18. PAK WITO KOK

“Lenk ada yang nggak beres Lenk, Lenk liaten ini ada yang nggak beres sama kuntilaku Lenk”

“Hagh opo ae se ente ini Ji, kita ke orang yang sedang jongkok itu aja Ji”

“LHOOO LENK.. LHOOO LENK, TULUNG LEEENK AKU KEJIRET!”

“KEEEHG…KEEEGHHH KHUMTILAKHUUU KGHHHH NGATJENG LENK AAGHHH KKKHH!”

Aku sempat merasakan Celenk berusaha melepaskan Kuntilaku, dia sempat meneriakan beberapa kalimat yang aku nggak jelas, tapi sayangnya kesadaranku mulai menurun akibat leherku tercekik kuntilaku yang ngatjeng.

*****

Rasanya lemes dan lemah sekali…..

Aku berusaha membuka mataku, rasanya aku tadi pingsan akibat sesuatu yang mencekikku.

“Ji, ayo bangun…..!” suara Celenk terdengar lembut, beda dengan biasanya yang ngawur cara ngomongnya

“Ugh, kita dimana Lenk, eh tadi aku pingsan atau tidor se Lenk?”

“Stttt diam Ji, nggak usah bicara dulu, kita udah sampai di tempat yang dimaksud pak Ruslan” kata Celenk dengan suara yang pelan

“Kita sekarang ada di rumah mbah Wito, orang yang tadi sore sempat aku lihat di depan kita itu Ji”

“Dia yang tadi menolong ente. Tapi nanti aja tak jelasin caranya, soalnya kalau tadi kamu nggak ditolong beliau, kamu pasti matik Ji” bisik Celenk

Kubuka mataku, kulihat aku ada di sebuah rumah yang sangat sederhana, tidak ada lampu listrik, pencahayaan hanya ada pada sebuah ublik yang ada di dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu atau gedek.

Setelah kuperhatikan ternyata aku dibaringkan di sebuah tikar lusuh, sedangkan lantai rumah ini hanya berupa tanah liat yang dipadatkan. Tidak kulihat yang namanya mbah WIto di sebelah Celenk.

“Mana mbah Witonya Lenk?”

“Dia sedang cari umbi umbian untuk kita makan Ji?”

“Eh ini jam berapa Lenk?”

“Wis jam delapan malam Ji”

“Lho mbah WIto cari umbi malam-malam gini Lenk?”

“Iyo Ji, tadi aku wis bilang kalau kita akan balik, dan tidak lama ada disini, tapi kata dia keadaan ente sangat lemas, dan harus istirahat dulu”

Kuperhatikan kuntilaku sudah tidak berbentuk dasi lagi, benda itu dalam keadaan ngelimpruk di sebelahku, dan keadaanya lembek agak basah dan ada bekas lendir di batang kuntilanya.

“Lenk, tadi apa yang dilakukan mbah Wito waktu menyelamatkan aku?”

“Eh nganu Ji, apa nggak usah tak jelaskan aja ya Ji, pokoknya ente sekarang selamat kan”

“Nggak papa Lenk, kasih tau aja aku kan harus terima kasih sama mbah WIto”

“Tadi waktu leher ente terbelit kuntila, kuntila ente kayak ular anakonda Ji eh…..”

“Terus gimana Lenk?”

“Tadi nggak ada cara lain kecuali bikin lemes kuntila ente Ji, jadi aku dan mbah WIto berusaha bikin kuntila ente  lemes… eh….”

“Caranya eh, tadi kuntila ente aku dan mbah Wito kocok, eh gitu caranya Ji!”

“Tapi kenapa mulutmu kok kayaknya juga banyak lendirnya Lenk?”

“Tadi kan ente udah sekarat udah melotot melotot karena leher ente dibelit kuntila, eh…akhirnya aku dan mbah WIto gantian ngemot kuntila ente Ji, itu juga demi keselamatan ente juga”

Seketika aku lemas dan pingsan lagi!

*****

“Nak Pariji, mbah tau suatu saat ada yang kesini dengan keadaan seperti ini” kata mbah WIto dengan suara kalem ketika aku sudah siuman

“Ruslan adalah murid saya yang saya tugaskan untuk mencari korban dari kutukan asbak kuntila yang selalu mencari korban nyawa”

“Coba kamu ingat-ingat, kamu pernah beli asbak dari batu dengan bentuk khelamin laki laki atau tidak”

“Atau jangan-jangan benda itu sudah kamu jual nak. Coba kamu ingat-ingat lagi nak”

“Eh saya lupa mbah, memang saya jualan barang-barang kuno dan lawasan, tapi saya lupa kalau juga ada asbak berbentuk khelamin laki-laki yang pernah saya beli”

“Gini nak, mbah kasih tau kamu ya, kamu harus temukan benda itu, kemudian bawa kesini untuk memutus kutukannya”

“Asal kamu tau nak, kutukan ini terus akan berjalan, alat khelaminmu bisa lebih panjang dan lebih besar, sementara di belakangmu akan semakin sering  ada ghaib yang menyethubhuhimu”

“Dan kamu sudah tau bahayanya kan, tadi kamu hampir mati dibelit khelaminmu sendiri, dia seperti ular semakin kamu mengeraskan uratmu, semakin benda itu keras dan liar”

“Jangan salahkan nak, suatu saat benda itu akan masuk ke bagian belakangmu tanpa kamu sadari nak”

Saat ini aku sedang duduk bertiga di tikar lusuh bersama mbah Wito, aku merasa aneh tiap melihat wajah mbah Wito, aku kayak merasa pernah ketemu sebelumnya.

Aku merasa seperti pernah tau dengan rumah ini, cuma semakin aku berpikir, semakin aku bingung dengan yang sedang terjadi sekarang.

Kulihat Celenk, dia seolah seperti sudah mengenal lama dengan mbah Wito, dia membantu mbah Wito waktu merebus singkong dan ubi. Aku heran juga melihat perubahan si Celenk. Karena Celenk bukan tipe orang yang mudah untuk berbaik-baikan dengan siapapun.

“Kalian berdua tidur saja, tapi maaf rumah mbah seperti ini, besok pagi kalian bisa melanjutkan perjalanan pulang”

“Tapi sebelum pulang, nak Parji harus ingat dimana atau dijual kepada siapa benda terkutuk itu, jadi nanti mbah bisa bantu caranya membawa benda itu ke sini”

“Kan tinggal bawa ke sini saja mbah. Nggak susah kan mbah….. Itupun kalau saya ingat dimana saya simpan, atau kepada siapa saya jualnya mbah”

“Ngawur koe nak, caranya beda apabila benda itu sudah dijual atau masih disimpan dirumah, atau lebih sulit lagi apabila benda itu sudah berpindah tangan lagi dari orang yang beli dari kamu”

“Apalagi kalau yang beli itu sudah mati, kamu harus gali kuburannya dan tanyakan langsung kepada mayatnya nak”

“Maksudnya tanya ke mayatnya itu gimana mbah, mosok saya harus gali kuburannya mbah”

“Iya memang gitu caraya nak, mereka mati dengan keadaan penuh rahasia, dan arwahnya nggak akan tenang sebelum memberitakan dimana benda itu dia simpan”

Terpopuler

Comments

Al Fatih

Al Fatih

pariji,, tolong serius yaa,, bersyukur sudah ad yg mau bantuin,, d inget2 dulu lha,, pernah jual asbak model kayak gitu....

2025-02-11

0

Yuli a

Yuli a

ya ampun.... ada ada aja nih... diemut...? emang muat...??? katanya Segede anaconda... gila kan ...??? bercanda ini....

2025-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 01. DIMANA KENAPA
2 02. ADA YANG ANEH
3 03. LHO KOK
4 04. SUARA PAK WITO
5 05. KOK OM BURHAN
6 06. KOK GINI SIH
7 07. SIAPA ITU… KOK?
8 08. KOK GAK JELAS GINI SIH?
9 09. KOK KEBON NGANU
10 10. KOK NGGILANI GINI
11 11. CAK JO KOK
12 12. KOK MAKIN PANJANG
13 13. KOK BUAT DASI?
14 14. IDE YANG KOK
15 15. KOK FINGSAN
16 16. PAK RUSLAN
17 17. KOK PAK RUSLAN TAU!
18 18. PAK WITO KOK
19 19. MALAM YANG JANGGAL
20 20.LHO KOK MATI
21 21. KOK KAYAKNYA AKU TAU
22 22. KOK GILA GINI!
23 23. SAYA BASUKI TAPI PANGGIL SAYA WILDAN
24 24. CERITA WILDAN
25 25. HAROS SENYOM
26 26. MBAK JUM BIKIN KERAS
27 27. TINGGAL BERSAMA MBAK JUM
28 28. ADA APA DENGAN JUM
29 29. KOOOOK!!!
30 TAMBAH BINGONG
31 31. MBAK JUM SANGAR
32 32. DIYAMBH!
33 33. BELAKANG RUMAH WILDAN
34 34. PINTU MENUJU KE BAWAH?
35 35. JUM KESYURUFAN
36 36. SSSSTT…SSST
37 37. WADUH KOK MAKIN GINI
38 38. CERITA BASUKI
39 39. RASA TAKUT
40 40. SERANGAN ATAU HALUSINASI
41 41. APA YANG SEBENARNYA TERJADI
42 42. KOK BUKAN KOK
43 43. LARI
44 44. SIAPA AKU
45 45. KEMBALI LAGI?
46 46. APA YANG TERJADI
47 47. AKU = RUSLAN?
48 48. RUMAH PAK RUSLAN
49 49. KOK ???
50 50. JATMIKO?
51 51. KEMATIAN YANG ANEH
52 52. YANG MAKIN ANEH
53 53. PERJALANAN
54 54. MBAH KAMPRET
55 55. PENJELASAN YANG GAK MASUK AKAL
56 56. RAHASIA CELENK
57 57. ASBAK DAN AGENDA
58 58. ASBAK KUNTILA
59 59. BUMBU ANEH DAN KEMUNGKINAN
60 60. ISI BOTI EH BOTOL
61 61. MUSIBAH MBAH KAMPRET
62 62. SIAPA YANG DATANG
Episodes

Updated 62 Episodes

1
01. DIMANA KENAPA
2
02. ADA YANG ANEH
3
03. LHO KOK
4
04. SUARA PAK WITO
5
05. KOK OM BURHAN
6
06. KOK GINI SIH
7
07. SIAPA ITU… KOK?
8
08. KOK GAK JELAS GINI SIH?
9
09. KOK KEBON NGANU
10
10. KOK NGGILANI GINI
11
11. CAK JO KOK
12
12. KOK MAKIN PANJANG
13
13. KOK BUAT DASI?
14
14. IDE YANG KOK
15
15. KOK FINGSAN
16
16. PAK RUSLAN
17
17. KOK PAK RUSLAN TAU!
18
18. PAK WITO KOK
19
19. MALAM YANG JANGGAL
20
20.LHO KOK MATI
21
21. KOK KAYAKNYA AKU TAU
22
22. KOK GILA GINI!
23
23. SAYA BASUKI TAPI PANGGIL SAYA WILDAN
24
24. CERITA WILDAN
25
25. HAROS SENYOM
26
26. MBAK JUM BIKIN KERAS
27
27. TINGGAL BERSAMA MBAK JUM
28
28. ADA APA DENGAN JUM
29
29. KOOOOK!!!
30
TAMBAH BINGONG
31
31. MBAK JUM SANGAR
32
32. DIYAMBH!
33
33. BELAKANG RUMAH WILDAN
34
34. PINTU MENUJU KE BAWAH?
35
35. JUM KESYURUFAN
36
36. SSSSTT…SSST
37
37. WADUH KOK MAKIN GINI
38
38. CERITA BASUKI
39
39. RASA TAKUT
40
40. SERANGAN ATAU HALUSINASI
41
41. APA YANG SEBENARNYA TERJADI
42
42. KOK BUKAN KOK
43
43. LARI
44
44. SIAPA AKU
45
45. KEMBALI LAGI?
46
46. APA YANG TERJADI
47
47. AKU = RUSLAN?
48
48. RUMAH PAK RUSLAN
49
49. KOK ???
50
50. JATMIKO?
51
51. KEMATIAN YANG ANEH
52
52. YANG MAKIN ANEH
53
53. PERJALANAN
54
54. MBAH KAMPRET
55
55. PENJELASAN YANG GAK MASUK AKAL
56
56. RAHASIA CELENK
57
57. ASBAK DAN AGENDA
58
58. ASBAK KUNTILA
59
59. BUMBU ANEH DAN KEMUNGKINAN
60
60. ISI BOTI EH BOTOL
61
61. MUSIBAH MBAH KAMPRET
62
62. SIAPA YANG DATANG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!