glontang!!

"Tapi ga ada siapa siapa, yang melotot sama bagas." ucap galih

"Ada kak baik. tadi temen mas anjas ada, sekarang udah pergi, bukan cuma kali ini aja temen mas anjas melototin bagas, tapi sudah sering setiap bagas ketemu sama mas anjas pasti di belakang mas anjas ada temenya melototin bagas serem banget." ucap bagas mengadu ke galih.

Para warga berbisik bisik mendengar ucapan bagas.

Galih melirik anjas, anjas juga menatap galih mereka berdua beradu tatapan sesaat, galih terus memandangi anjas.

Tiba tiba galih melihat sekilas bayangan masa lalu.

Nampak wanita muda yang di lihat galih tadi subuh saat akan berangkat ke masjid, menggendong bayi yang terus menangis. bayangan masa lalu tersebut hanya secara singkat lalu menghilang. Galih memutuskan kontak mata dengan anjas.

"Udah tenang aja, ada kakak di sini." sama ibu bagas jangan takut ucap galih.

Bagas kembali tenang, entah kenapa perasaan bagas setiap berada di dekat galih sangat tenang, dan seperti ada yang melindungi. Setelah bagas tenang bu asih menghampiri anjas.

Seketika anjas kembali menunduk, karena melihat wajah bu asih yang tidak bersahabat.

"Denger sendiri kan, itu semua karena kamu!!" bentak bu asih

"Istighfar." bu ucap galih

"Diem kamu!!" bentak bu asih

"Gara gara kamu bagas sekarang rewel, pasti temen yang di maksud bagas itu arwah ibu kamu." ucap bu asih

Anjas ingin menyahuti ucapan bu asih tetapi langsung di potong. "Mau ngomong apa lagi kamu. Ibunya jadi setan anaknya kelakuanya kaya setan, dasar anak setan." ucap bu asih dengan suara keras.

"Astagfirullah." ucap galih dan beberapa warga.

Tiba tiba.

Glontang!!!

terdengar suara seperti panci jatuh dari dalam rumah anjas, anehnya suara itu terdengar sangat nyaring.

Para warga termasuk galih kaget, mendengar suara panci jatuh yang terdengar sangat nyaring.

Anjas mengerutkan keningnya pasalnya tidak ada siapa siapa di rumahnya, tidak mungkin juga kucing karena pintu sudah di kunci oleh anjas.

Tidak satu suara saja yang terdengar, setelah beberapa detik suara panci jatuh yang terdengar sangat nyaring, kembali terdengar.

Glontang!!! glontang!!!

Pyar!! pyar!!

suara benda benda jatuh, dan gelas gelas yang seperti pecah. terdengar dari dalam rumah anjas.

"seperti ada yang mengamuk." ucap galih dalam hati.

Mendengar suara seperti orang mengamuk, Warga langsung pada lari terbirit birit, baik bapak bapak, ibu ibu maupun, anak anak. Bu asih lari paling cepat bagas juga sudah di gendongnya. Menyisakan galih, dan anjas di depan rumah anjas.

Beberapa detik kemudian bunyi seperti benda jatuh, dan barang barang yang pecah sudah tidak terdengar.

"Ada apa ini?" tanya galih dalam hati

Galih melirik anjas, nampak anjas memandangi pintu rumahnya lalu maju hendak melihat apa yang terjadi di dalam. galih mengikuti anjas dari belakang.

Krieetttt!!.... bunyi pintu yang di buka oleh anjas.

Nampak ruang tamu masih rapih, bahkan sangat bersih seolah tidak ada satu debu pun di sana.

Anjas berjalan ke arah dapur, sementara galih menunggu di depan pintu rumah.

Galih melihat sekeliling ruang tamu rumah anjas, dari pojok ruangan galih melihat bingaki foto yang berdiri di meja kecil, galih menghampiri bingkai foto tersebut lalu ia melihatnya secara dekat.

Nampak foto wanita muda tersenyum manis Tanpa ada gigi yang terlihat, wanita dalam foto tersebut sama seperti wanita yang di lihat galih waktu galih hendak pergi ke masjid.

Beberapa detik galih melihat foto tersebut, Tiba tiba foto wanita yang tadinya menampakan senyum manis, perlahan bergerak menyeriangai lebar pipinya seperti sobek dan nampak gigi gigi yang berdarah.

