Mawar Untuk Melati

Mawar Untuk Melati

Reynard Aditya Narendra

Hari dimulai saat Reynard Narendra putra seorang konglomerat terkenal di kota ini bangun dari tidurnya...

Kriiiingg... Suara alarm pagi itu di kamar tuan muda Rey

"Tuan muda" suara lembut seorang pelayan yang memang setiap pagi bertugas untuk menyiapkan keperluan sang majikan

Reynard pun bangun dari tidurnya dengan wajah malas dan mata sedikit terpejam

"Yaa pergilah aku akan turun!" jawab Rey yang masih sedikit tertidur walaupun sdah dalam keadaan duduk....

"Baik tuan muda" jawab sang pelayan dengan menundukkan kepalanya..

"Ohh yaa tuan dan nyonya sdah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama"sambung sang pelayan..

"Hhmm" jawab Rey singkat

Reynard memang tidak begitu tertarik untuk duduk bersama kedua orang tuanya dia sudah terbiasa dengan kesibukan mereka maklumlah sang ayah (William Aditya) direktur PT Aditya perkasa salah satu perusahaan terbesar yang bergerak di bidang properti memang sangat sibuk dia seperti tidak punya waktu untuk sekedar berbicara dengan anak dan istrinya.. Dan sang ibu(Larasati) jga tidak kalah sibuk dia memiliki butik yang cabangnya hampir di seluruh kota di Indonesia..Butik yang dimilikinya bahkan sebelum menikah dengan ayah Reynard...

Suasana meja makan pagi itu nampak sepi bukan karena tidak ada orang melainkan Ayah dan Ibu Reynard yang hanya sibuk menatap layar ponsel sembari sesekali menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh para pelayan.. tidak lama Reynard turun dari lantai atas dimana kamarnya berada.. Pria tampan itu nampak memukau dengan setelan celana jeans robek dan jaket kulit Rey memang seperti itu jauh dari kata rapi dia lebih suka dikenal sebagai Rey si anak begajulan dari pada Rey si anak konglomerat..

Rey duduk di meja makan tanpa berbicara sedikit pun sambil menunggu sarapan nya disiapkan oleh pelayan..

"Rey gimana kuliah kamu sayang?" Tanya sang ibu memecah keheningan

"Biasa aja ma"jawab Rey singkat

"Biasa aja gimana? Kamu udah kuliah 5 tahun loh mau berapa lama lagi kalau kamu kaya gini terus siapa yang lanjutin perusahaan papa" ujar ayah Rey ketus..

"Ya terus Rey harus gimana paa? Lagian Rey juga nggak minat untuk terusin perusahaan papa".. ucap Reynard sambil berlalu meninggalkan kedua orang tuanya...

"Lihat tuh anak kamu kurangajar banget ngomong sama orang tua"ujar ayah Reynard menyalahkan sang Istri..

"Itu juga anak kamu kali paa"jawab sang istri sambil memutar mata malas..

"Udahlah pusing aku sama kamu sama Rey mending aku kekantor" ujar ayah Rey sambil berlalu menuju kantor disusul sang istri yang juga pergi ke butik untuk pekerjaan nya..

Keadaan ini memang sering terjadi mereka berbicara hanya saat mereka bertengkar selain itu hanya diam sambil menatap layar ponsel masing-masing...

Di perjalanan Reynard terus terlihat kesal walaupun tertutup kaca helm tapi rasa kesal yang ada pada dirinya terlihat jelas dari sorot matanya.. saat ini lampu merah menyala pertanda semua kendaraan berhenti saat inilah kesempatan Melati untuk memperkenalkan dagangannya.. yaa Melati Ayu gadis piatu yang ditinggal sang ibu sejak masih bayi dia tinggal hanya berdua dengan sang ayah.. Melati baru membuka toko bunga miliknya jadi hari ini dia memperkenalkan toko bunganya dengan membagikan brosur dan bunga gratis kepada pengguna jalan...

"Bunganya kaa" teriak Melati kepada semua orang sambil membagikan bunga dan brosurnya

"Jangan lupa yaa ka untuk mampir ke Melati Florist"ucapnya pada seseorang di sana

Melati sangat semangat dia tampak terus tersenyum sambil sesekali menawarkan barangnya.. saat itulah Reynard tidak sengaja menoleh ke arah wanita pembawa bunga diujung jalan itu.. Reynard seperti terbius oleh kecantikan wanita bunga itu wajah putih mulusnya berbalut hijab yang menutupi kepalanya membuat Reynard terpesona..

"Siapa gadis itu?" tanya Reynard dalam hatinya.. matanya seperti tidak bisa berpaling dari sana..

"Bunganya kaa"ujar seseorang mengacaukan Reynard dari lamunannya ternyata itu Sarah sahabat Melati yang juga membantu nya menjalankan usaha toko bunga nya

"Haa" Reynard terkejut seketika lamunannya terhadap melati buyar..

"Iyaa" Rey berusaha meraih bunga dan brosur yang dipegang Sarah tapi lampu sudah berubah warna... Sarah berlalu tanpa sempat memberikan bunga dan brosurnya kepada Rey. Rey pun berlalu meninggalkan lampu merah karena terus mendengar klakson di belakang...

Sesampainya di kampus Reynard masih terus membayangkan wajah si gadis bunga sepertinya Reynard sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.. ahh bahkan membayangkannya saja dia merasa malu padahal dia tidak pernah merasa seperti itu pada gadis manapun.. selama ini Reynard memang terkenal Playboy ada banyak gadis di kampus yang jatuh ke pelukan seorang Reynard Narendra lagi pula siapa yang tidak ingin menjadi kekasih dari seorang pria tampan dan kaya raya seperti dia...

"Wooy" suara Bayu sahabat baik Reynard membuyarkan lamunan Rey pada si gadis bunga..

"Kenapa sih loe?" Sambung Bayu yang heran melihat wajah sang sahabat..

"Nggak papa" jawab Rey singkat

"Nongkrong yuk bosen nih gue" ajak Bayu mereka memang selalu seperti ini bolos kuliah dan malah nongkrong di cafe

"Yuuk" jawab Rey mengiyakan ajakan Bayu

Merekapun menuju cafe mereka lalu memesan kopi dan beberapa makanan ringan mereka menghabiskan waktu sambil bercengkrama..

"Loe kenapa sih dari tadi gue perhatiin muka loe berseri-seri kaya lagi jatuh cinta aja?" Tanya Bayu yang heran dari tadi melihat Reynard senyum-senyum sendiri

"Gue emang lagi jatuh cinta" jawab Rey

"Aapaa" ujar Bayu yang terkejut sampai tersedak karena tidak percaya akan jawaban dari sang sahabat

"Kenapa emangnya loe nggak percaya?" Ujar Rey

"Cewek seksi mana nih yang udah bikin sahabat gue berubah gini?" Tanya Bayu sedikit meledek

"Dia tuh beda jauh banget dari kata seksi, dia cantik, berhijab pokoknya beda deh" ucapnya dengan semangat menjelaskan tentang si gadis bunga..

"Namanya siapa?" Tanya Bayu

"Gadis bunga" jawabnya sambil tersenyum

"Hah gadis bunga?"tanya Bayu seperti tak percaya

"Maksudnya tuh namanya"ujar Bayu menjelaskan

"Sebenarnya gue juga nggak tau namanya gue cuma liat dia di jalan tadi.. dia lagi bagi-bagi bunga di lampu merah.. jadi gue panggil aja gadis bunga" ucap Reynard menjelaskan

"Terus loe mau cari dia gitu" tanya Bayu

"Iyalah dan loe harus bantu gue" Jawab Rey yakin

Tak lama mereka mengobrol tiba-tiba dari belakang terdengar suara seorang wanita...

"Rey" teriak seorang wanita

Mereka serentak menoleh ke arah sumber suara.. wanita cantik berambut coklat tersebut adalah Bela kekasih Reynard

"Ngapain sih dia disini" ucap Reynard terlihat tidak senang dengan kedatangan sang kekasih

"Gimana sih itukan cewek loe" ucap Bayu mempertanyakan sikap Rey

"Tapi gue lagi males ngadepin dia"jawab Rey

"Tuh kan aku bener ternyata kalian emang disini" ujar Bela sambil duduk disamping Rey

"Aku kangen banget loh sama kamu sayang"sambungnya sambil bersandar manja di bahu Reynard sang kekasih

"Iya aku juga kangen banget loh sama kamu" jawab Rey pada Bela sambil merangkul pundaknya..

Bayu hanya tersenyum heran melihat kelakuan sang sahabat

"Yaa udah kamu disini aja yaa aku sama Bayu mau balik ke kampus dulu ada urusan"Reynard langsung memotong percakapan mereka..

"Haa? Kok balik siih?" Tanya Bela sedikit kesal

"Iya aku ada urusan penting mau ketemu dosen" jawab Rey memberi alasan dan berlalu meninggalkan Bela disana disusul oleh Bayu yang mengekor dibelakang

" Kita beneran mau ke kampus" tanya Bayu tidak percaya

"Yaa enggaklah" jawabnya sambil menyalakan motor diikuti Bayu yang juga menyalakan motor miliknya

"Terus?" Tanya Bayu yang masih keheranan

"Kita nyari gadis bunga gue"jawabnya penuh semangat

"Kita mau nyari dimana loe aja nggak tau namanya" tanya Bayu bingung

"Yaa udah kita cari aja dulu loe kan udah janji mau bantuin" jawab Rey lalu mengendarai motornya Bayu hanya menggelengkan kepalanya lalu mengikuti Rey

Mereka mulai menyusuri jalan bahkan kembali ke lampu merah dimana Reynard pertama kali melihat si gadis bunga tapi tempat itu sudah kosong tidak ada satupun orang yang membagikan brosur.. Entah kemana lagi mereka harus mencari si gadis bunga andai saja Reynard sempat mengambil brosur mungkin mereka sudah menemukannya tapi "aah sudahlah"

Terpopuler

Comments

LISA

LISA

Aq mampir Kak

2025-01-27

1

lihat semua
Episodes
1 Reynard Aditya Narendra
2 Gadis Bunga
3 Bos gila
4 Pertemuan pertama
5 Calon istri
6 Burung beo
7 Karyawan
8 Duri Mawar
9 Siap Bidadariku
10 Mampir
11 Maling
12 Bidadari bukan burung beo
13 Pelanggan tampan
14 Cantik
15 Pesta orang kaya
16 Diganggu preman?
17 Nggak pantes
18 Jangan ganggu Melati
19 Itu siapa?
20 Bukan urusan kamu
21 Aku rela
22 Sup ayam
23 Gelang
24 Dewi Fortuna
25 Melamar
26 Kamu kenapa?
27 Diterima
28 Ternyata
29 Ditolak
30 Jadi imam
31 Kebakaran
32 Kepergian ayah
33 Jemput calon suami
34 Pelanggan rese
35 Amarah Reynard
36 Penghargaan
37 Mabuk
38 Ayo Kawin lari
39 Benturan
40 Masuk Rumah Sakit
41 Maaf
42 Keras kepala
43 kesal
44 Ayam bakar madu
45 Istri bawel
46 Makan malam
47 Dasar beo
48 Patah hati
49 Kecelakaan
50 Pernikahan batal
51 Bangun
52 Lupa tanya nama
53 Bunga
54 Cemburu
55 Duda
56 Mama?
57 Bicara penting
58 Rencana Lamaran
59 Kepergian Bunga
60 Bukan wanita baik
61 Masa lalu Melati
62 Keguguran
63 Menyesal
64 Aku nggak Peduli
65 Romantis
66 Attar
67 Dihajar
68 Pingsan
69 Attar lagi
70 Ketakutan
71 Trauma
72 Kantor polisi
73 Jangan tinggalkan aku
74 Sah
75 Kanker
76 Tidur sama istri
77 Warna favorit
78 Hadiah dari Mertua
79 Malam pernikahan
80 Sang penolong
81 Panggilan sayang
82 Mandi Bareng
83 Mimpi
84 Kutunggu Jandamu
85 Cemburunya Melati
86 Keramas
87 Assalamualaikum Istri
88 Maafkan Aku
89 Izin Menikah Lagi
90 Sok Romantis
91 Mode Galak
92 Sedang Tidak Ingin Diganggu
93 Terungkap
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Reynard Aditya Narendra
2
Gadis Bunga
3
Bos gila
4
Pertemuan pertama
5
Calon istri
6
Burung beo
7
Karyawan
8
Duri Mawar
9
Siap Bidadariku
10
Mampir
11
Maling
12
Bidadari bukan burung beo
13
Pelanggan tampan
14
Cantik
15
Pesta orang kaya
16
Diganggu preman?
17
Nggak pantes
18
Jangan ganggu Melati
19
Itu siapa?
20
Bukan urusan kamu
21
Aku rela
22
Sup ayam
23
Gelang
24
Dewi Fortuna
25
Melamar
26
Kamu kenapa?
27
Diterima
28
Ternyata
29
Ditolak
30
Jadi imam
31
Kebakaran
32
Kepergian ayah
33
Jemput calon suami
34
Pelanggan rese
35
Amarah Reynard
36
Penghargaan
37
Mabuk
38
Ayo Kawin lari
39
Benturan
40
Masuk Rumah Sakit
41
Maaf
42
Keras kepala
43
kesal
44
Ayam bakar madu
45
Istri bawel
46
Makan malam
47
Dasar beo
48
Patah hati
49
Kecelakaan
50
Pernikahan batal
51
Bangun
52
Lupa tanya nama
53
Bunga
54
Cemburu
55
Duda
56
Mama?
57
Bicara penting
58
Rencana Lamaran
59
Kepergian Bunga
60
Bukan wanita baik
61
Masa lalu Melati
62
Keguguran
63
Menyesal
64
Aku nggak Peduli
65
Romantis
66
Attar
67
Dihajar
68
Pingsan
69
Attar lagi
70
Ketakutan
71
Trauma
72
Kantor polisi
73
Jangan tinggalkan aku
74
Sah
75
Kanker
76
Tidur sama istri
77
Warna favorit
78
Hadiah dari Mertua
79
Malam pernikahan
80
Sang penolong
81
Panggilan sayang
82
Mandi Bareng
83
Mimpi
84
Kutunggu Jandamu
85
Cemburunya Melati
86
Keramas
87
Assalamualaikum Istri
88
Maafkan Aku
89
Izin Menikah Lagi
90
Sok Romantis
91
Mode Galak
92
Sedang Tidak Ingin Diganggu
93
Terungkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!