20.LHO KOK MATI

Aku terdiam sejenak ketika pak Wito memanggil aku dan Celenk.

Aku masih nggak percaya kalau orang di depan kami yang sedang menggali makam itu  adalah pak Wito. aku bahkan nggak tau makam siapa yang sedang digali pak Wito itu.

Bau busuk dari jasad yang digali kuburnya pun mulai masuk ke hidungku. Aku nggak bisa bayangkan kalau aku ada di depan mayat itu.

Dari bauknya ini perkiraanku udah sekitar semingguan jasad itu dikuburkan.

“Ayo sini bantu mbah angkat mayat ini, ini penting buat kalian berdua lho” ujar pak Wito dengan suara yang tenang dan santai

“Ji, gimana ini?” bisik Celeng mulai bergetar

“Logikane kita nggak bisa kemana-mana Lenk, mau lari juga nggak tau harus lari kemana, jadi yang terpaksa kita ikuti apa yang dimaui mbah Wito”

“Ente yakin yang disana itu mbah Wito beneran JI?”

“Wis percuma, Ayo kita ke sana ae Lenk, ikuti saja dulu permainan ini, kita wis terlanjur masuk ke dalam permainan aneh ini, dan sementara ini korbanya adalah aku cok”

Aku dan celenk berjalan pelan menghampiri mbah Wito yang masih berdiri menanti kami. Kupikir percuma juga kalau kita pergi atau melarikan diri dari sini, kita nggak tau ada dimana dan harus kemana.

Bau bangkai busuk semakin menusuk hidung, beberapa kali aku dan Celenk sempat mual, tapi mau gimana lagi, kita sudah masuk ke lingkaran mbah Wito.

“Kalian jangan muntah gitu, disini tidak bau sama sekali, disini malah wangi, makanya jangan jauh-jauh dari mbah agar kalian tidak merasakan bau busuk, ayo cepat sini” kata mbah Wito dengan nada tidak bersalah

“Wong iku asline gendeng Ji” bisik Celenk

“Ssst diemo, awakmu mau ta di kutuk jadi kuntila” bisikku

Semakin kami berjalan ke arah mbah Wito, bau busuk itu semakin menyengat hidungku, dan semakin membuat aku nggak tahan lagi. Beberapa kali aku dan Celenk pun mual dan akhirnya muntah.

Jarak kami tinggal sekitar empat hingga lima meter dari mbah Wito yang masih menoleh ke arah kami. Tapi anehnya sekarang semakin dekat dengan jasad yang mau diambil, bau bangkai itu semakin berkurang!.

Dan lambat laun aku mencium bau wangi, eh bukan wangi, tapi seperti bau aneh yang pernah aku cium sebelumnya.

“Aku pernah cium bau seperti ini Lenk” bisikku

Celenk hanya diam saja, dia tampaknya juga sedang menikmati bau yang nggak bisa aku jelaskan, memang agak wangi, tapi bukan wangi dan bau itu menenangkan otaku.

Eh aku baru ingat, bau ini kan yang aku cium waktu di ruangan pak Ruslan!. Iya aku ingat bau ini ketika ada di ruangan pak Ruslan.

Kuperhatikan Celenk, sepertinya dia juga sedang menikmati bau ini, wajah dia sudah terbiasa, sudah nggak hoegh byor lagi. Jadi nggak cuma aku aja yang menikmati bau yang aneh namun enak ini.

Kami berdua berhenti ketika jarak kami mungkin sekitar tiga meter dari lubang yang digali mbah Wito.

“Lho ayo sini, jangan berhenti, ayo bantu mbah. Jangan takut, mbah nggak akan menyusahkan kalian, justru mbah akan bantu kalian”

Pemaksaan dengan kata-kata membantu, ya pemaksaan karena mbah Wito tau kami tidak akan bisa pergi kemana-mana lagi.

Jadi kuputuskan untuk makin dekat dengan mbah Wito dan keanehan yang ada disana. Lagi pula bau busuk ini sudah sama sekali tidak terasa.

Kami sudah ada di samping mbah WIto, dan kupaksakan untuk melihat ke lubang yang tadi digali hanya dengan menggunakan kedua tangan mbah Wito.

Meskipun gelap, tapi aku bisa melihat apa yang ada di depanku ini.

Sesosok mayat, tetapi aku belum tau mayat siapa itu, karena keadaannya kotor dengan tanah kuburan. Tapi yang jelas mayat itu tidak menggunakan pocong. Karena aku bisa lihat bagian kakinya yang memakai celana panjang.

