Mommy Rena terus saja membeli barang yang akan ia berikan pada calon menantunya, yaitu Mayra.
Daffa tiba - tiba saja meminta pada kedua orang tuanya untuk melamar Mayra. Tentu saja Daddy Devan dan Mommy Rena sangat terkejut tapi sekaligus senang.
# Flasback kemaren malam #
Nathan terkekeh mendengar penuturan Daffa , yang bilang Mayra adalah calon istrinya.
" Baru juga calon istri Daf , belum sah ijab qobul kan....ck , itu mah masih bisa gue tikung lah , yang sudah nikah aja bisa pisah kok ".
" Silahkan saja , kalau elo bisa , enggak bisa kan kalau elo nya yang mau tapi Mayra nya enggak ". Daffa pun tidak kalah menantang Nathan.
" Kita lihat saja nanti , gue pulang ya May , oh ya jangan lupa itu makanan dari gue di makan ya May ". Nathan keluar tak lupa ia mengedipkan satu matanya pada Mayra , membuat Daffa makin panas hatinya.
Daffa menyugar rambutnya, terus terang ia sangat tidak suka dengan kedatangan Nathan , tapi ia pun tidak bisa melarang jika Nathan bertandang ke rumah Mayra , bukan haknya untuk mengusir tamu orang.
" Bagaimana ini May , gue enggak tenang jadinya ?".
" Ya enggak harus gimana - gimana Daf , biasa saja ".
" Nathan sering kemari ya ?".
" Iya tapi Enggak juga ".
" Maksudnya ??".
" Akhir - akhir ini saja dia sering datang , elo marah Daf ?".
" Bukan marah May , karena gue juga tau elo enggak bisa menolak tamu , tapi lebih tepatnya gue cemburu ".
" Elo percaya gue kan Daf ?".
" Gue percaya elo May , tapi buat Nathan tentu tidak ia pasti tidak akan pernah berhenti buat ngejar elo , kecuali.....".
" Kecuali apa Daf ?".
" Ada ikatan di antara kita berdua ".
" Andai Gue mau melamar elo , gimana May ?".
" Tapi kita masih sekolah Daf , gue belum siap buat menikah ".
" Kita tunangan saja dulu , setidaknya itu sedikit buat gue tenang May ".
Mayra terdiam , apakah ini yang terbaik baginya...sebenarnya ia juga risih Nathan selalu datang , apalagi terus membawa makanan.....Mayra tidak mau terbebani akan hal itu.
Mungkin dengan pertunangan yang mengikat dirinya dengan Daffa akan membuat Nathan mundur dengan teratur.
" Baiklah ".
" Ayo , temani gue !".
" Kemana Daf ?".
" Meminta ijin sama Om Aldi dan Tante Nina , anak gadisnya mau gue bawa pulang ".
" Ih...apaan...". Mayra tersipu , Daffa terkekeh.
Dan malam ini Daffa dengan penuh percaya diri meminta Mayra untuk ia ikat pada kedua orang tuanya.
Sementara itu Azriel yang baru turun dan berjalan ke depan , maksud hati ingin melihat kakaknya dan Daffa , tapi yang ia temui hanya sofa kosong.
" Eh ada martabak nganggur nih........rejeki anak sholeh ini mah ". Azriel membawa martabak itu , ia ijin memintanya pada Mayra lewat WA , karena Azriel yakin itu punya kakaknya . Setelah itu ia menelpon Kiano untuk datang ke rumahnya. Ia akan berbagi dengan saudara sepupunya itu.
# Flashback of #
" Sayang , sudah ....kamu mau pesan apa lagi , ini satu mobil saja tidak cukup untuk membawa semua hantaran untuk Mayra ". Daddy Devan menggelengkan kepalanya melihat sang istri yang begitu antusias menyiapkan ini dan itu.
" Ini buat calon mantu idaman Mommy Dad , apalagi ya....perhiasan sudah , pakaian , tas , sepatu , sendal sudah....kue - kue juga sudah....emmmm ". Mommy Rena mengetukkan jarinya di bibir, terus mengingat apalagi yang harus ia bawa.
Daddy Devan langsung memeluk istrinya dari belakang , " Mommy malah melupakan suamimu ini ".
Mommy Rena tersenyum ," Daddy mau apa hem...semalam kan sudah , jangan merengek kayak Diva deh ".
" Jangan samakan dengan Diva dong Mom , kan beda permintannya ".
" Iya iya , Mommy enggak pernah lupain Daddy kok , tau kan Mommy sangat senang karena Daffa akhirnya bersama Mayra ".
