Menurut Umbar menjadi bagian dari reserse memang begitu menyenangkan dimana kita dituntut untuk menyelidiki satu kasus yang notabene nya rumit diselesaikan dalam waktu satu hari, karena untuk menuntaskan satu kasus tersebut diperlukan keahlian serta kepiawaian yang maksimal dan ideal.
"Reserse Umbar, kemana saja kau hari ini? Aku baru melihat mu malam ini dan disaat yang lain akan pulang kerumahnya kau malah datang ke kantor."
Tanya satu timnya bernama Anton saat melihat Umbar yang baru masuk ke dalam ruangan khusus tim mereka dan yang ditanya pun langsung duduk begitu saja di kursi kerjanya.
"Hei apa kau pura pura tidak mendengarkan apa yang tadi aku katakan?"
Umbar dan Anton sendiri sudah saling kenal selama lima tahun lebih dan di ruangan yang mereka beri nama Bahaduri ini hanya ada mereka saja.
Singkat saja reserse Bahaduri berjumlah empat orang dan setiap tim reserse yang dibentuk oleh Kapten Hadi akan diberikan ruangan khusus contohnya seperti Bahaduri (Pahlawan).
Umbar menjawab pertanyaan tadi setelah ia menyamankan posisi duduk terlebih dahulu sembari tangannya mulai menyalakan komputer yang ada dihadapannya.
"Tadi pagi aku ada acara keluarga yang tidak bisa di tinggalkan. Lagipula kalau aku datang kesini pagi pun tidak ada kerjaan yang harus aku bereskan. Jadi aku pikir datang malam seperti ini lebih baik, sama ada file yang harus aku copy dari komputer kantor ke flashdisk aku kalau sudah selesai nanti aku akan pulang lagi."
Anton menganggukkan kepalanya beberapa kali untuk mengisyaratkan bahwa ia mendengar baik penjelasan dari Umbar.
Padahal hari ini umbar begitu banyak acara dari mulai menemui Amang sampai berakhir di rumah orang tua raga.
Umbar sedang berbohong.
"Kau sendiri kenapa belum pulang? Apa kau sudah datang dari pagi buta?" Sambung Umbar bertanya balik kepada Anton.
"Aku emang datang pagi tapi hanya sebentar kira kira disini sampai jam sebelas siang dan pulang lagi ke rumah. Lalu aku dipanggil lagi oleh office suruhan Kapten Hadi untuk piket malam bersama perwakilan divisi yang lainnya. Tadinya pun Kapten Hadi meminta office untuk menghubungi kau untuk piket malam ini tapi pihak office berkata kau susah dihubungi nomer telpon kantor mu tidak aktif, aku pun mencoba menelpon nomer pribadimu tapi sama tidak aktif, pihak office berpikir kau sedang sakit tanpa ada pemberitahuan kepada mereka tapi menurut aku sepertinya kau sedang ada masalah?"
"Aku lupa pemberitahuan kepada pihak office tentang acara keluarga aku pagi tadi."
"Apakah bener ada acara keluarga atau ada hal yang kau tutupi kepada ku? Jika ada beritahu aku kita sudah bekerja sama selama lima tahun, apakah kau tidak percaya lagi kepada ku sampai kau merahasiakan apa yang sedang kau kerjakan ini. Aku tahu kalau kau ini sedang berbohong, jadi ayo katakanlah apa yang kau rahasiakan kepada ku."
Nampaknya benar sepintar-pintarnya tupai melompat akhirnya akan jatuh juga. Pribahasa itu sekarang sedang menggambarkan apa yang sedang disembunyikan oleh Umbar padahal ia baru merahasiakan ini satu hari tapi sudah terendus baunya oleh Anton.
"Kau memang pintar membaca situasi seseorang. Tidak salah Kapten Hadi selalu memberikan mu reward atas apa yang kau lakukan."
"Jadi bener kau sedang membunyikan sesuatu dan merahasiakan dari ku?"
Umbar mengangguk ragu.
"Apa yang kau sedang sembunyikan? Kasus yang aneh lagi? Atau kasus Raga?"
"Kasus Raga."
Seketika itu Anton langsung menarik kursi yang sekarang sedang di duduki lalu merapatkan posisinya lebih dekat lagi dengan Umbar.
"Bisakah kau tidak melakukan hal seperti ini, tubuh mu besar."
Mendengar hal itu Anton memundurkan kursi dan tubuh sedikit dari Umbar. Sebelum umbar membuka pembicaraan, Anton memastikan terlebih dahulu bahwa pintu ruangan mereka terkunci lalu kembali duduk di dekat Umbar.
"Aman hanya ada kita berdua diruang ini. Ingat kita sering melakukan kasus diluar perintah Kapten Hadi. Jadi kau tidak usah ragu lagi menceritakan
semua kepada ku." desak Anton.
Dan yang dikatakan oleh Anton tadi memang benar adanya mereka berdua kerap memecahkan kasus tanpa sepengetahuan Kapten Hadi dan apa yang mereka lakukan itu kasusnya pun terpecahkan meski semuanya tidak berjalan mulus tapi dari hal ini mereka mengetahui bahwa ada sesuatu berbahaya di dunia ini yang tidak bisa ditangani begitu saja dan mereka melakukan ini jika kasus yang mereka tangani ditutup begitu saja oleh pihak pusat lalu mereka akan melanjutkan penyelidik dengan fakta baru yang ditemui dan tentunya mereka menggunakan orang kedua untuk melaporkan kembali agar mereka tidak dicurigai. Lalu dibuka kembali kasusnya sampai keadilan dipegang nyata oleh korban maupun pihak yang dirugikan.
