Si Narsis
9 Teman
10 Bertemu
11 Tuan Sempurna
12 Dunia yang Berbeda
13 Kukang
14 Bertolak Belakang
15 Upik Abu
16 Berpisah
17 Desiran Aneh
18 Rencana Ares
19 Pesona Pria Matang
20 Dia Kembali
21 Hukuman Apa?
22 Kencan Buta
23 Gadis yang Berpengaruh
24 Perubahan yang Akan Datang
25 Dorongan Aneh
26 Sudah Diputuskan
27 Aturan Tuan Muda
28 Bukan Milik Anda
29 Tekad Ares
30 Menjelajah Hutan
31 Kamu Membuatku Gila!
32 Dorongan Impulsif
33 Kepanikan Paman Yunus
34 Bibit Obsesi
35 Menghindar
36 Undangan Pesta
37 Peri Hutan
38 Aku Menginginkannya
39 Dansa Bersama
40 Sikap Tuan Muda
41 Merenggang
42 Teriakan Tanpa Suara
43 Rasa Haus yang Candu
44 Kesungguhan Ares
45 Tak Ingin Disentuh
46 Hati atau Logika?
47 Pernyataan Cinta
48 Usaha Ares
49 Penguntit yang Terpesona
50 Kebencian
51 Kebahagiaan Ares
52 Pertemuan Keluarga
53 Hyena yang Mengintai
54 Kejadian Tak Terduga
55 Tawaran Bantuan
56 Retak
57 Petir di Siang Hari
58 Kehangatan Saat Hujan
59 Terbongkar
60 Tak Bisa Pulih
61 Jangan Menangis
62 Rutinitas Baru
63 Keluarga Impian
64 Seperti Kencan?
65 Pelampiasan
66 Imbalan Bantuan
67 Simpanan?
68 Perawatan
69 Mulai Curiga
70 Kamu Sangat Cantik
71 Lipstik Merah
72 Tawa yang Menghangatkan
73 Tawa yang Hilang
74 Memanfaatkan Keadaan
75 Pengorbanan
76 Berangkat Penyembuhan
77 Ingin kabur
78 Mengambil Pembayaran
79 Kepuasan Tuan Muda (21+)
80 Tamu Tak Diundang
81 Kue Strawberry
82 Mengubah Panggilan (21+)
83 Kerinduan
84 Cara Membuatmu Bahagia (21+)
85 Kepulangan yang Tak Terduga
86 Pesuruh
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Anak-Anak yang Malang
2
Kabur
3
Pahlawan Berseragam
4
Akankah Diusir Lagi?
5
Paman Yunus
6
Orang-Orang Baik
7
Keluarga Adhitama
8
Si Narsis
9
Teman
10
Bertemu
11
Tuan Sempurna
12
Dunia yang Berbeda
13
Kukang
14
Bertolak Belakang
15
Upik Abu
16
Berpisah
17
Desiran Aneh
18
Rencana Ares
19
Pesona Pria Matang
20
Dia Kembali
21
Hukuman Apa?
22
Kencan Buta
23
Gadis yang Berpengaruh
24
Perubahan yang Akan Datang
25
Dorongan Aneh
26
Sudah Diputuskan
27
Aturan Tuan Muda
28
Bukan Milik Anda
29
Tekad Ares
30
Menjelajah Hutan
31
Kamu Membuatku Gila!
32
Dorongan Impulsif
33
Kepanikan Paman Yunus
34
Bibit Obsesi
35
Menghindar
36
Undangan Pesta
37
Peri Hutan
38
Aku Menginginkannya
39
Dansa Bersama
40
Sikap Tuan Muda
41
Merenggang
42
Teriakan Tanpa Suara
43
Rasa Haus yang Candu
44
Kesungguhan Ares
45
Tak Ingin Disentuh
46
Hati atau Logika?
47
Pernyataan Cinta
48
Usaha Ares
49
Penguntit yang Terpesona
50
Kebencian
51
Kebahagiaan Ares
52
Pertemuan Keluarga
53
Hyena yang Mengintai
54
Kejadian Tak Terduga
55
Tawaran Bantuan
56
Retak
57
Petir di Siang Hari
58
Kehangatan Saat Hujan
59
Terbongkar
60
Tak Bisa Pulih
61
Jangan Menangis
62
Rutinitas Baru
63
Keluarga Impian
64
Seperti Kencan?
65
Pelampiasan
66
Imbalan Bantuan
67
Simpanan?
68
Perawatan
69
Mulai Curiga
70
Kamu Sangat Cantik
71
Lipstik Merah
72
Tawa yang Menghangatkan
73
Tawa yang Hilang
74
Memanfaatkan Keadaan
75
Pengorbanan
76
Berangkat Penyembuhan
77
Ingin kabur
78
Mengambil Pembayaran
79
Kepuasan Tuan Muda (21+)
80
Tamu Tak Diundang
81
Kue Strawberry
82
Mengubah Panggilan (21+)
83
Kerinduan
84
Cara Membuatmu Bahagia (21+)
85
Kepulangan yang Tak Terduga
86
Pesuruh

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!