16. PAK RUSLAN

Terus terang aku ya malu juga dengan keadaan ini, jadi aku minjam kaca mata hitam dan topi juga dari si Celenk

Sialan, si Celenk dia bener-bener ninggalin aku, dia jalan di depanku beberapa meter tanpa menoleh ke belakang sama sekali.

Aku akhirnya masuk pintu gerbang sebuah kampus swasta yang tidak begitu besar, dan syukurlah keadaan sepi, pagi ini orang yang pertama kutemui adalah satfam yang terus memandang aku dengan curiga.

Dan benar saja, satfam itu menghampiri aku.

“Pagi mas, mau kemana dan cari siapa?” sambil melihat aku dari ujung kaki hingga butakku

“Aku Pariji pak. Mosok nggak kenal” sambil kubuka kacamata dan topiku

“Astarfirullah…. mas Pariji, sampai pangling saya mas. Saya kira artis siapa gitu yang masuk kampus, lha wong pakai jas berbulu bulu, dasi merah. Eh itu dasi kan mas?” tanya satfam dengan penuh curiga

“Iyolah pak, mosok gini ini apem pak, ya dasi lah pak”

“Tapi disini tidak ada acara lomba kostum mas”

“Ndeh sampeyan kok ngelunjak se pak, tak jiwit ginjelmu, tak kutuk jadi butak juga lho pak”

“Heheheh canda mas Par, soalnya pakaian mas Pariji kok luar biasa  wah gitu je”

“Eh mau masuk kelasnya pak Ruslan ta mas Par?”

“Iya pak, kalau saya nggak masuk lagi nggak akan diberi nilai sama Ruslan dunia lain itu pak. Wis saya tak masuk kelas pak”

“Monggo mas Par, hati-hati sama Ruslan dunia lain itu mas”

Hmm ide pak satfam masuk akal juga, nanti kalau ada teman yang tanya aku kok pakai kostum ginian, ya tak jawab  nanti sehabis kuliah mau ikot lomba kostum paling gilak.

Huff tepat waktu, untung dosenku yang namanya Ruslan belum datang. Temen-temen juluki pak Ruslan itu dosen dunia lain, karena dia sering kali bicara soal mistis dan suka nakuti mahasiswanya kalau waktu ada kuliah malam.

“Hembok…. Ada artis lewat rek. Habis kuliah kamu mau ada acara karnaval ta ji” sapa Tompel temenku

“Hehehe kok kamu tau Pel, nantik ada lomba kostum paling gilak, jadi daripada aku balik kosan, ya tak pakek aja disini, sekalian kalian nilai, kostum yang kupakai ini cukup nggilani apa nggak”

“Nggateli dan nggilanii Ji, cocok sama butakmu kalau nggak pakai topi hehehe. Tapi Ji,  bauk mulutmu kok bosok gitu se, kamu tadi sarapan banke tikos ta”

“Lho Pel, ini juga salah satu cara untuk memenangkan lomba, semakin nggilani, semakin absurd akan semakin bernilai cok!”

“Jadi mulai dari pakaian hingga bau mulut juga harus nggilani, nggak boleh njomplang, mosok pakaian udah nggilani, tapi bauknya wangy”

Anak-anak lain pada ketawa liat pakaianku, tapi yang perempuan pada buang muka kalau aku lewat depan mereka.

Rata-rata  setelah aku ajak ngomong mereka,  tanpa babibu mereka langsung menjauhiku.

Nggak lama kemudian, dosen pak Ruslan datang, kami semua sudah ada di dalam ruangan kelas, aku pilih duduk di bawah kipas angin, karena jaket milik si Celenk ini panasnya minta ampun.

Seperti biasa, dosen aneh ini selalu melihat kami satu persatu, padahal yang ikut kelas dia itu ada sekitar dua puluhan orang.

Jadi sebelum dia mulai memberikan mata kuliah, dia akan melihat kami satu persatu, mungkin tiap anak sekitar tiga detikan. Tetapi ketika dosen aneh ini melihat ke arahku, dia memandangku cukup lama.

“Pariji, nanti setelah selesai mata kuliah, kamu temui saya di lantai dua”

Sial, apa yang akan si dunia lain itu katakan tentang aku, apa karena aku berpakaian seperti ini atau karena ada hal lain yang dia ketahui dari hanya melihat diriku.

