Chapter 6. Kehebohan mommy Naura

Naura berteriak heboh saat mendapat pesan yang berupa foto dan vidio kejadian Arshaka dengan Aruna. Dia begitu gembira, di tambah lagi sejak pertemuannya dengan Aruna diruangan Imel hari itu. Naura menyuruh orang kepercayaannya untuk menyelidiki asal usul Aruna.

“Papiiiiiiii! Aryaaa! Hanaaaa,” lagi-lagi teriakan Naura membuat heboh seisi rumah.

Daniel baru saja pulang dan masuk keruang kerjanya, mau tak mau dia keluar karena istrinya berteriak memanggilnya.

“Bruukk”

Arya dan Hana jatuh dari kasur di kamar masing-masing.

Arya mengucek kedua matanya, dia baru saja bisa tidur sepuluh menit lalu. Semalam dia habis begadang menyelesaikan project kuliahnya, sedangkan Hana baru saja pulang dari sekolah dan langsung tidur. Bahkan gadis itu belum sempat ganti baju.

“Mimom ada apa sih?” Hana berjalan gontai menghampiri mamanya dengan rasa kantuk yang masih ada.

“Mom abang baru tidur sepuluh menit, lhoh” protes Arya yang muncul dari lantai dua kamarnya.

“Lihat ponsel kalian masing-masing,” Naura mengirimkan foto dan vidio yang di kirim Imel ke ponsel masing-masing.

Dia tidak mungkin mengirimkannya di grup keluarga, sudah pasti Arshaka bakal ngamuk.

“Whats? Ini serius mom?” kantuk Arya seketika hilang saat melihat foto kakaknya mencium seorang perempuan, walaupun bisa di bilang sebuah ketidak sengaja an. Namun tetap saja bagi Arya itu luar biasa.

Naura mengangguk membenarkan ucapan Arya, sedangkan Daniel menanggapinya dengan senyuman santai. Dia merangkul bahu istrinya. “Sudah dapat info lengkap siapa gadis ini?”

“Sudah pi. Papi pasti tidak menyangka siapa anak ini,” Naura tersenyum pada suaminya.

“Kakak binasa diluar memang,” ucap Hana.

“Luar biasa dek, bukan binasa diluar” ucap Arya.

“SSH lah,”

“Apa an tu? Gue baru denger SSH,” tanya Arya.

“Suka-suka Hana lah,”

Jawaban Hana membuat mereka terkekeh, gadis remaja yang kini duduk di bangku kelas 12 itu selalu saja punya singkatan aneh.

“Besok malam pokoknya kalian harus bantu mama. Mama ngambek kalau kalian tidak ikut,” ancam Naura pada dua anaknya.

“Kita doang yang di ancam mom? Papi kok enggak,” Arya tidak terima.

“Papi sumber dananya mama. Mana mungkin minta papi bantuin, dia harus istirahat” Naura memeluk tubuh suaminya.

“Mimom curang. Papi di bebas tugaskan, tapi kita harus ikut mimom,” keluh Hana.

“Tidak apa-apa kalau adek gak mau ikut,”

“Asik,” girang Hana hanya berlaku sesaat.

“Tapi uang jajan adek mama potong 70%,” lanjut Naura.

Senyum girang Hana hilang bak di telan bumi mendengar ucapan mamanya. “Nanti Hana gak bisa jajan cilok mamang-mamang kantin dong,”

Ya ampun Hana, uang sakumu di potong 70% juga gak akan ngaruh sama jajan cilok, uang sakumu sehari bisa buat jajan cilok seminggu.

“Makanya kamu harus ikut. Nanti mama jajanin mau adek apa,”

Mendengar ucapan mamanya tentu Hana bersemangat. “Mimom janji ya? Hana mau banyak pokoknya,” Hana tentu tidak mau melewatkan kesempatan menguras ATM berjalannya tersebut.

“Hmm,”

“Memangnya apa rencana mommy?” Arya sedari tadi terus memutar ulang vidio kakaknya yang sedang adu mulut dengan perempuan yang di ciumnya.

“Besok mama kasih tahu. Sekarang masih rahasia, takut nanti kakak kalian curiga”

“Jangan aneh-aneh, sayang. Kamu tahu kalau anak pertama kita nanti tahu dia pasti ngamuk,” ucap Daniel megingatkan istrinya.

“Papi tenang saja. Kali ini kalau dia ngambek, mama bakal bisa buat dia kalang kabut. Mama yang bakal balik ngambek,”

Daniel memang sangat mencintai istrinya, sikapnya terlihat kaku dan dingin pada kebanyakan orang. Dia juga irit bicara, namun jika sudah berkaitan dengan istrinya. Gunung everest itu bakal meleleh sejadi-jadinya, bucin tingkat dewa pada Naura.