" Daddy juga senang, Daffa sudah ada jodohnya....Daddy juga enggak sabar bisa berbesanan dengan Bang Aldi ".
" Pelukan aja terus Dad Mom..biar yang jomblo pada iri ..". ujar Dafi.
" Kamu saja yang iri Fi , makanya cari pendamping juga kayak Daffa , nanti setelah lulus Daddy nikahkan kalian bersama , biar ngirit ongkos gedung dan cateringnya ". canda Daddy Devan.
" Dih enggak mau di barengin sama Daffa , nanti kalau calon pengantinnya ketuker kan berabe , lagian jangan terlalu pelit Dad , harta Daddy buat siapa coba kalau bukan buat anak - anaknya ".
" Buat aku lah , kan aku anak bungsu , dapatnya paling banyak , iya kan Dad...". Diva datang langsung bergelayut di tangan Daddy Devan yang langsung mengacungkan Jempolnya.
Dafi berdecih , Daffa sendiri tidak perduli , ia sibuk menata barang hantaran untuk Mayra.
" Sudah semua Mom , enggak ada yang terlupakan kan ?".
" Sudah sayang .....kita berangkat habis magrib kan ?".
" Iya Mom ".
Di rumah Mayra tidak seheboh di rumah Daffa , karena Bunda Nina sudah terbiasa masak banyak buat cateringnya , jadi untuk masalah menjamu calon besan sangatlah mudah baginya.
Papi Kenzi sudah datang bersama Kiano. Kiano langsung berlari menuju kamar Azriel. Begitupun dengan Opa Hasyim dan Oma Kartika , mereka datang dari sejak pagi tadi , dan sekarang sedang beristirahat di kamar tamu.
Sedangkan Opa Revan dan Oma Fia akan datang nanti sore.
" Loh kamu kok sendirian Ken ?" tanya Bunda Nina.
" Kakak sih mau besanannya dengan Kak Devan , ya jelas kami bingung mau ikut kemana , karena Kiano mintanya kesini jadi di bagi dua , Mita dengan Kia ke rumah kak Devan , aku dan Kiano kesini ".
Ayah Aldi tergelak , " Jadinya lucu ya Ken , keponakan kamu mau dapat keponakannya istri kamu ".
" Namanya juga jodoh Bang , kita enggak tau kan...padahal kita tidak menjodohkan mereka sama sekali ". Ucap Bunda Nina.
" Iya , tapi kamu senang sekali kan Yang ".
" Bukan main Bang , dari adik ipar sekarang mau jadi besan " Bunda Nina tersenyum membayangkan kala Rena menjadi adik iparnya dulu.
" Wah wah , hati - hati Bang , Kak Nina ingat sama mantan terindah tuh ". Ledek Kenzi.
Bunda Nina melotot ke arah Kenzi, " Jangan jadi kompor meleduk deh ".
" Tenang Yang , kompornya Kenzi enggak bakalan bikin suami kamu ini terbakar , Ayah percaya cinta Bunda hanya untuk Ayah seorang ".
Bunda Nina langsung mendekat dan mencium pipi Ayah Aldi , " I love you Bang ".
" Ck...aku yang baper.....mana Mita enggak ada di sini lagi...".
Malam pun tiba , rombongan keluarga besar Daffa pun telah tiba. Mereka disambut hangat oleh Keluarga besar Mayra.
Acara berjalan dengan lancar , cincin indah sudah tersemat di jari manis Mayra.
Seluruh keluarga sedang menikmati hidangan yang sudah di persiapkan Bunda Nina.
" Kamu itu Ren , mau buka toko ya di rumahku , banyak sekali yang kamu bawa buat Mayra ".
" Buat calon mantu idaman apa sih yang enggak Kak , aku malah sudah membayangkan nanti kalau mereka menikah, aku akan buat sangat meriah pokoknya ".
" Jangan berlebihan ah Ren ".
" Tenang Kak Nin , kakak tinggal duduk manis saja ,biar Rena yang urus , terima beres pokoknya deh ".
" Terserah kamu saja , kadang aku heran yang ibunya Mayra itu aku apa kamu...". karena Rena selalu memberi lebih dari yang Bunda Nina berikan pada Mayra.
" Mayra putriku juga Kak Nin ". Bunda Nina memeluk Rena.
Di luar rumah , tepatnya di pinggir jalan seorang pemuda menatap nanar ke rumah Mayra , " Gue enggak akan nyerah May ".
Bersambung...
Like
Vote
Comment
Terima kasih 😘🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments