episode 11

"Ada apa nih Neng! kenapa kalian panik begitu?" tanya Abahnya Zahra.

"Ini Abah! Bundanya Naira sedang di sekap oleh seseorang." jawab Zahra.

Sesudah menjawab memberikan Hp nya Naira ke Abahnya,langsung di terima oleh Abah dan melihatnya,setelah melihatnya Abah pun meminta beberapa Murid untuk membantu Naira,mereka berlima pun berangkat dengan dua mobil menuju ke lokasi,tak lama pun sudah sampai,tapi mereka berlima bingung karena ketika masuk ke dalam Gedung kosong tempatnya sepi,termasuk Bundanya Naira pun nggak ada di Gedung tersebut.

"Kok sepi Nai! apa kamu sudah meminta bantuan ke yang lainnya,karena ini ada bekas pertarungan di sini?" tanya Zahra.

"Nggak! kan saya juga dari Rumah..."

Jawaban Naira terhenti di saat Hp nya berdering,Naira pun langsung mengangkatnya.

Flashback Off

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam Nai! ini Bunda,sekarang berada di Rumah Sakit xx,kamu ke sini yah."

"Bunda..! baiklah Naira kesana sekarang juga."

Shock lah Naira ketika mendengar Bundanya sekarang berada di Rumah Sakit sedang di rawat,Naira pun mengakhiri panggilannya setelah tau alamat Rumah Sakitnya dan langsung bergegas pergi ke Rumah Sakit bersama zahra,sedangkan yang lainnya kembali ke Rumahnya Zahra.

***

Di Rumah Sakit

"Baiklah Bu! karena Keluarga Ibu sudah mau datang ke sini,jadi saya pamit yah,karena masih ada urusan yang lainnya Assalamualaikum." pamit Arfi.

"Iya Nak! sekali lagi Ibu mengucapkan terimakasih banyak,karena sudah di tolong,Waalaikumsalam." jawab Ibu tersebut.

Arfi pun menyalami tangan Ibu itu dengan takzim dan Ibu tersebut pun tersenyum,Arfi pun langsung keluar dari ruangan tersebut.

Setelah beberapa menit Arfi pergi,tak lama datanglah Naira dan Zahra ke ruangan.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Keduanya pun menghampiri Bundanya Naira dan langsung mencium punggung tangannya,keduanya pun duduk di sebelah brangkar Bundanya Naira.

"Kok Bunda bisa ada di Rumah Sakit! apa kiriman video itu bohong yah,tapi Nai lihat itu asli video Bunda di sekap,aaaa yang bener mana yah?" bingung Naira sambil teriak seraya bertanya.

"Hey! jangan berteriak begitu inget ini di Rumah Sakit,memang bener Bunda di sekap oleh beberapa orang,tapi sudah ada yang menolong Bunda." jawab Bunda Dina..

"Siapa dan ada berapa orang Tan.." ucap Zahra terpotong.

"Zahra sudah di bilang beberapa kali,jangan panggil Tante tapi panggil Bunda." potong Bunda Dina.

"Eh iya Tan eh Bunda! berapa orang yang sudah menolong Bunda,soalnya Ara barusan habis dari sana,seperti habis ada pertarungan banyak orang Bun?" kikuk Zahra seraya bertanya.

"Cuman satu orang kok Ra! yang menolong Bunda,emang sih! lawannya ada empat Penjahat yang Bunda lihat." jawab Bunda Dina.

"Hah! beneran Bun cuman satu orang?" tanya Naira,Bunda Dina mengangguk.

"Wah! pasti ilmu beladiri nya lumayan tinggi,sampai mampu melawan empat orang sekaligus gitu,jadi penasaran sama orangnya Bun." antusias Zahra.

"Menurut Bunda! apa kami berdua mengenalnya dan siapa namanya Bun?" tanya Naira.

"Nggak tau juga! kalian mengenalnya atau nggak nya,aduh Bunda lupa lagi tanya namanya,tapi kalau kalian penasaran..! Nai kamu kan ada nomornya yang barusan nelpon kamu itu pake nomornya dia." jawab Bunda Dina.

