Di sore menjelang malam.....
Carine sudah menyusun rencana dan mengambil beberapa dokumentasi siang tadi, ketika terjadi adu lempar antara buru dan warga. sangat tragis bukan.
sekarang Carine berada di dekat-dekat pembangunan, memakai topi dan juga masker. serta kamera di tangannya, Carine menyusuri tanpa menjeda setiap inci proyek Tuan Muda.
beberapa waktu Carine menjalani kegiatannya, tak jauh dari tempatnya, pintu masuk perumahan. mobil sport mewah memarkir di depan, terlihat seorang pria muda, tampan dan gagah turun sembari melangkah masuk. mengecek lapangan dengan matanya sendiri, semuanya aman. laporan dari manajernya.
Carine melihat dan mengenali siapa yang turun, dengan cepat Carine bersembunyi di semak-semak belukar. dari tempatnya, seseorang mengagetkan Carine dengan mukul pundaknya.
"Heii Dek Bule, apa yang kau lakukan saat mau magrib begini. dimana kau tinggal, sepertinya aku tidak pernah melihatmu. apa kau orang-orang mereka?" Tanya pemuda desa dengan bakul yang masih setia di pundaknya, menandakan Ia baru dari ladang.
"Maaf Kak, aku penduduk lokal Indonesia. bukan, aku hanya sedang bersembunyi saja." Tutur Carine tersenyum simpul, sudah berapa banyak yang mengatainya bule. padahal wajahnya biasa saja.
"penduduk lokal? berarti wajahmu langkah sekali yah. bibit unggul ini mah, gak baik diluar saat menjelang mau magrib begini. pulang ke rumah, jangan berkeliaran. jam segini main petak umpet."Tutur sang pemuda kemudian mendapat anggukan dari Carine yang masih dengan posisi jongkok di semak-semak.
Kemudian pemuda tersebut berlalu meninggalkan Carine yang masih setia di tempatnya. "Main petak umpet? permainan macam apa itu." Tutur Carine merasa bingung dengan ucapan pemuda yang sudah melewatinya itu.
Carine berdiri dan membersihkan bokongnya dari bekas-bekas rumput yang tak sengaja menempel, padahal Carine hanya jongkok. hari sudah mulai malam, Carine harus kembali ke rumah Pak Herman dan Bu Narti. ketika baru saja berdiri satu menit, Tuan Muda dan sekertaris Alan keluar dari dalam pintu keluar proyek.
Netra Tuan Muda menangkap sosok Carine, seketika ketiganya terpaku beradu pandang. sekertaris Alan melihat sumber tatapan Tuan Muda. Carine memegang maskernya dan mengangkatnya sampai mendekati kedua mata. topi di turunkan agar wajahnya tak dapat dilihat.
"Alan, sepertinya aku mengenal postur tubuh itu. siapa dia dan sedang apa disana sendirian." Ujar Reno menatap intens, aneh sekali. padahal jalanan mulai sunyi. entah kenapa, suasana hati dan jantung Reno berdebar tak karuan. tanda apa ini, karena penasaran. "masuk dan tunggu di mobil, aku mau memastikan siapa dia." Tutur Reno menyuruh sekertaris Alan menunggunya di mobil.
"Tapi Tuan, bagaimana kalau.. " Ujar sekertaris Alan terpotong. "Tunggu di kemudimu." Ujar Reno lagi dengan suara lebih menekan.
"Biar saya saja Tuan," Tutur Alan supaya Tuannya tidak repot-repot mengecek orang random di saat mulai malam begini. "Kau tak dengar!!!!" Kini Reno mulai emosi. "maaf Tuan Muda." Alan masuk mobil dengan segera menyalakan lampu mobilnya. hingga cahayanya terkena tubuh Carine yang masih berdiri kaku.
Reno melangkah mendekati wanita tersebut dengan penasaran.
"Aduhh, Tuan Muda pake kesini segala. kenapa tidak langsung pergi sih, bukannya aku sudah berdiri dan tak lari supaya tidak terlihat mencurigakan." Umpat Carine mulai panas dingin, jantungnya berdetak tak karuan. takut bila ketahuan Ia memata-matai kinerja Tuan Muda, mampus. akan menambah kebencian Tuan Muda yang memang sudah membencinya sedari dulu.
Carine mulai mengambil ancang-ancang untuk melarikan diri, namun dengan langkah panjang Reno. segera menarik lengan Carine dan menahan tubuh wanita itu agar tidak kabur. "Lepaskan saya Tuan, saya mau pulang kerumah." Ujar Carine sudah ketakutan.
"Kau siapa?" Tanya Reno seperti mengenali suara wanita di dalam dekapan tangannya, tidak asing.
"Warga sinih, lepaskan Tuan. sakit!" Keluh Carine sembari merintih, berusaha lepas dari dekapan Tangan Tuan Muda.
Srekkk!!! Srekkk!!
Topi yang Carine gunakan di hempaskan begitu saja, Masker Carine ditarik lepas oleh Tuan Muda, seketika kedua manik mata Reno dan Carine beradu pandang. jantung memacu kuat di dalam sana, pada pemilik tubuh Masing-masing. Reno dengan mata elangnya menelisik wajah Carine tanpa jeda, wanita bertubuh lebih pendek darinya. Reno melepaskan Ikal rambut Carine hingga rambut lurus nan orange milik wanita itu tergerai indah. berkilau dan menyatu dengan sorot lampu mobil.