"Astagfirullah!!" ucap galih. galih reflek membuang bingkai tersebut di Sofa.

"Ada apa mas?" tanya anjas yang tiba tiba datang.Galih melirik anjas.

"Ga papa njas, emm nama kamu anjas yah?" tanya galih

"Iya mas, nama saya anjas kalau mas siapa? mas kayanya bukan orang sini." tanya anjas.

"Nama mas, galih mas pindahan dari bekasi ke sini, mas tinggal di rumah kontrakanya bu maya, oh yah itu foto siapa njas?" tanya galih sambil menunjuk bingkai foto yang berada di Sofa.

Anjas mengambil bingkai foto tersebut, galih melirik bingkai tersebut nampak fotonya kembali seperti semula.Detak jantung galih berdetak dengan sangat cepat.

"Ini foto ibu saya mas, namanya diajeng." ucap anjas tiba tiba air matanya menetes.

Galih heran melihat air mata anjas menetes

"Terus di mana ibu kamu."

"I..ibu saya udah ga ada mas, sejak umur saya tujuh tahun." ucap anjas dengan derai air mata yang sudah tidak dapat di bendung.

Mulut galih menganga, pasalnya dia melihat wanita muda sama persis seperti di foto itu waktu pergi sholat subuh. galih ingin banyak bertanya pada anjas tetapi karena melihat anjas yang sepertinya sangat terpukul galih memilih diam.

"Maaf yah njas, mas ga tau." ucap galih

"Iya mas ga papa mas, ibu saya udah lama meninggal, tetapi banyak warga yang di hantui oleh arwah ibu saya, mereka semua banyak yang menyalakan saya. ucapan bu asih udah biasa bagi saya, bahkan itu sudah menjadi makanan sehari hari."

"Entah perasaan dari mana galih reflek memeluk anjas, dan di balas pelukan yang sangat erat oleh anjas."

Anjas menangis dalam pelukan galih, tanpa terasa air mata galih juga menetes. ketakutan yang sempat tadi ia rasakan saat melihat senyum seringai tiba tiba hilang begitu saja entah karena apa. Setelah beberapa detik berpelukan anjas melepasakan pelukanya pada galih.

Galih memegang kedua pipi anjas, galih mengusap air mata yang membasahi pipi anjas.

"Kamu ga sendiri njas, ada mas kamu pengin tahu kenapa mas bisa pindah kesini?" tanya galih. Anjas mengangguk.

"Tapi kamu jangan cerita ke siapa siapa yah." ucap galih. Anjas kembali mengangguk.

"Sebenarnya mas ini berasal dari keluarga kaya di kota bekasi, mas di buang oleh keluarga mas sendiri, karena fitnah dari kakak dan adik mas sendiri. Kehidupan mas di bekasi ga nyaman karena terus di ganggu oleh kakak dan adik mad, makanya mas memilih hidup di desa agar terhindar dari adik dan kakak mas. Mas tidak mennyangka adik dan kakak mas yang sudah sangat mas sayangi, sangat tulus malah menusuk mas dari belakang." ucap galih tanpa terasa air matanya kembali menetes.

Anjas benar benar terkejut mendengar cerita galih, ternyata bukan cuman dia yang sendiri tetapi galih juga sendiri, ironisnya lagi galih di khianati oleh adik dan kakanya sendiri, jika saja ia yang berada di posisi galih mungkin saja dia sudah sangat putus asa. Anjas mengelap air mata galih.

"Ga papa bang, kita jalani hidup kita yang keras ini bersama. anjas sekarang udah anggap mas galih seperti abang anjas sendiri, mas juga boleh anggap anjas sebagai adik mas sendiri." ucap anjad sambil tersenyum ke arah galih.

Galih tersenyum mereka berdua berpelukan dan menangis bersama. derai butiran air mata yang berjatuhan sudah tidak dapat di hitung, saat ini kondisi hati galih dan anjas benar benar sangat rapuh.

Terpopuler

Comments

Fano Jawakonora

Fano Jawakonora

lebay gali dn anjas

2025-03-04

1

lihat semua
Episodes
1 gagal!!,gagal!!,gagal!!.
2 pergi
3 tawa misterius
4 senyum seringai galih
5 teman mas anjas??
6 glontang!!
7 maaf
8 makhluk aneh
9 teror pocong hitam.
10 manusia berkepala harimau
11 diajeng
12 perawan tua
13 fauziah
14 wenggoro
15 kehadiran sosok misterius
16 maha kasih
17 mengukapkan perasaan
18 doni??
19 lingga vs nyai lestari
20 galih in action
21 apa lihat lihat
22 menyelamatkan neta
23 sekali telan
24 pusaka hidup
25 deduksi pak jono
26 kera
27 natalia dan reihan
28 pertarungan sengit di hutan sekitar desa pener
29 flashback on
30 mukthi utowo mati
31 harimau menangis
32 pilu
33 adik angkatku?
34 pembalasan
35 pertarungan yang seimbang
36 condromowo vs azazel
37 galih mode serius
38 Garam?
39 dilema
40 galih vs keluarga pratama
41 galih dan mantan
42 kedatangan galih dan fauziah di mansion keluarga pratama
43 ajian rogo sukmo
44 keris empu gandring
45 curhat bersama fauziah kw
46 arti cinta sejati
47 pernikahan
48 "ini baru permulaan."
49 pengantin baru
50 amarah galih
51 keturunan ken arok
52 amarah galih 2
53 karto, basuki, dan purnomo
54 keanehan mas galih
55 marta hilang
56 kumpul di balai desa
57 marta di temukan
58 galih ada hubunganya
59 Galih vs sosok bertopeng panji asmorobangun.
60 kujang suro waseso
61 bencana
62 keadaan desa
63 menghadang jalan
64 putri dan topeng panji asmorobangun
65 mencret
66 bukan ketiganya
67 jin penari
68 panik-panik
69 rahayu
70 terungkap
71 obat kuat
72 langkah awal balas dendam basuki
73 jin Qorin budiman
74 mati akibat ulahnya sendiri
75 sulitnya pemakaman basuki
76 nita
77 teror arwah basuki
78 teror arwah basuki 2
79 rencana meminta maaf
80 jupri yang malang
81 ajian merias wajah
82 kesedihan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
gagal!!,gagal!!,gagal!!.
2
pergi
3
tawa misterius
4
senyum seringai galih
5
teman mas anjas??
6
glontang!!
7
maaf
8
makhluk aneh
9
teror pocong hitam.
10
manusia berkepala harimau
11
diajeng
12
perawan tua
13
fauziah
14
wenggoro
15
kehadiran sosok misterius
16
maha kasih
17
mengukapkan perasaan
18
doni??
19
lingga vs nyai lestari
20
galih in action
21
apa lihat lihat
22
menyelamatkan neta
23
sekali telan
24
pusaka hidup
25
deduksi pak jono
26
kera
27
natalia dan reihan
28
pertarungan sengit di hutan sekitar desa pener
29
flashback on
30
mukthi utowo mati
31
harimau menangis
32
pilu
33
adik angkatku?
34
pembalasan
35
pertarungan yang seimbang
36
condromowo vs azazel
37
galih mode serius
38
Garam?
39
dilema
40
galih vs keluarga pratama
41
galih dan mantan
42
kedatangan galih dan fauziah di mansion keluarga pratama
43
ajian rogo sukmo
44
keris empu gandring
45
curhat bersama fauziah kw
46
arti cinta sejati
47
pernikahan
48
"ini baru permulaan."
49
pengantin baru
50
amarah galih
51
keturunan ken arok
52
amarah galih 2
53
karto, basuki, dan purnomo
54
keanehan mas galih
55
marta hilang
56
kumpul di balai desa
57
marta di temukan
58
galih ada hubunganya
59
Galih vs sosok bertopeng panji asmorobangun.
60
kujang suro waseso
61
bencana
62
keadaan desa
63
menghadang jalan
64
putri dan topeng panji asmorobangun
65
mencret
66
bukan ketiganya
67
jin penari
68
panik-panik
69
rahayu
70
terungkap
71
obat kuat
72
langkah awal balas dendam basuki
73
jin Qorin budiman
74
mati akibat ulahnya sendiri
75
sulitnya pemakaman basuki
76
nita
77
teror arwah basuki
78
teror arwah basuki 2
79
rencana meminta maaf
80
jupri yang malang
81
ajian merias wajah
82
kesedihan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!