Naira dan Zahra terdiam dengan pemikiran yang sama yaitu siapa dia ini,tak lama Zahra pamit untuk pulang,sedangkan Naira langsung tidur di ruangan rawat inap Bundanya,karena harus menemani Bundanya yang sedang di rawat.

***

Keesokan Pagi

Bunda Dina terus-menerus mendesak ke Naira ingin pulang,karena merasa sudah baik-baik saja.

"Bunda yakin sudah baik-baik saja,Nai masih khawatir sama Bunda." ucap Naira.

"Nai! Bunda sudah baik-baik saja,sudah yuk kita pulang,oh iya kamu ke Administrasi dulu sana." sahut Bunda Dina sambil memberi titah.

Naira pun dengan terpaksa melangkah menuju ke bagian Administrasi untuk melunasi pembayarannya,Naira kaget karena sudah di lunasi sisa pembayarannya,tak lama pun Naira kembali ke kamar inap Bundanya dan langsung mengajak Bundanya untuk pulang,Naira akan bicara saat berada di Rumah soal siapa yang sudah melunasi nya.

Setelah beberapa menit di perjalanan barulah sampai di Rumah dan keduanya pun langsung masuk ke dalam Rumah.

"Bun! tadi kok sudah di lunasi sisa pembayarannya?" tanya Naira.

"Hah! masa sih nai,apa mungkin dia yang melunasi?" kaget Bunda Dina seraya bertanya.

"Ya mungkin saja,kalau Bunda nggak merasa melunasi,jadi sudah pasti dia yang melunasinya." jawab Naira.

"Memang kamu nggak tanya sama orang yang di bagian Administrasinya." ucap Bunda Dina.

"Aduh iya juga yah,Nai lupa Bun." sahut Naira.

"Huft..sudahlah mungkin ini rezekinya Bunda,oh iya kamu nggak ke Kampus Nai?" tanya Bunda Dina sambil menghembuskan nafas pelan seraya bertanya.

''Mungkin juga yah,nggak Bun! karena nai ingin merawat Bunda di Rumah." jawab Naira.

"Udah sana ke Kampus! mau jadi apa kamu kalau nggak kuliah,lagian Bunda juga sudah baik-baik saja." usir Bunda Dina.

"Baiklah! jika begitu Bunda Dina yang paling Cantik,Nai pergi ke Kampus dulu yah,Assalamualaikum." pamit Naira.

"Iya hati-hati Waalaikumsalam." balas Bunda Dina.

Naira pun langsung pergi ke Kampus,setelah mencium punggung tangannya Bunda,setelah beberapa menit pun sampai di Kampus,Naira pun langsung masuk ke kelas karena sebentar lagi ada jam kelas.

Setelah jam pelajaran selesai Naira langsung ke Kantin Kampus,ternyata sudah ada Zahra Sahabatnya di Kantin,Naira pun menghampiri dan mengucapkan salam,Zahra pun langsung menjawab salamnya dari Naira.

"Nai! kamu kok masuk kuliah,terus siapa yang jaga Bunda?" tanya Zahra.

"Ini juga saya berada di Kampus karena di usir sama Bunda,karena Bunda bilang sudah baik-baik saja." jawab Naira.

"Oh begitu! langsung pesen sana,biar bisa makan bersama." ucap Zahra.

Naira pun langsung memesan makanan dan minuman,tak lama pun pesanan pun datang,kini keduanya sedang menikmatinya.

***

Di Tempat lain

''Dek! hayoo langsung ikut Aa." pinta Arfi,Faqih mengangguk.

Arfi pun langsung menjalankan motornya di susul oleh Faqih dari belakang,tak lama pun sampai di depan Restoran,Faqih bingung tapi tetep mengikuti Aa nya yang masuk ke dalam sebuah Restoran.

Setelah keduanya sudah berada di dalam Restoran,barulah Arfi menyampaikan keinginannya ke Adeknya,sampai-sampai Faqih kaget dengan keinginan Aa nya yang terlalu mendadak itu.

"Ck.mendadak banget sih A?" kesal Faqih seraya bertanya.

"Ya udah! Aa kasih waktu kamu satu minggu untuk mendesain Restoran ini yah Dek,Aa minta bikinnya yang senyaman mungkin yah." ucap Arfi.

