bab 7

Zahira termenung di teras samping kediaman Malik. Wanita itu selepas beberes-beres baru mendapatkan kabar dari agen penjual rumah kecilnya di kota Pale.

" Nyonya Zahira, kami hanya menemukan satu pembeli yang bersedia melunasi dalam waktu dekat. Namun harga yang mereka inginkan begitu jauh dari target yang anda inginkan.. "

Zahira tidak mengira jika mencari pembeli ternyata lebih susah daripada perkiraannya. Apalagi dia dalam keadaan membutuhkan uang.

Kini mau tak mau, Zahira melepas rumah masa kecilnya itu dengan harga sangat miring. Setidaknya uang hasil penjualan rumah bisa dia gunakan untuk menambah tabungan biaya rumah sakit Arfan.

Drrttt ddrrt

Ponselnya kembali berdering, kali ini berasal dari nomor Opera dimana dia mengirimkan CV

" Dengan nona Zahira Malik,?" suara dari sebrang

" iya benar"

" kami sudah membaca semua CV beserta melihat video penampilan anda. Kami sangat terkesan dan tertarik untuk melihat langsung. Kami mengundang anda untuk datang ke studio kami dalam 3 hari ke depan, apakah anda bisa?"

Senyum Zahira langsung merekah mendengar adanya kabar baik ini. " tentu, saya akan datang"

" baiklah, kami akan mengirimkan undangan resminya melalui pesan singkat"

Pembicaraan itu barusaja selesai, Zahira terlihat sangat senang. Akhirnya dia bisa mulai bekerja dan menghasilkan uang.

Meskipun Zahira mengirimkan begitu banyak lamaran di berbagai opera dan baru satu yang menghubungi nya. Wanita itu tampak sangat senang, karena meskipun satu, tapi Opera ini memiliki nama besar. Zahira yakin dia akan mendapatkan uang dengan jumlah banyak jika bekerja di sana.

Saat sedang asyik menyiapkan diri untuk pertemuan besok, Zahira menerima pesan dari Sekertaris Erisa. Amran memintanya untuk datang menemui nya di gedung perusahaan.

Zahira dengan terpaksa menghadiri nya, pasalnya sudah ada mobil yang berhenti di depan kediaman Malik untuk menjemput nya.

Tap tap tap

Zahira di sambut oleh Sekertaris Erisa, dan langsung mengantarkannya menuju kantor Amran.

Wanita itu berjalan dengan sangat elegan, kedatangan dia ke kantor tentu saja membuat beberapa orang nampak kaget.

Selama menikah dengan Amran, Zahira sangat jarang kemari bahkan bisa di hitung dengan jari.

Begitu sampai di depan ruangan Amran, Sekertaris Erisa segera memberikan laporan " tuan, Nyonya sudah tiba"

Amran menoleh ke arah pintu dan mempersilahkan tamu khususnya masuk " duduklah"

Zahira menatap dengan wajah datar dan tenang. sama sekali tidak ada surat kerinduan ataupun kesedihan di wajah istri nya. Membuat Amran merasa kecewa.

Zahira menatap Amran, suaminya masih sama. Memiliki penampilan yang begitu mengikat. Beberapa hari tidak melihat sang suami, Zahira masih mengakui jika Amran memang telah di berkahi dengan wajah yang begitu tampan dan aura yang kuat.

Saat ini mereka tengah duduk berhadapan. Mereka berdua tampak memiliki jarak, tidak terlihat seperti sepasang suami istri yang sudah berumah tangga selama 3 tahun.

Amran sejak awal, terus melemparkan tatapan yang begitu intens pada Zahira. Wanita itu tampak lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu. " bagaimana kabarmu, Zahira?"

Zahira merasa jika mereka tidak perlu berbasa-basi seperti ini, jadi dengan cepat langsung menjawab nya dengan pertanyaan pula " apa yang ingin kamu bicarakan?"

Amran kembali terkesan dengan perubahan sikap Zahira. Lelaki itu menatap lekat wajah Zahira yang serius itu. Inilah Zahira dalam versi yang baru.

" tentu saja mengembalikan benda ini" sambil mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dan membukanya di depan Zahira.

Cincin pernikahan mereka sudah berhasil Amran dapatkan kembali.

Zahira hanya menatap benda itu lama tanpa memberikan tanggapan. Dia berfikir, Amran memiliki begitu banyak uang untuk hal semacam ini.

" Aku hanya tidak terbiasa memiliki hutang " saut Amran menampakan kesombongan nya.

Zahira tidak terkejut dengan hal ini, Amran memang tidak suka jika harga dirinya di ganggu.

" benda semacam ini saja, kau bisa menyimpan nya sendiri kalau mau"

Amran tidak terlihat marah dengan jawaban Zahira, lelaki itu menekuk kakinya dan menyandarkan punggung sambil menjawab " tapi benda seperti inilah, yang kamu perjuangan selama 5 tahun ini. bukan begitu nyonya Renaldi?"

" sebutan itu sebentar lagi akan memiliki tuan baru. Kamu harus belajar memanggilku dengan sebutan lainnya. Pak Amran"

Terpopuler

Comments

Ma Em

Ma Em

Zahira kamu benar kalau punya suami angkuh dan sombong itu jgn takut lawan saja tunjukan bahwa Zahira tdk akan takut

2025-01-27

1

Yati Syahira

Yati Syahira

laki egois angkuh walaupun gantheng kaya tapi aqlaqnya minew bertahan sakit istri tdk anggap hnya sebagi pelngkap

2025-02-21

0

Uthie

Uthie

suka karakter wanita yg tegas, gak mudah ditindas lagiii 💪😏

2025-03-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!