Perjodohan yang Dipertanyakan

Di rumah mewah keluarga Grace, suasana malam yang seharusnya tenang berubah menjadi penuh emosi. Grace duduk di sofa dengan wajah kesal, menyilangkan tangan di dada, dan menatap mamanya dengan tatapan penuh keluhan.

“Ma, kayaknya Alex nggak niat deh sama perjodohan ini,” ucapnya dengan nada sebal.

Mama Grace menatap putrinya dengan sabar. “Kenapa kamu bilang begitu, sayang?”

“Dia selalu dingin setiap aku telepon! Jawabannya singkat, terkesan nggak peduli, bahkan kayaknya dia lebih tertarik ke temannya sendiri daripada aku!” Grace merengut, mengingat betapa Alex selalu menghindar setiap mereka berbicara.

Di sudut ruangan, Papa Grace yang sedang membaca koran mendongak dengan ekspresi serius. “Jadi Alex tidak menghargai perjodohan ini?”

Grace mengangguk cepat. “Iya, Pa. Rasanya dia cuma jalanin ini karena orang tuanya, bukan karena dia benar-benar mau.”

BRAK!

Papa Grace meletakkan korannya dengan kasar di meja. Wajahnya terlihat kesal.

“Anak itu keterlaluan! Seharusnya dia tahu kalau ini bukan sekadar permainan!” Tanpa pikir panjang, Papa Grace langsung meraih ponselnya dan menelepon Ayah Alex.

Sementara itu, di rumah keluarga Alex, Ayah Alex baru saja akan menikmati teh hangat ketika ponselnya berdering. Melihat nama Papa Grace di layar, ia menghela napas sebelum menjawab.

“Halo, Benjamin? Aku ingin bicara soal Alex,” suara Papa Grace terdengar tajam.

Ayah Alex menyandarkan punggungnya ke kursi. “Apa ada masalah?”

“Masalahnya, anakmu tidak serius dengan perjodohan ini! Grace bilang dia dingin, terkesan menghindar. Apa ini caranya menghormati perjodohan yang sudah kita sepakati?”

Ayah Alex mengusap dahinya, sedikit lelah. “Aku minta maaf jika Alex bersikap begitu. Aku akan bicara dengannya, dan kalau perlu, aku akan memaksanya.”

Namun sebelum ia bisa melanjutkan, Mama Alex yang mendengar pembicaraan itu langsung menyela dengan nada lembut tapi tajam.

“Tidak, jangan paksa Alex,” katanya, menatap suaminya dengan tegas.

Ayah Alex mengernyit. “Kenapa?”

Mama Alex menatapnya dalam. “Karena cinta itu nggak bisa dipaksakan. Jika Alex menikah tanpa cinta, pernikahan ini nggak akan bahagia. Apakah itu yang kita inginkan?”

Ayah Alex terdiam. Ia tahu istrinya benar, tapi sebagai seorang ayah, ia juga punya kekhawatiran sendiri.

“Aku hanya ingin melihat Alex menikah sebelum aku benar-benar tua...Aku ingin melihatnya bahagia,” katanya dengan suara lelah.

Mama Alex menggenggam tangan suaminya. “Biarkan dia menemukan kebahagiannya dengan caranya sendiri.”

Ayah Alex terdiam lama, lalu akhirnya menghela napas panjang. Ia kembali ke telepon.

“Baiklah, aku akan bicara baik-baik dengan Alex. Tapi aku tidak akan memaksanya.”

Di ujung telepon, Papa Grace mendengus. “Hmph. Kita lihat saja nanti. Aku hanya tidak mau keluarga kita dipermalukan.”

Setelah telepon ditutup, Grace menatap ayahnya dengan penuh harap. “Jadi, gimana, Pa?”

Papa Grace mengusap mukanya" Kita lihat saja nanti."

_____

Malam itu, Alex tiba di rumah dengan langkah berat. Setelan jasnya masih rapi, tetapi wajahnya penuh kelelahan. Ia hanya ingin masuk ke kamar, melepas penat, dan mengabaikan dunia.

Namun, baru saja melewati ruang tamu, suara berat Ayahnya menghentikannya.

“Alex, kita perlu bicara.”

Alex menoleh dengan malas. “Bukan sekarang, Dad. Aku capek.”

Ayahnya bangkit dari sofa, menatapnya tajam. “Aku tidak peduli seberapa capek kau. Aku ingin tahu, bagaimana hubunganmu dengan Grace?”

Alex mendesah panjang, mengusap wajahnya. “Dad, aku nggak suka dibahas soal ini terus.”

“Tapi ini pernikahanmu, Alex! Kau pikir ini hal sepele?! Kau sudah berbicara dengan Grace berkali-kali, tapi kau tetap dingin padanya! Apa yang sebenarnya kau inginkan?!”

