Episode 2 Motif Abu-Abu Laksa

Jakarta tak pernah mendung, hanya sedikit polusi yang membuat pandangan menjadi samar. Sulit menerka, apakah ini baik atau buruk karena semuanya terlihat sama, abu-abunya seperti yang dirasakan Dania saat ini.

Perempuan itu masih memandang foto suaminya dengan perempuan lain di handphonenya. Berbagai pertanyaan melayang di pikirannya, sorot matanya tertuju pada satu titik, sayangnya semakin berpikir semakin tak ada jawabannya, sampai-sampai dia mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Bisa jadi, dia kompetitor gue yang sengaja mau bikin onar atau …?”

Sambil keluar dari kantor, Dania mengais ide-ide kecil mengumpulkan sedikit petunjuk dari penampilannya, cara bicara, dan lain sebagainya. Hingga ia melihat sebuah poster film di bus Trans Jakarta, di situlah dia teringat salah satu temannya adalah seorang detektif.

“Tolongin gue dong, lo cari tahu orang ini!” Kata Dania yang mengambil foto.profil aplikasi chat Laksa dan diberikan ke temannya.

“Kenapa nggak minta tolong anak buah bokap mertua lo aja, sih? Peralatan mereka canggih!” Tanya orang itu.

“Jangan, urusannya bisa panjang entar, tolong ya! Please..!”

“Oke deh..!”

“Terima kasih… lo emang terbaik sih,” puji Dania yang tampak riang.

Pesan dari Alvin kembali masuk, Dania tidak membacanya karena tahu bakal seperti apa tulisannya. Setelah sampai di rumah dia tak masak dan memilih pesan online saja, nasi kebuli dengan minuman soda..

Perempuan itu juga tidak langsung mandi atau ganti baju, dia langsung merebahkan badannya ke kasur dan memikirkan foto itu lalu berkata, “Kalau Mas Alvin selingkuh beneran gimana ya?”

Belum sempat menemukan jawaban, makanannya sudah datang, sekaligus dengan info dari temannya. Ternyata, lelaki itu bernama Laksa Putra Darmawan, seorang pemilik media berita dan informasi terbesar di Indonesia.

“Tunggu…Tunggu.. dia dari media, berarti tahu kehidupan gue dong?” Kata Dania yang menikmati makanannya.

“Loh, dia fans gue juga?” Kata Dania yang memberhentikan makannya karena melihat lelaki itu mengikuti semua media sosialnya dan berlangganan.

“Gue ngerasa ada yang aneh ama ini orang,” kata Dania.

Di sisi lain, malam Laksa tak lagi di kafe, dia lebih memilih membuat sup ayam dan bubur untuk Ibu Kandhi (Ibunya) yang sedang sakit. Baginya, harta satu-satunya yang dia punya hanya ibunya, lelaki itu akan melakukan apapun untuk semestanya.

“Coba kalau ada, Putri? Pasti kamu bisa istirahat,” kata Ibu Kandhi yang memandang anaknya memasukkan ayam ke panci dari meja makan

“Laksa sudah menemukannya, Bu!”

“Oh, iya?” Jawab Ibu Kandhi tersenyum ceria.

“Kenapa kamu nggak ngenalin ke, Ibu!” Lanjut Ibu Kandhi

“Tenang, besok pasti dia kesini, seperti reinkarnasinya,” kata Laksa yang kemudian beralih ke dalam sebuah bayang-bayang.

Ketika pertama kali dia bertemu dengan Dania, di hotel waktu seminar. Perempuan itu membantu seorang nenek untuk masuk ke dalam seminarnya, membantu mengambil pulpen jatuh saat dia berkeliling dan mengejarnya hanya untuk menyerahkan kertas kosong yang jatuh, sampai nafasnya ngos-ngosan

“Besok dia akan kesini?” Kata Ibu Kandhi yang energinya meletup-letup seperti punya kehidupan baru..

Jakarta memulai hari dengan gerimis kecil, langkah para pekerja tak pernah padam, terdengar menyeruak menembus setiap butiran yang jatuh ke tubuh mereka. Begitupula dengan Dania, tetap berjalan perlahan, mencari nomor rumah sesuai alamat yang diberikan oleh temannya.