Dan benar dugaanku, mayat itu hanya dikubur sedalam sekitar empat puluh hingga enam puluh centimeter saja dari permukaan tanah.

Hasil dari penggalian kuburan ini hanya bagian kaki hingga sebatas paha atas saja yang sudah nampak, sedangkan bagian paha hingga kepala masih tertutup oleh tanah meskipun mungkin hanya beberapa belas centimeter saja tanah yang masih menempel di anggota tubuhnya.

Mbah Wito tersenyum ke arah kami, senyumnya seperti menunjukan kalau dia sangat bahagia dengan adanya aku dan Celenk disini.

“Nak Pariji dan nak Celenk, kalian pasti tau siapa yang mbah kuburkan disini, coba kalian bersihkan tanah yang menempel di wajah dan kepalanya, mbah capek tadi harus menggali makam ini nak”

“Ayo jangan takut, yang di depan kalian ini bukan orang mati, ayo coba bersihkan bagian tubuh hingga kepalanya agar kalian bisa tahu siapa yang mbah maksud ini”

Yancok, suara mbah WIto ini seperti anak yang sedang bahagia setelah mendapatkan mainan yang dibelikan oleh orang tuanya.  Begitu riang, dan renyah didengar, tapi mengerikan.

Celenk melihat ke arahku dengan tetapan penuh keraguan,  tapi ya percuma juga mau ragu atau nggaknya, wong kita udah ada di depan mayat yang harus kami bersihkan bagian badan hingga kepalanya

Aku dan Celenk perlahan jongkok di depan lubang yang di dalamnya ada terbujur mayat. Semakin dekat kami dengan mayat itu semakin bau aneh yang agak wangi ini semakin tercium.

“Ayo anak-anak, ayo dibersihkan ya, jangan takut, mbah aja nggak takut, masak kalian yang masih muda gini takut dengan mayat itu hihihihi” suara mbah Wito terdengar mengerikan

“Eh cara membersihkanya jangan bagian kepalanya dulu,  dari badannya dulu saja anak-anak”

Perlahan aku dan celenk membuang tanah yang menempel di tubuhnya,

Rasanya aneh ketika telapak tanganku menyentuh tubuh mayat itu. Ketika bagian perutnya nggak sengaja aku tekan untuk membersihkan tanah, ternyata tekanan tanganku mengakibatkan bagian tubuh itu penyok atau terjadi cekungan kecil di bagian yang tertekan oleh tanganku ini.

Aku ingat dulu ketika membersihkan sisik ikan mentah yang sudah beberapa hari ada di kulkas, dan mungkin udah nggak fresh lagi, jadi bagian tubuh ikan itu melesak atau penyok ketika kutekan.

Terus perlahan aku bersihkan tubuh mayat inii, ternyata mayat ini memakai pakain hem lengan panjang, merah muda dan celana hitam. Hem  lengan panjang merah muda, seperti siapa ya, aku pernah tau orang yang sering pakai pakaian macam ini.

Setelah sekian lama, akhirnya kami sampai di bagian dada dari mayat ini, aku dan celenk berhenti membersihkanya.

Kami berhenti membersihkan karena tadi di samping dadanya ada benda yang mirip dengan miliku yang sekarang juga kuselempangkan di dadaku. Ya, mirip dengan kuntila yang aku selempangkan di dada.

Kami berdua nggak berani melanjutkan membersihkan bagian kepala si mayat.

“Ayo terus lanjutkan nak, jangan berhenti”

“Nganu mbah, saya kok takot ya” jawab Celenk

“Nggak usah takut nak Celenk, ayo lanjutkan dulu”

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

yang dikubur patuhi Tah..??? jadi yang bersihin mayat dari tanah ini arwah pariji...???🤔🤔🤔

2025-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 01. DIMANA KENAPA
2 02. ADA YANG ANEH
3 03. LHO KOK
4 04. SUARA PAK WITO
5 05. KOK OM BURHAN
6 06. KOK GINI SIH
7 07. SIAPA ITU… KOK?
8 08. KOK GAK JELAS GINI SIH?
9 09. KOK KEBON NGANU
10 10. KOK NGGILANI GINI
11 11. CAK JO KOK
12 12. KOK MAKIN PANJANG
13 13. KOK BUAT DASI?
14 14. IDE YANG KOK
15 15. KOK FINGSAN
16 16. PAK RUSLAN
17 17. KOK PAK RUSLAN TAU!
18 18. PAK WITO KOK
19 19. MALAM YANG JANGGAL
20 20.LHO KOK MATI
21 21. KOK KAYAKNYA AKU TAU
22 22. KOK GILA GINI!
23 23. SAYA BASUKI TAPI PANGGIL SAYA WILDAN
24 24. CERITA WILDAN
25 25. HAROS SENYOM
26 26. MBAK JUM BIKIN KERAS
27 27. TINGGAL BERSAMA MBAK JUM
28 28. ADA APA DENGAN JUM
29 29. KOOOOK!!!
30 TAMBAH BINGONG
31 31. MBAK JUM SANGAR
32 32. DIYAMBH!
33 33. BELAKANG RUMAH WILDAN
34 34. PINTU MENUJU KE BAWAH?
35 35. JUM KESYURUFAN
36 36. SSSSTT…SSST
37 37. WADUH KOK MAKIN GINI
38 38. CERITA BASUKI
39 39. RASA TAKUT
40 40. SERANGAN ATAU HALUSINASI
41 41. APA YANG SEBENARNYA TERJADI
42 42. KOK BUKAN KOK
43 43. LARI
44 44. SIAPA AKU
45 45. KEMBALI LAGI?
46 46. APA YANG TERJADI
47 47. AKU = RUSLAN?
48 48. RUMAH PAK RUSLAN
49 49. KOK ???
50 50. JATMIKO?
51 51. KEMATIAN YANG ANEH
52 52. YANG MAKIN ANEH
53 53. PERJALANAN
54 54. MBAH KAMPRET
55 55. PENJELASAN YANG GAK MASUK AKAL
56 56. RAHASIA CELENK
57 57. ASBAK DAN AGENDA
58 58. ASBAK KUNTILA
59 59. BUMBU ANEH DAN KEMUNGKINAN
60 60. ISI BOTI EH BOTOL
61 61. MUSIBAH MBAH KAMPRET
62 62. SIAPA YANG DATANG
Episodes

Updated 62 Episodes

1
01. DIMANA KENAPA
2
02. ADA YANG ANEH
3
03. LHO KOK
4
04. SUARA PAK WITO
5
05. KOK OM BURHAN
6
06. KOK GINI SIH
7
07. SIAPA ITU… KOK?
8
08. KOK GAK JELAS GINI SIH?
9
09. KOK KEBON NGANU
10
10. KOK NGGILANI GINI
11
11. CAK JO KOK
12
12. KOK MAKIN PANJANG
13
13. KOK BUAT DASI?
14
14. IDE YANG KOK
15
15. KOK FINGSAN
16
16. PAK RUSLAN
17
17. KOK PAK RUSLAN TAU!
18
18. PAK WITO KOK
19
19. MALAM YANG JANGGAL
20
20.LHO KOK MATI
21
21. KOK KAYAKNYA AKU TAU
22
22. KOK GILA GINI!
23
23. SAYA BASUKI TAPI PANGGIL SAYA WILDAN
24
24. CERITA WILDAN
25
25. HAROS SENYOM
26
26. MBAK JUM BIKIN KERAS
27
27. TINGGAL BERSAMA MBAK JUM
28
28. ADA APA DENGAN JUM
29
29. KOOOOK!!!
30
TAMBAH BINGONG
31
31. MBAK JUM SANGAR
32
32. DIYAMBH!
33
33. BELAKANG RUMAH WILDAN
34
34. PINTU MENUJU KE BAWAH?
35
35. JUM KESYURUFAN
36
36. SSSSTT…SSST
37
37. WADUH KOK MAKIN GINI
38
38. CERITA BASUKI
39
39. RASA TAKUT
40
40. SERANGAN ATAU HALUSINASI
41
41. APA YANG SEBENARNYA TERJADI
42
42. KOK BUKAN KOK
43
43. LARI
44
44. SIAPA AKU
45
45. KEMBALI LAGI?
46
46. APA YANG TERJADI
47
47. AKU = RUSLAN?
48
48. RUMAH PAK RUSLAN
49
49. KOK ???
50
50. JATMIKO?
51
51. KEMATIAN YANG ANEH
52
52. YANG MAKIN ANEH
53
53. PERJALANAN
54
54. MBAH KAMPRET
55
55. PENJELASAN YANG GAK MASUK AKAL
56
56. RAHASIA CELENK
57
57. ASBAK DAN AGENDA
58
58. ASBAK KUNTILA
59
59. BUMBU ANEH DAN KEMUNGKINAN
60
60. ISI BOTI EH BOTOL
61
61. MUSIBAH MBAH KAMPRET
62
62. SIAPA YANG DATANG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!