Bab 17 ( Perjanjian Pernikahan)

Teresa memandang sebuah kertas yang Wiliam berikan padanya. Ia segera membaca apa yang tertulis disana. Lalu, Wiliam memberikan sebuah pulpen ke Teresa.

“Aku harus menandatangani ini?” Ucap Tere.

“Sebaiknya kau baca dulu” ucap Wiliam sembari meminum teh hangatnya.

Teresa pun menuruti perkataan Wiliam padanya. Ia membaca satu persatu isi perjanjian pernikahan itu. Lalu Tere menatap Wiliam tak percaya saat ia melihat apa yang tertulis disana.

“Aku tidak boleh menceraikanmu?” Ucap Tere.

“Disini hanya aku yang dapat menceraikanmu. Kau tidak punya hak atas itu” ucap Wiliam.

“Kau bisa tenang, karena aku tidak akan menceraikanmu. Karena aku membutuhkan istri bayangan seumur hidupku” ucapnya lagi.

“Apa kau berniat tidak menikah dengan orang yang kau cintai Wiliam? Tapi kenapa?” Ucap Tere.

“Aku mempunyai alasan sendiri. Dan akan kutegaskan lagi, aku membutuhkan istri bayangan seumur hidupku. Jadi secara tidak langsung, aku tidak akan menceraikanmu” ujar Wiliam.

“Apa kau gay? Kurasa aku benar” ucap Tere.

“Aku bukan gay! Sudah aku katakan berulangkali” ucap Wiliam.

“Lalu kenapa kau rela menikah dengan wanita yang tidak kau cintai? Seumur hidupmu? Tolong katakan padaku, aku harus tau itu” ucap Tere.

“Baiklah akan aku katakan sedikit” ucapnya.

“Aku sudah mempunyai seseorang yang aku cintai. Cintaku sudah habis di dalam dirinya. Karena sesuatu, aku tidak bisa hidup bersamanya” ucap Wiliam.

Teresa yang mendengar itu seketika terdiam. Ia tidak mengerti, kenapa dadanya terasa sesak saat Wiliam mengatakan itu padanya. Sebuah fakta baru bahwa cinta wiliam sudah habis di seseorang.

“Jadi, kau menikah denganku hanya untuk melanjutkan hidup layaknya manusia biasa bukan?” Ucap Tere menebak.

“Kau benar. Apapun yang aku lakukan, semuanya hanya untuk melanjutkan hidup” ucap Wiliam.

“Dia mencintai seseorang, tapi karena sesuatu dia tidak bisa hidup bersamanya. Apakah orang itu seorang pria juga? Kurasa memang benar jika dia seorang gay” ucap Tere dalam hati.

Teresa segera menandatangani surat perjanjian pernikahan itu. Ia memberikan kertas yang sudah ditandatangani kepada Wiliam. Teresa sudah siap untuk hidup barunya, ia akan hidup dengan bergelimang harta. Tapi sebagai gantinya, ia tidak akan pernah merasakan cinta seumur hidupnya.

Teresa menghela nafasnya, ia melihat Wiliam menatapnya sedikit lebih lama. Tere akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi istri dari Wiliam Antonio. Dan Tere berusaha untuk tidak jatuh cinta kepada pria bernama Wiliam.

“Disitu tertulis bahwa kita tidak boleh berhubungan badan. Dan jika melanggar, maka kau akan memberikanku 200 juta?” Ucap Tere.

“Kau benar!” Ucapnya singkat.

“Jadi, aku tidak akan pernah melahirkan seorang anak bukan?” Ucap Tere.

Ucapan Teresa kali ini membuat Wiliam menghentikan aktivitasnya. Ia terdiam untuk beberapa saat sebelum menyiapkan jawaban untuk Teresa. Ia tersenyum tipis dan menatap Tere.

“Kita bisa mengadopsinya nanti” ujar Wiliam.

“Apa kau benar-benar tidak ingin menyentuhku walaupun hanya sebuah ciuman?” Ucap Tere.

“Tidak! Kita tidak perlu melakukan kontak fisik yang berlebihan” ujar Wiliam.

“Astaga. Untuk apa kau berbohong seperti itu Wiliam. Katakan saja bahwa kau tidak menyukai wanita” batin Tere.

Wiliam memberikan sebuah kartu berwarna hitam kepada Teresa. Ia memberikan sebuah kartu kredit untuknya. Tere langsung memandangnya takjub, ia tersenyum lebar kepada Wiliam.

“Kau memberikanku ini? Kau serius?” Ucap Tere sangat antusias.

“Kau bisa menggunakannya. Tapi perhatikan setiap akan membeli sesuatu, jangan sampai mempermalukan keluarga Antonio” ucap Wiliam.