Tepat di angka 37, halaman rumah cukup luas bersih dan tampak tanaman anggrek Dendrobium menggantung, perempuan itu berhenti. Ibu Kandhi sudah ada di depan teras melihat tanamannya yang basah karena embun menyapa.

“Selamat pagi, Bu!” Sapa Dania 

“Iya, nak!” Jawab Ibu Kandhi yang tampak tersenyum.

“Laksa ada, Bu?” tanya Dania

“Kamu..?”

“Saya Dania, temannya!”

Seketika Ibu Kandhi teringat akan perkataan Laksa kemarin malam, hatinya begitu gembira, ada juga perempuan yang datang ke rumah. Ibu Kandhi melihat dari atas sampai kebawah, hatinya seperti sudah tertawan oleh perangai perempuan itu.

“Bagaimana, Bu?” Tanya Dania lagi

“Ibu Dania?” Jawab Laksa yang muncul dari dalam rumah.

“Ya, Pak Laksa,” Jawab Dania

“Sama siapa ke sini?” Jawab Laksa yang menoleh kanan-kiri mencari seseorang

Lelaki itu memang sengaja memudahkan beberapa.orang untuk melacaknya, agar mudah ditemukan, beruntungnya Dania tidak mencurigai hal itu sehingga Laksa merasa semuanya masih aman.

“Iya, Saya sendiri, pagi ini Bapak Free? Saya ingin ngomong empat mata dengan Bapak!”

“Boleh, tapi sebentar ya saya bawa ibu ke dalam dulu.” jawab Laksa.

“Kita masuk ya bu, Laksa sudah masak makanan kesukaan ibu, dimakan dan dihabiskan ya!” Kata Laksa yang mendorong kursi roda Ibu Kandhi masuk ke dalam, perempuan itu seperti merasakan ada hal aneh, hanya saja dia tak mau terlalu banyak bertanya dulu.

Setelah itu, Laksa mengeluarkan mobilnya dan pergi bersama Dania di sebuah taman tidak jauh dari sana. Suasananya memang asri, terasa sangat sejuk dengan aroma tanah basah. Mereka duduk di dekat bunga lily, Laksa mengelap dulu kursi tersebut hingga kering.

“Terima kasih, Pak!” Kata Dania yang mulai duduk.

“Sama-Sama, Bu!” Jawab Laksa yang ikut duduk.

“Langsung saja ya Pak, Anda siapa? Kata Dania tegas

Laksa menundukkan kepalanya sejenak, lalu mendongakkan dan sejajar dengan Dania, lalu berkata,”Jangan berpura-pura seperti itu, Bu!” 

“Maksud Anda?”

“Tidak mungkin, Anda jauh-jauh sampai sini tetapi tidak mengenali Saya,” jawab Laksa

Sorot mata Dania mulai tidak tenang, nafasnya terdengar naik turun kemudian dia bertanya, “Tolong, Jawab Jujur! Apa yang Anda inginkan?”

“Saya hanya ingin membantu mengeluarkan Anda dari semua kepalsuan ini.”

“Kepalsuan?”

“Jangan terlalu polos dengan catatan hitam yang telah mereka torehkan, sedikit banyak pasti Anda tahu,” Suhu Laksa mulai memanas begitu pula dengan nadanya walau masih ditahan.

“Pada dasarnya kita ini punya tujuan yang sama, apa salahnya kerja sama?” Lanjut Laksa.

Wajah Dania tampak pucat, jantungnya berdebar sangat kencang, keringatnya perlahan menetes. Ada rahasia yang coba disembunyikan oleh perempuan itu.

“Anda bisa pertimbangkan tawaran saya ini, karena untuk melawan mereka tidak mudah!” Kata Laksa Lagi.

Dania merasa nafasnya mulai tersengal dan membuatnya tak nyaman, tanpa permisi dia pergi begitu saja dan berharap tidak akan bertemu dengan lelaki itu lagi.

“Saat ini kamu bisa pergi, tetapi esok ceritanya pasti lain,” kata Laksa yang melihat Dania berjalan cepat meninggalkan taman itu.

Terpopuler

Comments

Alida

Alida

Ngakak terus!

2025-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Kepalsuan
2 Episode 2 Motif Abu-Abu Laksa
3 Episode 3 Manipulasi
4 Episode 4 Semesta Mendukung
5 Episode 5 Mengejar Bom Waktu
6 Episode 6 Viral
7 Episode 7 Romansa Media Sosial
8 Episode 8 Konferensi Pers
9 Episode 9 Alibi Sempurna
10 Episode 10 Kedatangan Adwin
11 Episode 11 Tanggung Jawab dan Ego
12 Episode 12 Rahasia Ibu Kandhi
13 Episode 13 Sebelum Bertemu
14 Episode 14 Dania Melawan
15 Episode 15 Pinta Ibu Kandhi
16 Episode 16 Posisi Nila Terancam
17 Episode 17 Motivasi Tersembunyi Pak Dhanu
18 Episode 18 Puzzle yang Hilang Telah Ditemukan
19 Episodw 19 Keluarga Bahagia
20 Episode 20 Kerja Sama
21 Episode 21 Upaya Nila
22 Episode 22 Sisi Manusiawi Alvin
23 Episode 23 Ragu
24 Episode 24 Berdamai Dengan Keadaan
25 Episode 25 Mungkin Bercerai Lebih Baik
26 Episode 26 Pak Dhanu Vs Nila
27 Episode 27 Kawan Atau Lawan?
28 Episode 28 Masa Lalu Nila
29 Episode 29 Pertama Kali Bertemu
30 Episode 30 Kejujuran Dalam Kebohongan
31 Episode 31 Berpisah
32 Episode 32 Lawan Atau Kawan
33 Episode 33 Pemetaan Masalah
34 Episode 34 Belum Ikhlas
35 Episode 35 Kehancuran Nila
36 Episode 36 Tanggung Jawab
37 Episode 37 Chaos
38 Episode 38 Melawan
39 Episode 39 Siasat Laksa
40 Episode 40 Kisah Pak Dhanu
41 Episode 41 Siasat Nila
42 Episode 42 Negosiasi Berjalan Sukses
43 Episode 43 Memori Ibu dan Anak Part 1
44 Episode 44 Memori Ibu dan Anak Part 2
45 Episode 45 Kontrak Kerja Sama
46 Episode 46 Kesuburan
47 Episode 47 Rencana Awal Alvin
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Episode 1 Kepalsuan
2
Episode 2 Motif Abu-Abu Laksa
3
Episode 3 Manipulasi
4
Episode 4 Semesta Mendukung
5
Episode 5 Mengejar Bom Waktu
6
Episode 6 Viral
7
Episode 7 Romansa Media Sosial
8
Episode 8 Konferensi Pers
9
Episode 9 Alibi Sempurna
10
Episode 10 Kedatangan Adwin
11
Episode 11 Tanggung Jawab dan Ego
12
Episode 12 Rahasia Ibu Kandhi
13
Episode 13 Sebelum Bertemu
14
Episode 14 Dania Melawan
15
Episode 15 Pinta Ibu Kandhi
16
Episode 16 Posisi Nila Terancam
17
Episode 17 Motivasi Tersembunyi Pak Dhanu
18
Episode 18 Puzzle yang Hilang Telah Ditemukan
19
Episodw 19 Keluarga Bahagia
20
Episode 20 Kerja Sama
21
Episode 21 Upaya Nila
22
Episode 22 Sisi Manusiawi Alvin
23
Episode 23 Ragu
24
Episode 24 Berdamai Dengan Keadaan
25
Episode 25 Mungkin Bercerai Lebih Baik
26
Episode 26 Pak Dhanu Vs Nila
27
Episode 27 Kawan Atau Lawan?
28
Episode 28 Masa Lalu Nila
29
Episode 29 Pertama Kali Bertemu
30
Episode 30 Kejujuran Dalam Kebohongan
31
Episode 31 Berpisah
32
Episode 32 Lawan Atau Kawan
33
Episode 33 Pemetaan Masalah
34
Episode 34 Belum Ikhlas
35
Episode 35 Kehancuran Nila
36
Episode 36 Tanggung Jawab
37
Episode 37 Chaos
38
Episode 38 Melawan
39
Episode 39 Siasat Laksa
40
Episode 40 Kisah Pak Dhanu
41
Episode 41 Siasat Nila
42
Episode 42 Negosiasi Berjalan Sukses
43
Episode 43 Memori Ibu dan Anak Part 1
44
Episode 44 Memori Ibu dan Anak Part 2
45
Episode 45 Kontrak Kerja Sama
46
Episode 46 Kesuburan
47
Episode 47 Rencana Awal Alvin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!