Sedangkan Naura dengan pembawaan yang riang, dia lebih cerewet dari Daniel. Hidup mereka saling melengkapi satu sama lain, satu-satunya wanita yang bisa membuat Daniel takluk hanya Naura.

Arya dan Hana sudah kembali ke dalam kamarnya, mereka melanjutkan istirahat siang yang tertunda karena kehebohan mama mereka.

Sementara Naura mengekori suaminya masuk ke dalam ruang kerja, Daniel memang lebih sering di kantor setengah hari. Sisanya dia kerjakan dan pantau dari rumah, itu dia lakukan dari semenjak Naura hamil Arshaka.

Alasannya tentu karena ingin memberikan perhatian lebih pada istrinya yang sedang hamil, dan itu berlanjut sampai sekarang.

Naura duduk manja di pangkuan suaminya, Daniel tidak pernah merasa keberatan ataupun risih dengan tindakan Naura. Dia sudah terbiasa saat bekerja di rumah dan mendapati sikap manja istrinya seperti itu.

“Jadi?” tanya Daniel merangkul pinggang istrinya dan menatap kearah mata Naura.

Cup

Mereka saling mengecup satu sama lain, menyalurkan kasih sayang dan cinta penuh hangat. Kecupan yang berubah menjadi ciuman lembut penuh cinta.

“Papi baca saja berkas yang ada di atas meja itu,” tunjuk Naura pada berkas yang ada dalam map berwana coklat diatas meja.

Daniel meraih map tersebut, tentu dengan Naura yang masih bergelayut manja di sana. Mereka sudah diatas kepala empat, namun kemesraan masih tetap senantiasa tersuguh dalam romansa hari-hari mereka.

Daniel membaca dengan detail setiap informasi yang terteraa di sana, asisten kepercayaan mereka yang mencari semua informasi lengkap tentang Naura.

Daniel begitu sangat terkejut saat membaca data lengkap Aruna. “Dia putri satu-satunya Sean dan Ayana? Sayang kamu tidak bercanda, bukan?”

Naura menganggukkan kepalanya, tenggorokannya serasa tercekat tak bisa bersuara. Mereka berdua tenggelam sejenak dalam sendu, mendapati putri satu-satunya sahabat sekaligus rekan bisnis mereka ternyata masih hidup.

Sean adalah rekan bisnis Daniel saat muda dulu, sedangkan Ayana adalah sahabat baik Naura dan Imel. Orang tua Aruna yang bahkan membatu mereka bangkit saat perusahaan Daniel hampir jatuh bangkrut.

Pradipta Company bisa sampai saat ini adalah salah satu bentuk bantuan dari Sean papa kandung Aruna. Sayangnya mereka harus kehilangan sahabat sekaligus rekan bisnis terbaik, Sean dan Ayana mengalami kecelakaan bersama seluruh keluarganya.

Dalam berita di sebutkan tidak ada satupun yang selamat dalam kecelakaan tersebut, namun setelah lima belas tahun berlalu. Hari ini Daniel dan Naura baru tahu kalau satu-satunya putri Sean dan Ayana masih hidup.

Naura awalnya tidak yakin, namun dari informasi lengkap yang diberikan asisten mereka. Ditambah wajah Aruna yang memiliki perpaduan Sean dan Ayana, semakin membuat Naura yakin.

“Jadi papi setuju mendukungku, kan?” tanya Naura lagi.

“Tentu sayang. Apalagi dia putrinya Sean dan Ayana, itu berarti Aruna juga menjadi bagian dari Pradipta Company”

Naura membisikkan sesuatu pada suaminya. “Sayang? Kamu serius? Jangan keterlaluan tapi,”

“Papi tenang saja. Istrimu ini tidak akan gegabah, aku masih tahu batasan pi” Naura tersenyum menggoda.

“Minta Tama membantumu, sayang. Setidaknya dia bisa mengalihkan perhatian Danu,”

“Benar juga. Terimakasih cintaku, kamu memang terbaik”

Naura keluar dari ruang kerja Daniel dengan senang gembira, dia membiarkan suaminya melanjutkan pekerjaaanya. Sementara dia mematangkan rencananya untuk membuat Arshaka mau mengikuti permintaanya.

“Sean. Jangan khawatir, seperti janjiku dahulu. Kalau 30% saham Pradipta Company akan menjadi milik putrimu. Aruna Azkiana Amabell,” ucap Daniel sambil mengusap foto kebersamaan keluarga Sean dan Daniel. Foto yang di sana ada Arshaka dan juga Aruna di dalamnya.