Kuliah baru berjalan lima menit, tapi tiba-tiba si Ruslan menyudahi mata kuliah ini, dia hanya menyuruh kami mencari materi yang dia inginkan di perpustakaan, dan dilarang mencari di gugel.

Memang agak gila si Ruslan itu, hari sabtu rata-rata dosen nggak ada mata kuliah, tapi Ruslan malah nyuruh kami masuk, pokoknya jam-jam dia ngajar itu jam yang nyeleneh, kadang  jam tujuh malam kami disuruh hadir di kelasnya. Kadang jam enam pagi kami harus ada di kelasnya juga.

Dosen gilak ini mengemasi tablet, bukunya, kemudian dia keluar dari ruangan. Aku tau dia pasti nyuruh aku untuk mengikutinya di lantai dua.

Kulihat Celenk pergi meninggalkan kelas tanpa melihat ke arahku.

“Ji, kamu ada janji sama dunia lain di atas itu hehehe, kayaknya kamu mau dikenalkan sama mahluk peliharaanya” kata Bondet

“Nggak Ndet, Pariji mau diteles sama Ruslan, Dia terpesona liat dandanan mbois Pariji hari ini hehehe” sahut Tompel

Kami semua tau lantai dua ruangan pak Ruslan itu agak horor, ruangan itu ada di paling ujung, tempat yang hampir tidak pernah dilalui orang, bahkan office boy aja nggak mau ke sana kalau nggak disuruh Ruslan.

Sering office boy denger suara perempuan nangis di ruangan pak Ruslan, kadang ada suara cekikikan. Yang sering itu adalah suara orang mandi yang ada di kamar mandi sebelah ruangan Ruslan.

Hari sabtu sangat sepi, cuma kelas yang kami hadiri saja yang ramai, apalagi lantai dua, sama sekali tidak ada kehidupan disana, kecuali di ujung lorong ruangan Ruslan.

Aku menaiki tangga kampus yang letaknya di pojokan, kemudian aku berjalan di lorong yang gelap temaram, karena hampir semua lampu lorong dimatikan kalau tidak ada kegiatan di lantai dua, hanya menyisakan di atas tangga dan di ujung dekat ruangan Ruslan yang nyala. Itupun menggunakan lampu yang wattnya rendah.

Ruangan si Ruslan ada di ujung yang berlawanan dengan tangga, sehingga aku harus berjalan menyusuri lorong lantai dua.

Kanan kiriku adalah ruangan kuliah yang gelap, karena pintu tiap ruangan terbuka, tidak ada kaca yang menghadap ke lorong, kaca tiap kelas menghadap ke arah luar. Tetapi kaca-kaca itu kalau sabtu gini tertutup oleh gorden, sehingga tidak ada cahaya yang masuk ke dalam ruang kelas.

Rasanya merinding kalau melewati satu ruang kelas dan melihat melalui pintu yang terbuka, gelap sekali di dalam sana. Kadang aku merasa ada kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan yang gelap itu.

Setelah menyusuri lorong yang horor, akhirnya aku tiba di depan pintu ruangan pak Ruslan.

“Masuk aja Ji, pintunya tidak dikunci” kata suara pak Ruslan dari dalam ruanganya.

Cuk aneh, padahal tidak ada jendela di depan ruangan dia, dan aku juga belum mengucapkan salam atau permisi, gimana dia bisa tau kalau aku udah datang.

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

horor.... tapi kok lucu....,🤣🤣🤣🤣

2025-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 01. DIMANA KENAPA
2 02. ADA YANG ANEH
3 03. LHO KOK
4 04. SUARA PAK WITO
5 05. KOK OM BURHAN
6 06. KOK GINI SIH
7 07. SIAPA ITU… KOK?
8 08. KOK GAK JELAS GINI SIH?
9 09. KOK KEBON NGANU
10 10. KOK NGGILANI GINI
11 11. CAK JO KOK
12 12. KOK MAKIN PANJANG
13 13. KOK BUAT DASI?
14 14. IDE YANG KOK
15 15. KOK FINGSAN
16 16. PAK RUSLAN
17 17. KOK PAK RUSLAN TAU!
18 18. PAK WITO KOK
19 19. MALAM YANG JANGGAL
20 20.LHO KOK MATI
21 21. KOK KAYAKNYA AKU TAU
22 22. KOK GILA GINI!
23 23. SAYA BASUKI TAPI PANGGIL SAYA WILDAN
24 24. CERITA WILDAN
25 25. HAROS SENYOM
26 26. MBAK JUM BIKIN KERAS
27 27. TINGGAL BERSAMA MBAK JUM
28 28. ADA APA DENGAN JUM
29 29. KOOOOK!!!
30 TAMBAH BINGONG
31 31. MBAK JUM SANGAR
32 32. DIYAMBH!
33 33. BELAKANG RUMAH WILDAN
34 34. PINTU MENUJU KE BAWAH?
35 35. JUM KESYURUFAN
36 36. SSSSTT…SSST
37 37. WADUH KOK MAKIN GINI
38 38. CERITA BASUKI
39 39. RASA TAKUT
40 40. SERANGAN ATAU HALUSINASI
41 41. APA YANG SEBENARNYA TERJADI
42 42. KOK BUKAN KOK
43 43. LARI
44 44. SIAPA AKU
45 45. KEMBALI LAGI?
46 46. APA YANG TERJADI
47 47. AKU = RUSLAN?
48 48. RUMAH PAK RUSLAN
49 49. KOK ???
50 50. JATMIKO?
51 51. KEMATIAN YANG ANEH
52 52. YANG MAKIN ANEH
53 53. PERJALANAN
54 54. MBAH KAMPRET
55 55. PENJELASAN YANG GAK MASUK AKAL
56 56. RAHASIA CELENK
57 57. ASBAK DAN AGENDA
58 58. ASBAK KUNTILA
59 59. BUMBU ANEH DAN KEMUNGKINAN
60 60. ISI BOTI EH BOTOL
61 61. MUSIBAH MBAH KAMPRET
62 62. SIAPA YANG DATANG
Episodes

Updated 62 Episodes

1
01. DIMANA KENAPA
2
02. ADA YANG ANEH
3
03. LHO KOK
4
04. SUARA PAK WITO
5
05. KOK OM BURHAN
6
06. KOK GINI SIH
7
07. SIAPA ITU… KOK?
8
08. KOK GAK JELAS GINI SIH?
9
09. KOK KEBON NGANU
10
10. KOK NGGILANI GINI
11
11. CAK JO KOK
12
12. KOK MAKIN PANJANG
13
13. KOK BUAT DASI?
14
14. IDE YANG KOK
15
15. KOK FINGSAN
16
16. PAK RUSLAN
17
17. KOK PAK RUSLAN TAU!
18
18. PAK WITO KOK
19
19. MALAM YANG JANGGAL
20
20.LHO KOK MATI
21
21. KOK KAYAKNYA AKU TAU
22
22. KOK GILA GINI!
23
23. SAYA BASUKI TAPI PANGGIL SAYA WILDAN
24
24. CERITA WILDAN
25
25. HAROS SENYOM
26
26. MBAK JUM BIKIN KERAS
27
27. TINGGAL BERSAMA MBAK JUM
28
28. ADA APA DENGAN JUM
29
29. KOOOOK!!!
30
TAMBAH BINGONG
31
31. MBAK JUM SANGAR
32
32. DIYAMBH!
33
33. BELAKANG RUMAH WILDAN
34
34. PINTU MENUJU KE BAWAH?
35
35. JUM KESYURUFAN
36
36. SSSSTT…SSST
37
37. WADUH KOK MAKIN GINI
38
38. CERITA BASUKI
39
39. RASA TAKUT
40
40. SERANGAN ATAU HALUSINASI
41
41. APA YANG SEBENARNYA TERJADI
42
42. KOK BUKAN KOK
43
43. LARI
44
44. SIAPA AKU
45
45. KEMBALI LAGI?
46
46. APA YANG TERJADI
47
47. AKU = RUSLAN?
48
48. RUMAH PAK RUSLAN
49
49. KOK ???
50
50. JATMIKO?
51
51. KEMATIAN YANG ANEH
52
52. YANG MAKIN ANEH
53
53. PERJALANAN
54
54. MBAH KAMPRET
55
55. PENJELASAN YANG GAK MASUK AKAL
56
56. RAHASIA CELENK
57
57. ASBAK DAN AGENDA
58
58. ASBAK KUNTILA
59
59. BUMBU ANEH DAN KEMUNGKINAN
60
60. ISI BOTI EH BOTOL
61
61. MUSIBAH MBAH KAMPRET
62
62. SIAPA YANG DATANG

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!