"Kau memata-mataiku!?" Tanya Reno dengan sorot membunuh, semakin mengikis jarak di antaranya dan Carine. melihat Tuan Muda yang seram, Carine terus mundur untuk mencari ruang pijakan di belakangnya.
"Tidak seperti itu Tuan Muda." Tutur Carine menggeleng kepala, semakin mundur malah Tuan Muda terus maju. tanpa Sengaja kaki Carine menginjak dahan ranting pohon dan mulai hilang keseimbangan akibat goresan di salah satu kakinya. karena Carine memakai sendal jepit milik Bu Narti.
"Akhh!" Teriak Carine ketika tubuhnya terhuyung jatuh ke rerumputan semak belukar. plot twist nya, tangan Carine menarik dasi Tuan Muda. hingga mau tak mau keduanya jatuh bersamaan, dengan tubuh Tuan Muda menimpa tubuh Carine. adegan tak terduga lainnya, bibir manis nan perawan milik Carine. beradu kesatuan, menempel mesra di bibir Tuan Muda.
Lama dalam posisi keterkejutan dengan hampir serangan jantung akibat kekurang ajaran yang Carine lakukan saat ini, Carine menghempas wajah Tuan Muda dengan kasar. tolak menolak kedua tubuh mengundang pikiran negatif bagi yang mungkin saja melihat, apalagi kaki panjang Tuan Muda yang menendang semak belukar. siapa yang tak curiga kalau mereka sedang berbuat anu anu di semak-semak.
benar saja, tiga orang bapak petani sawah kebetulan lewat. dan melihat adegan tersebut dengan mata membola. seketika mereka memanggil petani-petani yang lain, yang berhubung baru pulang juga.
"Ayooo seret mereka ke rumah kepala desa." Teriak para bapak-bapak petani yang berjumlah delapan orang. sontak, Carine dan Reno terkejut bukan main. seperti digrebek sedang berbuat mesum.
...----------------...
Di rumah Kepala Desa....
"Della mahasiswa sedang turun penelitian kades." Ujar Buk Narti mencari solusi, membela Della yang sedang menunduk takut. disampingnya Tuan Muda juga sekertaris Alan duduk tak berdaya. semua warga memegang bambu di tangan mereka, karena perlawanan Tuan Muda dan Alan beberapa waktu lalu.
"Oh jadi kau menyamar jadi Della si gadis mahasiswa!?" Pekik Reno dengan suara gamblang.
"Maaf Tuan Muda," Carine menunduk takut. "Jadi kalian saling mengenal," Tanya Kades mencari jawaban.
"Tentu saja aku mengenal wanita ini!" Seru Reno dengan sorot membunuh, menatap para warga yang tak kalah kesal.
"Apa dia istrimu?" Tanya kepala desa serius. "Istri? matamu buta! sejak kapan pria cool sepertiku memiliki istri. kalau kau tanya aku punya wanita ranjang, akan aku jawab sebanyak apa yang ingin kau dengar. aku yakin pria tua sepertimu dua saja langsung penyok." Ujar Reno kesal, Carine istrinya? jangan mimpi.
Justru perkataan Reno membangkitkan tatapan menusuk para bapak-bapak, bicaranya sama sekali tidak disaring. ternyata memang benar. pria berjas ini sudah melakukan perbuatan asusila dengan gadis yang mereka sudah saling mengenal. udah gitu, Jangan-jangan mereka main dua. pikiran negatif mereka melirik dua pria di samping Carine, yakni Reno dan Alan. apa mereka melakukannya secara bergantian? tapi kenapa tidak cari tempat nyaman, malah di semak belukar.
"Kades, kami tidak mau tahu. desa kita sudah terjerat konflik tak habis-habis, malah muncul lagi perbuatan asusila muda-mudi bule ini. nikahi saja, pokoknya salah satu diantara pria bule harus menikahi gadis bule ini." Tutur seorang warga berargumen. serempak sahut mulai terdengar setuju.
"Nikah!!!?" pekik Reno dan Alan bersamaan, Reno ingin menghabisi warga desa dihadapanya. andai mereka tidak dilarang pegang ponsel, pasti masalah akan selesai saat ini juga dengan mendatangkan para anak buah Reno. sungguh sial.
"Ya, setuju. salah satu diantara kalian harus menikahi gadis ini." Ucap kepala desa titik akhir keputusan. tidak dapat diganggu gugat dan menunggu kesediaan salah satunya.
Reno dan Alan terlihat bingung sembari mencerna situasi, apakah mereka sudah bisa melarikan diri? tapi mobil begitu jauh.
...bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
🏠⃟ᴬʸᵃⁿᵏરuyzⷦzⷩ𝐀⃝🥀
hahhahahahaha pikir ya Reno masa mau Alan yg nikah sama dia
2025-02-12
1
Astrid Nandistya Hayoto
Nika dong,,, makanya egonya jangan ke panjangnya
2025-01-27
2
Aprilia
up yang banyak ya
2025-01-26
1