Setelah melewati lorong rumah sakit Bima, lalu menuju ke arah dimana tadi sang Mama memberi tau tempat ruangan Jasmin, di rawat. Dirinya benar-benar khawatir dan takut ke hilang Jasmin, karena sampai saat ini masalah antara dirinya dan Jasmin belum menemui titik terang dan dia juga belum mendapatkan maaf dari Jasmin. Dari jauh Bima, melihat semua tampak tegang dan ketiga anaknya sedang menangis dan mencari Mommy nya, bahkan para orang tua begitu kuwalahan menghadapi Tripel yang dari tadi tidak mau berhenti menangis.
"Gimana Pa, keadaan Jasmin ? Apa dokternya belum keluar?" Tanya Bima setelah sampai di depan sang Papa.
" Daddy ..... Hiks ....hiks....hiks..... Mommy Dasmin beldalah toyongin Mommy na ..... Endak mahu bangun tadi Mommy na Daddy," Ucap Riana yang berdiri di hadapannya sambil menangis dan meminta di gendong oleh Bima.
"Mommy hanya tidur sebentar sayang ? Sekarang baru di kasih obat sama dokternya. Nanti kalau sudah minum obat pasti langsung bangun Mommy nya, " Jawab Bima pada sang anak yang berada dalam gendongannya mencoba menenangkan Riana.
"Dokternya belum keluar Bim. Mungkin sebentar lagi." Apa kamu sudah menyelidiki semuanya ? Tanya Papa Adam.
" Sudah Pa. Nanti kita bicarakan bersama-sama setelah dokternya keluar dari ruangan Jasmin saja," Ucap Bima sebelum berjalan ke arah ke dua anaknya yang menangis di pelukan Cantika dan kedua orang tua Cantika.
" Daddy .... Hwa......hwa...... Tolongin Mommy na ada di dalam cana Daddy na ..... Mobil na dahat nablak Mommy!!!! Telus ada dalah na Mommy na," Ucap Reno sambil menangis saat Bima duduk di sebelah nya lalu mintak di gendong juga seperti Riana.
"Iya sayang sebentar lagi Mommy bangun. Abang Reno berdoa ya? Biar Mommy Jasmin cepet bangun," Jawab Bima sambil memangku ke dua anaknya yang menangis sedangkan dia melihat anak pertamanya sedang di pelukan Opa Bram.
Lalu Bima berjalan ke arah Papa Bram dan Mama Sekar serta Cantika, lalu dia menyalami meraka satu persatu setalah itu dia memeluk dan mencium Abang Rio yang terlihat sekali sedih di matanya. Dan Abang Rio pun membalas pelukan sang Daddy. Membuat Cantika dan yang lain heran tapi meraka juga lega dan senang akhirnya Abang Rio sudah menerima Daddy Bima pelan-pelan.
" Maaf, mengganggu sebentar pasien saudara Jasmin membutuhkan darah A+. Ada kah yang sama dengannya golongan darahnya? Karena pasien sangat membutuhkan darah tersebut," Ucap Suster tiba-tiba setelah keluar dari ruangan Jasmin dan membuat semuanya kaget dan syok dengan ucapan sang suster.
" Baik Suster. Kamu akan segera ke sana," Jawab Papa Adam mewakili semuanya.
" Tuan Bram silahkan donor darah untuk keponakan Anda? Nanti saya juga akan segara menghubungi asisten saya Galang. Kebetulan darahnya sama dengan Jasmin juga," Pinta Bima sambil melihat ke arah Papa Bram.
" Apa maksudnya semua ini Tuan Bima ? Kenapa Anda bilang seperti itu," Tanya Papa Bram yang kaget dengan ucapan Bima tadi. Tidak hanya Papa Bram tapi sang Istri dan Cantika tak kalah kaget dalam pikiran kepala meraka saat ini begitu banyak pertanyaan.
" Nanti saya akan menjelaskan semua Tuan. Sekarang sebaiknya selamatkan Jasmin terlebih dahulu," Jawab Bima sebelum berdiri dari duduknya berjalan ke arah sang Mama dan Papanya untuk membantunya mengendong Reno dan Papanya mengendong Riana.
"Biak lah kalau begitu. Nanti kita bahas lagi masalah ini," Jawab Papa Bram lalu berjalan ke arah suster untuk mendonorkan darahnya.
" Sayang sama Opa Adam dan Oma Diana dulu ya? Daddy mau menelfon Om Galang dulu," Ucapnya pada anaknya setelah itu dia pergi ke arah lorong rumah sakit untuk menelpon Galang agar kesini secepatnya.
Apa Galang dan Jasmin bersaudara kok sama? Aku harus mencari tau semua ini dan membalas semua perbuatan meraka, tenang saja Papa mertua dan Mama mertua aku akan membalaskan semua perbuatan meraka dulu terhadap kalian dan aku akan menjaga dan melindungi anakmu serta cucu-cucumu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Yani
Makin seru ceritanya
Semoga tidak terjadi apa" sama Jasmin
2025-02-17
0