Tere mengangguk tanda mengerti. Ia segera memasukan kartu itu kedalam sakunya. Lalu ia segera memakan sarapannya. Sebuah roti coklat dan susu tawar.

“Aku akan pergi ke mansion milik keluargaku. Aku akan membahas tentang pernikahan dengan mereka, kau bisa berbelanja sendiri” ucap Wiliam.

“Oke!!” Ucap Tere dan pergi meninggalkan meja makan.

“Ckck! Dasar Rubah yang menyukai uang” ucap Wiliam lirih.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kediaman Antonio.

Sebuah mansion yang sangat mewah. Dengan lebar tanah yang sangat luas. Gerbang tinggi mengelilingi mansion ini. Banyak cctv yang terpasang di setiap sudutnya, dan juga dilengkapi dengan penjaga yang berpakaian serba hitam untuk menjaga keamanan.

Wiliam memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam mansion. Ia bisa melihat bahwa seluruh anggota keluarga sedang menunggunya. Ia bisa melihat tatapan tajam dari ibu tirinya, Sean.

Wiliam tersenyum kepada kakaknya, Julian. Mereka saling menyapa satu sama lain. Dan juga Ruby, mereka juga saling menyapa. Wiliam duduk di depan mereka, seolah dia siap untuk disidang sekarang.

“Siapa wanita itu?” Ucap Antonio, ayah Wiliam.

“Dia Teresa, calon istriku” ucap Wiliam.

“Calon istrimu? Seorang janda?” Ucap Sean.

“Apa masalahnya? Yang terpenting aku menyukainya, dan dia masih sangat muda. Dia lebih muda 2 tahun dariku” ucap Wiliam.

“Dia mempunyai anak?” Ucap Antonio.

“Tidak! Dia tidak mempunyai anak dengan suami sebelumnya” ucap Wiliam.

“Bagaimana dengan keluarganya?” Ucap Sean.

“Ayahnya sudah tiada. Ibunya di rumah sakit jiwa, dia satu rumah sakit dengan ibuku” ucap Wiliam.

“Teresa sering membantuku menjaga ibuku, itu sebabnya aku menyukainya” ucap Wiliam. Mencoba meyakinkan ayahnya.

Antonio yang mendengar itu langsung terdiam. Ia kembali merasa bersalah dengan Mona, sang ibu Wiliam yang berada di rumah sakit jiwa. Ia merasa tenang saat Wiliam berkata bahwa ia menyukai seorang wanita yang sering membantu ibunya.

“Apa dia berpendidikan?” Ucap Antonio.

“Dia salah satu lulusan terbaik di universitas ternama” ucap Wiliam.

“Dia cantik?” Ucap Antonio, dan membuat Wiliam kebingungan saat akan menjawab pertanyaan itu.

“D-Dia cantik. Tentu saja! karena dia seorang wanita” jawab Wiliam dengan sedikit tergagap.

Antonio yang mendengar itu seketika terkekeh. Semua orang yang duduk disana pun memaksakan senyuman mereka saat melihat Antonio tertawa. Di keluarga ini, tidak ada yang bisa melawan seorang Antonio.

“Tetapkan tanggalnya, buat pesta yang sangat mewah” ucap Antonio, dia akhirnya menyetujui pernikahan itu.

“Terimakasih ayah!” Ucap Wiliam.

Setelah urusannya selesai. Julian mengajak Wiliam untuk berbincang, kakak dan adik itu duduk di taman dan meminum secangkir kopi bersama. Wiliam mengeluarkan rokoknya dan memberikannya kepada Julian.

“Aku sudah tidak merokok” ucapnya.

“Benarkah? Kenapa?” Ucap Wiliam.

“Aku sedang program hamil dengan Ruby. Kau tau sendiri ayah dan ibuku terus meminta cucu” ucapnya sembari terkekeh.

Wiliam tersenyum tipis, ia sudah mengetahui sejak lama tentang Ruby yang sulit mempunyai keturunan. Mereka sudah banyak mengusahakan tentang itu, dan sudah mencoba berbagai pengobatan dan bayi tabung. Tapi tetap saja, mereka belum juga dikaruniai anak.

“Kau tau bahwa aku sekarang adalah presdir, dan ayah mendesakku untuk cepat mendapatkan seorang putra. Untuk penerusku selanjutnya” ucap Julian.

“Tapi kau tau bukan? Ruby sulit untuk mendapatkan keturunan. Aku harus banyak menghiburnya, hal ini juga menyakiti hatinya” ucap Julian dengan tatapan sedih.

“Ruby juga sempat mengatakan padaku, untuk menikahi istri kedua. Aku tidak pernah menanggapi itu” ucap Julian.

“Jangan pernah! Jangan pernah menikahi istri kedua, aku yakin kalian akan mendapatkan momongan sebentar lagi” ucap Wiliam.

“Ehh, bagaimana jika kau saja yang meminta istrimu untuk melahirkan seorang putra?” Ucap Julian.

Wiliam yang sedang meminum kopinya seketika langsung tersedak. Ia sampai terbatuk-batuk dan memegangi dadanya. Ia terkejut dengan ucapan Julian barusan.

“Kau tidak apa?” Ucap Julian kawatir.

“Tidak apa” ucap Wiliam memaksakan senyumannya.

Julian yang mengerti bahwa Wiliam enggan memiliki seorang anak itu hanya bisa menghormati keputusanya. Ia tidak akan membahas hal yang menyinggunya.

“Ah bagaimana dengan siapa itu? Teresa? Seperti apa dia?” Ucap Julian mencoba menanyakan topik lain.

“Seperti wanita pada umumnya. Tapi kurasa dia sedikit mirip dengan istrimu” ucap Wiliam.

“Teresa? Mirip dengan Ruby?”

Episodes
1 Bab 1 (Nasib Buruk)
2 Bab 2 (Nasib buruk 2)
3 Bab 3 (Tersadar)
4 Bab 4 (Pria Kaya)
5 Bab 5 (Kebahagiaan & Kesedihan)
6 Bab 6 (Bertemu denganya)
7 Bab 7 (Masih Berusaha)
8 Bab 8 (Sebuah Tawaran)
9 Bab 9 (Kesepakatan)
10 Bab 10 (Keuntungan)
11 Bab 11 (Hubungan Rahasia)
12 Bab 12 (Menjelang Perceraian)
13 Bab 13 (Kemarahan Wiliam)
14 Bab 14 (Menjelang perceraian 2)
15 Bab 15 (Hari Perceraian)
16 Bab 16 (Balas Dendam)
17 Bab 17 ( Perjanjian Pernikahan)
18 Bab 18 ( Kabar Pernikahan)
19 Bab 19 ( Kediaman Antonio)
20 Bab 20 ( Misteri Masa lalu)
21 Bab 21 ( Sebuah Peringatan)
22 Bab 22 ( Perubahan Sifat)
23 Bab 23 ( Dilarang Jatuh Cinta)
24 Bab 24 ( H-1 Pernikahan)
25 Bab 25 (Hari Pernikahan)
26 Bab 26 (Hari Pernikahan 2)
27 Bab 27 ( Akibat Lingerie)
28 Bab 28 ( Hubungan Rumit)
29 Bab 29 ( Kemarahan Teresa)
30 Bab 30 ( Perubahan Teresa)
31 Bab 31 ( Sebuah Permintaan)
32 Bab 32 ( Perasaan Teresa)
33 Bab 33 ( Hadiah)
34 Bab 34 ( Kecemburuan Wiliam)
35 Bab 35 ( Kesadaran Wiliam)
36 Bab 36 ( Semuanya Berubah)
37 Bab 37 ( Apa Keputusannya?)
38 Bab 38 ( Hari yang buruk)
39 Bab 39 (Sinyal bahaya)
40 Bab 40 ( Cinta masa lalu)
41 Bab 41 ( Dibalik sikap manisnya)
42 Bab 42 ( Rahasia Wiliam)
43 43 ( Kepalsuan)
44 Bab 44 ( Hak milik Teresa)
45 Bab 45 ( Sedikit peduli)
46 Bab 46 ( Hati yang terkunci)
47 Bab 47 ( Dibalik Topengnya)
48 Bab 48 ( Tidak sadar, Tapi merasakan)
49 Bab 49 ( Menjadi Presdir )
50 Bab 50 ( Dilema hati)
51 Bab 51 ( Sikap manis)
52 Bab 52 ( Kecewa)
53 Bab 53 ( Labirin hati)
54 Bab 54 ( Teresa menangis)
55 Bab 55 ( ilusi kebenaran)
56 Bab 56 (Percaya?)
57 Bab 57 ( Pengakuan cinta)
58 Bab 58 (Badai yang tidak ada habisnya)
59 Bab 59 (Dia hanya milikku!)
60 Bab 60 ( Rencana Wiliam)
61 Bab 61 ( Rahasia yang manis)
62 Bab 62 ( Kesetiaan)
63 Bab 63 ( Muncul ancaman)
64 Bab 64 ( Takdir hidup pewaris)
65 Bab 65 ( Memulai Persiapan)
66 Bab 66 ( Penantian )
67 Bab 67 ( Teresa Terlibat)
68 Bab 68 ( Perjuangan Wiliam)
69 Bab 69 ( Pengorbanan Wiliam)
70 Bab 70 ( Penemuan korban)
71 Bab 71 ( Sebuah harapan)
72 Bab 72 ( Tangisan Teresa)