Alex mulai kehilangan kesabaran. Rahangnya mengeras, matanya menyala marah. “Yang aku inginkan? Aku ingin hidupku sendiri! Aku ingin memilih pasangan hidupku sendiri tanpa paksaan!”

Ayahnya melangkah mendekat dengan ekspresi geram. “Kau pikir kau bisa hidup seenaknya?! Aku ingin kau menikah sebelum aku semakin tua! Aku ingin melihatmu berkeluarga sebelum aku...”

“Cukup, Dad!” Alex membentak, tangannya terkepal. “Kenapa harus aku yang selalu menuruti kemauanmu?! Apa aku ini hanya boneka yang bisa kau atur sesuka hati?! Aku muak dengan semua ini!”

BRUGH!

Tiba-tiba, Ayahnya terhuyung ke belakang, tangannya mencengkeram dadanya dengan kuat. Wajahnya menegang, napasnya tercekat.

“Dad?!” Alex terbelalak, tubuhnya langsung menegang.

Ayahnya mencoba berdiri tegak, tetapi kakinya lemas. Seketika tubuhnya ambruk ke lantai.

“MOM.!!! MOMMY...!!!” Alex berteriak panik.

Dari lantai atas, Mama Alex keluar dari kamar dengan wajah kaget. Begitu melihat suaminya tergeletak di lantai, dia menjerit histeris.

“BEENN....”

Alex langsung berlutut, menyangga tubuh Ayahnya yang mulai pucat. “Dad, bertahan! Tolong bertahan!”

Ayahnya mencoba berbicara, tetapi hanya suara serak yang keluar dari bibirnya.

Tangannya gemetar saat mengambil ponselnya, jari-jarinya hampir tak bisa menekan angka dengan benar. “AMBULANS! Tolong! Ayah saya tiba-tiba jatuh! Segera ke rumah kami.................."

Mama Alex menggenggam tangan suaminya erat, air matanya jatuh tanpa henti. “Jangan pergi... Jangan tinggalkan kami, Benjamin...”

Alex merasa jantungnya berdebar keras. Ini salahku...Ini semua salahku...

Suara sirene ambulans menggema dari kejauhan.

*****

Hai.... readers...

tolong like dan komen ya.. novelku 🥰

Episodes
1 Visual
2 Ada Rasa Dalam Pandangan Pertama
3 Menulis Diary
4 Pertemuan di Rumah Sakit
5 Jawaban untuk Pertanyaan Sulit
6 Pria Tanpa Cinta
7 Kepulangan Grace
8 Pengakuan yang Tak Terduga
9 Curhatan Grace
10 Cinta Diam-Diam
11 Rasa yang Mulai Berkembang
12 Pertemuan dengan Teman
13 Perjodohan yang Dipertanyakan
14 Ketakutan yang Menyesakkan
15 Drama tanpa Cinta
16 Di Antara Prioritas dan Janji
17 Malam yang Panjang dirumah Sakit
18 Tidak Perlu Berharap Terlalu Banyak
19 Akhirnya Bisa Bernapas
20 Kembali ke Cafe
21 Bara Dalam Cemburu
22 Rencana Licik Grace
23 Investasi atau alasan tersembunyi
24 Perhatian Lebih
25 Cari Informasi
26 Pengakuan
27 Mengenalkan Laura
28 Rencana Ulang Tahun Alex
29 Ulang Tahun Alex
30 Syair yang Indah
31 Mengambil Keputusan
32 Meragukan Perjodohan
33 Makin Mencintaimu
34 Pertemuan di Mini Market
35 Pengakuan
36 Diantara Ungkapan Perasaan Masing-masing
37 Bernyanyi bersama
38 Pesan yang Mengusik hati
39 Rencana sepihak
40 Penculikan Bella
41 Surat Perjanjian
42 Tempat di hati
43 Jangan Berharap Cinta Dariku
44 Merasa Diatas Angin
45 Mengincar Alex
46 Gelaran Busana Ny Victoria
47 Perbincangan di Mobil
48 Kecurigaan Edward
49 Menceritakan Semuanya
50 Pertemuan di Restoran
51 Hampa
52 Pengakuan
53 Momen Makan Siang
54 Aku Cinta Padamu
55 Undangan ke Cafe
56 Diary Bella
57 Kedatangan George
58 Permainan yang Lebih Besar
59 Mengetahui Kebenaran
60 Kemarahan George
61 Penuh dengan Pertanyaan
62 Persahabatan dan Musik
63 Undangan Pernikahan
64 Kegundahan
65 Sindiran yang Mengancam
66 Hari Pernikahan
67 Kekecewaan Malam Pertama
68 Kekacauan Pagi Hari
69 Berhadapan Dengan Kenyataan
70 Pulang ke rumah
71 Masalah Perusahaan
72 Perasaan Bersalah
73 Kesiangan
74 Perilaku yang Aneh
75 Sedikit Pertengkaran
76 Bertemu Laura di Bank
77 Rencana berkonsultasi
78 Konsultasi di Cafe
79 Semakin Tertarik
80 Grace Kembali
81 Belum Ada Penyelesaian
82 Kata-Kata Bijak
83 Perasaan Kesal
84 Bertengkar Lagi
85 Memcari Tahu yang Sebenarnya
86 Tidak Boleh Ada Perceraian
87 Menuruti Keinginan Grace
88 Kepuasan yang Semu
89 Jejak Dari Italia
90 Penolakan
91 Daniel Mengungkap Fakta kepada Alex
92 Amarah yang Memuncak
93 Rumah yang Tak Lagi Menenangkan
94 Luka yang Tak Terlihat
95 Kehancuran Hati
96 Pecahnya Benteng Pertahanan
97 DEAR READERS
98 Sekarang Aku Mengerti
99 Meninggalkan Sepotong Hati
100 Ancaman untuk Bella
101 Mencoba Memperbaiki Hubungan
102 Langkah yang Tak Bisa Ditunda
103 Dendam yang Membakar
104 Tak Ada Lagi Tempat Bersembunyi
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Visual
2
Ada Rasa Dalam Pandangan Pertama
3
Menulis Diary
4
Pertemuan di Rumah Sakit
5
Jawaban untuk Pertanyaan Sulit
6
Pria Tanpa Cinta
7
Kepulangan Grace
8
Pengakuan yang Tak Terduga
9
Curhatan Grace
10
Cinta Diam-Diam
11
Rasa yang Mulai Berkembang
12
Pertemuan dengan Teman
13
Perjodohan yang Dipertanyakan
14
Ketakutan yang Menyesakkan
15
Drama tanpa Cinta
16
Di Antara Prioritas dan Janji
17
Malam yang Panjang dirumah Sakit
18
Tidak Perlu Berharap Terlalu Banyak
19
Akhirnya Bisa Bernapas
20
Kembali ke Cafe
21
Bara Dalam Cemburu
22
Rencana Licik Grace
23
Investasi atau alasan tersembunyi
24
Perhatian Lebih
25
Cari Informasi
26
Pengakuan
27
Mengenalkan Laura
28
Rencana Ulang Tahun Alex
29
Ulang Tahun Alex
30
Syair yang Indah
31
Mengambil Keputusan
32
Meragukan Perjodohan
33
Makin Mencintaimu
34
Pertemuan di Mini Market
35
Pengakuan
36
Diantara Ungkapan Perasaan Masing-masing
37
Bernyanyi bersama
38
Pesan yang Mengusik hati
39
Rencana sepihak
40
Penculikan Bella
41
Surat Perjanjian
42
Tempat di hati
43
Jangan Berharap Cinta Dariku
44
Merasa Diatas Angin
45
Mengincar Alex
46
Gelaran Busana Ny Victoria
47
Perbincangan di Mobil
48
Kecurigaan Edward
49
Menceritakan Semuanya
50
Pertemuan di Restoran
51
Hampa
52
Pengakuan
53
Momen Makan Siang
54
Aku Cinta Padamu
55
Undangan ke Cafe
56
Diary Bella
57
Kedatangan George
58
Permainan yang Lebih Besar
59
Mengetahui Kebenaran
60
Kemarahan George
61
Penuh dengan Pertanyaan
62
Persahabatan dan Musik
63
Undangan Pernikahan
64
Kegundahan
65
Sindiran yang Mengancam
66
Hari Pernikahan
67
Kekecewaan Malam Pertama
68
Kekacauan Pagi Hari
69
Berhadapan Dengan Kenyataan
70
Pulang ke rumah
71
Masalah Perusahaan
72
Perasaan Bersalah
73
Kesiangan
74
Perilaku yang Aneh
75
Sedikit Pertengkaran
76
Bertemu Laura di Bank
77
Rencana berkonsultasi
78
Konsultasi di Cafe
79
Semakin Tertarik
80
Grace Kembali
81
Belum Ada Penyelesaian
82
Kata-Kata Bijak
83
Perasaan Kesal
84
Bertengkar Lagi
85
Memcari Tahu yang Sebenarnya
86
Tidak Boleh Ada Perceraian
87
Menuruti Keinginan Grace
88
Kepuasan yang Semu
89
Jejak Dari Italia
90
Penolakan
91
Daniel Mengungkap Fakta kepada Alex
92
Amarah yang Memuncak
93
Rumah yang Tak Lagi Menenangkan
94
Luka yang Tak Terlihat
95
Kehancuran Hati
96
Pecahnya Benteng Pertahanan
97
DEAR READERS
98
Sekarang Aku Mengerti
99
Meninggalkan Sepotong Hati
100
Ancaman untuk Bella
101
Mencoba Memperbaiki Hubungan
102
Langkah yang Tak Bisa Ditunda
103
Dendam yang Membakar
104
Tak Ada Lagi Tempat Bersembunyi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!