Episode 9 Alibi Sempurna

Jakarta memang tempatnya berpura-pura, gedung-gedung bertingkat jadi saksinya. Senyuman dan tawa terdengar dari dalam sana, namun tangis serta duka juga berawal dari sana, sulit rasanya bergerak bebas karena sorot mata selalu mengintai.

Rasa terjebak ini selalu dirasakan oleh Pak Dhanu, di usianya yang hampir 60 tahun dia merasa ingin cepat istirahat dari dunia penuh cermin ini. Alvin sebenarnya bisa menggantikannya, tetapi belum sepenuhnya sempurna.

Lelaki itu teringat kata seorang perempuan seperti ini, “Harta itu bahagia sesaat, karena yang berjalan bukanlah hati melainkan ego dan ambisi,”

Sekarang apa yang dikatakan perempuan itu dirasakannya betul. Jantungnya terus berdebar, perasaannya tak menentu memikirkan video Dania dan bagaimana nanti kedepannya. Belum selesai dengan masalah itu, anak buahnya datang membawa berita lain.

“Tok..Tok..Tok..!” Suara seseorang mengetuk pintu.

“Masuk..!” Suruh Pak Dhanu

Asisten Pak Dhanu masuk dengan keragu-raguan, tangannya bergetar walau dia bisa mengatasinya namun, kepanikan sulit disembunyikannya, “Pak…!”

“Kenapa?” Kata Pak Dhanu menatap asistennya.

“Bapak sudah melihat berita terbaru?” Kata Asisten itu yang keringatnya mulai mengucur deras.

“Kamu bicara yang jelas!” Gertak Pak Dhanu

“Mohon maaf!” Kata Asisten itu memberikan handphonenya

Pak Dhanu mengambilnya dan melihat bahwa foto yang diberikannya kemarin sudah diunggah ke media sosial, bahkan dengan percakapan yang menambah posisi Alvin tersudutkan.

“Kamu hubungi anak itu suruh dia kesini!” Kata Pak Dhanu yang memukul meja kerjanya dan membiarkan tangannya mengepal erat.

“Anak itu! Mau sampai kapan bikin ulah terus!”

Sementara itu, Alvin dan Nila masih di area parkir Media Wicara. Keduanya sama-sama menggigit jari berpikir harus bagaimana membuat netizen percaya kalau keduanya tidak selingkuh, hanya saja semua jalan itu terasa buntu.

“Honey, mending jalan dulu sebelum wartawan dari media wicara mendatangi kita,” kata Nila

“Benar juga kamu!” Kata Alvin yang mulai menghidupkan mobilnya kemudian keluar dari tempat itu.

Alvin berjalan tanpa tujuan, dia tak tahu harus kemana dan bagaimana. Nila sejak tadi diam dan terus memandang jalan kota Jakarta yang mulai sesak oleh berbagai kendaraan, pikirannya terus berjalan seperti puzzle yang sedang merangkai potongan-potongan agar bisa menjadi solusi.

Hening keduanya terpecahkan karena telepon dari asisten Pak Dhanu yang menyuruh Alvin untuk ke kantor. Lelaki itu tidak bisa menolak, dia memutar kendaraannya menuju ke kantor.

Nila mulai membuka handphone dan melihat bagaimana Dania memulai konferensi pers dan menjawab semua pertanyaan dengan baik dan berkata, “Siapa orang dibalik Dania?”

“Apa maksud kamu honey?” Kata Alvin yang pandangannya terkadang ke depan kadang ke handphone Nila.

“Dia tidak mungkin bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan baik dan menghadirkan Adwin Atmanegara?” Kata Nila menatap wajah Alvin.

“Jangan pikirkan Dania, lebih baik pikirkan nasib kita bagaimana? Terutama menjawab semua pertanyaan Ayah,”

“Aku punya ide,” kata Nila yang mulai tersenyum

“Kamu jawab ke wartawan dan Ayah kalau itu foto dan rekaman lama, sebelum kamu menikah dengan Dania,” lanjutnya.

“Terus… kamu bilang sekarang sudah bertaubat dan akan memberikan kejutan spesial,” katanya lagi.

“Kamu yakin? Ini akan berhasil,” tanya Alvin ragu.

“Yakin… dan pastikan setelah ini kamu latihan acting, karena peranmu akan sangat menentukan nasib kita berdua,”

Mobil Alvin melintas kencang, menuju ke arah kantor Pak Dhanu yang sudah dipenuhi oleh wartawan di depan pintu masuk. Satpam kantor sudah dikerahkan, semua orang menunggu di luar menanti kedatangan Alvin.

Alvin menurunkan Nila di sebuah tempat kemudian dia melaju lagi, kurang lebih 10 menit gemuruh kendaraannya terdengar seperti alarm yang menggerakkan semua orang di sana untuk bersiap mengupas banyak hal.

“Mas Alvin… Mas Alvin… Berikan satu atau dua pernyataan,” Kata beberapa wartawan yang melihat Alvin turun dari kendaraannya.

“Pernyataan apa?” Kata Alvin yang terus melangkah masuk ke kantor, beberapa satpam mulai bergerak melancarkan jalan untuk atasannya itu

“Benarkah Mas Alvin selingkuh?” Tanya wartawan lainnya

Alvin menghentikan langkahnya, kemudian berbalik badan dan mengatakan ini ke wartawan, “Begini ya, saya nggak selingkuh, kalau foto dan percakapan saya beredar, itu masa lalu sewaktu dengan almarhum putri, sekarang saya sudah bertaubat… oke!”

“Jadi, yang viral di media sosial itu tidak benar? Mohon klarifikasinya mas!” Kata Wartawan lainnya

Di sisi lain Laksa sudah sampai di area kantor dia melihat apa yang sedang terjadi. Dia cukup bahagia karena sebentar lagi Alvin akan jatuh, “Saatnya kamu harus membayar semuanya!”

Alvin tak menjawab dan langsung masuk ke dalam. Dia pergi ke lantai atas ruangan Ayahnya, sambil menunggu, lelaki itu membuka handphonenya dan melihat media sosial yang penuh dengan berita perselingkuhannya serta klarifikasi Dania.

Beberapa akun juga mulai memberikan video bahwa foto mesra itu adalah masa lalu, komentar-komentarnya juga positif sehingga meredam berbagai berita negatif.

Kondisi media sosial yang mampu diredam seperti ini membuat Laksa kesal. Tangannya menggenggam erat setir mobilnya. Semua rencananya gagal karena, “Kali ini lo bisa selamat, tetapi lain kali gue pastiin lo akan hancur, seperti lo hancurin harapan gue ke putri,”

Bukan hanya Laksa, Adwin juga melihat tayangan Alvin melalui media sosialnya, dia tampak familiar dengan nama Putri. Namun lelaki itu tak terlalu fokus ke sana, dia tampak meremas kertas di depannya karena, dibohongi oleh seseorang bernama Laksa.

“Saya minta tolong, kamu cari tahu semua informasi tentang orang yang menghubungi saya tadi, Laksa dan Dania, lalu Alvin juga secepatnya!” kata Adwin kepada asistennya.

“Setelah ini, giliran saya yang akan memberikanmu sedikit ucapan terima kasih karena berani mengancam saya,” kata Adwin dalam hati sambil meremas kertas putih lalu membuangnya ke sampah.

Episodes
1 Episode 1 Kepalsuan
2 Episode 2 Motif Abu-Abu Laksa
3 Episode 3 Manipulasi
4 Episode 4 Semesta Mendukung
5 Episode 5 Mengejar Bom Waktu
6 Episode 6 Viral
7 Episode 7 Romansa Media Sosial
8 Episode 8 Konferensi Pers
9 Episode 9 Alibi Sempurna
10 Episode 10 Kedatangan Adwin
11 Episode 11 Tanggung Jawab dan Ego
12 Episode 12 Rahasia Ibu Kandhi
13 Episode 13 Sebelum Bertemu
14 Episode 14 Dania Melawan
15 Episode 15 Pinta Ibu Kandhi
16 Episode 16 Posisi Nila Terancam
17 Episode 17 Motivasi Tersembunyi Pak Dhanu
18 Episode 18 Puzzle yang Hilang Telah Ditemukan
19 Episodw 19 Keluarga Bahagia
20 Episode 20 Kerja Sama
21 Episode 21 Upaya Nila
22 Episode 22 Sisi Manusiawi Alvin
23 Episode 23 Ragu
24 Episode 24 Berdamai Dengan Keadaan
25 Episode 25 Mungkin Bercerai Lebih Baik
26 Episode 26 Pak Dhanu Vs Nila
27 Episode 27 Kawan Atau Lawan?
28 Episode 28 Masa Lalu Nila
29 Episode 29 Pertama Kali Bertemu
30 Episode 30 Kejujuran Dalam Kebohongan
31 Episode 31 Berpisah
32 Episode 32 Lawan Atau Kawan
33 Episode 33 Pemetaan Masalah
34 Episode 34 Belum Ikhlas
35 Episode 35 Kehancuran Nila
36 Episode 36 Tanggung Jawab
37 Episode 37 Chaos
38 Episode 38 Melawan
39 Episode 39 Siasat Laksa
40 Episode 40 Kisah Pak Dhanu
41 Episode 41 Siasat Nila
42 Episode 42 Negosiasi Berjalan Sukses
43 Episode 43 Memori Ibu dan Anak Part 1
44 Episode 44 Memori Ibu dan Anak Part 2
45 Episode 45 Kontrak Kerja Sama
46 Episode 46 Kesuburan
47 Episode 47 Rencana Awal Alvin
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Episode 1 Kepalsuan
2
Episode 2 Motif Abu-Abu Laksa
3
Episode 3 Manipulasi
4
Episode 4 Semesta Mendukung
5
Episode 5 Mengejar Bom Waktu
6
Episode 6 Viral
7
Episode 7 Romansa Media Sosial
8
Episode 8 Konferensi Pers
9
Episode 9 Alibi Sempurna
10
Episode 10 Kedatangan Adwin
11
Episode 11 Tanggung Jawab dan Ego
12
Episode 12 Rahasia Ibu Kandhi
13
Episode 13 Sebelum Bertemu
14
Episode 14 Dania Melawan
15
Episode 15 Pinta Ibu Kandhi
16
Episode 16 Posisi Nila Terancam
17
Episode 17 Motivasi Tersembunyi Pak Dhanu
18
Episode 18 Puzzle yang Hilang Telah Ditemukan
19
Episodw 19 Keluarga Bahagia
20
Episode 20 Kerja Sama
21
Episode 21 Upaya Nila
22
Episode 22 Sisi Manusiawi Alvin
23
Episode 23 Ragu
24
Episode 24 Berdamai Dengan Keadaan
25
Episode 25 Mungkin Bercerai Lebih Baik
26
Episode 26 Pak Dhanu Vs Nila
27
Episode 27 Kawan Atau Lawan?
28
Episode 28 Masa Lalu Nila
29
Episode 29 Pertama Kali Bertemu
30
Episode 30 Kejujuran Dalam Kebohongan
31
Episode 31 Berpisah
32
Episode 32 Lawan Atau Kawan
33
Episode 33 Pemetaan Masalah
34
Episode 34 Belum Ikhlas
35
Episode 35 Kehancuran Nila
36
Episode 36 Tanggung Jawab
37
Episode 37 Chaos
38
Episode 38 Melawan
39
Episode 39 Siasat Laksa
40
Episode 40 Kisah Pak Dhanu
41
Episode 41 Siasat Nila
42
Episode 42 Negosiasi Berjalan Sukses
43
Episode 43 Memori Ibu dan Anak Part 1
44
Episode 44 Memori Ibu dan Anak Part 2
45
Episode 45 Kontrak Kerja Sama
46
Episode 46 Kesuburan
47
Episode 47 Rencana Awal Alvin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!