Terpopuler

Comments

Zea Rahmat

Zea Rahmat

pasti si arka nyesel dah di tinggal aruna

2025-02-21

0

a yulaela_fa(Ayu Anfi)

a yulaela_fa(Ayu Anfi)

terimaksih kk..
sia nnti aku mmpir

2025-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. Penolakan
2 Chapter 2. Ruang meeting
3 Chapter 3. Tim delta 1
4 Chapter 4. Keluarga Pradipta
5 Chapter 5. Aku minta maaf
6 Chapter 6. Kehebohan mommy Naura
7 Chapter 7. Mimom, kita seperti pengintai
8 Chapter 8. Siasat Aruna untuk kabur
9 Chapter 9. Ini bukan kamarku
10 Chapter 10. Gosip kantor
11 Chapter 11. Kalian menikah lusa
12 Chapter 12. Menikah denganku
13 Aku bersedia
14 Sah
15 Aku harus kemana?
16 Aruna Pergi
17 Salah kira
18 Memulai awal di Bandung
19 Pertemuan 3 sahabat
20 Kamu bisa melepaskannya
21 Kebetulan yang luar biasa
22 CEO baru Hanapra Retail
23 Tidak semudah itu
24 Profesionalitas seorang Aruna
25 Gebrakan Arshaka pada Aruna
26 Password leptop Aruna
27 Amplop coklat (pengajuan pembatalan)
28 Amarah Alice & Eris
29 Apartemen Aruna
30 Nathanael Kaysa Wijaya
31 Membantu tim delta 1
32 Kedatangan mama mertua
33 Vienna International Airport
34 Permintaan mama mertua
35 Kembali di retas
36 Misi Danu
37 Dulu disiakan
38 Tujuan di balik penjebakan
39 Kedatangan Ael (Revisi)
40 apa tadi dia bilang? Istri, sayang?
41 Tidak ada keraguan dalam hatiku
42 Di hatimu masih ada aku
43 Hana ngambek
44 Aruna tahu Ael sudah di Bandung
45 Bertemunya sahabat lama
46 Kesalah pahaman yang terurai
47 Mereka sudah berdamai?
48 Aruna, Erisa dan Ran unjuk Gigi
49 Ael x Ciara
50 Aruna & Ciara
51 Rencana Naura via Anres
52 Insident
53 Mungkinkah ini di Sengaja?
54 Kolaborasi Ran x Eris
55 Mengintai (Masih Ran x Eris)
56 Arshaka siuman
57 Biarkan aku melindungi Kia
58 Angga & Davina ke rumah sakit
59 Pulang ke apartemen
60 Arshaka demam
61 Beri aku satu minggu
62 Kunjungan ke Market place
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Chapter 1. Penolakan
2
Chapter 2. Ruang meeting
3
Chapter 3. Tim delta 1
4
Chapter 4. Keluarga Pradipta
5
Chapter 5. Aku minta maaf
6
Chapter 6. Kehebohan mommy Naura
7
Chapter 7. Mimom, kita seperti pengintai
8
Chapter 8. Siasat Aruna untuk kabur
9
Chapter 9. Ini bukan kamarku
10
Chapter 10. Gosip kantor
11
Chapter 11. Kalian menikah lusa
12
Chapter 12. Menikah denganku
13
Aku bersedia
14
Sah
15
Aku harus kemana?
16
Aruna Pergi
17
Salah kira
18
Memulai awal di Bandung
19
Pertemuan 3 sahabat
20
Kamu bisa melepaskannya
21
Kebetulan yang luar biasa
22
CEO baru Hanapra Retail
23
Tidak semudah itu
24
Profesionalitas seorang Aruna
25
Gebrakan Arshaka pada Aruna
26
Password leptop Aruna
27
Amplop coklat (pengajuan pembatalan)
28
Amarah Alice & Eris
29
Apartemen Aruna
30
Nathanael Kaysa Wijaya
31
Membantu tim delta 1
32
Kedatangan mama mertua
33
Vienna International Airport
34
Permintaan mama mertua
35
Kembali di retas
36
Misi Danu
37
Dulu disiakan
38
Tujuan di balik penjebakan
39
Kedatangan Ael (Revisi)
40
apa tadi dia bilang? Istri, sayang?
41
Tidak ada keraguan dalam hatiku
42
Di hatimu masih ada aku
43
Hana ngambek
44
Aruna tahu Ael sudah di Bandung
45
Bertemunya sahabat lama
46
Kesalah pahaman yang terurai
47
Mereka sudah berdamai?
48
Aruna, Erisa dan Ran unjuk Gigi
49
Ael x Ciara
50
Aruna & Ciara
51
Rencana Naura via Anres
52
Insident
53
Mungkinkah ini di Sengaja?
54
Kolaborasi Ran x Eris
55
Mengintai (Masih Ran x Eris)
56
Arshaka siuman
57
Biarkan aku melindungi Kia
58
Angga & Davina ke rumah sakit
59
Pulang ke apartemen
60
Arshaka demam
61
Beri aku satu minggu
62
Kunjungan ke Market place

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!