"Baiklah A! kalau Aa sudah mempercayakan ini ke Adek,nanti Adek buat yang terbaik,ya dah Adek pulang yah A! Assalamualaikum." sahut Faqih seraya pamit.

"Hati-hati Dek,Waalaikumsalam." balas Arfi.

Setelah menyalami tangan Aa nya dengan takzim,Faqih pun melangkah keluar dari Restoran untuk langsung pulang ke Rumah,tak lama setelah Faqih pergi,ada yang datang dan menghampiri Arfi.

"Assalamualaikum." ucap seseorang yang ternyata Afwi Abang angkatnya

"Waalaikumsalam Abang." sahut Arfi.

Arfi berjabat tangan dengan Abang angkatnya dan langsung mengajaknya untuk duduk,kini keduanya pun sudah duduk di ruangan Arfi.

"Kenapa kamu ngajak ketemu di sini Fi! wah apa ini cabang yang kedua kamu yah." ucap Bang Afwi.

"Maksudnya Abang apa sih...

bersambung

~*See You Next*~

Episodes
1 episode 1
2 episode 2
3 episode 3
4 episode 4
5 episode 5
6 episode 6
7 episode 7
8 episode 8
9 episode 9
10 episode 10
11 episode 11
12 episode 12
13 episode 13
14 episode 14
15 episode 15
16 episode 16
17 episode 17
18 episode 18
19 episode 19
20 episode 20
21 episode 21
22 episode 22
23 episode 23
24 episode 24
25 episode 25
26 episode 26
27 episode 27
28 episode 28
29 episode 29
30 episode 30
31 episode 31
32 episode 32
33 episode 33
34 episode 34
35 episode 35
36 episode 36
37 episode 37
38 episode 38
39 episode 39
40 episode 40
41 episode 41
42 episode 42
43 episode 43
44 episode 44
45 episode 45
46 episode 46
47 episode 47
48 episode 48
49 episode 49
50 episode 50
51 episode 51
52 episode 52
53 episode 53
54 episode 54
55 episode 55
56 episode 56
57 episode 57
58 episode 58
59 episode 59
60 episode 60
61 episode 61
62 episode 62
63 episode 63
64 episode 64
65 episode 65
66 episode 66
67 episode 67
68 episode 68
69 episode 69
70 episode 70
71 episode 71
72 episode 72
73 episode 73
74 episode 74
75 episode 75
76 episode 76
77 episode 77
78 episode 78
79 episode 79
80 episode 80
81 episode 81
82 episode 82
83 episode 83
84 episode 84
85 episode 85
86 episode 86
Episodes

Updated 86 Episodes

1
episode 1
2
episode 2
3
episode 3
4
episode 4
5
episode 5
6
episode 6
7
episode 7
8
episode 8
9
episode 9
10
episode 10
11
episode 11
12
episode 12
13
episode 13
14
episode 14
15
episode 15
16
episode 16
17
episode 17
18
episode 18
19
episode 19
20
episode 20
21
episode 21
22
episode 22
23
episode 23
24
episode 24
25
episode 25
26
episode 26
27
episode 27
28
episode 28
29
episode 29
30
episode 30
31
episode 31
32
episode 32
33
episode 33
34
episode 34
35
episode 35
36
episode 36
37
episode 37
38
episode 38
39
episode 39
40
episode 40
41
episode 41
42
episode 42
43
episode 43
44
episode 44
45
episode 45
46
episode 46
47
episode 47
48
episode 48
49
episode 49
50
episode 50
51
episode 51
52
episode 52
53
episode 53
54
episode 54
55
episode 55
56
episode 56
57
episode 57
58
episode 58
59
episode 59
60
episode 60
61
episode 61
62
episode 62
63
episode 63
64
episode 64
65
episode 65
66
episode 66
67
episode 67
68
episode 68
69
episode 69
70
episode 70
71
episode 71
72
episode 72
73
episode 73
74
episode 74
75
episode 75
76
episode 76
77
episode 77
78
episode 78
79
episode 79
80
episode 80
81
episode 81
82
episode 82
83
episode 83
84
episode 84
85
episode 85
86
episode 86

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!