73 Bab 73 ( Waktu terus berjalan)
74 Bab 74 (Masih hidup?)
75 Bab 75 ( Teresa Terpuruk)
76 Bab 76 ( Tidak tahan lagi)
77 Bab 77 ( Rahasia Teresa)
78 Bab 78 ( Pembalasan Dendam)
79 Bab 79 ( Merelakannya?)
80 Bab 80 ( Aku nyata)
81 Bab 81 ( Kerinduan)
82 Bab 82 ( Kehilangan kendali)
83 Bab 83 ( Wanita gila)
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1 (Nasib Buruk)
2
Bab 2 (Nasib buruk 2)
3
Bab 3 (Tersadar)
4
Bab 4 (Pria Kaya)
5
Bab 5 (Kebahagiaan & Kesedihan)
6
Bab 6 (Bertemu denganya)
7
Bab 7 (Masih Berusaha)
8
Bab 8 (Sebuah Tawaran)
9
Bab 9 (Kesepakatan)
10
Bab 10 (Keuntungan)
11
Bab 11 (Hubungan Rahasia)
12
Bab 12 (Menjelang Perceraian)
13
Bab 13 (Kemarahan Wiliam)
14
Bab 14 (Menjelang perceraian 2)
15
Bab 15 (Hari Perceraian)
16
Bab 16 (Balas Dendam)
17
Bab 17 ( Perjanjian Pernikahan)
18
Bab 18 ( Kabar Pernikahan)
19
Bab 19 ( Kediaman Antonio)
20
Bab 20 ( Misteri Masa lalu)
21
Bab 21 ( Sebuah Peringatan)
22
Bab 22 ( Perubahan Sifat)
23
Bab 23 ( Dilarang Jatuh Cinta)
24
Bab 24 ( H-1 Pernikahan)
25
Bab 25 (Hari Pernikahan)
26
Bab 26 (Hari Pernikahan 2)
27
Bab 27 ( Akibat Lingerie)
28
Bab 28 ( Hubungan Rumit)
29
Bab 29 ( Kemarahan Teresa)
30
Bab 30 ( Perubahan Teresa)
31
Bab 31 ( Sebuah Permintaan)
32
Bab 32 ( Perasaan Teresa)
33
Bab 33 ( Hadiah)
34
Bab 34 ( Kecemburuan Wiliam)
35
Bab 35 ( Kesadaran Wiliam)
36
Bab 36 ( Semuanya Berubah)
37
Bab 37 ( Apa Keputusannya?)
38
Bab 38 ( Hari yang buruk)
39
Bab 39 (Sinyal bahaya)
40
Bab 40 ( Cinta masa lalu)
41
Bab 41 ( Dibalik sikap manisnya)
42
Bab 42 ( Rahasia Wiliam)
43
43 ( Kepalsuan)
44
Bab 44 ( Hak milik Teresa)
45
Bab 45 ( Sedikit peduli)
46
Bab 46 ( Hati yang terkunci)
47
Bab 47 ( Dibalik Topengnya)
48
Bab 48 ( Tidak sadar, Tapi merasakan)
49
Bab 49 ( Menjadi Presdir )
50
Bab 50 ( Dilema hati)
51
Bab 51 ( Sikap manis)
52
Bab 52 ( Kecewa)
53
Bab 53 ( Labirin hati)
54
Bab 54 ( Teresa menangis)
55
Bab 55 ( ilusi kebenaran)
56
Bab 56 (Percaya?)
57
Bab 57 ( Pengakuan cinta)
58
Bab 58 (Badai yang tidak ada habisnya)
59
Bab 59 (Dia hanya milikku!)
60
Bab 60 ( Rencana Wiliam)
61
Bab 61 ( Rahasia yang manis)
62
Bab 62 ( Kesetiaan)
63
Bab 63 ( Muncul ancaman)
64
Bab 64 ( Takdir hidup pewaris)
65
Bab 65 ( Memulai Persiapan)
66
Bab 66 ( Penantian )
67
Bab 67 ( Teresa Terlibat)
68
Bab 68 ( Perjuangan Wiliam)
69
Bab 69 ( Pengorbanan Wiliam)
70
Bab 70 ( Penemuan korban)
71
Bab 71 ( Sebuah harapan)
72
Bab 72 ( Tangisan Teresa)
73
Bab 73 ( Waktu terus berjalan)
74
Bab 74 (Masih hidup?)
75
Bab 75 ( Teresa Terpuruk)
76
Bab 76 ( Tidak tahan lagi)
77
Bab 77 ( Rahasia Teresa)
78
Bab 78 ( Pembalasan Dendam)
79
Bab 79 ( Merelakannya?)
80
Bab 80 ( Aku nyata)
81
Bab 81 ( Kerinduan)
82
Bab 82 ( Kehilangan kendali)
83
Bab 83 ( Wanita gila)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!