"Apa kau percaya jika kasus Raga ini adalah kesengajaan oleh oknum yang berkuasa?" Ucap Umbar
"Sedikit percaya."
"Sebelum aku berbicara terlalu jauh kau harus ingat bahwa tadinya pun aku tidak akan memberitahu siapa pun termasuk kau tentang apa yang akan ku lakukan untuk kasus Raga ini. Karena aku takut jika memberitahu orang kantor mereka pasti akan menepis dan menyangka bahwa kasus Raga ini memang kejahatan umum yang dilakukan oleh pengedar obat terlarang. Saat Raga menghilang pun orang orang berpikir bahwa dia kabur, awalnya aku berpikir seperti itu namun ketika aku selalu bertemu dengan Amang, seseorang yang dekat Raga. Dia seperti tidak percaya hal buruk ini menimpa kepada Raga dan dari situ aku menyimpulkan kemungkinan kemungkinan bahwa Raga ini dijebak semacam di kambing hitamkan. Aku menarik besar hal itu dari sejumlah prestasi yang ia torehkan semasa di sekolahnya. Catatan prestasi dari sekolah pun ada, kau juga membaca sendiri kan."
"Lalu?" Penasaran Anton
"Saat ditutup nya kasus Raga entah kenapa perasaan ku merasa sesak. Aku bertemu dengan anak itu hanya sekali saja kau juga menemuinya bukan bahkan kau bilang saat kau mewawancarai Raga, kau tidak bisa merasakan kebohongan dari raut wajah nya yang kau rasakan hanya tekanan saat anak itu bicara."
Anton masih setia mendengar penjelasan dari Umbar.
"Tepat tadi pagi aku bertemu dengan Amang membicarakan sesuatu tentang hal hal yang buruk menimpa Raga. Sampai siangnya aku kembali mendatangi sekolah Raga dengan surat tugas yang aku palsukan. Disana aku mewawancarai kembali beberapa siswa yang ku curiga termasuk siswa yang melaporkan Raga kepada kepala sekolah lalu kau wawancarai siswa tersebut, kau masih ingat kan?"
"Ya aku masih mengingatnya. Wisnu namanya."
"Sampai pada intinya aku diantarkan oleh siswi bernama Desi, bisa dibilang dulu dia pacarnya Raga untuk mendatangi rumah asli orang tuanya dan ini juga kau tahu sendiri bukan alamat rumah orang tuanya Raga tidak jelas di catatan sipil."
"Iya, lalu apa yang kau lakukan setelah bertemu dengan orang tua Raga?Apakah dia lelaki yang waktu itu melaporkan anaknya (Raga) hilang."
"Bukan ini ibunya, nama dia Weni. Aku kembali mewawancarai nya dengan seksama. Sampai pada akhir obrolan kita, ibunya memberitahu bahwa pagi setelah dia mendapatkan surat edaran lalu mengatakan bahwa semua kasus anaknya di tutup, malamnya datang seseorang yang lagi lagi tidak dia kenali memberikan koper mini berisikan sejumlah uang dengan pecahan seratus ribu dan yang menariknya tidak hanya uang saja tetapi ada sepucuk surat yang bertuliskan.."
Kemudian Umbar mengeluarkan ponselnya yang ia taruh di celana saku depannya lalu membuka menu photo dan menunjukkan hasil photo terbaru tentang isi surat yang ia maksud.
Anton membaca dengan seksama
"Jadi kau tadi pagi sampai sore melakukan hal ini tanpa sepengetahuan siapapun termasuk kau tidak ingin memberitahu ku?"
"Ya, aku melakukan ini karena aku penasaran. Kasus Raga ini sangat menarik dan banyak rahasia yang harus dipecahkan. Jika kau tidak tertarik dan tidak mau membantu tidak jadi masalah tapi tolong jangan kau sebarkan rencana ku."
"Siapa bilang aku tidak tertarik. Aku akan membantu mu tapi tolong jangan bergerak sendiri seperti ini. Kau bisa dalam bahaya apalagi setelah aku membaca surat yang kau photo ini, dan sepertinya kasus obat terlarang dan hilangnya Raga masih dilakukan dengan orang yang sama." Ungkap Anton
"jadi?" Tanya Umbar
"Kita pecahkan kasus Raga ini secara diam diam. Sampai kita menemukan fakta baru berkerja sama kembali dengan orang kedua lalu dibuka kembali oleh pihak pusat. Itukan yang sering kita lakukan?"
Meksipun Bahaduri berjumlah kan empat orang anggota namun dua anggota ini selalu bermain dibelakang atasannya yaitu Kapten Hadi untuk memecahkan sebuah kasus yang telah ditutup. Tujuan begitu mulia mencari keadilan yang hilang dan sejauh mereka melakukan ini belum pernah ada kejadian mereka tertangkap basah. Walaupun tujuan mereka benar namun aksi mereka ini bisa saja dituntut oleh pihak pusat karena melakukan tugas diluar wewenang.
"Ini baru duo Bahaduri." Bangga Umbar
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments